NovelToon NovelToon
Tak Lagi Mencintaimu

Tak Lagi Mencintaimu

Status: tamat
Genre:Penyesalan Suami / Mandul / Pelakor jahat / Tamat
Popularitas:101.8k
Nilai: 5
Nama Author: Red_Purple

‎Badai datang pelan namun mematikan, menggoyahkan komitmen lima tahun yang Risa yakini abadi. Di bawah langit malam yang sunyi, dia menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri suaminya, Raga, sedang bermesraan dengan wanita lain di dalam mobil mereka.

‎Setelah bertahun-tahun membangun rumah tangga dengan penuh pengorbanan, meninggalkan karir impian untuk mendukung karir suaminya, Risa harus menghadapi kenyataan pahit bahwa cinta yang dia anggap tulus telah dipermainkan.

‎Pengkhianatan itu menjadi pukulan terberat bagi hatinya.

‎"Selama ini aku menutupi kekuranganmu demi menjaga harga dirimu, tapi balasanmu adalah pengkhianatan. Mulai hari ini, aku tidak mau lagi menjadi orang yang selalu mengalah." ~ Risa Anindita.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Red_Purple, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 35

‎Bu Sintia sudah bersiap sejak pagi. Ia tampil anggun dan berwibawa mengenakan setelan pakaian berwarna lembayung muda yang lembut. Sebelum berangkat, ia berjalan melewati ruang tengah tempat Oma Berlin sedang duduk menikmati teh hangat.

‎‎Begitu melihat penampilan menantunya yang begitu rapi dan terlihat siap bepergian jauh, Oma Berlin segera menoleh dan tersenyum.

‎‎"Wah, hari ini tampilanmu begitu cantik dan anggun. Mau kemana, Sintia? Bukan mau mencari suami baru kan?" tanya Oma Berlin dengan nada bercanda, menaruh cangkir tehnya perlahan.

‎‎Bu Sintia tertawa kecil mendengar candaan mertuanya, lalu mendekat dan duduk di samping Oma Berlin.

‎‎"Ya ampun, Ibu… omongan apa itu. Sudah cukup satu suami, tidak perlu mencari lagi," jawabnya sambil tersenyum.

‎‎Ia kemudian melanjutkan, "Aku mau ke kantor Regan hari ini, Bu. Sudah lama tidak melihat kesana. Selain itu, ada satu hal lagi yang ingin aku pastikan sendiri."

‎‎Oma Berlin mengangkat alisnya sedikit, menatap wajah menantunya dengan tatapan yang lebih serius tapi tetap lembut.

‎‎"Memastikan apa? Katakan... jangan buat Ibu penasaran," tanya Oma Berlin.

‎‎Bu Sintia menghela napas pelan, senyumnya semakin lebar.

‎‎"Bu, sepertinya sebentar lagi kita akan segera mendapatkan menantu baru. Aku belum pernah melihat Regan memikirkan wanita sampai kerumah, tapi malam itu dia..." Sintia menumpukkan tangannya di atas tangan Ibu mertuanya. "Bu. Tapi wanita itu masih bersuami dan sedang dalam proses perceraian..."

‎‎Suasana seketika menjadi lebih hening setelah kalimat itu keluar. Senyum di wajah Bu Sintia perlahan memudar, digantikan raut yang sedikit ragu seolah ia sendiri sedang menimbang-nimbang kata-katanya.

‎‎Oma Berlin mendengarkan dengan saksama, lalu mengerutkan kening pelan, matanya menatap lekat-lekat wajah menantunya. Ia menarik napas panjang sebelum menjawab dengan nada yang tenang namun tegas.

‎‎"Masih bersuami dan baru dalam proses perceraian…" ulang Oma Berlin perlahan, seolah memastikan kembali makna kalimat itu. "Itu hal yang perlu kita perhatikan baik-baik, Sintia. Jangan tergesa membuat kesimpulan atau berharap terlalu banyak sebelum semuanya benar-benar jelas dan selesai."

‎‎Ia mengusap punggung tangan Bu Sintia dengan lembut.

