NovelToon NovelToon
GANTI MEMPELAI : MAHKOTA PELINDUNG TUAN ARDIANSYAH

GANTI MEMPELAI : MAHKOTA PELINDUNG TUAN ARDIANSYAH

Status: tamat
Genre:Lari Saat Hamil / Pengantin Pengganti Konglomerat / Cintamanis / Tamat
Popularitas:831.7k
Nilai: 5
Nama Author: santi.santi

Dipaksa menikah dengan pria yang terkenal dingin dan kejam untuk menggantikan Kakak tirinya yang pergi melarikan diri menjelang pernikahan, Gia tak bisa menolak.

Gia berdiri di samping Tuan Ardiansyah yang berkuasa, dengan seluruh tubuh gemetar dan air mata yang menggenang di pelupuk mata.

Dia takut kalau Tuan Ardiansyah tau yang ada di balik kain veil itu adalah dirinya, bukan Siska Kakaknya.

Tapi tangan hangat dengan jari yang besar justru menggenggam tangannya.

"Bernapaslah, ikuti kataku. Semua akan baik-baik saja!"

Bagaimana jadinya jika Tuan Ardiansyah yang terkenal kejam itu justru tak seperti yang orang katakan. Dia justru begitu hangat dan perhatian, apa Siska akan menyesal telah meninggalkan pernikahan waktu itu?
Apa Siska akan kembali dan merusak kebahagiaan yang baru saja Gia dapatkan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon santi.santi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Masalah baru

​Sinar matahari pagi menembus celah gorden kamar utama mansion Ardiansyah yang tebal, menciptakan garis-garis terang yang jatuh di atas lantai marmer. Suasana kamar terasa tenang, seolah waktu berhenti berputar untuk memberi ruang bagi dua insan yang baru saja melewati malam paling krusial dalam hidup mereka.

​Di atas tempat tidur berukuran king size dengan seprai sutra berwarna maroon, Gia perlahan membuka matanya. Rasa hangat dan berat yang familiar terasa di pinggangnya. Ia tersadar sepenuhnya saat merasakan dada bidang yang kokoh menempel erat di punggungnya. Ingatan tentang apa yang terjadi semalam,.keintiman, kelembutan, dan penyerahan diri yang utuh, menerpa pikirannya, membuat rona merah seketika menjalar dari leher hingga ke pipinya.

​Gia menahan napas sejenak, takut gerakan sekecil apa pun akan membangunkan pria di belakangnya. Namun, napas berat yang teratur menunjukkan bahwa Ares masih tertidur pulas.

​Perlahan, Gia mencoba membalikkan tubuhnya tanpa melepaskan diri dari dekapan Ares.

Saat wajahnya kini berhadapan dengan dada bidang Ares, Gia terpaku. Ia bisa melihat garis rahang Ares yang tegas namun kini terlihat rileks. Tubuh Ares yang gagah perkasa, yang sering ia lihat terbalut setelan jas formal, kini terasa sangat nyata dan intim.

​Gia merasa malu-malu luar biasa. Ia menyembunyikan wajahnya di dada Ares, menghirup aroma maskulin suaminya yang bercampur dengan aroma sabun yang khas. Jantungnya berdebar kencang, perpaduan antara rasa malu, kebahagiaan, dan rasa takut akan perubahan apa yang menantinya setelah malam pertama mereka.

​Ares menggeliat pelan, lengannya yang kekar semakin mengeratkan pelukannya pada tubuh Gia, menariknya lebih dekat hingga tidak ada jarak lagi di antara mereka. Gia bisa merasakan detak jantung Ares yang stabil dan menenangkan.

​"Hmm... pagi kecil" suara Ares serak dan berat khas bangun tidur, terdengar sangat seksi di telinga Gia.

​Gia semakin menyembunyikan wajahnya di dada Ares, suaranya teredam.

"Pa-pagi, Mas..."

