NovelToon NovelToon
Teman Tapi Posesif

Teman Tapi Posesif

Status: tamat
Genre:Kisah cinta masa kecil / Cintapertama / Tamat
Popularitas:1.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Mama Mima

Selomitha tau Arsen hanya menganggapnya sebagai sahabat. Ya, pria yang lebih muda tiga bulan darinya itu adalah putra dari Tante Sarah dan Om Demian, sahabat orangtuanya, Grasian dan Desty (Novel "Mendadak Menikah").

Entah sejak kapan datangnya getaran di hati Mitha untuk pria itu. Mungkin karena sifat protektif dan posesif Arsen padanya, karena sejak kecil Arsen memang seakan sengaja ditugaskan oleh orangtua mereka untuk menjaga Mitha.

Yang pasti pada satu titik waktu, persahabatan mereka tak lagi sama. Mitha memutuskan melanjutkan program Magister-nya ke luar negeri demi melupakan perasaan terlarang yang sudah tumbuh bersemi untuk Arsen.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama Mima, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Meet again.

"Arsennn??!!!" netra Selomitha membesar melihat sosok bertubuh besar yang sedang berjongkok di hadapannya.

"Sssh! Suara lo kekencengen nyeett! Nanti fans gue pada dengar..." Arsen berdiri sambil menyodorkan gelang itu kepada Mitha.

"Ihhh, ini gue nggak mimpi kann??" Mitha yang juga ikut berdiri, menepuk-nepuk pipinya dengan ekspresi tidak percaya. Beneran dia ketemu Arsen? Sekarang? Pas banget dia pulang? Kebetulan macam apa ini?

"Mau gue bantu tampar?" Arsen mengangkat tangannya. Namun, alih-alih menampar seperti yang ia katakan, jari-jari kekarnya itu malah mencubit pipi Selomitha dengan lembut sambil tersenyum.

"Aaahhh, kangen gue lohh! Kok bisa sih kebetulan gini?? Lo apa kabarr?"

"Ck! Nanya satu-satu napa, Mit! Suara lo kok makin cempreng sih? Sakit kuping gue!"

"Ishhh," Mitha memanyunkan bibirnya. Namun dalam hitungan detik, dia langsung memeluk Arsen. Pelukan persahabatan.

"Kabar gue baik, cerewet. Lo apa kabar?"

"Baik. Ihhh, badan lo makin gede gini. Nge-gym ya loo?"

"Gimana? Jadi lebih pelukable kan?"

"Iya. Beruntung banget cewek lo, tiap hari dipeluk sama lo..." Mitha lalu melepaskan dirinya lagi.

Arsen tidak menjawab racauan terakhir gadis itu. Dia hanya memandang wajah cantik itu, lalu tersenyum, "Lo... makin kecil aja..."

"Mana ada ya! Lo aja yang jadi raksasa gitu. Ihhh, Sen... gue nggak nyangka loh ketemu elo sekarang. Peluk lagi boleh?? Tapi yang lama..."

"Jangan gila lo! Ini tempat umum! Ayo, supir gue juga udah jemput..." Arsen menarik gagang koper Mitha dengan tangan kanannya. Sedangkan tangan kirinya dia buat untuk menjepit gadis itu di bawah ketiaknya.

"Aaaa, Arsen-ku... gue kangennn..." Mitha terlalu bahagia akhirnya bertemu pria itu lagi. Tingkahnya seperti anak kecil. Sesekali dia berjingkrak sambil memeluk-meluk Arsen.

"Elo ya! Baru ketemu udah ganjen! Mau gue makan lo?! Ini juga baju nggak ada yang lebih kebuka lagi??!!"

"Iya teriak aja, marah aja, nggak apa-apa, gue senang dengarnya, hehehee..."

"Dasar cewek aneh!" Arsen mencebikkan bibirnya, mengejek gadis itu, namun setelah itu dia tersenyum.

"Eh, lo berapa lama di sini? Lama kan? Nggak bakalan cepat balik kan?"

"Gue udah tinggal di sini, Mit. Udah setahun..."

