Mengapa novel ini saya beri judul PENDEKAR DUA DUNIA?
Sebab Kim Thian nantinya berkelana kedunia ROH dan dunia nyata.
Dunia Roh meliputi dunia orang mati, dunia siluman, dunia peri, dunia jin sampai dunia dewa, dunia malaikat,dll. Jika didunia ROH ,maka kita harus menaikkan level ROH kita.
SEDANGKAN DUNIA NYATA ADALAH bumi ini, bulan, planet planet
Maaf bila baru baru ini update nya lama untuk episode ini dan juga cerita lain karanganku, soalnya sibuk bekerja , maklum, kerja ikut orang tidak bisa santai, Trimakasih atas pengertiannya.
Sedangkan dunia nyata meliputi seluruh bumi bulan, bintang dan seluruh planet nantinya. Dan didunia nya yang akan kita tingkatkan adalah Qi kita dan kekuatan tubuh nyata kita.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mr Poo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
33.BERTENGKAR DIPERAHU
Wuuutttttt... dukkk!” Tubuh Lan lan terhuyung huyung hampir jatuh,ketika orang itu terpaksa menangkis tusukan tangannya yang datang secara bertubi tubi.
Akan tetapi hal itu justru membuat Lan lan makin marah dan dia menerjang lagi dan lagi.
“Adik Lan, jangan...!”
“Biarlah, Kak, . Dia kurang ajar sekali. Dia tentunya manusia busuk!” Dia meloncat dan mengirim pukulan
yang amat berbahaya karena dia menggunakan sepenuh tenaga nya.
Pukulan itu bersiut datang ke arah lambung tukang perahu, akan tetapi tiba-tiba tubuh tukang perahu
bergerak dan ternyata dia telah meloncati lewat bilik perahu ke bagian belakang perahu!
“Mau lari ke mana kau!” Lan lan mengejar, juga meloncati bilik itu dan dari atas dia sudah
mencengkeram dengan kedua tangannya.
Tapi si tukang perahu itu dengan tersenyum-senyum menyelinap ke bawah, menerobos melalui bilik
perahu, dikejar dan memutari tiang layar sambil tertawa-tawa. Sementara itu, semua pukulan dan
tendangan yang dilakukan oleh LAN LAN dengan kemarahan meluap-luap itu sama sekali tidak ada
hasilnya!
“Lan LAN ... tahan dulu...!” Lin Lin sibuk memegang tangan LAN LAN dan berusaha menahan gadis
yang marah itu mengamuk.
“Kak, apakah kau tadi tidak mendengar omongan busuknya? Kalau aku tidak dapat memukul pecah
mulutnya, aku tidak akan puas!” Dia menarik lengannya secara tiba-tiba sehingga pegangan Lin Lin
terlepas dan kembali dia menendang sambil meloncat. Tendangan terbang yang berbahaya sekali,
mengarah tenggorokan si tukang perahu.
“Heiiittt... tendangan hebat!” Si tukang perahu mengelak sambil memuji dengan suara mengejek.
“Mampuslah...!” LAN LAN membalikkan tubuhnya saat tendangannya tidak mengenai sasaran, sambil
membalik, tubuhnya maju dan tangannya yang dikepal menghantam dada.
“Eiiiiihhhh... hebat, wahhh luput! Sayang sekali...!” Kembali si tukang perahu mengejek dan berhasil
mengelak.
Dapat dibayangkan betapa jengkel hati LAN LAN . Perahu bergerak-gerak miring dan dia sudah
menyerang bertubi-tubi, namun tidak berhasil sama sekali. Biar pun kini dia maklum bahwa tukang perahu
itu ternyata lincah sekali, namun kemarahannya membuat dia tidak mengenal takut. Hatinya tidak akan terasa puas
sebelum dia berhasil merobohkan orang yang dibencinya itu.
“Adik Lan... ahhh, jangan! Lihat, perahu sudah miring... kita bisa celaka...!”
Memang benar teriakan Lin Lin ini. Gerakan-gerakan dua orang yang berkejar-kejaran seperti tikus
dengan kucing ini membuat perahu kehilangan arah dan miring-miring.
“Ha-ha-ha, biarkanlah, nona Lin Lin . Kalau perahu terbalik, baru nona galak itu tahu rasa. Kau jangan
khawatir, tentu akan kutolong, tapi dia... biar kembung perutnya terisi penuh air, ha-ha-ha!”
“Jahanam busuk...!” LAN LAN hampir menangis dan kini dia mengeluarkan sepasang belatinya. “Engkau
harus mampus di tanganku!”
“Adik LAN ...!”
LAN lan yang sudah ‘mata gelap’ saking marahnya itu menyerang dengan dahsyat sekali, tidak peduli
akan perahu yang miring. Melihat datangnya dua sinar terang yang menyambarnya, tukang perahu secara
tiba-tiba merendahkan tubuh berjongkok dan tiba-tiba LAN LAN merasa kedua tangannya lemas karena
secara terduga dan tak tersangka sama sekali, dari bawah menyambar jari-jari tangan tukang perahu itu
memapaki gerakan tangannya dan siku tangannya telah ditotok sehingga tangannya yang lumpuh sperti kesetrum listrik,
tak mampu lagi memegang sepasang belatinya dan dengan gerakan kilat, sepasang senjatanya itu telah
dibuang ke dalam sungai oleh si tukang perahu. Sambil tertawa tukang perahu itu meloncat lagi melewati
bilik dan berada di ujung perahu yang lain sambil menyeringai lebar.
daripada cerita nya
hrusnya kan gini...
siap yang melakukan itu....siapa...???
katakan pada paman ..
ayooo panggil semua org kluarga kita dan kita cari para pembunuh itu.....
hrusnya kan gitu ..
biar ada respon enak saat baca Thor ini kog ga ada empati yg kuat ya🙈🤣😄
masa gitu aja thor tnya kabar biasa kayak ga pernah terjadi apa2..
pada hal ini alurnya Uda bgus cerita nya tapi emosinya kurangggggh🙏🙏🙏🙏🎀🎁🎁🎀🎁