NovelToon NovelToon
My Destiny (Clara & Eland)

My Destiny (Clara & Eland)

Status: tamat
Genre:Kultivasi / Badboy / Patahhati / Tamat
Popularitas:205.1k
Nilai: 4.8
Nama Author: Rifani

Eland Fernandez, tiba-tiba berubah menjadi seorang pria kejam setelah menyaksikan kakaknya, Lolia Fernandez, mati dengan cara melompat dari atas gedung perusahaan milik keluarga mereka. Aksi bunuh diri tersebut di picu karena kekasih dari sang kakak menolak untuk bertanggung jawab atas bayi yang sedang di kandungnya.
Eland yang syok dan juga sangat trauma tanpa sadar telah menghidupkan jiwa iblis yang ada di dalam dirinya. Dia menculik dan menyekap gadis muda bernama Clara yang tak lain adalah adik dari pria yang membuat kakaknya nekad melakukan bunuh diri. Dalam penyekapan itu, Eland dengan sangat kejam menyiksa fisik dan juga batin gadis tersebut. Dia bahkan tak ragu untuk merenggut mahkota Clara yang saat itu masih belum terjamah oleh pria manapun.

Sementara Clara, dia hanya bisa pasrah menerima nasib pahit yang tiba-tiba datang menghampiri. Clara sangat berharap kalau kakaknya akan segera muncul kemudian menyerahkan diri pada Eland agar dirinya bisa terbebas dari jurang kesengsaraan.

Hingga pada suatu hari Clara merasakan sesuatu yang berbeda. Dadanya tiba-tiba berdebar kuat saat tak sengaja melihat Eland yang tengah bermain dengan anjing peliharaannya. Entahlah, mungkin Clara sudah gila karena jatuh cinta pada pria yang telah menghancurkan hidupnya. Namun apa daya, hatinya begitu berkuasa. Clara tak lagi terfikir untuk pergi dari tempat ini, tapi dia malah berharap kalau kakaknya tidak akan pernah datang, dia ingin terus berada di sisi pria psikopat tersebut.

Sedangkan Eland, entah kapan rasa itu muncul, mulai sedikit memperhatikan gadis muda yang menjadi tawanannya. Dia merasa terheran-heran karena gadis tersebut seringkali kedapatan sedang memandanginya sambil tersenyum. Hingga pada akhirnya Eland jatuh cinta pada tawanannya sendiri dan mencoba berdamai dengan sisi iblisnya. Dia juga berjanji akan mengganti semua kepedihan yang telah di alami oleh Clara akibat perbuatannya.



Cerita ini hanya imajinasi belaka. Jika ada kesamaan tokoh dan latar belakang tempat, harap maklum dan tidak asal melapor. Terima kasih dan selamat membaca... 😊

Ig: rifani _nini
Fb: Rifani

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rifani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hanya Dia

📢 NANIA SUDAH UP DI YUTUP EMAK YA BESTIE. SILAHKAN YANG MAU MAMPIR 💜

📢 JANGAN LUPA BOM KOMENTAR DI NOVEL

- Love Story ( Gabrielle & Eleanor)

- Pesona Si Gadis Desa

- Ma Queen Rose

- Marriage Contract With My Secretary

BOM KOMENTAR SEBANYAK-BANYAKNYA YA BIAR EMAK SEMANGAT UP. OK BESTIE 💜

🎗🎗🎗🎗🎗🎗🎗

Eland mengetuk-ngetukkan pena ke atas meja sambil terus melihat ke arah pintu. Ini sudah hampir jam sebelas siang, tapi Stella masih belum datang menemuinya juga. Jujur, sebenarnya Eland bisa saja pergi keluar tanpa harus ada Stella di sini. Akan tetapi entah mengapa hatinya terus terdorong untuk tetap menunggu sampai wanita itu benar-benar datang. Semenjak kematian sang kakak, satu-satunya orang luar yang bisa membuat Eland tertampar oleh kenyataan hanyalah Stella seorang. Kemarahan, kebencian dan juga air mata yang di keluarkannya terlihat sangat tulus. Dan hal ini membuat Eland meletakkan nama Stella sebagai orang penting yang harus dia pertahankan keberadaannya.

