Bumi mengalami perubahan yang besar orang orang dengan kemampuan khusus bermunculan, mereka berlatih untuk menjadi yang terbaik.
Egi bangun dari tidurnya dan mengetahui ada sistem di benaknya dia hanya berniat minum untuk menghilangkan haus tapi sistem menghadiahinya kemampuan untuk memanipulasi air, dia menguirup udara untuk bernapas tapi kemudian dia mendapatkan kemampuan memanipulasi udara, Apakah menjadi kuat semudah itu?
Ikuti petualangan Egi yang ingin berdiri di puncak seni bela diri dan menjadi abadi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yoga Permana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ibu Mertua
Dua hari berlalu dengan sangat damai, Egi telah melatih latihan yang diberikan oleh tresa
Latihan tersebut bernama penetration hole, latihan itu memungkinkan Egi menyerap seluruh serangan spiritual ataupun fisik dengan menggunakan lubang hitam yang dibentuk melalui permukaan tubuh, jika egi memobilisasi pertahanannya bahkan musuhnya tidak akan menyentuntuh sudut baju egi karen seluruh serangan lawan akan tenggelam ke dimensi lain
Walaupun dua hari berlalu dengan cepat Egi tinggal di Sekte Iblis dengan damai karena dia sangat rendahati, terlebih lagi tidak ada seorangpun dapat melihat penampilan egi
***
Di sebuah gua sederhana Seorang wanita dewasa cantik dengan payudara besar dan bibir merah berhadapan dengan Tresa dengan wajah penasaran
" Nak Siapa laki laki yang kau bawa di istana, apakah dia priamu ?"
Wanita itu bertanya dengan wajah penuh main main
Tresa menjawab dengan manja " Ibu apa yang kau bicarakan itu hanya teman laki laki ku" muka tresa sangat merah karena merasa malu
" Bagaimana dia hanya temanmu bahkan anak angkatmu memanggil dia ayah" Dengan nada mendesak
" Lalu kenapa kau banyak bertanya jika sudah mengetahuinya " Tresa memutar matanya dengan nada benci
" Lalu kapan kau akan memperkenalkannya kepada Ibumu?" Sambil tersenyum
Tresa lalu memeluk ibunya " Ibu apakah itu perlu?"
Ibu tresa langsung berdiri dan memandang dengan serius " tentu saja itu perlu, ibumu memiliki pengalaman yang lebih banyak dalam melihat pria"
" Apa yang kalian sedang bicarakan?" Tiba tiba lelaki paruh baya bertanya dia langsung memasuki kamar Tresa tanpa sungkan
Tresa akan menjawab tapi di dahului oleh Ibunya " Kau tidak perlu tahu urusanku" dengan nada dingin
Tresa langsung menengahi mereka berdua" Ibu kau tidak boleh terlalu kasar dengan Ayah"
Ayah tresa terlihat sangat sedih dengan prilaku istrinya, dia tidak tahu apa yang salah dengan prilakunya karena semenjak istrinya melahirkan tresa, dia menjadi acuh tak acuh dengannya, dia tidak pernah berhubungan suami istri lagi, bahkan tidak pernah diizinkan untuk menyentuh rambutnya
Ayah tresa berbicara lagi dan mengambil kesempatan bahwa tresa membantunya " Susan anak mu benar bagaimana bisa kau berprilaku buruk pada suamimu?"
Susan ibunya tresa hanya mendengus dengan malas
Tresa berharap dapat membantu kembali mempersatukan keharmonisan keluarga mereka
" Ayah, Ibu bagaimana jika kita makan malam bersama malam ini aku juga bermaksud akan membawa egi untuk di perkenalkan" Tresa bebicara dengan agak malu
Karena itu permintaan anaknya tentu saja susan tidak menolak walaupun aga malas karena suaminya akan makan bersama
Pada waktu malam Egi berganti pakaian dengan warna putih tapi dia tetap memakai topeng yang di berikan oleh tresa , dia bermaksud untuk terus memakainya demi menghindari bencana.
karena dia tahu bahwa malam ini Teresa memberitahunya akan Makan malam bersama kedua orang tua tresa
Egi pergi kemudian dan melihat di tengah ruangan besar berkumpul empat orang, Tresa, Layla, Susan, dan Alan ayahnya Tresa
Sesaat Egi muncul susan tidak senang karena egi memakai topeng, itu berkesan tidak sopan
Egi duduk dan sedikit membungkuk memberikan salam kepada kedua orang tua tresa " Salam kenal nama saya Egi"
Susan dan Alan hanya mengangguk, Lalu Susan berbicara " Hey nak kau bisa melepaskan topengmu"
Ketika Egi mendengarnya dia merasa canggung, apakah tidak apa apa untuk dibuka?