‎‎"Ibu mengerti maksudmu. Kalau Regan sampai memikirkannya sedemikian rupa, pasti ada alasan yang membuatnya tergerak. Tapi ingat, selama ikatan perkawinan itu belum resmi putus di mata hukum dan agama, kita harus tetap bersikap hati-hati. Jangan sampai ada kesalahpahaman atau pandangan yang salah dari orang luar."

‎‎Oma Berlin mencondongkan tubuh sedikit, tersenyum tipis,

‎‎"Kamu bilang mau ke kantor untuk memastikan sesuatu, kan? Baguslah. Pergilah, lihatlah sendiri seperti apa rupa dan sifat wanita itu. Jangan menilai hanya dari statusnya saja, tapi lihatlah akhlak dan sikapnya dalam menghadapi kesulitan. Semoga kamu bisa mendapatkan jawaban yang jelas dan tidak terjebak dalam dugaan-dugaan yang belum tentu benar."

‎‎Bu Sintia mengangguk perlahan, merasakan ketenangan menyesaki hatinya mendengar nasihat itu. Rasa ingin tahunya tetap ada, tapi kini disertai kewaspadaan yang lebih baik.

‎‎"Baik, Bu. Aku mengerti maksud Ibu. Aku tidak akan terburu-buru, hanya ingin melihat dan mengetahui keadaan yang sebenarnya saja. Setelah itu baru kita bicara lagi," jawabnya dengan nada yang lebih tenang dan yakin.

‎‎"Bagus, begitu baru benar," sahut Oma Berlin puas.

‎‎Setelah berpamitan, Bu Sintia melangkah keluar menuju halaman rumah. Sopir keluarga yang sudah menunggu segera membukakan pintu mobil dengan sopan.

‎‎"Sudah siap, Bu?" tanya sopir itu lembut.

‎‎"Sudah, Pak. Kita berangkat ke kantor Regan ya," jawab Bu Sintia sambil duduk dengan nyaman di jok belakang, merapikan ujung pakaiannya agar tetap rapi.

‎‎Mobil pun melaju perlahan meninggalkan pekarangan rumah. Di dalam perjalanan, Bu Sintia duduk bersandar sambil menatap ke luar jendela, pikirannya terus berputar. Awalnya hanya rasa ingin tahu, kini bercampur dengan rasa penasaran yang semakin besar, ingin melihat langsung sosok wanita yang mampu menarik perhatian putranya.

‎‎Sekitar dua puluh menit kemudian, mobil tiba di depan gedung perkantoran RTF Corp. Sopir segera turun dan membukakan pintu untuknya.

‎‎"Terimakasih, Pak. Tunggu saja di sini ya," pesan Bu Sintia sambil melangkah turun, kembali tampak anggun dan berwibawa saat melangkah masuk ke lobi gedung.

‎Petugas keamanan dan resepsionis segera menyambutnya dengan senyum dan sikap hormat.

‎‎"Selamat pagi, Ibu Sintia. Ibu pasti ingin bertemu dengan Bapak Regan ya," sapa resepsionis ramah.

‎‎"Pagi juga. Ya, saya ingin menemuinya. Apakah dia ada di ruangannya?" jawab Bu Sintia.

‎‎Resepsionis mengangguk cepat sambil menjawab, "Ada, Bu. Beliau sedang di ruang kerjanya. Silakan naik ke lantai dua puluh lima saja, nanti saya kabari dulu ke sekretarisnya."

‎‎Bu Sintia mengangguk berterimakasih, lalu berjalan menuju area lift yang tidak jauh dari situ. Tak lama kemudian, pintu lift terbuka perlahan, dan seketika tampak kerumunan karyawan yang hendak keluar untuk istirahat makan siang. Mereka berjalan beriringan sambil sesekali mengobrol ringan, membawa tas tangan atau dompet masing-masing.

‎‎Bu Sintia berdiri sedikit menyingkir memberi jalan, matanya tanpa sadar menyapu wajah-wajah yang lewat satu persatu. Hingga tiba-tiba pandangannya terhenti pada satu sosok yang berjalan di tengah kerumunan itu.

