NovelToon NovelToon
My Sweet Best Friend

My Sweet Best Friend

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Diam-Diam Cinta / Romansa Fantasi
Popularitas:756
Nilai: 5
Nama Author: salbiah pulungan

tentang dua remaja yang bersahabat bersahabat - Rigecherta dan Tivane - yang bersahabat dari kecil, namun tragedi saat mereka duduk di kelas 9 SMP membuat mereka harus berpisah karena Tivane yang hilang ingatan.
Berpisah selama 3 tahun dan bertemu saat kelas 12 SMA. Namun Tivane akan di jodohkan.
Bagaiman nasib Rigecherta yang menunggu 3 tahun dan diam diam suka terhadap sahabatnya itu.
Akankah dia berhenti berharap kepada sahabatnya itu, atau mereka akan kembali bersatu.

ig author: Salbiah

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon salbiah pulungan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

hang out

Hari ini kampus trilogi itu terlihat sangat ramai oleh para Maba, juga para orang tua dan dosen yang bertugas berkumpul di lapangan kampus itu.

Acara penyambutan mahasiswa baru universitas mengadakan hang out yang vibes nya seperti study tour karena akan di bawa ke daerah terpencil namun indah oleh wisata.

Tas-tas besar sudah memenuhi bus yang terparkir berjejer.

" Hati-hati ya kalian" pesan ibu Rigecherta sambil menepuk pundak Rigecherta pelan.

" Iya ma" jawab Rigecherta pelan.

" Mama juga hati-hati ya di rumah " ucap Rigecherta memeluk ibunya dengan lembut.

" Iya. Jagain Vane juga" pesan ibunya membuat Rigecherta mengangguk mantap.

" Pasti" jawab Rigecherta.

" Vane jangan pecicilan ya nanti di sana. Dengerin arahan dan kalau bisa sama Rige terus" nasihat Aliandra sambil memeluk putri kesayangannya itu.

" Iya pah,aman" jawab Tivane membalas pelukan ayahnya.

" Rige, om titip Vane ya. Di jagain baik-baik." Pesan ayah Tivane pada Rigecherta.

" Siap om" jawab Rigecherta.

Teman-teman mereka juga berpamitan pada orang tua masing-masing dan juga menyalim Risa dan Aliandra.

" ayo anak-anak. Busnya sudah mau jalan. Langsung berangkat masuk ke dalam bus masing-masing!" seru dosen mulai membimbing para mahasiswa baru untuk menaiki bus masing-masing di bantu oleh panitia ospek juga.

Kini semua sudah masuk ke dalam bus masing-masing .

Tivane dan Rigecherta duduk bersebelahan sementara di belakang, Veros, Skyler dan River duduk dengan berisik terutama River dan Skyler.

Di sebelah Tivane yang di halangi jalan tengah bus duduk Milenia, Ella dan Luci.

" Gue mau di dekat jendela" ucap Ella pada Milenia karena ingin di samping jendela agar bisa menikmati pemandangan.

" Enggak. Gue duluan di sini" Milenia menggeleng tak mau pindah.

River sudah pindah ke belakang sendiri karena Skyler terlalu berisik katanya. Padahal mereka sama saja.

" Sini La. Dekat jendela sama gue" ajak River yang sudah pasti sekalian modus.

" Gue males sih duduk sama lo, tapi yaudah deh" Ella berjalan ke belakang dan duduk di samping River membuat River langsung tersenyum senang.

" Ketauan banget modusnya" ledek Skyler menoleh ke arah mereka.

" Diem lo" River melotot setengah malu setengah kesal karena di ganggu.

" Heleh, salting aja sok keras" Veros juga ikut menggoda walau tanpa menoleh sama sekali.

"Lo berdua diem!" Decak River.

" Iya deh" dengus keduanya membuat Tivane dan Rigecherta yang menonton terkekeh.

" Zein mana?" Tanya Milenia sambil melongok ke depan.

" Ngapain nyari cowo lain? Gue kan di sini" goda Veros membuat Milenia mendelik sinis.

" Nggak jelas lo" umpat Milenia melempar tisu ke arah Veros. Skyler tertawa ngakak melihat Veros di tolak. Padahal biasanya cewe yang ngejar-ngejar dia.

" Padahal biasanya cewe yang ngejar lo" ucap Rigecherta sambil tertawa pelan.

" Duo bucin diam!" Ucap Veros melongos kecil.

Luci hanya diam di samping Milenia padahal kalau soal menggoda biasanya dia jagonya. Milenia sadar bahwa Luci sedang cemburu dan hanya bisa diam. Ia juga tak tau kenapa Veros sangat suka menggodanya.

