NovelToon NovelToon
Headline 29

Headline 29

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO / Diam-Diam Cinta
Popularitas:5.2k
Nilai: 5
Nama Author: Lindra Ifana

"Kapan kamu nikah? Temen temen kamu bahkan udah ada yang punya dua anak. Ibu udah pengen gendong cucu."

Kata kata itu terdengar sederhana tapi selalu terngiang di otak Aurel. Dia hanya ingin mencari yang terbaik untuk hidupnya, karena baginya seorang suami adalah partner seumur hidupnya.

Seperti kisahnya lima tahun yang lalu, yang sudah terlalu yakin dengan pilihan hatinya. Tapi nyatanya hanya pengkhianatan yang ia dapat. Pria itu lebih memilih wanita yang lebih seksi dan bisa dibanggakan untuk di bawa.

Aurel hanya masih mencari, apa itu salah? Tapi bagaimana jika pemujanya sekarang adalah CEO kaya raya yang umurnya jauh lebih muda darinya? Apa itu akan menjadi cinta sejatinya? Atau hanya angin lalu yang akan lewat begitu saja?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lindra Ifana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ledakan Gosip

Pagi harinya sekitar pukul sembilan pagi di Kantor Adhikari Digdaya Creative terdengar kehebohan. Aurel dan Dita tampak diam tak tertarik dengan keriuhan di luar. Mereka berpikir mungkin ada pengumuman kenaikan gaji yang nantinya juga akan sampai ke telinga mereka.

"Oh my God dia ganteng banget!"

"Gila, sampai bos sendiri yang datang ke lobi menyambutnya!"

"Katanya kesini bukan buat urusan kerjaan, mau nyari bininya, emang dia dah merid??"

Dita menyenggol lengan Aurel yang masih serius dengan layar laptop didepannya. Tapi Aurel hanya menanggapi dengan mengangkat dua bahunya. Seakan berkata diapun tidak tahu dengan apa yang terjadi.

Sesaat kemudian dahi Aurel berkerut, ruang kantornya tiba tiba senyap. Semua orang seperti sedang menahan nafas, tak bergerak. Hanya terdengar bisikan Dita, yang bahkan hampir tak terdengar.

"Rel...Rel...dia datang."

Adrian masuk ke ruangan dengan wajah datar. Mengenakan jas hitam, jam tangan Rolex dan aura dinginnya seperti menyihir semua orang disana. Antara kagum dan takut. Satu kesalahan akan membuat mereka di blacklist semua perusahaan. Itu artinya mereka akan miskin seumur hidup.

Tapi semua orang terkejut ketika langkah pria itu langsung ke meja Aurel.

Seisi kantor menahan napas.

"Permisi," sapa Adrian ke semua orang. Lalu menoleh ke Aurel. "Bisa bicara sebentar?"

Aurel kaget. "Kamu?"

"Iya ini aku sayang. Aku pengen ngomong sebentar, boleh kita keluar sebentar?" ujar Adrian, sengaja menekan kata sayang agar seluruh ruangan mendengarnya. Dia ingin semua orang tahu jika sekarang Aurel adalah miliknya.

Sedang Aurel langsung melotot ke arah Adrian, bisa bisanya kata sayang meluncur begitu saja di dalam kantornya seperti ini. Itu sama saja dengan mengumumkan hubungan mereka. Bukan apa apa, tapi Aurel tidak mau menjadi bahan gosip yang tidak tidak.

Kemarin saja dia ijin tidak masuk kerja dengan alasan acara keluarga, bahkan Dita pun belum tahu acara resmi lamaran itu.

Bukannya takut, Adrian malah mencolek ujung hidungnya gemas.

"Issshhh...."desis Aurel sebal, dia tahu Dita sedang meliriknya. Ada senyum di bibir sahabatnya itu.

Semua karyawan pura pura bekerja. Padahal dalam mode pasang kuping baik baik.

Aurel melihat ke arah manager yang berdiri khidmat di pintu masuk ruangan, dan sang manager tampak mengangguk pertanda mengijinkan.

"Ya sudah, ayo keluar."

Sekali lagi Aurel harus menahan rasa kesalnya, tanpa ijin tangan Adrian sudah ada di pinggangnya.

Aurel berhenti melangkah ketika mereka tiba di depan pantry lantai 3 kantornya. Tempat itu cukup sepi untuk bicara. Daripada harus di ruang meeting seperti yang di katakan sang manajer tadi. Terlalu formal.

"Ada apa?" tanya Aurel dengan dua tangan menahan dada Adrian, pria itu memeluknya erat.

"Kangen sayang..."

