NovelToon NovelToon
Rock Lee Kebangkitan Cheat Di Konoha

Rock Lee Kebangkitan Cheat Di Konoha

Status: sedang berlangsung
Genre:Naruto / Sistem
Popularitas:9.2k
Nilai: 5
Nama Author: Billy Author

Raymond yang dulunya penduduk bumi, mendapati dirinya bereinkarnasi menjadi Rock Lee di anime Naruto. Dalam kepanikannya menerima kenyataan, tiba-tiba dia membalikkan cheat yang dulu dia buat saat main game mobil sewaktu di bumi. Regenerasi tak terbatas dan kebal terhadap ilusi genjutsu. Uchiha Madara: Sialan apakah dia masih manusia. Penulis : hallo semua, saya ingin bersenang-senang membuat novel fanfic ini, selamat membaca..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Billy Author, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 26: Sisa Badai dan Jejak yang Tertinggal

Kabut malam di Hutan Kematian perlahan kembali merayap, menyelimuti kawah tanah yang menganga akibat benturan dahsyat antara Rock Lee dan Gaara beberapa saat lalu. Bau hangus sisa gesekan udara berkecepatan tinggi masih tercium samar di antara aroma tanah basah. Sisa-sisa pasir gurun yang dibawa oleh tim Sunagakure tampak memutih di bawah siraman cahaya bulan, berkilau miring seperti hamparan salju kelabu di tengah hutan tropis Konoha.

Tenten mengembuskan napas panjang yang sejak tadi tertahan di tenggorokannya. Tubuhnya melorot sedikit, bertumpu pada lututnya yang masih terasa agak lemas. "Mereka... mereka benar-benar pergi? Begitu saja?" Matanya menyipit, menatap lekat-lekat ke kegelapan semak-semak tempat ketiga ninja Suna itu menghilang. "Aku bersumpah, anak berambut merah itu bukan manusia. Tekanan auranya tadi... rasanya seperti ada batu besar yang diletakkan tepat di atas dadaku."

Lee memutar bahu kanannya, mendengarkan bunyi klik kecil dari persendiannya yang sedang merelaksasi diri. Tidak ada rasa sakit, tidak ada robekan otot yang biasanya menyiksa pengguna Gerbang Batin. Integrasi sistem di dalam tubuhnya bekerja di balik layar, mengalirkan energi regeneratif halus yang menjaga integritas selnya tetap sempurna.

"Dia memang kuat, Tenten," sahut Lee, suaranya kembali ke nada baritonnya yang biasa, datar namun bertenaga. Dia membungkuk, memungut perban putihnya yang sempat terlepas dan mengibas-ngibaskan sisa debu tanah yang menempel di kain tersebut. "Tapi dia terlalu bergantung pada kekuatan di luar dirinya. Pasir itu bergerak bukan karena kehendak taktisnya, melainkan karena insting protektif yang dipaksakan. Itu adalah kelemahan terbesarnya."

Neji Hyuga masih berdiri di tepi kawah, Byakugan miliknya perlahan dinonaktifkan. Urat-urat di sekitar pelipisnya menyusut kembali ke dalam kulit, meninggalkan wajahnya yang kini tampak lebih pucat dari biasanya. Dia menatap Lee dengan pandangan yang sulit diartikan—ada campuran antara rasa tidak percaya, kejengkelan, dan sesuatu yang menyerupai rasa hormat yang enggan dia akui.

"Kamu terlalu meremehkan bahaya, Lee," kata Neji, suaranya terdengar dingin namun ada nada tajam yang bergetar di dalamnya. Dia melangkah mendekati Lee, sepasang matanya yang putih bersih mengunci pandangan rekan setimnya. "Tadi itu bukan sekadar Jutsu pelindung. Aliran chakra yang bangkit di akhir pertarungan... itu adalah entitas yang hidup. Sesuatu yang murni jahat. Jika kedua rekannya tidak menghentikannya, tubuhmu mungkin sudah terkubur di bawah ratusan ton pasir sekarang."

Lee menoleh, menatap mata Neji dengan senyuman tipis yang tidak mencapai matanya. "Mungkin saja, Neji. Atau mungkin juga akulah yang akan membelah pasir itu hingga ke dasarnya. Kita tidak akan pernah tahu sampai hal itu benar-benar terjadi, bukan?"

