NovelToon NovelToon
Logika Diatas Cinta

Logika Diatas Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Seeula

Nadine Lavena membatalkan pernikahannya tiga minggu sebelum hari H setelah membongkar perselingkuhan tunangannya, Heyden Ames, di depan diskusi formal dua keluarga besar. Pengkhianatan itu membangkitkan trauma masa kecil saat dibuang ibu kandungnya, membuat Nadine skeptis pada cinta dan hanya memercayai uang.
Seminggu kemudian, di sebuah restoran industrial, Nadine menyaksikan Kyle Ernest pewaris bisnis sedingin es disiram air oleh teman kencan butanya akibat klausul pernikahan kontrak yang teramat kaku. Senyum sinis Nadine memicu harga diri Kyle yang angkuh hingga melayangkan tantangan gila: pernikahan kontrak tiga tahun dengan gaji 100 juta per bulan dan denda pembatalan 30 miliar.
Nadine menerima tantangan itu demi uang, murni sebagai mitra kerja. Namun, Kyle tidak menduga bahwa di balik sikap acuh tak acuh Nadine, wanita itu menyimpan kecerdikan tajam untuk menghadapi badai fitnah dari Kinara Inka, masa lalu Kyle yang licik yang tiba-tiba kembali untuk merebut segalanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Seeula, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 9: Kala Ilusi Lima Tahun Hancur Total di Bawah Sisa Cahaya Senja Menteng

​Sinar matahari senja yang berwarna merah jingga temaram menyusup masuk melalui celah-celah kaca jendela besar rumah mewah di kawasan Menteng. Cahaya redup itu memproyeksikan bayangan-bayangan panjang yang kaku di atas lantai marmer kelabu, mempertegas atmosfer ruangan yang mendadak terasa begitu sunyi dan mencekik. Hawa dingin sisa hujan badai semalam masih tersisa di sudut-sudut ruangan, kontras dengan uap hangat dari teh melati yang baru saja diseduh.

​Nadine Lavena duduk dengan sangat anggun di atas sofa beludru krem. Jemari lentiknya bergerak tenang, mengangkat cangkir porselen putih berisi teh melati hangat yang mengepulkan aroma harum menenangkan. Ia menyesapnya perlahan. Sikapnya begitu santai, seolah ia sama sekali tidak menyadari keberadaan sepasang lensa kamera mikro ilegal yang sedang mengintai setiap pergerakannya dari sela-sela kelopak bunga mawar di dalam vas meja tengah.

​Dari arah koridor belakang lantai satu, sekelebat gaun tidur sutra berwarna merah muda terlihat bergeser gelisah. Kinara Inka berdiri mengintip dari balik pintu kamar tamu dengan napas yang tertahan, menatap punggung Nadine dengan binar mata penuh kebencian dan ketidaksabaran yang kental. Bau parfum melati sintetisnya yang manis menyengat menguar tipis dari arah koridor, mengotori udara bersih rumah itu.

​Tepat saat jam dinding antik di ruang tengah berdentang menunjukkan pukul lima sore, suara gesekan pelan dari arah pintu gerbang samping rumah terdengar berbunyi. Satu detik kemudian, sesosok pria mengenakan jaket kulit hitam dengan topi pet yang ditarik rendah menerobos masuk ke dalam area ruang tengah dengan langkah yang terburu-buru. Bau keringat dingin bercampur aroma asap rokok murahan langsung menyeruak masuk.

​Pria itu menyingkap topinya kasar, menampilkan wajah tampan Heyden Ames yang dipenuhi senyuman culas.

​"Nadine! Akhirnya aku berhasil menemukan celah untuk menemuimu di rumah mewah ini!"

​Suara Heyden sengaja dikeraskan, terdengar begitu dramatis agar tertangkap sempurna oleh mikrofon kamera tersembunyi milik Kinara. Pria itu langsung merangsek maju, merentangkan kedua tangannya lebar-lebar demi menarik paksa tubuh Nadine ke dalam pelukannya di atas sofa.

​Nadine tidak berteriak ataupun menunjukkan kepanikan. Dengan gerakan refleks yang teramat cepat, anggun, dan penuh perhitungan fisik, ia menggeser posisi duduknya ke sudut sofa yang lain. Gerakan tak terduga itu membuat terkaman kasar Heyden meleset sepenuhnya hingga tubuh pria itu terjerembap canggung di atas tumpukan bantal sofa.

​"Jaga jarak fisik Anda dari tubuh saya, Heyden Ames. Anda melanggar batas hukum privasi rumah ini dengan menyelinap masuk seperti seekor tikus got yang kelaparan."

​Heyden buru-buru memperbaiki posisi berdirinya. Wajahnya berubah masai karena gagal menciptakan kontak fisik yang krusial untuk kebutuhan rekaman video fitnah mereka. Namun, mengingat janji pembagian denda puluhan miliar dari Kinara, ia segera melanjutkan akting kotornya dengan suara yang dipenuhi gairah kerinduan yang dibuat-buat.

