NovelToon NovelToon
Love Is On Air With Mr.CEO

Love Is On Air With Mr.CEO

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / CEO / Tamat
Popularitas:874.8k
Nilai: 5
Nama Author: ElizabethMelyna

Kisah cinta seorang pembawa berita (Anchor) bernama Sesil yang bertemu dan terpaksa menjalin hubungan dengan seorang CEO bernama Morgan karena suatu kesalahan saat dirinya sedang On Air membawakan sebuah berita.

Siapa yang menyangka, kesalahan itu membuat mereka menemukan cinta yang kian lama kian bertumbuh dengan keseriusan di antara satu sama lain.

Dapatkan Sesil dan Morgan melalui kisah cinta mereka dengan mulus???

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ElizabethMelyna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PERANG DINGIN

Part 33 " Perang Dingin "

Bendera perang pun seakan berkibar di antara Morgan dan Steve yang sejak pertama bertemu sudah saling melempar kebencian.

Acara MT pun berlanjut dengan game game yang sudah diatur oleh Nindi. Aku membantu nya membawa sebuah kardus berisi properti games.

Saat dalam perjalanan menuju ke halaman, aku berpas pasan dengan Morgan.

Aku menghidari nya namun ia seakan menutup jalan ku.

Aku ke kiri.. dia ke kiri..

Aku ke kanan.. dia ke kanan

Dan seterusnya sampai beberapa kali seperti itu.

Ia tiba tiba merebut kardus yang kubawa.

" Biar aku yang bawa. " Kata Morgan perhatian.

" Kembalikan. " Aku menahan rasa kesal ku dan meminta nya dengan baik baik.

" Jalan saja, biar aku yang bawa. Ini cukup berat. " Kata Morgan yang tidak menurutiku.

" Hentikan Morgan. Apapun yang kamu lakukan, tidak akan mengubah sikap ku padamu. " Jawab ku dingin.

" Aku tidak berharap kamu akan merubah sikapmu padaku, aku hanya ingin melakukan sesuatu untuk mu. " Jawab Morgan tulus.

" Kenapa kamu tidak pergi menjauh saja dariku.. Istri dan calon anak mu menunggu. " Tanpa segan aku mengungkit hal menyakitkan itu dan merebut kardus dari tangan Morgan.

" Sesil.. dengarkan aku. " Sahut Morgan yang ke sekian kali ingin menypaikan sesuatu padaku. Ia memegang tangan ku tanpa pikir panjang.

Tiba tiba Steve yang menyusul mengambil kardus dari tangan ku.

" Ayo. " Sahut Steve.

Situasi ini benar benar membuatku muak.

" Apa kamu tidak lihat.. kalau aku ingin bicara dengannya? " Bentak Morgan marah.

" Apa kamu sendiri juga tidak lihat.. dia tidak ingin bicara dengan mu. " Jawab Steve tidak mengalah.

Kepala ku rasanya hampir meledak menghadapi mereka berdua.

Aku melepaskan tangan ku dari tangan Morgan dan dengan cepat merebut kardus itu kembali dari tangan Steve.

" Aku muak dengan kalian. Bisakah kalian meninggalkan ku sendiri.. Please." Kata ku sambil meninggalkan mereka berdua.

Morgan dan Steve begitu merusak mood MT ku tahun ini. Aku hanya berharap agar bisa segera menyelesaikan acara dan pulang menjauh dari mereka.

" Kenapa? " Tanya Nindi penasaran ketika melihat wajah ku yang muram.

" Lihat itu.. aku baru saja bertemu dua CEO gila." Sahut ku sambil menunjuk ke arah Morgan dan Steve yang terlihat masih mendebatkan sesuatu.

Nindi pun tertawa melihat kekonyolan ini, bisa bisa nya keseruan hidup ku tidak ada habisnya.

Set game pun telah selesai, para staf di bagi menjadi beberapa kelompok berisikan 6 orang masing masing.

Karena jumlah yang ganjil, sehingga ada dua kelompok yang hanya beranggotakan 5 orang dan salah satu nya adalah kelompok ku.

