NovelToon NovelToon
BOSKU MENGINGINKAN TUBUHKU

BOSKU MENGINGINKAN TUBUHKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa Fantasi / CEO
Popularitas:3.2k
Nilai: 5
Nama Author: Nesakoto

Demi melunasi utang orang tuanya, Kinara rela mengorbankan dirinya daripada dipaksa menikah dengan pria tua. Dikhianati oleh pria yang dicintainya dan adik tirinya sendiri, ia memilih meninggalkan rumah untuk memulai hidup baru. Namun satu keputusan nekat mengubah segalanya, menyeretnya ke dalam takdir yang mengikatnya dengan pria paling berkuasa yang tak pernah ia bayangkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nesakoto, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertemu Lagi

Malam ini, sesuai janji yang sudah dibuat jauh-jauh hari, dua keluarga akhirnya bertemu. Keluarga Minoto dan keluarga Bramasta dipertemukan di Geranium Resto, restoran yang memang menjadi tempat pertemuan kalangan orang berada.

Bayu datang lebih dulu bersama orang tuanya. Mereka langsung dipandu menuju ruang VIP yang sudah dipesan.

Wajah Mama Bayu tampak sedikit tegang, meski senyumnya tetap dipaksakan. Sementara Papa Bayu, seperti biasa, lebih memilih diam, hanya sesekali melirik putranya yang sejak tadi tampak gelisah.

Tak lama berselang, Arbian muncul bersama istri mudanya, Rani, serta putri mereka, Diana.

Dari luar, mereka terlihat seperti keluarga bahagia: seorang ayah berwibawa, istri cantik, dan anak perempuan yang lemah lembut. Tapi tentu saja, penampilan kadang tak sejalan dengan kenyataan.

Rani begitu terpukau ketika menapakkan kaki di depan restoran itu. Gedungnya menjulang, kaca-kaca besar berkilau diterpa cahaya lampu.

Bagi Rani, ini pertama kalinya ia masuk ke tempat makan sekelas ini. Sebelum menikah dengan Arbian, hidupnya biasa saja, bahkan bisa dibilang pas-pasan. Ia hanya seorang waitress yang mengandalkan gaji harian.

Kenangan itu berkelebat dalam benaknya. Ia masih ingat jelas, pertama kali bertemu Arbian di restoran tempatnya bekerja. Pria itu sering datang bersama koleganya.

Dari situlah Rani mulai menyusun strategi. Ia sadar, kalau ingin hidupnya berubah, ia harus menikahi orang kaya. Dan Arbian, seorang duda beranak satu, menjadi target paling realistis.

Awalnya ia hanya melayani dengan ramah, lalu mulai mencari-cari alasan untuk lebih dekat. Sampai akhirnya, kesempatan itu datang saat malam hujan deras.

Arbian melihatnya basah kuyup menunggu angkutan umum. Dengan dalih iba, Arbian menawarkan tumpangan. Tapi justru dari situlah hubungan mereka benar-benar dimulai.

Rani yang waktu itu mengenakan kemeja putih tipis tak sadar (?)—atau mungkin pura-pura tak sadar—kalau tubuhnya jelas terlihat. Arbian beberapa kali melirik, dan Rani sengaja tidak menutupinya.

Hasrat pria yang sudah lama terpendam pun akhirnya pecah. Mobil menjadi saksi bisu hubungan gelap pertama mereka. Dari situlah Rani perlahan menjeratnya.

Hari berganti minggu, minggu berganti bulan. Hubungan terlarang itu semakin intens. Sampai akhirnya Rani hamil, dan Arbian tak punya pilihan selain menikahinya. Sejak saat itu, hidup Rani berubah total. Dari waitress biasa menjadi nyonya rumah tangga terpandang.

Namun satu hal yang membuatnya tidak tenang: kehadiran Kinara, anak tiri yang dianggapnya penghalang. Harta warisan Arbian bisa saja jatuh ke tangan Kinara, bukan ke Diana, putri kandungnya.

Maka sejak awal, Rani berusaha memanipulasi keadaan. Ia menanamkan doktrin kalau kakak harus selalu mengalah demi adik. Perlahan tapi pasti, ia berhasil membuat Kinara menyerahkan apa saja demi Diana.

Kini, berdiri di depan Geranium resto, Rani merasa menang. Ia sudah berhasil membawa keluarganya ke titik ini: sebuah pertemuan resmi dengan keluarga calon besan yang terpandang

“Wah… megah banget ya, Ma,” bisik Diana dengan wajah berbinar, pura-pura kagum.

“Jaga sikapmu, sayang. Ingat, malam ini penting,” jawab Rani pelan, meski matanya sendiri tak lepas dari interior mewah yang terpampang.

Mereka bertiga pun masuk. Namun langkah Rani mendadak terhenti ketika matanya menangkap sosok yang familiar di sudut ruangan. Tubuhnya menegang. Itu… Kinara.