"Hah???? Serius?? Kok gue nggak tau??"

"Yee, itu mah elo yang sombong!!"

"Ish... gue kan nggak punya nomor kontak lo yang baru."

"Siapa bilang gue ganti nomor? Lo aja yang ganti nomor dan sok sibuk, nggak mau ngubungin gue..."

Mereka sudah sampai di luar dan Arsen ingin melepaskan rangkulannya. Tapi Mitha menahan agar pria itu tetap seperti itu.

"Gini dulu bentar. Gue masih nggak yakin ini lo..." bisik gadis itu pelan setengah berbisik.

"Banyak orang, Mit... Nanti fans gue liat..."

"Biarin. Anggap aja ini di luar. Sah-sah aja pelukan di depan orang-orang..."

"Jangan-jangan lo sering gini selama di Paris?"

"Jangan suudzon..." gumam Mitha yang masih bertengger di dada pria itu. Dia memejamkan kedua matanya. Mencari kedamaian yang biasanya ia dapatkan setiap kali memeluk Arsen.

Masih sama... kenyamanan itu masih sama seperti yang dulu. Tanpa butuh waktu yang lama, hati mereka langsung saling mengenal saat keduanya saling berdekatan. Detak jantung mereka pun se-irama. Tanpa sadar Mitha mengelus-elus dada Arsen sambil bergumam...

"Lo masih Arsen-nya gue..." katanya sambil melayangkan senyum manisnya pada Arsen. Dia mengira akan ada yang berubah pada pria itu karena lost contact selama bertahun-tahun. Namun kenyataannya dia masih tetap sama. Seperti Mitha yang juga masih seperti yang dulu.

Arsen menatap bola mata Mitha yang berwarna kecoklatan. Sedang memikirkan ledekan apa yang bisa dia lontarkan untuk menjawab pernyataan gadis itu barusan.

"Mit..."

"M?"

"Dekat sini ada hotel... aawwww!!!!" Arsen langsung meringis kesakitan sampai melompat-lompat kecil karena cubitan pedas yang dilayangkan Mitha di perutnya.

"Lo juga masih sama kok! Cubitan lo masih hot kayak dulu. Kalau ciumannya masih hot nggak ya??"

"Ish! Mati aja lo sana!"

Arsen terkekeh. Perutnya masih sedikit linu. Dia melihat Mitha yang sedang memicing padanya.

"Lo sendiri di sini mau berapa lama? Kok bawa koper gede?"

"Sebulan doang. itu baju titipan semua."

"Baju brand lo?"

"Brand gue? Amin amin aminn..."

"Alahhh, nggak usah merendah lo, Mit. Ehh, Jakarta kok makin panas ya? Gerah banget...," Arsen pura-pura membuka jaketnya hingga menampakkan kaos putih yang iya kenakan sekarang.

"Arsenn! Kok bisaa? Ihhhhh... kan gue jadi malu..." Mitha menutup wajahnya karena melihat kaos yang sedang dipakai Arsen adalah kaos special edition yang dia launching saat musim panas dua tahun yang lalu. Ah... Arsen ternyata masih mengikuti perkembangannya meskipun mereka lost contact sama sekali. Dia jadi merasa bersalah karena benar-benar melupakan pria itu.

"Tiap memakai kaos ini, bikin badan adem. Sama kayak kalau ingat ownernya, bikin hati adem..."

"Gue jambak juga lo, Sen!! Ih ini si Zica mana deh??" wajah Mitha jelas memerah karena digombal terus secara terang-terangan oleh pria berotot di hadapannya itu.

"Hahahaha... udah lo balik sama gue aja. Tapi kita singgah dulu ke hotel ya tadi, gimana?"

"Arsen! Berisik!!"

Arsen tertawa terpingkal-pingkal. Perempuan itu masih lemah iman menghadapi godaan-godaannya.

"Mas Arsen, ya?" tiba-tiba seorang gadis belia menginterupsi obrolan mereka berdua.