Tok tok tok

Terdengar helaan nafas panjang dari mulut Eland saat ada yang mengetuk pintu ruangannya. Mood-nya sedang sangat buruk, dan dia malas untuk bertemu orang selain Stella dan Clara. Namun karena suara ketukan pintu terus terdengar, dengan malas-malasan Eland terpaksa mempersilahkan orang tersebut agar masuk ke dalam.

"Masuk!" teriak Eland kemudian memejamkan mata. Dia mulai membayangkan wajah Clara.

"Maaf saya datang terlambat, Tuan!"

Mata Eland langsung terbuka lebar saat indra pendengarannya menangkap satu suara yang cukup familiar. Setelah itu dia menatap datar ke arah wanita yang tengah berdiri di hadapannya.

"Kau datang rupanya!"

"Saya masihlah seorang manusia yang mempunyai hati nurani, Tuan Eland. Tidak seperti anda yang miskin pemikiran!" jawab Stella cetus. Jujur, dia masih muak harus kembali berhadapan dengan bajingan ini. Tapi demi kebahagiaan Clara dan kesembuhan adiknya, Stella rela menekan dalam-dalam kebenciannya dengan kembali bekerja menjadi sekertarisnya Eland.

"Hmmm, kau benar. Aku bukan lagi manusia sepertimu, Stell. Karena itulah aku butuh kau di sini, membantuku agar bisa kembali mendapatkan hati nuraniku yang sudah lama hilang," sahut Eland tanpa merasa tersinggung atas sikap cetus Stella. Eland sadar kalau dia sangat pantas di perlakukan seperti itu olehnya.

Stella memalingkan muka ke arah lain, sedikit terenyuh mendengar penuturan Eland. Stella sadar kalau perkataannya tadi sudah sangat keterlaluan untuk ukuran seorang atasan dan bawahan. Tapi mau bagaimana lagi, Stella tak bisa membohongi hati kalau dia masih begitu membenci atasannya ini. Dia muak harus sering bertatap muka dengan iblis yang bersembunyi di balik wajah tampan bosnya. Stella muak.

"Kau tahu, Stella. Malam-malamku sekarang selalu di penuhi dengan mimpi yang sangat buruk. Aku seperti sedang di kejar-kejar oleh dosa yang telah ku perbuat. Dan herannya, aku baru bisa tenang setelah dipeluk oleh Clara. Aneh bukan?"

Eland menghela nafas. Dia tersenyum, tapi senyum itu sarat akan kesedihan dan juga sesal. Hati Eland seperti di sayat-sayat ketika terkenang pada kejadian di mana Clara begitu mengkhawatirkan tangannya yang terluka. Gadis yang selama ini di siksanya tanpa di duga-duga mau memperlakukannya dengan begitu baik dan juga tulus. Membuat Eland merasa kalau dia adalah manusia paling buruk yang ada di dunia ini.

"Sejak hari di mana aku menculiknya, tidak seharipun pernah dilewati Clara dengan tenang. Aku menyiksanya dengan cara menjambak dan membenturkan kepalanya ke dinding, menenggelamkan Clara ke dalam bak mandi, juga memukul dan menendang semua bagian tubuhnya tanpa merasa iba sedikitpun. Satu lagi, aku merenggut kesuciannya dengan cara yang sangat tidak manusiawi. Dan itu semua belum cukup bagiku di kala itu. Lalu aku dengan gilanya menjadikan Clara sebagai pelampiasan dari segala kemarahan dan juga rasa lelah setelah seharian bekerja di kantor. Tapi Stella, kau tahu apa yang dilakukan Clara padaku? Apa kau ingin mendengarnya?"

Tes tes

Stella masih begitu emosional saat Eland menceritakan kebiadabannya saat menyiksa Clara. Sungguh, cerita ini terlalu mengerikan. Dia yang mendengarnya saja sudah sesakit ini, lalu bagaimana dengan Clara yang merasakan? Eland benar-benar sangat kejam, dia biadab.