Bus sudah berjalan sementara di dalam suasana terlihat lumayan brisik karena ada yang gitaran dan nyanyi-nyanyi. Ada juga yang sedang bergibah dan ada juga yang bermain game sambil mengumpat.

Rigecherta dan Tivane sendiri sibuk bercanda sambil sender-senderan.

River dan Ella malah sibuk ribut sambil tabok-tabokan karena River tak mau diam dan selalu menggoda Ella.

Veros dan Skyler sudah lelah bermain game online dan hampir tertidur.

Namun Luci dan Milenia malah diam-diaman sedari tadi.

" Vera" panggil Milenia pada akhirnya karena merasa aneh dengan keadaan mereka.

Luci menoleh dan mengerutkan kening.

" Kenapa manggilnya gitu? Tumben" jawab Luci. Walau nama panjangnya Lucivera, ia masih merasa aneh saat ada yang memanggilnya Vera.

" Gue mau nanya boleh?" Tanya Milenia hati-hati.

" Boleh. Tanya apa?" Tanya Luci menatap Milenia.

" Lo suka ya sama Veros?" Tanya Milenia pelan.

" Em.. gimana ya bilangnya" ucap Luci pelan terkesan malu-malu kucing.

" Gue udah tau kok" jawab Milenia mengerti arti gerakan itu.

" Emang lo nggak suka sama dia? Kalo dari yang gue liat sih dia kayaknya suka sama lo" ucap Luci membuat Milenia menggeleng geli.

" Enggak" jawab Milenia cepat.

" Kenapa? Kalo gue jadi lo pasti gue udah salting karena di godain sama dia mulu" Luci tau pasti ada alasan seorang cowo selalu menjahili cewe. Makanya ia tak mau menunjukkan perasaanya pada Veros.

" Tuh cowo stres" ucap Milenia enteng.

" Tapi dia ganteng" bela Luci membuat Milenia terkekeh.

" Crush nya di belain" ledek Milenia.

" Apa sih?" Decak Luci malu. Keduanya kini tertawa bersama.

Tivane, Rigecherta, Ella dan River menoleh ke arah keduanya.

" Ngapa lo berdua?" Tanya Ella penasaran.

" Nggak papa kok" jawab Milenia.

" Dih, main rahasiaan segala" ucap Tivane.

" Nggak kok. Cuma video lucu"Luci akhirnya menengahi.

" Oh.." semua kembali ke kesibukan masing-masing.

Namun Ella masih menatap keduanya dengan dahi mengerut.

" Kenapa yang?" Tanya River seenak jidat.

" Pala lo peyang" decak Ella menabok kepalanya.

" Sakit.. gue berasa babak belur anjir dari tadi duduk sama lo" ucap River merengek kecil sambil mengelus kepalanya sendiri.

" Makanya jangan main-main" ucap Ella mengelus pelan kepala River membuat River kegirangan.

" Tuh orang berdua ngapa berantem Mulu sih?" Tanya Milenia menatap heran ke arah keduanya yang selalu tabok-tabokan.

" Bau-bau jadian" jawab Tivane sambil menyender di lengan Rigecherta.

"Siapa tuh?" Tanya Zein muncul dari depan.

" Loh Zein? Dari mana lo?" Tanya Ella sambil melotot kecil ke arah River.

" Dari depan tadi. Gue boleh duduk bareng kalian nggak?" Zein membuat mereka mengangguk.

" Duduk aja nih di samping Veros sama Skyler" jawab Milenia menunjuk kursi kosong.

Zein mengangguk dan duduk di samping Skyler yang tertidur bersama Veros.

Rigecherta hanya diam sambil menunduk ke handphone nya.

" Lagi apa?" Tanya Tivane kepo.

" Liat notif" jawab Rigecherta mengelus rpan kepala Tivane dan menyimpan kembali handphone nya.

" Sini tidur dulu. Masih jauh kayaknya perjalanan " ucap Rigecherta menyandarkan kepala Tivane ke bahunya.

" Udah mulai ngantuk juga sih" ucap Tivane mencari posisi nyaman dan memejamkan mata.

Suasana bus mulai tenang karena sudah pada ngantuk dan memilih tidur karena perjalanan masih jauh.

River dan Ella yang tadinya tabok-tabokan juga tanpa sadar sudah mulai tidur sambil sender-senderan.

Zein juga mulai tidur karena suasana mulai tenang.

Milenia dan Luci juga sudah mulai mengantuk.

Sementara Rigecherta kembali fokus ke handphone nya.

Rigecherta: itu valid kan?

Prita: valid Ge, gue denger sendiri.

Rigecherta: oke nanti gue urus.

1
jaybi
buat visual dan foto kenangannya ada di Instagram aku ya guys.. namanya: Salbiah
jaybi
jangan lupa tinggalin komentar kalian yaa😊😊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!