"Eh, halo...," sikap Arsen mendadak berubah menjadi manis. Mitha menaikkan satu alisnya. Gadis itu sangat cantik. Mungkin usianya masih awal dua puluhan. Kenapa bisa mengenal Arsen? Mitha mendadak insecure.

"Mas, bisa foto nggak, Mas? Kita fans berat Mas Arsen loh!"

Kita? Bukannya dia cuma sendiri? Eh? Fans? Fans apa sih ini?? Si Arsen beneran punya fans? Pikir Mitha.

"Boleh boleh...," saat Arsen mengijinkan, gadis itu menoleh ke belakang dan memberi kode pada teman-temannya yang sepertinya sedang menunggu kabar darinya. Setidaknya ada sekitar lima atau enam orang lagi, yang sekarang sudah berlarian mendekati Arsen.

"Lo sih, pakai neriakin gue. Kan udah gue bilang tadi, nanti fans gue denger...," Arsen sempat berbisik di telingan Selomitha sebelum remaja-remaja belia itu mengerumuninya dan Mitha hanya tercengang. Dia kira tadi Arsen hanya bercanda.

Mitha mengamati sesi foto-foto yang berlangsung hampir lima menit itu dengan seksama. Gadis muda itu bergantian meminta berfoto sendiri-sendiri dengan Arsen. Mitha sedang berpikir keras, apa yang sudah lewatkan tentang Arsen.

Lalu tangannya pun bergerak mengambil ponsel, lalu mengetik nama lengkap Arsen di mesin pencarian google. Hasilnya pun suskses membuatnya ternganga.

Dia benar-benar ketinggalan banyak hal tentang Arsen, sahabatnya.

*****

Selomitha terbangun dari tidur panjang yang entah sudah sampai berapa jam lamanya. Sekarang perutnya kelaparan dan dia butuh sesuatu untuk mengisi perutnya. Dia melirik jam di dinding, pukul tiga pagi. Ah, sepertinya dia masih jetlag. Jam segini dia justru melek.

Mitha meraih ponselnya untuk mengecek notifikasi-notifikasi yang masuk, terutama aplikasi chat yang sejak dia sampai belum disentuh sama sekali.

Tiba-tiba dia teringat pada Arsen. Pria itu bilang kalau dia sama sekali tidak ganti nomornya. Apakah itu benar? Kalau iya, mengapa dulu Arsen berhenti mengirim pesan padanya? Selama satu bulan pesan yang ia kirim hanya centang satu. Mitha mengira pria itu sudah ganti nomor, sehingga tak lama kemudian Mitha pun mengganti nomornya dengan nomor lokal di Paris.

Selomitha mengetik sesuatu di room chat antara dia dan Arsen.

"Sen! Ini nomor gue. Mitha."

Status online tiba-tiba muncul di bawah nama pria itu dan pesannya langsung terbaca. Secepat kilat, pria itu langsung meneleponnya. Eh, Mitha kok mendadak mules ya?

"Ngapain nelpon ih! Ini nomor luar, mahal loh!"

"Makasih masih nyimpan nomor gue. Lo baru bangun?"

"Kok tau gue tidur?"

"Tadi malam gue ke rumah. Mau ngobrol sama lo. Lo nya tidur," suara di seberang sana terdengar begitu seksi di telinga Mitha. Wujud pria berotot, berkumis dan berjanggut tipis itu kembali terlintas di benaknya.

"Oh, iya. Emangnya lo sendiri nggak jetlag?"

"Enggak, udah biasa gue bolak-balik ke luar gitu..."

"Ohh... sekarang kok masih bangun?"

"Lagi ngegambar..."

Astaga... Mitha benar-benar tidak tahu apa-apa soal Arsen. Apa Arsen sudah sukses menjadi seorang Arsitek atau belum, dia pun tidak tahu. Padahal pria itu bahkan membeli produk brand-nya dua tahun yang lalu.

"Arsen..."

"M? Tumben manggil gitu?"

"Maafin gue..."

"Maaf kenapa?"

"Lo benar. Mungkin tanpa gue sadari, gue yang udah menghilang dari radar pertemanan kita selama ini. Maafin gue..."