Lalu dia melirik tresa meminta pendapatnya
Tresa yang di lirik oleh Egi merasa bingung tapi kemudian dia mengangguk
Melihat konfirmasi Tresa, Egi menghela napas dan membuka topengnya, sesaat dia membukanya dia melihat wajah Susan yang kaku seperti sulit bernapas
Egi memiliki firasat yang buruk tentang kejadian ini, tapi kemudian Susan terbangun karena Tresa menginjak kakinya," Ibu apa yang kau lihat?"
Susan" heheheh sepetinya kau memakai topeng dengan alasanmu sendiri" dengan canggung berbicara
tapi dari waktu ke waktu dia akan melirik egi, Jantung susan berdebar, dia mulai berpikir apakah ini cinta pada pandangan pertama
Tapi dia menggelengkan kepala dan mengingatkan dalam hati bahwa egi adalah menantunya
Susan sebetulnya lebih seperti kakak tresa di bandingkan ibu, karena dia terlihat berumur 30 tahun, kecantikan yang matang, dada yang tinggi dan bibir yang merah kecil
Alan juga sangan tercengang dengan penampilan Egi, apakah ada laki laki setampan itu di dunia?
Kemudian dia melirik istrinya yang menundukan kepala dengan pipi yang merah
Tapi dia tidak berpikir apa apa selain hanya menyangka istrinya bahagia karena makan bersama dengan keluarga
lalu Alan mendekat dan bermaksud mengambil tangan Susan, tapi dia hanya memegang udara, karena tangan susan sudah menghilang dan menatap Alan dengan mata yang sengit
Egi hanya ingin cepat mengakhiri makan malam ini, jadi dia menuangkan nasi dan lauk terlebih dahulu
Susan tersenyum melihat egi mengambil lauk dan berbicara " Nak kau harus makan daging monster ini karena sangat berprotein tinggi" lalu dia menaruh dagingnya di piring egi
Tresa melihat prilaku ibunya dengan pirasat yang buruk
Susan merasakan tatapan itu tapi dia menyangkal dengan cepat " Nanti kita akan menjadi keluarga jadi jangan berprilaku canggung"
mendengar alasan itu akhirnya tresa meletakan beban di hatinya
Layla " Ayah bisakah kau menyuapiku"
Egi tersenyum mendengar permintaan layla lalu dia mengangguk
Setelah selesai makan malam bersama Egi pergi ke kamarnya, tapi tak berselang lama terdengar ketukan di pintu lalu dia membukanya dan berbicara dengan canggung " Bibi apa ada yang bisa ku bantu?"
Mendengar sapaan Egi,Susan tersenyum dam meyakinkan lalu berbicara " Hei nak bisakah kau tidak memanggikku Bibi"
Egi merasa aneh dengan prilaku susan dan bertanya " Lalu apa yang harus aku panggil?"
Susan gugup dan memegang sudut jubahnya lalu berbicara " Kau bisa memanggilku Susan"
Egi hampir tidak bisa mendengarnya karena suara Susan yang kecil tapi dia bepura pura tidak mendengar
"Apa yang kau butuhkan " Egi berbicara sambil berdehem
Susan merasa bahwa ini adalah momen paling gugup yang dia rasakan
" Bisakah kau membiarkanku masuk terlebih dahulu" tapi sesaat dia berharap
Alan datang sari belakang dan bertanya " Apa yang kau lakukan?"
mendengar pertanyaan seseorang di belakang Susan merasa panik lalu di melirik Alan
Akhirnya dua menghela napas " Apa yang kau lakukan disini " dengan nada yang dingin
Alan yang ditanyai oleh istrinya canggung dan menjawab " Aku sedang mencarimu"
Susan kesal dengan gangguan Alan " Untuk apa kau mencariku?"
Alan menggosok telapak tangannya " Istri kita sudah lama tidak tidur bersama jadi..." sebelum dia melanjutkan
Susan berbicara dengan nada memerintah " Jangan barharap banyak, kembali karena ini sudah malam"
Lalu susan pergi dengan suasana hati yang tidak bahagia
Egi yang melihat semuanya merasa terselamatkan, di menyesal sekarang melepas topengnya