“Ma, kok dia ada di sini? Perasaan kita nggak undang dia deh,” bisik Diana dengan nada kesal.

“Mama juga nggak tahu, Sayang,” jawab Rani cepat, wajahnya mulai memanas.

Arbian pun melihatnya. Rahangnya seketika mengeras. Ia berjalan menghampiri Kinara yang baru saja duduk.

“Apa yang kamu lakukan di sini?” suaranya dingin, menusuk. “Setelah pergi meninggalkan rumah, sekarang kamu berani-beraninya datang ke acara penting ini?”

Kinara menoleh, ia sedikit tak menyangka akan bertemu dengan Papa dan juga Mama serta adik tirinya itu disana. Kedua alisnya teratur, seolah menanyakan maksud ucapan Papanya.

“Kamu pasti datang karena mau ganggu pertemuan ini, kan? Kamu mau rebut Bayu dari adikmu? Dasar nggak tahu diri! Kamu harus sadar, Kinara. Laki-laki itu bukan cuma Bayu. Lebih baik kamu pergi dari sini, jangan rusak acara makan malam ini!"  Sela Rani dengan tajam.

Setiap kata terasa seperti tamparan keras. Kinara terdiam. Hatinya panas, tapi lidahnya kelu. Merebut? Bukankah yang terjadi sebaliknya? Diana lah yang merebut dari dirinya.

Namun daripada berdebat, ia memilih pergi. Langkahnya ringan, meski dadanya sesak. Ia duduk di sofa tamu, mencoba menenangkan diri.

Rani mendengus. “Dasar nggak ada sopan santun. Orang tua ngomong malah ditinggal pergi begitu aja.”

“Sudahlah, Ma,” Diana menarik tangan ibunya lembut. “Jangan sampai Bayu dan keluarganya nunggu kita terlalu lama.” Ucapannya manis, seolah ia gadis penurut. Tapi dalam hati, ada rasa puas melihat kakaknya dibentak seperti itu di depan umum.

Tak lama, keluarga Bramasta pun akhirnya masuk ke ruang VIP lantai satu. Bayu dan orang tuanya sudah datang lebih dulu.

Mama Bayu yang melihat kedatangan calon besannya, langsung tersenyum meski senyum yang ditampakkan jelas sebuah keterpaksaan. Dari awal, ia memang tidak pernah setuju dengan pilihan Bayu. Tapi karena putranya memaksa, akhirnya ia menyerah.

“Selamat malam,” sapa Rani sambil menyunggingkan senyum lebarnya.

Mama Bayu hanya tersenyum tipis, tak berniat menjawab bahkan memulai cipika-cipiki seperti pertemuan ibu-ibu pada umumnya.

Mereka duduk dengan suasana yang masih terasa canggung. Untungnya, Bayu berusaha mencairkan keadaan dengan memulai pembicaraan ringan.

Namun selanjutnya, perhatian Mama Bayu justru tertuju pada Rani. Baru saja pelayan memberikan buku menu, Rani langsung kalap. Ia menunjuk hampir semua hidangan mahal yang bahkan belum pernah ia dengar namanya.

“Yang ini, yang itu, oh dan yang ini juga…” katanya bersemangat.

Arbian hanya bisa mendesah pelan. Menegur istrinya di depan calon besan rasanya tidak pantas. Diana yang duduk di sebelahnya buru-buru menyenggol tangan Rani, memberi kode agar berhenti.

Rani pun tersadar, lalu tersenyum canggung. “Eh, cukup segitu aja deh,” ujarnya, meski jelas terlihat ia masih ingin memesan lebih banyak.

Tak lama, hidangan demi hidangan berdatangan. Bukannya langsung menyantap, Rani malah mengeluarkan ponsel. Ia sibuk memotret dari berbagai angle.

“Say cheese, Sayang,” ujarnya pada Diana, membuat putrinya tersenyum manis di depan kamera. Klik, klik, klik. Semua makanan dipotret.

Ia lalu mengunggah hasil jepretannya ke media sosial dengan caption cukup "lebay" :Terima kasih jamuannya, calon menantuku.

Komentar pun segera berdatangan dari geng arisannya:

“Wah jeng Rani, calon mantunya baik banget, pasti kaya raya yaa.”

“Restoran mahal lagi, ajak-ajak dong, jeng.”

“Ih tajir melintir ya, calon mantunya.”

Membaca komentar itu membuat Rani tersenyum puas. Wajahnya berseri-seri, seperti lupa kalau ia sedang dalam acara serius.

Mama Bayu yang duduk di seberang hanya bisa mendengus. Dalam hati ia menyesali keputusannya mengiyakan pernikahan ini.

Makan malam itu akhirnya berjalan agak kaku, meski Bayu berusaha keras menjaga suasana tetap hangat.

Tak ingin lagi berlama-lama disana, pihak kedua orangtua Bayu pun memutuskan untuk langsung menentukan jadwal pertunangan yang akan diadakan dalam beberapa minggu lagi.

1
sandi sanda
/Drool/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!