​"Nadine, kumohon jangan bersikap dingin seperti ini lagi padaku! Aku tahu kamu mendaftarkan pernikahan kontrak dengan Kyle Ernest hanya karena ingin membalas dendam padaku dan mengincar hartanya, bukan? Di dalam hatimu yang terdalam, kamu masih sangat mencintai diriku! Mari kita ambil seluruh uang dari kantong tebal Ernest malam ini, lalu kita melarikan diri bersama seperti dulu!"

​Heyden kembali melangkah maju, tangannya bergerak cepat mencoba mencengkeram bahu Nadine secara paksa.

​Nadine berdiri dari sofa dengan keanggunan yang menuntut keadilan mutlak. Ia melangkah mundur dua tindak, menatap pria di hadapannya dengan tatapan mata yang dipenuhi rasa jijik yang mendalam.

​"Heyden Ames, kualitas kemampuan akting sandiwara Anda benar-benar sangat murahan dan menjijikkan. Bahkan jauh lebih buruk daripada performa wanita parasit yang menyembunyikan kamera mikro di dalam vas bunga di depan kita itu."

​Nadine mengarahkan telunjuk tangannya tepat ke arah vas bunga keramik di atas meja tengah.

​Wajah Heyden seketika berubah menjadi sangat pucat pasi. Di balik sekat pintu koridor belakang, jantung Kinara mendadak berhenti berdetak selama satu detik sebelum akhirnya berdegup kencang menahan rasa panik yang luar biasa hebat.

​Sebelum Heyden sempat merangkai kalimat pembelaan diri, suara pintu utama lobi depan didorong terbuka dengan sangat keras hingga menimbulkan bunyi dentuman yang menggema ke seluruh langit-langit lantai satu.

​Kyle Ernest melangkah masuk ke dalam ruang tengah. Aura kekuasaan yang teramat pekat, dingin, dan mematikan mengalir deras dari setiap langkah kakinya yang berbobot. Wangi parfum mewah beraroma amberwood yang sangat maskulin langsung mendominasi seisi ruangan, melumat habis bau parfum murah Kinara dan keringat Heyden.

​Wajah tampan Kyle mengeras dengan rahang yang mengetat rapat. Di dalam genggaman tangan kanannya, sebuah tablet kerja digital menyala terang, menampilkan siaran langsung dari berbagai sudut kamera CCTV utama rumah yang memperlihatkan dengan sangat jelas kronologi masuknya Heyden, lengkap dengan draf dialog konspirasi mereka.

​Pria beraura es itu tidak pernah pergi ke luar kota sore ini. Ia sengaja membatalkan perjalanannya setelah menerima notifikasi enkripsi sistem keamanan real-time dari asisten pribadinya atas perintah rahasia dari Nadine.

​"Jadi... Anda adalah tikus got bernama Heyden Ames yang berani menginjakkan kaki kotor Anda di atas lantai marmer rumah pernikahan kontrak saya demi mencoba membuat skenario fitnah perselingkuhan murah dengan istri sah saya?"

​Suara berat Kyle terdengar sangat rendah, bergetar menahan ledakan amarah yang luar biasa hebat di dalam dadanya.

​Heyden gemetar dari ujung kepala hingga ujung kaki. Sepasang matanya melebar dipenuhi rasa takut saat menatap mata kelabu Kyle yang siap menghancurkan sisa hidupnya.

​"P-Pak Ernest... ini... ini semua tidak seperti yang Anda lihat di dalam rekaman itu! Saya... saya hanya dijebak dan disuruh oleh.."

​"Diam!"

​Suara bariton Kyle menggelegar keras, memotong kalimat Heyden dalam sekejap hingga pria itu jatuh terduduk di atas lantai marmer yang dingin karena lututnya yang lemas. Kyle mengalihkan pandangan tajamnya tepat ke arah celah pintu sekat koridor belakang.

​"Keluar dari sana, Kinara Inka! Sebelum aku menyuruh para penjaga rumah untuk menyeret tubuhmu keluar dengan cara yang paling tidak terhormat di depan umum!"

​Kinara melangkah keluar dari balik pintu sekat dengan tubuh yang bergetar hebat. Wajah cantiknya yang dilapisi riasan tebal kini tampak putih pucat bagai mayat. Air mata ketakutan yang sesungguhnya mulai mengalir deras membasahi pipinya tanpa perlu dibuat-buat lagi malam ini. Ia berjalan mendekat dengan langkah tertatih-tatih, mencoba menjangkau ujung jas hitam milik Kyle dengan jemari tangan yang gemetar.

​"K-Kyle... kumohon dengarkan penjelasanku terlebih dahulu! Ini semua... ini semua adalah jebakan fitnah yang dirancang oleh Heyden Ames untuk menghancurkan nama baikku di depan matamu! Pria berandalan ini... dia mengancam akan membunuhku jika aku tidak membantunya masuk ke dalam rumah ini untuk menemui Nadine! Aku tidak bersalah, Kyle! Aku sangat mencintaimu dengan tulus sejak lima tahun lalu, kamu harus memercayai diriku!"

