cewek kere, apes, mulut pedas ketiban rejeki nomplok karena ketabrak CEO ganteng
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fira Lmj, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rumah Baru Dan masalah baru
Di pagi Hari ini kota Surabaya masih menyisakan hawa dingin bekas hujan deras semalam, tepat saat suara adzan subuh berkumandang Azizah dan Arofik kini telah bangun dari tidur nyenyak ada perubahan pada tubuh mereka berdua, dulu waktu masih di kontrakan lama saat bangun tidur mereka pasti akan mengeluarkan rintihan kecil dari bibir mereka berdua yang menandakan tubuh mereka yang pegal luar biasa karena tidur di atas lantai yang keras dan hanya beralaskan tikar.
Tapi pagi ini mereka bangun tidur dengan senyum merekah dan perasaan bahagia yang tergambar nyata pada wajah keduanya.
" Alhamdulillah ya Allah hari ini kami berdua bisa tidur di kasur yang sangat nyaman ini, dek pasti tubuhmu sudah terhindar dari rasa pegal akibat lantai keraskan?" tanya Azizah sambil tersenyum menatap Arofik
" Iya kak badanku gak pegal-pegal lagi malahan sekarang tubuhku lebih ringan dari biasanya" ucap Arofik dengan senyum merekah yang menghiasi wajahnya
" Alhamdulillah dek, semoga suatu saat nanti kita bisa membeli kasur seperti ini dengan uang kita sendiri ya dek" ucap Azizah sambil mengusap permukaan kasur king size tersebut
" Amin kak, yuk kak kita siap-siap sholat subuh" ucap Arofik sambil beranjak dari atas kasur
Azizah yang melihat betapa bahagianya adiknya saat ini hanya bisa tersenyum dan berjalan di belakang Arofik menuju ke kamar mandi.
Di dalam kamar mandi Azizah dan Arofik yang tidak mengerti bagaimana caranya menghidupkan air untuk berwudhu, kini hanya bisa termenung sambil melihat kran di hadapannya.
" Kak gimana cara wudhu-nya kalau airnya saja gak mau keluar?" ucap Arofik
" Lah itu dia masalahnya dek, mana gak ada gayung lagi buat tadah airnya" ucap Azizah sambil mencari-cari gayung di setiap sudut kamar mandi tersebut.
" Masa kita wudhu di wastafel itu sih kak, soalnya kan kita yang tau cara keluarin airnya ya cuma di wastafel itu " ucap Arofik sambil menunjuk wastafel di luar kamar mandi
Ya karena hanya di wastafel itu cara mengeluarkan airnya yang mereka faham, karena sama seperti yang ada di masjid tinggal puter saja, tapi kalau di kamar mandi hanya ada kran nya saja tapi tidak ada tombol apa pun.
" Ya sudah kita wudhu di situ saja, sebentar kakak ambil baskom dulu buat wadah airnya gak mungkin dong kita taruh kaki kita di situ" ucap Azizah
" Ya kali kita taruh kaki di situ mana tinggi banget buatku, gak mungkin dong aku harus berubah jadi Spiderman dulu" ucap Arofik sambil memandang wastafel di hadapannya
Setelah beberapa menit kemudian kak Azizah datang menghampiri Arofik yang masih setia berdiri di depan wastafel, Azizah membawa 2 baskom besar di tangannya.
" Ayo dek wudhu jangan cuma berdiri saja di situ sudah mirip patung selamat datang saja kamu ini" ucap Azizah sambil menatap wajah Arofik
" Iiihhhh Kakak ini jadi cewek kok gak peka banget, gimana cara aku wudhu-nya kalau aku saja gak nyampek" ucap Arofik dengan kesal sambil menghentakkan kakinya
" Oh gak Sampek bilang dong jangan diem- diem Bae" ucap Azizah
Sedangkan Arofik yang mendengar ucapan Azizah kini nampak begitu kesal.