"Apa sekarang anda merasa sangat bersalah pada Clara, Tuan Eland? Apa anda sekarang merasa seperti sedang di kejar-kejar oleh dosa yang sudah anda buat sendiri?" tanya Stella dengan suara tercekat. Dia sedang menahan diri agar tidak mengeluarkan suara tangisan.

"Ya, sangat. Bahkan rasa bersalah yang aku rasakan jauh lebih besar dari rasa kehilangan saat kakakku meninggal," jawab Eland lesu. "Saat Clara pingsan dan terluka, aku hanya berdiri diam tanpa ada niat untuk menolongnya. Tapi ketika tanganku tidak sengaja tergores kaca, Clara berlari seperti orang gila hanya untuk mengambil obat kemudian mengobati luka yang tidak seberapa itu. Lalu setelahnya Tuhan menghukumku dengan cara menjadikan Clara sebagai tempat paling nyaman untuk menenangkan diri saat rasa bersalah itu mulai memburuku sampai ke alam mimpi. Hanya Clara, Stell. Hanya dia yang bisa membuat deru nafasku bisa kembali normal. Hanya dia,"

"K-kalau begitu anda harus memperlakukan Clara dengan sangat baik, Tuan. Anda harus mengembalikan semua kebahagiaannya yang telah anda renggut dengan cara yang sangat keji. Anda harus melakukan itu semua mulai dari sekarang, Tuan. Harus!" teriak Stella lepas kendali. Dia kemudian jatuh terduduk di lantai sambil menangis tersedu-sedu, menumpahkan semua rasa sakit tanpa mempedulikan kalau suara tangisannya akan di dengar oleh karyawan yang lain. "Tolong sadarlah, Tuan. Clara tidak bersalah, tolong berhenti menyakitinya. Dia berhak bahagia, dia tidak salah apa-apa. Hiksss,"

Mata Eland memerah. Dia kemudian bangkit dari duduknya, berjalan perlahan ke arah Stella yang sedang menangis sambil mengutuknya. Setelah itu Eland menjatuhkan diri bersimpuh di hadapan Stella, lalu membiarkan satu-persatu air mata menetes keluar dari matanya yang selama ini selalu memancarkan aura kebencian pada Clara.

"Stella, tolong beritahu aku bagaimana cara untuk menebus semua dosaku pada Clara. Aku takut, Stell. Benar-benar sangat takut," tanya Eland lirih.

"Jangan pernah menyentuh ataupun menyiksanya lagi. Dan tolong...," jawab Stella seraya menarik nafas panjang. "Biarkan Clara menikmati kebebasannya seperti gadis-gadis yang lain. Lalukan semua itu pada Clara, Tuan!"

"Membebaskannya?"

Tiba-tiba saja ekpresi di wajah Eland berubah aneh saat Stella memintanya untuk membebaskan Clara. Mungkin Eland memang menyesal telah menyiksa Clara, tapi bukan berarti dia akan membiarkannya bebas sebelum Rian datang menyerahkan diri kepadanya. Jangan mimpi.

"Stella, sepertinya kau sudah melewati batasanmu. Aku memang merasa bersalah pada Clara, tapi aku tidak akan pernah melepaskannya sebelum kakaknya yang sialan itu datang menyerahkan diri di hadapanku. Paham?"

"Tapi, Tuan. Clara ....

"DIAAAMM!"

Rasanya tulang di tubuh Stella seperti meleleh semua saat dia mendengar suara teriakan Eland yang begitu kuat. Nafasnya langsung tertahan saat Eland tiba-tiba berdiri kemudian pergi keluar sambil membanting pintu dengan begitu kasar.

Braaakkkk

"Ya Tuhan," ....

Tak lama setelah kepergian Eland, pintu ruangan kembali terbuka. Dan Stella pun kembali menahan nafas ketika mendengar suara langkah kaki mendekat ke arahnya.