Suara sendu Selomitha berhasil membangunkan hasrat ingin melindungi Arsen lagi. Sama persis seperti yang dulu.

"Udah nggak apa-apa. Sekarang gue udah ngerasa lo kembali lagi kok..." hibur Arsen dari kejauhan. Namun itu tidak berhasil membuat rasa bersalah dalam diri gadis itu hilang begitu saja.

"Nanti lo ngantor ya?"

"Hm-m. Kenapa?"

"Trus ada jadwal pemotretan nggak?" oh, tentu saja Mitha sudah tahu kalau Arsen juga seorang model yang lumayan terkenal.

"Nggak ada sih. Mau jalan sama gue?"

"Nggak mau jalan... ke rumah aja. Mau ngobrol-ngobrol banyak sama lo."

"Oke, Nona. Laksanakan. Ya udah, gue lanjut dulu ya? Lo juga tidur lagi aja, istirahat yang cukup."

"Gue lapar..."

"Astaga... dasar lo."

"Temanin, Sennn...!"

"Hah? Ini udah jam tiga pagi woy! Nanti dikira ngapain gue ke rumah lo."

"Hahaha, bercanda gue. Selesaiin deh itu gambarnya. Semangat ya... Baby...?"

"Huahahahahahaaa..." Arsen sontak tertawa terpingkal-pingkal mendengar kata terakhir yang sengaja dijeda Mitha. Mungkin gadis itu hanya ingin menggodanya.

"Iya, Sayang. Dadah..."

DEG!!!

Mitha sukses membeku. Dia cuma bercanda, tapi kenapa dia yang jadi baper??

*****

NB : Readers, maaf ya, sehari kemarin nggak update. Suami sakit dan masih ngasuh baby juga. Nggak bisa fokus walau ada waktu buat ngetik. Makasih ya udah nungguin 🙏🏻🙏🏻🙏🏻

Aku lagi mikir mau ngasih konflik apa enaknya ke mereka berdua. Bab yang ini hepi-hepi dulu aja yaa, soalnya baru ketemu. Semoga nanti kalian suka.

Jangan lupa like, comment dan vote-nya yaa. Love you 🥰🥰🥰

1
martini
bagus
Andy Mauliana
judul sub babx mending ini Poor Selomitha
Rizka Susanto
mau dunk 1 aja laki modelan bang arsen😁
Rizka Susanto
wkwkwk...,
Casing bawaan ,🤭
Rizka Susanto
smpe skrng aku blm bisa menebak maunya si Abang itu sebenernya apa...,😓
Rizka Susanto
aku kecewa baaanngg....😆
lagian km gtu si sen...sukanya phpin anak orang🤭
Rizka Susanto
nagih ya bang??🤭
lenong
burung apa tuh🤣🤣
Boa Hancock
cius sih cemistry visualnya dapet bgt..
visual selomitha cocok sama karater di novel.
aku ngikutin jg dr sarah demian,, crish amber, chalondra dominic, brandon, selomitha arsen. tngl baca yg arsy.
Boa Hancock
lebih lama dr emak bapaknya.. ini udh dari jebrol 😍
Boa Hancock
ngakak bgr bayanginnya sue 🤣 pdhl aku jg beraku kamu.
tp krn tll mendalami peran mereka kok ikut geli ya
Boa Hancock
ahhh kenapa ga jadiin crist dan amber cameo thor 🤣 kan kangen.
Boa Hancock
bohong itu mithanya 🤣 org kliatan bekas tali bra kata arsen
Boa Hancock
papa chris dan mama amber diundang gaaa 😍
Boa Hancock
wilujeng tepang taun, selomitha
Boa Hancock
seketika ingat math 💃
Boa Hancock
heh 🤣
Boa Hancock
tidaaaaakk 🤣
dl aja nyuruh delia nyurangin.
bener jata mama sarah, arsen emg bege
Boa Hancock
pasti waktu kecil arsen pernah ngelamar mitha?
Boa Hancock
ah manda, mau gmn pun kan itu ga etis dibahas fifepan pcr cewe
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!