NovelToon NovelToon
SANGKAR DERITA WANITA MALAM

SANGKAR DERITA WANITA MALAM

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / TimeTravel
Popularitas:309
Nilai: 5
Nama Author: Andhig Rosdiana

​Kirana adalah lambang keindahan alami desa yang polos. Namun, dunianya runtuh seketika saat sang bapak berpulang. Sebagai anak sulung, beban berat kini berpindah ke pundaknya. Demi menyambung hidup adik-adiknya dan membiayai pengobatan ibunya yang sakit-sakitan, Kirana memantapkan hati untuk mengadu nasib ke kota besar.
​Namun, kota besar tidak seramah impiannya. Terjebak dalam kepolosan dan keputusasaan, Kirana dikhianati oleh makelar tak berhati dan menjadi korban perdagangan manusia. Ia dijual ke sebuah tempat prostitusi kelas atas di Valerion—sebuah kota metropolitan yang megah di luar, namun busuk dan kejam di dalamnya.
​Di balik jeruji emas tempat bordil tersebut, Kirana dipaksa menanggalkan keluguannya dan berubah menjadi wanita malam. Di sinilah kisah perjuangan Kirana dimulai: sanggupkah ia menjaga secercah cahaya di hatinya yang mulai menggelap, atau ia akan selamanya terperangkap dalam sangkar derita tersebut?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Andhig Rosdiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DIBAWAH NAUNGAN YANG ASING

​Entah berapa lama Kirana tenggelam dalam kegelapan. Jiwanya seolah melayang di antara ruang kosong yang hampa, jauh dari rasa sakit, jauh dari bau pesing sel bawah tanah, dan jauh dari bayang-bayang kejam Baskara. Namun, kedamaian itu perlahan terkikis saat indra penciumannya mulai menangkap aroma yang asing.

​Bukan bau alkohol busuk atau asap cerutu Broto. Ini adalah aroma terapi yang menenangkan, berbaur dengan wangi seprai bersih yang baru dicuci.

​Kirana melenguh pelan. Kelopak matanya terasa amat berat, seolah direkatkan oleh paksa. Ketika ia berhasil membuka matanya sedikit, hal pertama yang ia lihat adalah langit-langit kamar berwarna putih bersih dengan cahaya lampu tidur yang temaram dan hangat.

​Ia mencoba menggerakkan badannya, namun rasa nyeri yang teramat sangat langsung menyengat punggung dan perutnya, membuatnya spontan merintih kesakitan.

​"Jangan banyak bergerak dulu. Luka-lukamu baru saja diobati."

​Sebuah suara bariton yang berat dan tenang terdengar dari arah sudut kamar. Kirana tersentak. Insting bertahan hidupnya yang telah terasah di Velvet Rose seketika mengambil alih. Ia mengabaikan rasa sakitnya, buru-buru menarik selimut tebal hingga ke dada dan menyudutkan tubuhnya ke kepala ranjang. Matanya menyalang waspada, menatap sosok yang baru saja berbicara.

​Seorang laki-laki berdiri dari kursi kayunya, melangkah perlahan mendekati ranjang. Postur tubuhnya tinggi dan tegap, mengenakan kemeja rumahan berwarna hitam dengan lengan yang digulung hingga siku. Wajahnya tegas, dengan rahang yang kokoh dan sepasang mata elang yang menatap Kirana bukan dengan pandangan melahap seperti para tamu Broto, melainkan dengan sorot penuh selidik sekaligus prihatin.

​Kirana menunduk, memeriksa pakaiannya sendiri di balik selimut. Baju kurungnya yang koyak telah diganti dengan piama katun longgar yang bersih. Perban putih tampak melilit lengan dan sebagian lehernya.

​"Siapa... siapa kamu?" tanya Kirana, suaranya parau dan bergetar hebat. Tangannya mencengkeram ujung selimut, siap menjadikannya senjata jika laki-laki ini maju selangkah lagi.

​Laki-laki itu berhenti melangkah, menjaga jarak aman agar wanita di depannya tidak semakin histeris. Ia mengangkat kedua tangannya ke udara, tanda bahwa ia tidak berniat jahat.

​"Namaku Raditya," jawabnya tenang. "Kamu hampir mati tertabrak mobilku di persimpangan Distrik Amethyst dua hari lalu. Kamu pingsan karena demam tinggi dan dehidrasi parah. Tubuhmu... penuh dengan luka memar."

​Kirana tertegun. Dua hari? Jadi dia sudah tidak sadarkan diri selama dua hari penuh? Itu berarti Broto dan Baskara pasti sedang mengerahkan seluruh anak buah mereka untuk mengobrak-abrik kota Valerion demi mencarinya.

​"Di mana ini? Kenapa kamu tidak membawaku ke rumah sakit?" tanya Kirana lagi, matanya masih menatap Raditya penuh curiga. Di dunia malam Valerion, Kirana belajar bahwa tidak ada laki-laki yang menolong wanita tanpa meminta imbalan.

​Raditya menurunkan tangannya, lalu bersedekap. "Ini apartemen pribadiku. Dan alasan aku tidak membawamu ke rumah sakit adalah karena jas panjang pria yang kamu pakai saat pingsan penuh dengan noda darah, tapi tidak ada satu pun luka robek di tubuhmu yang berasal dari senjata tajam. Itu artinya, darah itu milik orang lain. Jika aku membawamu ke rumah sakit, polisi akan terlibat, dan instingku mengatakan... kamu sedang lari dari sesuatu yang lebih berbahaya daripada polisi."

​Mendengar analisis Raditya yang begitu tajam, Kirana terdiam. Laki-laki misterius ini bukan orang bodoh. Dia bisa membaca situasi hanya dari pakaian yang Kirana kenakan saat pelarian.

​Raditya berjalan menuju nakas, mengambil segelas air hangat dan sebuah mangkuk kecil berisi bubur yang masih mengepul, lalu meletakkannya di meja dekat ranjang.

​"Makanlah. Dokter pribadiku sudah mengobati luka-lukamu dan menyuntikkan antibiotik. Dia bilang kamu butuh banyak nutrisi jika ingin cepat pulih," ucap Raditya. Ia menatap Kirana sejenak, lalu berbalik hendak meninggalkan kamar untuk memberikan privasi.

​Namun, sebelum kakinya melangkah keluar pintu, Raditya berhenti. Tanpa menoleh, ia berkata, "Aku tidak tahu siapa kamu, dan aku tidak peduli urusan apa yang sedang kamu hindari. Tapi di tempat ini, kamu aman. Tidak ada yang bisa menyentuhmu di bawah perlindunganku"

​Pintu kamar tertutup perlahan, meninggalkan Kirana dalam keheningan. Kirana menatap mangkuk bubur di sampingnya, lalu menyentuh perban di lehernya. Air matanya yang sempat mengering kini kembali menetes—bukan karena rasa sakit, melainkan karena kelegaan yang amat sangat. Untuk pertama kalinya setelah berminggu-minggu berada di neraka, malam ini ia bisa bernapas tanpa perlu takut disiksa.

​Namun, Kirana tahu ini hanyalah jeda. Sumpah berdarah yang ia torehkan di dinding sel Velvet Rose masih membara di dadanya. Setelah tubuhnya pulih, ia akan menggunakan sisa hidupnya yang hancur ini untuk memburu Baskara dan Broto, tidak peduli seberapa besar taruhannya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!