NovelToon NovelToon
PENGHIANAT

PENGHIANAT

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Dunia Masa Depan / CEO
Popularitas:391
Nilai: 5
Nama Author: nila edrina

Cinta pertama seharusnya indah.

Tapi milik Lay Amelty Ranza berubah jadi neraka.

Ahber Mazchar, ketua OSIS paling dingin, bilang dia cinta Lay.
Andkay, si badboy posesif, berteriak "LO HANYA MILIK GUE!"
Eskay, sahabat terbaik Ahber, tiba-tiba mendekati Lay diam-diam.

Tapi di balik senyum mereka... ada darah.

15 tahun lalu, keluarga Ahber membantai satu keluarga di Gudang B-09.
Sekarang balas dendam itu datang. Melalui cincin perak bergambar burung.

Cincin pertama: Milik Burung, si pembunuh.
Cincin kedua: Milik Nayla, adik yang pura-pura mati.
Cincin ketiga: Sekarang ada di tangan Ahber.

Di dalamnya tersimpan 3 Triliun dan rahasia yang bisa menghancurkan 2 keluarga besar.
Keluarga Mahesa dan Keluarga Dirga mengincar mereka.
Dan ada "A"... dalang yang mempermainkan semuanya dari awal.

Lay diculik. Dikhianati. Dipaksa memilih.

Sampai pesan terakhir itu masuk ke HP Ahber:
"Maaf gue salah."

Salah mencintai?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nila edrina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 19

 AHBER DAN ESKAY

Mobil hitam itu melaju perlahan meninggalkan area pemakaman.

Di kursi belakang, Layla duduk sambil memeluk boneka kelinci kecil yang selalu dibawanya ke mana pun.

Sesekali ia melirik ke arah Ahber yang sedang menatap keluar jendela.

"Papa."

"Hm?"

"Papa masih sedih?"

Ahber menoleh. Ia tersenyum tipis, lalu mengusap lembut kepala putrinya.

"Sedikit."

Layla mengangguk pelan.

"Kalau Layla sedih..."

"...Papa selalu beliin es krim."

Ahber terkekeh pelan.

"Jadi sekarang Papa mau beliin es krim buat Papa sendiri?"

Layla tertawa hingga kedua matanya membentuk bulan sabit.

"Boleh juga."

Suasana di dalam mobil yang semula hening berubah lebih hangat.

Sopir yang duduk di depan bahkan ikut tersenyum melihat tingkah keduanya.

Beberapa menit kemudian, Layla kembali membuka suara.

"Papa."

"Iya?"

"Hari ini kita jangan langsung pulang."

"Kenapa?"

"Aku mau main di taman."

Ahber melirik jam tangannya.

Semua rapat hari itu sudah dibatalkan.

Tidak ada pekerjaan yang mendesak.

Ia pun mengangguk.

"Baik."

"Yeay!"

Layla langsung bertepuk tangan kegirangan.

Sekitar dua puluh menit kemudian...

Mobil berhenti di sebuah taman kota yang cukup ramai.

Anak-anak berlarian dengan riang.

Ada yang bermain ayunan.

Ada pula yang bersepeda bersama orang tua mereka.

Layla turun lebih dulu.

Matanya berbinar melihat taman bermain.

"Papa!"

"Boleh main?"

"Boleh."

"Tapi jangan jauh-jauh."

"Iya!"

Layla langsung berlari menuju ayunan.

Ahber memilih duduk di bangku taman yang berada tidak jauh dari sana.

Tangannya memegang secangkir kopi hangat.

Tatapannya tak pernah lepas dari Layla.

Sejak kehilangan Eskay, Ahber berjanji pada dirinya sendiri.

Ia tidak akan membiarkan Layla merasa sendirian.

Tiba-tiba...

Sebuah bola kecil berwarna biru menggelinding hingga berhenti tepat di dekat kaki Layla.

Layla memungut bola itu.