"Yang bener Dri, ini tempat kerja. Harusnya kamu bisa memilah mana urusan yang bisa di bicarakan di kantor dan mana yang tidak !" suara Aurel sudah mulai meninggi.

Adrian mengeluarkan dompet. Dari dalam ia mengambil sebuah kartu hitam polos dengan logo Dirgantara berwarna emas di tengahnya.

Aurel tahu ini adalah kartu akses black card.

"Sini," kata Adrian pelan, ia meraih tangan Aurel dan memberikan kartu hitam itu.

Aurel langsung menggeleng. "Aku nggak bisa terima."

"Terima," ujar Adrian datar, tapi penuh penekanan."Minggu depan lbu ingin adakan acara resmi untuk pengenalan calon mantunya. Kamu butuh ini."

"Untuk apa?"

"Untuk apa saja," jawab Adrian mantap. "Mulai dari kemarin, saat lamaran... kamu dan Ibu Sarwina sudah jadi tanggung jawabku. Jangan berpikir macam macam, aku hanya akan tenang jika ini sudah ada di tanganmu."

Aurel menunduk. "Tapi aku bisa cari sendiri, aku masih sanggup."

Adrian menatapnya dalam, mengecup sekilas keningnya. "Aku tau kamu bisa. Tapi aku adalah imam-mu nantinya. Biar aku belajar menjaga kalian."

Kata "imam-mu" itu bikin Aurel salah tingkah. Pipinya merah.

Dari kejauhan samar terdengar langkah mendekat. "Dri, lepasin dulu ...ada orang," cicit Aurel. Dia yakin setelah ini dirinya akan menjadi trending di kantornya.

"Biarin, sebentar lagi," sahut Adrian melihat jam tangannya.

Ternyata Dita terlalu penasaran hingga pura pura pergi ke pantry untuk mengambil kopi.

"Ehhh...ada orang. Selamat pagi Pak Adrian," sapa Dita dengan senyum manis yang dibuat buat.

"Oh iya Dit," kata Adrian ke Dita. "Nitip calon istri gue ya, tiga hari ke depan gue ada di Makassar. Kalau sendirian dia pasti kangen banget sama gue. Sama temenin dia beli sesuatu buat acara lamaran minggu depan."

Dita membeku. "Acara Lamaran?"

Aurel mengangguk kecil ke Dita, begitupun Adrian.

Dita diam terpaku, shock! Secepat inikah hubungan sahabatnya dengan sultan Kata Raya itu!

Adrian mengangguk ke Aurel. "Aku pergi ya sayang, telpon kalau kangen. Dan pakai kartunya karena itu sudah jadi milik kamu. Paswordnya tanggal lahir kamu." Setelah mencium sekilas pipi calon istrinya lalu Adrian pergi.

Begitu pintu lift tertutup.

"AUUUREL!!!" Dita menjerit. "LAMARAN?! KARTU HITAM! JELASIN SEKARANG!!"

Aurel menutup wajah. "Nanti pas istirahat ya, sekarang kita kerja."

Pagi itu kantornya terkena ledakan gosip, dan tentu saja namanya menjadi trending topiknya. Tapi Aurel tak peduli, mungkin ini salah satu ujiannya untuk menjadi pendamping seorang Adrian Dirgantara.

1
Nur Ahmad
ceritanya ringan, CEO tapi merakyat
Mida
lanjut kak 💪
Nur Ahmad
uhuy jadian
Nur Ahmad
cemburu sama dengan cinta
lia juliati
🤭😄
Mida
lanjut kak jadi penasaran 🤭
Lindra: dukung terus yaaa🙏
total 1 replies
Rian Moontero
mampiiiirrr😍
Lindra: tengkiuuhhh sayangkuhh🙏🙏
total 1 replies
Mira Hastati
bagus
Lindra: terimakasih dukungannya 🙏
total 1 replies
Nur Ahmad
🤣🤣🤣
Nur Ahmad
Adrian 😍😍😍
Nur Ahmad
co cuiittt
Nur Ahmad
uhuy kencan nih double A
Nur Ahmad
menunggu memang tak enak
Nur Ahmad
ceritanya lebih ringan dari novel emak kmrn yg aku baca
🦋⃞⃟𝓬🧸𝓩𝓮𝓵𝓵𝔂𝓷
/Applaud/
T.N
sempurna .... semangat kaka suka sekali sama karya-karyanya
Lindra: Terimakasih sudah ikut meramaikan karya emak🙏🙏
total 1 replies
Nur Ahmad
start disinii
Zul Denayu
Lanjut kak 💪💪🌹🌹🌹
lia juliati
itulah bila hati berkehendak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!