"Sombong," gumam Neji, memalingkan wajahnya ke arah lain sambil menyilangkan tangan di dada. Namun, di dalam hatinya, Neji tahu bahwa kata 'sombong' itu kini terdengar hambar. Lee telah membuktikan dengan kepalan tangannya sendiri bahwa dia memiliki hak untuk berbicara seperti itu. Selama ini, Neji selalu menganggap Lee sebagai pengingat akan batas kemampuan orang tanpa bakat, namun malam ini, Lee menjelma menjadi dinding tinggi yang menantang kejeniusan klan Hyuga.

Tenten berjalan mendekati sepasang pelindung kaki logam jingga tua milik Lee yang masih tertanam sedalam setengah meter di dalam tanah berlumpur. Dia mencoba memegang salah satunya, mengerahkan tenaga tangannya untuk menariknya keluar, namun benda itu bahkan tidak bergeming satu milimeter pun.

"Ugh! Astaga, Lee!" Tenten melepaskan pegangannya sambil mengibas-ngibaskan jarinya yang memerah. Ekspresi wajahnya penuh kejengkelan yang dibuat-buat. "Bagaimana bisa kamu berjalan, melompat, dan bahkan mengejar kecepatanku setiap hari dengan memakai benda seberat rumah ini di kakimu? Kamu benar-benar tidak waras ya?"

"Haha! Itulah yang disebut dengan beban masa muda, Tenten!" Lee tertawa lepas, ekspresi komikalnya kembali memenuhi wajah kotaknya seolah ketegangan beberapa menit lalu hanyalah ilusi. Dia berjalan mendekat, lalu dengan satu tangan, dia mengangkat kedua pelindung logam tersebut dari tanah seolah benda itu hanya terbuat dari styrofoam. "Jika kita tidak memberikan beban pada tubuh kita di masa sekarang, bagaimana kita bisa memikul beban masa depan yang jauh lebih berat?"

"Terserah kamulah," Tenten menghela napas, menggeleng-gelengkan kepalanya pasrah. "Jadi, apa rencana kita sekarang? Tempat ini sudah hancur berantakan. Bau darah dari ninja Takigakure di seberang sana dan sisa chakra kalian pasti akan memancing tim lain dalam waktu dekat."

Hallo ini penulis, yang mau traktir kopi author bisa kirim ke sini 1381152644 BNI a.n M. Billi, agar lebih semangat upload tiap hari, hehe. Ayo kita tendang Madara dengan cepat.

Neji kembali mengambil kendali sebagai pemimpin taktis informal tim. Dia melirik ke arah langit malam yang mulai menampakkan semburat abu-abu di ufuk timur. "Fajar akan segera tiba. Kita bergerak lima kilometer ke arah barat laut, menjauhi jalur utama menara. Kita cari tempat berteduh baru dan beristirahat setidaknya sampai tengah hari. Kita sudah memiliki kedua gulungan, tidak ada alasan untuk terlibat dalam pertarungan konyol lainnya."

"Setuju!" Lee berseru sambil memasang kembali beban kakinya dengan cekatan. "Tubuhku juga membutuhkan asupan protein yang banyak untuk memulihkan energi masa muda ini!"

Ketiganya kemudian melompat, meninggalkan kawah mati itu di belakang mereka. Di dalam benak Reymond, kalkulasi taktis terus berjalan. Pertemuannya dengan Gaara memberikan data yang sangat berharga bagi sistem internalnya. Kekuatan mentah Gerbang Pertama sudah cukup untuk menembus pertahanan pasir dasarnya, tapi untuk menghadapi wujud penuh Shukaku nanti... aku butuh variasi teknik yang lebih mematikan. Taijutsu murni harus dipadukan dengan manipulasi momentum yang lebih ekstrem.

1
aldo
lanjut author 🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏
The Music
lanjut lagi 🔥🔥🔥
Hadi Hadi
mantap 👍
Andi Akhasay: Mampir kak ke ceritaku.
total 1 replies
Aisyah Suyuti
goof👍
waktunya comeback
menarik
Hadi Hadi
good 👍
The Music
semangat thor👍🔥🔥
Hadi Hadi
mantap 👍👍
Hadi Hadi
up up up 😍😍
Hadi Hadi
is good 👍👍
Hadi Hadi
up up up 💪
Hadi Hadi
semangat 💪
Hadi Hadi
semangat
Hadi Hadi
good 👍👍
Hadi Hadi
lanjut 💪
Hadi Hadi
up up up 👍👍
Hadi Hadi
sikat 💪
Hadi Hadi
mantap 💪
Hadi Hadi
up up up 💪
Hadi Hadi
good 😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!