" Sini kakak gendong, mangkanya jadi cowok tu yang tinggi kayak mas Dimas gitu jangan mini kayak gini" ucap Azizah sambil mengangkat tubuh Arofik
" Kakak ini namanya juga masih kecil jadi ya wajar kalau mini, lagian kakak juga gak tinggi-tinggi amat mini kok teriak mini huu" gerutu Arofik sambil memutar kran air
" Sudah jangan omong terus kumur sana mulutmu bau jigong" ucap Azizah dan langsung di siram air oleh Arofik
" Hey kok di siram gini sih, kakak kan jadi basah semua nih bajunya" ucap Azizah
" Aku hanya membantu kakak membasuh wajah itu saja, di bantu bukannya terimakasih ini malah gedumel" ucap Arofik sambil memulai mengambil air wudhu
" Ya Allah boleh gak sih tuker tambah adik" ucap Azizah yang langsung mendapat delikan manja dari Arofik
Setelah Arofik menyelesaikan wudhu Azizah segera menurunkan Arofik dari gendongannya.
" Sudah kak jangan mimpi terus, sana cuci muka tuh iler sudah banjir kemana-mana " ucap Arofik dan segera berlari menjauhi Azizah
" Adik semprul emang si Arofik, awas saja tunggu pembalasanku" ucap Azizah
Setelah beberapa menit kemudian Azizah masuk ke kamar dan segera melakukan sholat jamaah dengan Arofik, kali ini doa yang dipanjatkan oleh keduanya begitu menyesakkan dada.
" Ya Allah makasih atas karuniamu, makasih atas takdir terbaikmu, dan terimakasih atas kesempatan yang engkau berikan kepada kami untuk merasakan kenikmatan dunia ini" ucap Azizah
" Ya Allah tolong titip salam ke pada ibu dan ayah aku kangen banget tolong bilang sama mereka untuk hadir di dalam mimpiku, aku ingin merasakan kembali hangat pelukan mereka berdua ya Allah" ucap Arofik
Azizah yang mendengar doa Arofik pun tak kuasa menahan air mata, karena Azizah pun merasakan kerinduan yang teramat sangat kepada mendiang orang tuanya.
Masih teringat jelas di fikiran Azizah momen sholat subuh berjamaah dengan ayah yang menjadi imam, ayah membaca lantunan ayat suci Alquran dengan sangat merdu sehingga membuat Azizah dan ibunya begitu khusuk melakukan sholat.
Setelah sholat ayahnya membiasakan kepada anak-anaknya untuk mengaji Al-Qur'an terlebih dahulu sebelum mengerjakan pekerjaan lain.
" Ayo nak baca Al-Qurannya dulu, ayah pengen dengar kamu baca Al-Qur'an meski hanya 1 atau 2 ayat" ucap pak Hasbi sambil memangku Azizah kecil
Azizah pun dengan suka cita membaca Al-Qur'an di hadapannya meski masih terbilang belum lancar tapi ayahnya selalu membimbingnya dengan sabar.
Tes...
Tak terasa air mata Azizah menetes membasahi pipi, saat mengingat kenangan yang tak bisa di putar kembali saat wajah orang terkasih hanya berbekas di hati.
" Sudah yuk dek jangan sedih lagi, insyaallah nanti ayah dan ibu akan hadir di dalam mimpimu" ucap Azizah sambil mengusap air mata Arofik
Setelah beberapa menit kemudian kini Azizah melangkah menuju dapur untuk melihat ada bahan makanan apa yang bisa dia masak untuk menu sarapan nanti.
" Di kulkas hanya ada air mineral doang, ya kali sarapan sama air doang kembung dong" ucap Azizah sambil memandang ke dalam kulkas yang sepi gak berpenghuni
" Coba aku lihat di lemari itu siapa tau ada sesuatu yang bisa di makan" ucap Azizah
Setelah membuka beberapa pintu lemari bagian atas yang dia temuin hanya tumpukan piring, gelas dan beberapa sendok.
Dan di bagian bawah Azizah hanya menemukan gula, kopi dan teh saja, kini Azizah hanya bisa menatap ke arah dapur yang luas, kompor yang bagus, peralatan masak yang tergantung.
" Sebenarnya semua alat ini untuk apa sih, kalau bahan masakan saja tidak ada terus wajan dan panci ini buat apa?" ucap Azizah sambil memandang wajan dan panci bergantian.