Assalamualaikum...
Hanifah atau bisa dikenal dengan Budee ini memiliki watak yang tegas,pemarah serta memiliki Jiwa Keibuan. Hanifah selalu menjadi tempat mengadu oleh teman temannya karena dia juga dianggap Ibu.
Mengapa demikian?
Karena tidak ada yang berani kepada Hanifah,karena salah sedikit saja Hanifah pasti akan marah dan menceramahi.
Di suatu hari ada seorang cowok yang berusaha mengambil hatinya Hanifah, Karena Hanifah menunjukkan sikap keibuannya saat bersama anak kecil.
Disuatu saat Hanifah disukai oleh Gusnya sendiri yang bernama Gus Hafidz dan disisi lain Hanifah dipaksa CEO yang dingin untuk menjadi istrinya.
Siapakah yang akan di pilih oleh Hanifah? Akankah ia bersama ustadz nya sendiri atau CEO yang dingin?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hanifah Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Masa Lalu Hanifah 1
Setelah berdebat dengan Mas Rey. Sekarang waktunya aku untuk berbicara dengan Mas Rizky.
"Oh ya mau menyelesaikan masalah yang mana mas?" tanyaku.
"Maaf dek" ucapnya.
"Ya Allah mas saya sudah memaafkan mas Rizky dari dulu... Jadi mas santai saja" ucapku.
Fatih terus-terusan memegang tangan ku ditakutkan nanti aku main tangan. Ya terkadang aku juga bisa kasar entah itu aku biasa melakukan nya menggunakan tangan atau kaki. Aku memang memiliki julukan preman kelas perempuan dengan tingkah laki-laki.
Aku mengajak Fatih untuk duduk di Gazebo karena aku sangat capek sekali. Tak lupa aku juga mengajak Mas Hendra untuk duduk disamping ku. Mas Hendra sekarang menjadi sumber kekuatan ku. Entah aku dapat keberanian dari mana aku langsung memegang lengan Mas Hendra yang dibalut kemejanya itu. Disaat aku ingin membulat pembicaraan tiba-tiba Ada teriakan seseorang yang ku kenal.
"Han... Hanifah.." teriakannya sangat kecil. Aku sudah tahu siapa dia... Dia adalah sahabatku yang bernama Malikha. Aku langsung menoleh kearahnya dan melambaikan tanganku agar ia cepat kesini.
"Mal naik... Duduk disampingnya Fatih cepet!" ucapku dengan tatapan mengimidasi.
Malikha langsung naik dan duduk disampingnya Fatih.
"Mumpung Malikha ada disini... Sekarang biar Malikha,Fatih dan Mas Hendra yang menjadi saksi atas perlakuan mas kepada ku" ucapku
Suasana sangat hening mencengangkan. Tidak ada yang membuka suara sama sekali.
"Ini sebenarnya ada masalah apa dek?" tanya Mas Hendra penasaran.
"Oh sebentar mas aku mau sama orangnya dulu untuk menceritakan ini boleh apa tidak?" ucapku.
Aku langsung menatap kearah Mas Rizky dengan tatapan tajam ku.
"Bagaimana mas? Boleh saya ceritakan? Mumpung disini ada Mas Rey juga" ucapku sambil menoleh kearah mas Rey.
Mas Rey bersusah payah menelan Saliva ya melihat ratapan ku. Mas Rizky hanya menganggukkan kepalanya.
"Baiklah semuanya sudah setuju ya... Saya akan mulai bercerita nya." ucapku sambil menggenggam tangan ku sendiri.
Aslinya aku tidak mau untuk menceritakan ini semua karena cerita ini sudah lama aku berusaha untuk memendam nya dalam-dalam. Tapi daripada semua orang nggak tahu kebenarannya maka dari itu saya harus bercerita.
My Story...
4 tahun yang lalu....
Awal aku masuk SMP aku mendaftar ikut organisasi Pramuka. Aku mendaftar organisasi itu bukan untuk cari muka ataupun cari nama biar dikenal semua orang. Melainkan aku tertarik karena yel-yel nya dan juga aku ingin merasakan hal baru. Karena di SD ku tidak ada kepramukaan sama sekali dan itu membuat ku penasaran bagaimana kah rasanya Pramuka itu.
Memang awalnya mengikuti ekstra Pramuka sangat menyulitkan baik itu fisik maupun batin. Karena yang mengikuti Pramuka itu tidak satu atau dua orang melainkan ini sampai 85 anak yang memilih ekstra ini. Sehingga kakak kelas membuat rencana untuk menyeleksi kita dengan panggilan alam. Setiap hari kita digempor habis-habisan dan juga setiap harinya kita di Bimen(Bimbingan Mental).
Hari demi hari aku lalui di ekstra ini. Suka duka sudah pernah aku lalui bersama dengan keluarga Pramuka ini. Dari awal ekstra banyak alumni yang berdatangan untuk melihat generasi nya. Ya aku memang belum kenal sama sekali karena ini adalah masih awal untuk ku.
Dengan perjalanannya waktu aku mulai dekat dengan Mas Rizky ya dia itu adalah alumni Pramuka ini. Dia sangat baik kepada ku hingga aku memiliki perasaan yang nyaman. Aku berusaha untuk memendam perasaan ini tapi apalah daya aku tak bisa memendam perasaan ini. Aku berusaha menyakinkan diriku bahwa perasaan ini hanya sebatas suka
sebagai kakak dan adik.
hampir setiap ekstra Mas Rizky datang bersama temannya yaitu Mas Rey. Kedua teman ini memang sangat tampan yang kerab dipanggil duo kece. Aku tak pernah dekat dengan Mas Rey aku hanya dekat dengan Mas Rizky saja. Aku tak tahu sama sekali perasaan Mas Rizky dan Mas Rey kepadaku. Mengapa aku juga mengikutkan Mas Rey? Karena ia memiliki tatapan yang aneh saat melihat ku. Aku pun bingung dengan tatapan nya itu.