​Ares tertawa pelan, getaran suaranya terasa hingga ke dada Gia. Ia menggunakan jari-jarinya untuk mengangkat dagu Gia, memaksa istrinya menatap matanya. Tatapan Ares tidak lagi sedingin es seperti biasanya, kini tatapan itu penuh dengan kelembutan, kepemilikan, dan kekaguman.

"Apa Mas menyakitimu semalam?"

Gia menyembunyikan wajahnya, kenapa Ares harus menanyakan hal itu lada Gia. Itu sungguh sangat memalukan baginya.

​"Kenapa malu? Hmm? Padahal semalam kamu tidak sepemalu ini" Goda Ares dengan senyum tipis yang jarang ia tunjukkan.

​Wajah Gia semakin memerah mendengar godaan Ares. Ia memukul dada Ares pelan, membuat tawa suaminya semakin keras.

"Mas! Jangan bahas semalam!"

​Ares membawa tubuh Gia ke atas tubuhnya, menatap wajah istrinya yang rona merahnya belum hilang.

"Semalam adalah malam terbaik dalam hidup Mas, Gia. Terima kasih karena sudah memberikan dirimu sepenuhnya pada Mas"

​Gia terpaku mendengar ucapan tulus Ares. Ia menundukkan kepalanya, menyembunyikan senyum bahagianya di bahu Ares.

"Saya juga senang, Mas. Semuanya terasa sangat indah"

​Ares mencium puncak kepala Gia, mengusap punggungnya dengan penuh kasih sayang. Pagi itu, tidak ada kata formalitas, tidak ada kontrak pernikahan, tidak ada batasan. Hanya ada Ares dan Gia, dua manusia yang akhirnya menemukan rumah di dalam dekapan satu sama lain.

​Setelah sarapan romantis di kamar, Ares memutuskan untuk mengambil cuti setengah hari demi menemani Gia. Mereka berada di ruang keluarga, duduk di sofa panjang. Ares sedang membaca dokumen kantor, sementara Gia sedang sibuk dengan tablet grafisnya, mencoba membuat sketsa baru untuk proyek kolaborasinya.

​Ares sesekali menatap Gia dengan tatapan posesif yang lembut, memastikan istrinya tidak terlalu lelah. Pagi itu terasa begitu sempurna, begitu damai.

​Namun, kedamaian itu mendadak pecah.

​Ponsel Ares yang diletakkan di meja kopi bergetar pelan. Ares meraih ponselnya dengan enggan, mencoba tidak membangunkan suasana santai mereka. Saat membuka ponsel, dia mendapati sebuah berita yang menyebar di media sosial

​Ares menatap layar ponselnya, dan darahnya mendadak dingin. Wajahnya yang tadi lembut mendadak berubah menjadi sedingin es, dipenuhi oleh kepanikan yang tersembunyi.

"Ada apa Mas?" Gia menyadari perubahan wajah Ares.

"Ibu tirimu sepertinya masih belum puas. Dia mulai menyebarkan berita tentang statusmu ke media!"

Wajah bahagia Gia lenyap seketika. Dia tau kalau label anak haram akan terus melekat pada dirinya dan itu yang ia takutkan. Untuk sementara Gia sempat terlena karena perlindungan dari Ares. Namun Gia lupa kalau dia tidak akan bisa membungkam mulut orang-orang di luar sana untuk tidak membicarakan tentang dirinya.

"Sayang, kamu tenang saja. Mas akan mengurus semua ini! Mas akan pastikan kalian ini Ibu tirimu tidak akan berani berulah lagi!"

"Tidak papa Mas. Gia tidak akan pernah bisa menyembunyikan statusku selamanya. Gia tidak masalah sama sekali. Tapi yang Gia takutkan bagaimana dengan reputasi Mas dan Mama" Gia tak terlalu memikirkan tentang dirinya yang akan dihujat oleh banyak orang, toh dari dulu dia sudah terbiasa.

Dia hanya takut kalau dirinya akan menyusahkan Ares dan Nyonya besar karena menyusahkan mereka padahal Gia sudah dilindungi dan dirawat dengan begitu baik.