"Stell, ini aku. Harvey,"

Karena merasa tak tenang, Harvey memutuskan untuk datang ke kantor ini. Dan begitu sampai, dia di buat kaget oleh suara isak tangis wanita yang berasal dari ruangan sahabatnya. Harvey kemudian mencari celah agar bisa mengintip apa yang sedang terjadi di ruangan milik Eland. Awalnya sih Harvey sempat merasa terharu melihat Stella dan Eland sama-sama sedang menangis karena membicarakan Clara. Akan tetapi sedetik kemudian Harvey di buat kaget setengah mati melihat Eland yang tiba-tiba berteriak kencang karena diminta oleh Stella untuk membebaskan Clara. Dan Harvey baru berani masuk ke dalam sini setelah iblis itu pergi dengan membawa kemarahan yang begitu mengerikan.

"Vey, bagaimana ini. Aku gagal membujuk Eland agar mau melepaskan Clara. D-dia mengamuk tadi," ucap Stella kemudian menghambur memeluk Harvey yang sudah berada di sebelahnya. Dia lalu menumpahkan semua air matanya di sana, Stella kecewa pada dirinya sendiri.

"Tidak apa-apa. Eland tidak mungkin semudah itu bisa di bujuk karena dia masih di bayang-bayangi oleh kematian Kak Lolia. Kau yang sabar ya," sahut Harvey dengan lembut mengelus punggung Stella yang gemetaran.

"Kasihan Clara,"

"Aku tahu, tapi kita tidak mungkin juga terus memaksa Eland. Takutnya nanti Eland malah lepas kendali lalu kembali menyiksa Clara jika kita terlalu menekannya. Pelan-pelan saja. Aku yakin suatu saat hatinya pasti akan luluh sendiri."

"Apa kau yakin keras hatinya Eland akan luluh?" tanya Stella meragu.

"Stella, di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin jika kita yakin dan mau berusaha. Percaya dan yakinlah kalau Tuhan itu tidak tidur. Dia yang paling tahu apakah Clara bersalah atau tidak. Oke?" jawab Harvey meyakinkan Stella.

"Baiklah."

Setelah itu Harvey dan Stella masih terus berpelukan dalam waktu yang cukup lama. Mereka sama-sama memikirkan bagaimana caranya membuat Eland agar bisa segera tersadar. Kasihan Clara, gadis itu sudah terlalu lama hidup dalam kekangan seorang monster yang sangat mengerikan.

******

1
Fitria Davarya
Lumayan
Rima Patmasari Marda
mana lanjutannya udah 2024....
Ika Kristanti
ini emang udah tamat atau msh lanjut?
Nety Dina Andriyani
ayo up lg kakak
smangat
Khanza Safira
up lagi ka
Asih Ningsih
begitu sadisnya ellan knpa jdi jahat sekali.n ceritanya menuras air mata.
Bangun T.S
novelnya udah gak lanjut ya thor ??? udah dilabeli tamat
dee
terakhir up tgl 3 okt '22. skrg dah 22 maret '23. masihkah akan diteruskan cerita eland, kak rifani? asli nanya nih 😌😌😌
Fitri Yana
ya Allah segitu nya Sampek terjadi,,,
Stev Vie
LANJUT THORR
Ati Sudirman
lanjuuut
Stev Vie
THOR LANJUT NOVEL YG INI KAPAN?
Tinta Biru
sy loncat² bab
Yohan68
ini Novel dilanjut gak Thor ?? btw udah mau 3 bulan
dee
kak rifani baek2 aja kan disana? kapan up lagi nih? yuuukkk... cumungudh lah, kak rif 😘💪
Rika Surbakti Wadu
kok udah lama g up² y Thor
Neng Dwiratih
ini knp blm up jg ya..
Ovie Fahik
kpn dong updatenya, kok lama banget y, udh g sabar nie 😇😇
Naira
lanjuutt ka rifani..karyamu selalu keren..tetep semangat
Mida Hutagaol
lagi kak dinobel ini up dibanyakin dong
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!