Hari demi hari aku dan Mas Rizky sangat akrab seperti lem dan kertas yang tidak pernah dipisahkan. Aku menyukai Mas Rizky tapi aku tak pernah mengungkitnya sama sekali hingga suatu saat Mas Rey berbicara sangat penting kepadaku.
"Dek kamu nggak pacaran kan sama Rizky?" tanya Mas Rey penasaran.
" Enggak mas... Emangnya kenapa?" balasku.
"Oh iya dek mas cuman mau berbicara kalah Rizky itu udah punya pacar... Jadi kamu nggak usah berharap untuk Rizky jatuh hati kepada mu" ucapnya.
Aku kaget mendengar ucapan itu dan ya serasa hati ku bagaikan teriris pisau yang tajam dan juga seperti tertimpa hingga membuat perasaanku pecah berkeping-keping.
Ingin aku menangis tapi aku tahan karena aku pun juga bukan siapa-siapa Mas Rizky dan juga aku tak mau dianggap lemah oleh laki-laki (Sebelum bertemu Mas Hendra).
"Oalah santai saja Mas... Aku nggak berharap kok dan Alhamdulillah aku cuman Mas Rizky sebagai kakak ku saja" ucapku sambil tersenyum.
"Yakin dek kamu gapapa?" tanyanya dengan senyum yang menyeringai.
"Insyaallah Mas.." ucapku sambil tersenyum.
Aku masih bingung dengan senyuman Mas Rey itu yang memiliki makna tersendiri. Seperti mengingat kan kepada diriku untuk menjauhi Mas Rizky tapi aku nggak boleh Suudzon terlebih dahulu. Aku meninggalkan Mas Rey menuju ke kamar mandi sambil mengajak Malikha. Ya mumpung tadi aku melihat Malikha sedang berjalan menuju sanggar Pramuka penegak jadi aku langsung menarik tangan nya menuju ke kamar mandi.
Tiba-tiba aku menangis sambil memeluk Malikha tanpa terdengar suaraku. Aku menangis membungkam mulutku agar suara ku tak keluar.
"Menangislah Han jika ingin menangis" ucapnya.
Aku masih bungkam dan air mataku menetes sangat deras.
"Keluarkan suaramu aku akan mendengarkan semua masalah mu hari ini" ucapnya.
Aku menangis sesenggukan dan aku berusaha sekuat tenaga untuk menahan suaraku tapi apalah adanya aku tak bisa menahannya lagi.
Untung saja sudah pulang sekolah jadi tidak ada anak sama sekali. Aku menangis terisak-isak dan itu tak luput dari pandangan seseorang disana. Aku tak bisa melihatnya secara jelas karena banyak air mata yang mengalir sehingga membuat mataku sedikit pusing.
"Mal ayo duduk... Kepalaku pusing" ucapku sambil memegang kepalaku.
"Oh iya.... Sini Han pelan-pelan" ucapnya.
Setelah sudah tenang aku dan Malikha menuju ke sanggar untuk mengambil tas. Ya untungnya anak Pramuka kebanyakan sudah pulang jadi kita tak perlu risau.
Aku dan Malikha berjalan keluar gerbang untuk mencari angkot tiba-tiba bertemu dengan Mas Rizky menaiki motornya.
"Assalamualaikum dek" ucapnya
"Waalaikumsalam" ucap kita bersamaan.
"Adek kenapa? Kok wajahnya pucat gitu?" tanya mas Rizky.
"Nggak papa mas... Kalau gitu saya permisi mas sama Malikha" ucapku
"Assalamualaikum" ucapku langsung meninggalkan Mas Rizky disitu.
Alhamdulillah sudah ada angkot jadi kita langsung pulang. Malikha turun terlebih dahulu tinggal aku sendirian didalam angkot.
Angkot terus berjalan hingga aku turun di sebrang jalan karena tidak ada angkot lagi... Aku langsung menyeberang jalan dan berjalan kaki menuju ke tempat ojek yang lumayan jauh. Tapi aku lalui berjalan dengan hati-hati karena kepala ku sedikit pusing. Akhirnya aku sudah sampai tukang ojek dan bergegas menuju ke rumah.
Sampai dirumah langsung aku rebahan karena kepalaku sangat pusing. Aku hendak memejamkan mataku tiba-tiba ponsel ku berdering dan banyak notifikasi masuk.
Saat ku lihat banyak sekali notifikasi pesan yang masuk dari Mas Rizky tapi aku tidak menggubris nya sama sekali ku putuskan untuk tidur sebentar agar rasa pening ku berkurang.
Tidur ku terusik karena HP ku berisik sekali. Ku lihat pesan dan telepon dari Mas Rizky aku tetap tidak memperdulikannya. Aku memutuskan untuk mandi. Selama 15 menit aku berada di kamar mandi. Setelah itu aku bergegas menuju ke kamar untuk mengganti pakaian ku. Aku sama sekali tak menggubris chat yang masuk dari Mas Rizky HP ku nggak aku buka sama sekali jadi aku biarkan
Penasaran??? Tunggu next Episode nya ya 😘
Jangan Lupa Like,Comment,Vote dan ikuti ya..
🍁🍁🍁🍁🍁
jangan ada yang terluka ya thor
aamiin
hemm
oiya thor, mau tanya dong,, author nya dari daerah mana yah? kalau ana dari kediri thor,, mungkin dekat?
kalau sempat mampir baliklah ke karyaku "sahabat atau cinta" dan "berani baca" tinggalkan like dan komen ya makasih