"Jangan pikirkan tentang itu. Semuanya biar Mas yang urus!" Ares menarik Gia dalam dekapannya. Ares merasa Gia tidak pernah bisa hidup dengan tenang tanpa gangguan dari lara parasit itu.

1
Nanna Mappe Mansyur
adakh Areis di dunia nyata,,?? soo swett bngett,, 🙅‍♂️
Murni Murniati
napa tak cari tau soal gia, mgkn mama sarah melebih-lebihkan
Visencia Alingga
👍👍👍💪💪💪
Mamah Dini11
ahhhh tamat di kira blm,, makasih author ceritanya keren dn menghibur 🙏🙏🙏🙏👍👍👍👍👍💪💪
⋆.˚mytha🦋
selalu baguuussss ceritanya ❤️
Mamah Dini11
tuh kan gi ketakutanmu berbuah maniskan ,
Liana Simon
Ceritanya ringan Dan menarik
Mamah Dini11
akhir nya hati gia udh mencair alhdulilah ,ayo res jemput istrimu
Mamah Dini11
iya gia jgn lama2 marahnya nanti habis ke sabaran ares diakan orang sibuk ,pulanglah bersama suamimu , perusahaan membutuhkan ares kalau di tinggal lama gimana ayo mikir gi pulang ya pulang ke mansion
Mamah Dini11
marah boleh gia kecewa udh pasti sm suasmimu itu wajar. tpiii kmu juga sekarang lgi berbadan dua gi dn butuh sosok sares di dekatmu. ya mungkin untuk saat ini kmu blm bisa maafin ares gk apa2 , tpiii jgn lama ya gi ares kan sibuk orang nya , dn dia menyesali semua kesalahannya ,,percayakan gi
Mamah Dini11
alhmdulilah akhirnya mereka udh di pertemukan lgi , justru aku suka karya author ini gk bertele2 cerita nya, lasnjut semangat💪💪💪💪💪👍👍👍
Mamah Dini11
naashhh baru nyesel kan , cemburu di piara ,cepet cari bkn nangis aspal gk salah jgn di pukul , kepalamu tuh getok mh
Mamah Dini11
mengalah dulu gi jgn di paksakan , diam itu lbh baik , nanti dia sendiri yg akan menemuimu , sabarrr ya gi
Mamah Dini11
bagus giiii itu ke putusan yg trbaik 👍👍👍💪💪 jgn beri celah orang lain masuk
Mamah Dini11
siska juga blm ketemu udh muncul lgi si satria yg mulai menggangu ketenangan rumah tangga gia dn aris , ayo res gimana udh blm mencari informasi tentang si satria lama banget orang2mu kan banyak , jgn lelet dn lemot ares gercep doong jgn kalah dgn orang2 yg mau menggangumu .
Mamah Dini11
aduh si satria cari penyakit , hati2 gia ,hati2 ares ayo cepat cari tau. tentang si satria,,apa maksud di blk semua itu
Mamah Dini11
kalau yg jahat slalu lolos , aduhhh butuh ke adilan niii
Mamah Dini11
dasar laki2 gk punya pendirian mana janji2mu ares ,baru segitu aja udh percaya dasar laki2 pinplan ,kecewa sekali aku sm si ares dn mama nya gampang sekali terhasutnya 😙😙😙😙😙
Mamah Dini11
kasian gia sekali serangan sisksa lgsung jatuh ,padahal udh banyak penderitaan hidupnya,,jgn kasih kesempatan untuk menang perempuan ular model si siska thor 🙏🙏
Mamah Dini11
tolong thor slamatkan gia jgn ada luka. sdikitpun ,, enak bener si licik siska sekali muncul lgsung berhasil apa2an coba. ,gia lgsung di serang dgn lancar ,beri kekuasaan buat aris untuk membuktikan kalau gia gk bersalah. pliiiiisssss thor 🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!