‎‎Wanita itu mengenakan kemeja yang bahannya halus mengkilap berwarna putih bersih dengan kerah tegak, lengan bajunya digulung rapi hingga siku sehingga terlihat lebih praktis namun tetap berkelas, dan wajahnya memancarkan ketenangan yang lembut meski terlihat sedang berjalan tergesa mengikuti rekan-rekannya. Sekilas pandang, hati Bu Sintia berdebar, ada rasa sangat akrab yang langsung menyergap ingatannya.

‎"Wajah itu... dia..." gumamnya dalam hati.

-

-

-

Bersambung...

1
cinta semu 2
OK...q tunggu karya selanjutnya kak🙏coba tema poligami kak...😄😄kayak ny lebih menantang dech... makasih ya cerita novel ny mampu bikin q baper badas🙏
🔥Violetta🔥: Wah terimakasih banyak kakak sudah berkenan mampir... Asiap... Novel selanjutnya sedang di persiapkan.. tinggal nunggu liris saja... Kalau tema poligami sepertinya belum berani kak 🤭 tapi nanti coba saya pertimbangkan 🙏😁
total 1 replies
cinta semu 2
ada lagi korban Gio🤣🤣 Keysha... bentar lagi juga ikutan preet pada waktunya 🤣🤣🤣🤣sukses dah Gio jadi pecundang kw
Agustinapurwanti
laki-laki bodoh mau aja d kadalin
Rina Arie
good
W I 2 K
boleh pesen regan 1 g buat aku.. cod gtu.... 🤣🤣🤣😍😍😍
🔥Violetta🔥: Masukin keranjang kuning kak 🤭
total 1 replies
Bunda HB
Amelia gimana itu thor udah edan to...?? jgn ksih bahgia buat teh clup gio thor.
bahkan udh END BIN TAMAT....🤭🤭🙏🙏🤣🤣👍👍❤️❤️
Anchovy
Emang enakk, mamam tuh penyesalan yg terlambat.. ihh keseell giliran tau yg mandul dia langsung noleh ke belakang 😌
🔥Violetta🔥: Judulnya Sesal yang terlambat kak 🤭🤭
total 1 replies
vj'z tri
lohhhh kok tamat ajj /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ perasaan baru baca
🔥Violetta🔥: Takut yang baca bosan kalau kepanjangan kak 😂😂😂
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
akhirnya happy ending... maap ya kak,, gak bisa banyak komen, lagi sambil kerja, bacanya kebut, seru, tegang degdeg ser..🤣🤣 jadi terabass... di tunggu karya barunyaaa...
🔥Violetta🔥: Santai kak /Ok/ Terimakasih sudah ikut meramaikan /Grin//Pray//Good/
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
dah setahun aja🤭
🔥Violetta🔥: Konflik sudah selesai, takut pembaca bosan kalau kepanjangan /Grin/
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
siap buat bikin kenangan baru.. eaa🤣🤣
〈⎳ FT. Zira
ada yg udah gak sabar sih ini🤭
vj'z tri
lah yang baca yang panas gemetar ini /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
🔥Violetta🔥: /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
Rizky Manik
aduuuhh senengnyaaaa akhirnya happy ending
🔥Violetta🔥: Amelia sudah tenang sama keluarganya 😂😂😂
total 3 replies
Rizky Manik
waduuhhh ada apa ituuu?
Rizky Manik
udah siap belom😁
udh siap belommmm😁
boleh ngintip dikit gk?🤣🤣
🔥Violetta🔥: Intip sjaa kak 🤭
total 1 replies
MamDeyh
Wah mantap kak . Up nya byk hari ini.. Lagi don😄
🔥Violetta🔥: Tunggu 1 bab lagi ya kak 😁
total 1 replies
Kusii Yaati
mereka yang mau MP kok aq yang deg degan 🫣...Risa" udah siap belum"🤭
🔥Violetta🔥: /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
Kusii Yaati
ada jodoh buat raga nggak Thor? ... lihat raga terpuruk kayak gitu aq ikut sedih, walau dia pernah jahat sama Risa tapi dia udah kena karmanya ibarat kata udah jatuh tertimpa tangga pula,udahlah di vonis mandul sekarang cacat pula kakinya ,gimana nggak hancur dianya 🤧
Rizky Manik
semangat raga, lekas sembuh embuh yaaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!