​Kinara meratap histeris di atas lantai marmer, mencoba menempelkan wajahnya di dekat sepatu kulit milik Kyle demi mendapatkan belas kasihan.

​Kyle menatap tubuh wanita yang selama lima tahun ini ia agungkan dan ia pantau dari kejauhan sebagai satu-satunya pemilik ketulusan di masa lalunya dengan pandangan mata yang dipenuhi kemuakan yang luar biasa. Ia menggeser posisi kakinya mundur satu langkah, menghindari sentuhan tangan Kinara seolah-olah wanita itu adalah barang beracun yang menjijikkan.

​"Cukup, Kinara Inka! Seluruh ilusi ketulusan manis penuh kepalsuan milikmu yang selama lima tahun ini aku pelihara di dalam otakkku sudah hancur total tanpa sisa, sejak asisten pribadiku menyerahkan draf laporan penyelidikan lengkap mengenai seluruh aktivitas bejatmu di London siang tadi!"

​Kyle melempar seberkas dokumen tebal dan lembaran foto cetak terbaru tepat ke atas wajah Kinara dengan gerakan yang teramat kasar. Bau kertas baru dan tinta cetak menyebar seiring berserakannya berkas tersebut.

​Lembaran foto itu berserakan di atas lantai marmer, memperlihatkan dengan sangat jelas visual Kinara yang sedang berpelukan mesra di atas sofa kelab malam London dengan beberapa pria asing yang berbeda, serta rincian data transaksi pencairan dana tunai ratusan juta rupiah milik Kyle yang ia gunakan untuk membiayai gaya hidup mewah pria-pria simpanannya di luar negeri.

​Kinara seketika terbungkam seribu bahasa. Tangisan palsunya mendadak terhenti, wajah rapuhnya runtuh sepenuhnya menampilkan ekspresi seorang wanita ular yang tertangkap basah.

​"Kamu... kamu selama lima tahun ini hanya menganggap diriku sebagai sebuah mesin ATM berjalan yang bodoh dan bisa kamu manipulasi setiap bulan hanya dengan derai air mata palsu dari seberang lautan, Kinara! Dan sekarang, kamu bahkan berani melangkah terlalu jauh dengan masuk ke dalam rumah ini, merusak draf privasi kontrak pernikahan saya, dan mencoba membuat skenario fitnah perselingkuhan kotor untuk menjatuhkan Nadine demi bisa meraup denda puluhan miliar dari kantong keluarga Ernest?!"

​Kertakan gigi Kyle terdengar mengerikan di tengah keheningan ruangan yang pekat. Amarahnya telah mencapai titik puncak yang membakar habis seluruh sisa kesabarannya.

​Nadine tetap berdiri diam di dekat meja tengah, bersedekap dada sembari menyaksikan seluruh adegan runtuhnya ilusi masa lalu Kyle dengan ekspresi wajah yang teramat acuh, dingin, dan tenang tanpa ada sedikit pun niat untuk ikut campur.

​{Tontonan yang sangat memuaskan. Hipotesis otaknya selama ini terbukti mutlak secara ilmiah malam ini. Di dunia ini, tidak ada satu pun bentuk cinta manusia yang tulus, melainkan hanya tentang transaksi kepentingan materi dan kelicikan untuk bertahan hidup.}

​Pintu utama kembali terbuka, dan asisten pribadi Kyle melangkah masuk diikuti oleh empat orang penjaga rumah berbadan kekar dengan seragam lengkap.

​"Pak Sekretaris! Masuk dan seret kedua makhluk parasit menjijikkan ini keluar dari pekarangan rumah saya sekarang juga! Serahkan pria berandalan bernama Heyden Ames ini langsung ke tangan pihak kepolisian atas tuduhan tindakan penerobosan wilayah privasi tanpa izin dan percobaan pemerasan dana. Dan pastikan nama Kinara Inka masuk ke dalam daftar hitam seluruh maskapai penerbangan serta cekal seluruh akses paspornya agar dia membusuk di jalanan kota ini tanpa sepeser pun bantuan dana dari Ernest Group!"

​Para penjaga dengan sigap meringkus tubuh Heyden yang terus berteriak memohon ampun, serta menyeret Kinara yang menangis histeris keluar melewati pintu utama lobi depan.

​Suara teriakan mereka perlahan memudar seiring ditutupnya pintu kayu jati kembar oleh asisten pribadi Kyle, meninggalkan keheningan yang teramat pekat, kaku, dan mencekik di dalam ruangan lantai satu yang kini hanya menyisakan Kyle Ernest dan Nadine Lavena berdua saja di bawah sisa cahaya senja yang mulai menggelap sepenuhnya menjadi malam.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!