" Game kali ini adalah memindahkan kertas dengan bibir secara estafet. " Kata pemandu games.

" Tunggu. Aku ingin bergabung.. kelompol ini kekurangan 1 pemain kan? Aku akan mengisinya. " Sahut Morgan mendadak, membuat banyak orang berseru ingin bergabung dengannya.

Ia memang menjadikan ku sebagai target, dan masuk ke dalam kelompok ku.

" Aku juga.. aku ingin mengisi kekurangan kelompok ini. " Sahut Steve menyusul.

Padahal tidak ada dalam rencana bahwa para pejabat mengikuti perlombaan ini.

" Maaf pak Steve, jika anda ingin bergabung.. anda harus mengisi kekurangan kelompok itu. Karna jumlahnya sudah genap 6 orang. " Kata Pemandu game adil.

Senyum kemenangan pun bertahta di wajah Morgan sambil melihat remeh ke arah Steve.

Kami pun berbaris dengan urutan Morgan.. aku.. staf lelaki.. wanita.. lelaki.. lelaki..

Namun sebelum lomba dimulai, Morgan mengubah urutan.

Ia memerintah lelaki di belakang ku untuk bertukar tempat dengan rekan wanita yang satu nya.

" Kamu pindah, jangan di belakang Sesil. "

" Kenapa jadi ngatur ngatur sih. " Gumam ku kesal, melihatnya saja sudah kesal.

" Aku tidak mau kalian berciuman. " Kata Morgan tanpa filter.

" Lalu.. kenapa kamu di depan ku, kenapa tidak pindah di belakang saja. Aku juga tidak ingin berciuman dengan mu. " Sahut ku protes juga.

Peluit pun di bunyikan pertanda game dimulai.

Morgan menempelkan kertas persegi ke bibirnya dan memindahkan ke bibirku untuk terus estafet ke belakang.

Kertas ke satu kertas kedua kertas ketiga.. dan kertas ke empat..

Angin bertiup membuat kertas yang ada di bibir Morgan terbang sehingga tanpa sengaja bibir Morgan mendarat sempurna di bibirku dan semua yang melihat kami berseru menggila.

Namun aneh nya, Morgan dengan sengaja meraih lengan ku dan tidak segera melepaskan ciumannya hingga saat aku mendorongnya cukup keras.

" Dasar bajing*n. " Gumam ku pelan karena menyadari perbuatan Morgan yang sengaja mencium ku di tengah permainan.

Waktu seakam berhenti dan dunia berputar hanya di sekitar kami berdua.

Sepasang mata kami saling menatap begitu dalam dan sendu, hingga tanpa sadar aku melihat genangan air di kedua mata Morgan yang tulus.

Hati ku kembali sesak dan sakit melihat air mata Morgan yang terlihat tulus.

Aku dilema dengan perasaan ku sendiri, aku bisa merasakan dan melihat bahwa masih ada ketulusan cinta di mata Morgan.. namun fakta bahwa ia menikahi wanita lain masih teringat jelas di benak ku.

Aku pun menurunkan pandangan ku karena air mata ku tak tertahan lagi. Dengan segera, tanpa sepatah kata.. aku berlari meninggalkan halaman permainan dan mencari tempat untuk meluapkan kekacauan di hati ku.

Akupun meluapkan kesedihan ku di gazebo belakang villa saat tak ada seorang pun disana, karena mereka menikmati moment games bersama.

Tiba tiba sebuah pelukan hangat mendarat di tubuh ku dari belakang.

Hiks hiks hiks hiks

Aku mendengar lelaki itu menangis di dekat telinga ku.

Aku tahu bahwa itu adalah Morgan tanpa perlu memalingkan wajahku kepadanya.

Entah mengapa aku merasakan dan menyadari sebuah kehancuran di dalam suara tangisan Morgan sama seperti yang kurasakan.

Dan entah mengapa juga, aku merasa tidak memiliki kekuatan untuk melepaskan diri dari pelukannya.

Apakah ini semua karena dalam hati kecil ku sebenarnya begitu merindukan lelaki ini.