Belum sempat ia mencari pemiliknya, seorang anak laki-laki berlari menghampiri.

"Tunggu!"

Layla menoleh.

Anak itu tampak seusianya.

Rambut hitamnya sedikit berantakan karena berlari.

Di wajahnya tergambar senyum cerah.

"Itu bolaku."

Layla tersenyum lalu mengulurkan bola tersebut.

"Nih."

"Terima kasih."

"Sama-sama."

Anak laki-laki itu tidak langsung pergi.

Ia justru memperhatikan Layla beberapa saat.

"Kamu baru ke sini?"

"Iya."

"Aku juga jarang."

Layla tersenyum ramah.

"Aku Layla."

Anak itu membalas senyumnya.

"Aku Raka."

Mereka berjabat tangan dengan polos.

"Kamu lagi main sendiri?"

"Iya."

"Papa lagi duduk di sana."

Layla menunjuk ke arah bangku taman.

Raka mengikuti arah telunjuknya.

Dilihatnya seorang pria berjas sedang membaca sesuatu di ponsel, tetapi sesekali mengangkat kepala memastikan Layla baik-baik saja.

"Papamu baik ya."

Layla mengangguk bangga.

"Papa paling baik."

Raka tersenyum.

"Ayahku juga."

Layla tertawa kecil.

"Berarti sama."

Tak lama kemudian, Raka mengeluarkan sebuah pesawat kertas dari sakunya.

"Kamu mau coba?"

Layla menerima pesawat itu dengan hati-hati.

"Wah... bagus."

"Papa yang ngajarin bikin."

"Papaku belum bisa."

"Nanti aku ajarin."

"Benarkah?"

"Iya."

Layla tersenyum lebar.

"Kalau begitu nanti aku ajarin kamu gambar."

"Deal."

Keduanya pun tertawa.

Dari kejauhan, Ahber melihat Layla mengobrol dengan seorang anak laki-laki.

Ia tidak menghampiri.

Baginya, melihat Layla bisa berteman dengan mudah sudah membuat hatinya tenang.

Sementara itu...

Seorang wanita paruh baya yang menjaga Raka berjalan mendekat.

"Tuan muda."

Raka menoleh.

"Bibi?"

"Kita harus pulang."

Raka tampak sedikit kecewa.

"Sebentar lagi."

"Tidak bisa. Ibu sudah menunggu di rumah."

Raka mengangguk pelan.

Ia lalu menoleh kepada Layla.

"Aku pulang dulu."

Layla tersenyum.

"Sampai ketemu lagi."

"Iya."

Raka mengangkat tangan kecilnya.

"Dadah."

"Dadah."

Anak laki-laki itu pun pergi bersama pengasuhnya.

Layla memandangi punggung Raka hingga menghilang di balik pepohonan.

Entah mengapa...

Ia merasa baru saja mendapatkan teman baru.

Ahber berjalan menghampirinya.

"Tadi ngobrol sama siapa?"

Layla tersenyum ceria.

"Aku punya teman."

"Oh ya?"

"Namanya Raka."

Ahber mengusap kepala putrinya.

"Bagus."

"Teman itu adalah hadiah yang berharga."

Layla mengangguk.

"Aku berharap bisa ketemu Raka lagi."

Ahber tersenyum.

"Kalau memang berjodoh sebagai teman..."

"...kalian pasti akan bertemu lagi."

Layla menggenggam tangan Ahber.

"Ayo pulang, Papa."

"Baik."

Mereka berjalan menuju mobil tanpa menyadari bahwa takdir baru saja mempertemukan dua anak dari dua kisah masa lalu yang saling berkaitan.

Pertemuan itu begitu singkat.

Namun kelak...

Akan menjadi awal dari cerita yang jauh lebih besar.

1
Alia Chans
Hadir thor
like + bunga biar semangat deh/Smile/
nila edrina: terimah kasihh 🥰😘😭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!