" Sesil.. aku tidak bisa jauh dari mu. Perasaan ku padamu tidak pernah main main. " Ungkap nya tiba tiba.

" Aku tahu.. aku adalah lelaki yang pantas untuk kamu benci.. tapi kumohon sekali ini saja.. dengarkan penjelasanku. " Kata Morgan terdengar begitu memelas.

Sedangkan air mataku terus mengalir setiap mendengar kata demi kata yang keluar dari mulutnya.

" Aku menikahi Rosa.. bukan karena aku mengkhianati mu. Aku hanya ingin bertanggung jawab atas anak yang ia kandung. " Kata Morgan mulai bercerita.

" Malam itu........ " Cerita yang cukup detail aku dengarkan untuk pertama kali setelah perpisahan kami yang menyakitkan.

" Saat itu.. hanya kamu yang terlihat di mata ku." Sahut Morgan selesai menceritakan kejadian malam itu.

Entah aku harus mempercayai nya atau tidak.. namun ketulusan Morgan begitu tersampaikan kepadaku.

Namun bagiku.. sudah tidak ada jalan keluar lagi.

" Tidak ada beda nya Morgan.. Tidak ada solusi untuk hubungan kita. Sekalipun aku mendengar penjelasanmu puluhan kali, kamu harus tetap kembali padanya. " Jawab ku putus asa dan berusaha melepaskan diri dari pelukan Morgan namun tidak bisa.

" Aku tahu.. menjelaskan semuanya, tidak akan membuat waktu kembali berputar ke masa lalu. Namun setidaknya, aku mohon.. jangan terlalu membenci ku Sesil. " Kata Morgan sambil memeluk ku lebih erat.

Bibir ku tertutup rapat tidak bisa memberikan jawaban apapun kepada Morgan dan jawaban untuk kondisi hubungan kami yang seakan menemui jalan buntu.

Seseorang dari jarak beberapa meter sedang memperhatikan kami berdua sejak awal, dia adalah Steve.

Ia yang berencana ingin menemui dan menghiburku, malah melihat suasana memilukan yang tercipta antara aku dan Morgan sore itu.

1
Sri Ariyanti
monica n steve ❤
Sri Ariyanti
aku turut sedih sil dengan kondisi mu 😭
Sri Ariyanti
jangan tergoda dengan air mata buayanya morgan, please
Sri Ariyanti
sempat deg degan bacanya terbawa alur, tapi othornya pinter akhirnya yg tidak terjadi
Sri Ariyanti
ah ternyata uncle morgan mau kiss juga
Sri Ariyanti
ah kalian so sweet. Semoga semua menjadi jelas untuk hubungan kalian
Jaspit Elmiyanti
kisah yg menguras air mata, tapi aku senang karna akhirnya mereka bersatu dalam bahagia, memang betul kata pepatah, kalo jodoh tak kan kemana. good job thuor
Jaspit Elmiyanti
temukan kembali mereka dalam cinta thour...
Mei Mei
Luar biasa
BYSS
love it
Siti Sukaenah
sukaaa dengan ceritanya
Mawar berduri
kisah yg hebat penuh drama & airmataku. trima kasih. sukses sll yaa
Mawar berduri
apapun alasannya sdh terjd morgan...
Mawar berduri
telat bos...basi...
Mawar berduri
asekkk steve...ambil sesil.biar morgan tau betapa berharganya seorg sesil
Mawar berduri
bodo amat😡
Mawar berduri
wlo ini cm cerita halu tp aku tetap esmosi...kok seorg CEO goblok...mana asisten pintarnya kok gk turun tangan...
Mawar berduri
maaf morgan...aku tdk simpati apalg empati sm kamu...makan tuh rosa...
Mawar berduri
wanita sebaikmu sesil pasti akn dipertemukan jgn dgn lelaki yg baik & penuh cinta kesetiaan...semangattt sesil
Mawar berduri
aneh jg seorg morgan yg sepak terjangnya yg luas. tampan berkuasa kok bs terjebak...kok bs terperangkap actting rosa. kok kayak lelaki cupu aja🤦‍♀️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!