NovelToon NovelToon
Angsa Putih

Angsa Putih

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Petualangan / Chicklit / Tamat
Popularitas:9.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: CloverMint

Pernahkan kalian melihat angsa? Berenang dan menari dengan anggunnya di tengah sungai.
Tapi tahukah kalian? Di balik ketenangan tubuhnya di atas permukaan, Angsa berjuang mengayuhkan kakinya di dalam air agar dapat terlihat anggun di permukaan.

Begitulah hidup Gisella,
Tak ada yang tahu perjuangan hidupnya selama ini,
Pribadi yang selalu tersenyum riang di depan orang-orang, ternyata memiliki masa lalu yang kelam.

Bergumul dengan masa kecilnya yang selalu di rundung oleh teman-temannya, dan trauma masa kecilnya,
"Dasar anak pembawa sial!"
Ibunya sendiri mengatainya sebagai anak pembawa sial dan mengusirnya dari rumah.
Sang sopir membawa Gisella pergi dari rumah dan membuangnya di tempat antah berantah.

"Nak, kenapa menangis di sini?" tanya seorang wanita paruh baya yang melihat Gisella duduk menangis di pinggiran kebun.

Gisella kecil hanya menatapnya, lalu kembali meringkuk menangis pilu.

"Nak, ikut Emak mau?" tanya suara lembut itu lagi, mengulurkan tangannya kepada Gisella.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CloverMint, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 32

"La, matamu napa sembab begitu?" tanya Ima begitu melihat Ella yang baru pulang. 

"Nggak papa Im, kamu tadi nggak lupa sholat kan?" tanya Ella berusaha mengalihkan pembicaraan. 

"Sudah, hehe. Kamu kok ingat sih jadwal sholat, ngelebihin aku aja," ujar Ima yang sebenarnya penasarab karena dari awal kenal Ella pasti mengingatkannya untuk sholat, padahal dia bukan muslim. 

"Hehe.. Emakku kan muslim taat,Im. Jadi aku selalu ingat," ucap Ella, kembali teringat Emaknya. 

"Oh.. Kok bisa kamu beda agama sama emakmu?" akhirnya pertanyaan itu keluar juga dari mulut Ima, yang selama ini ditahannya. 

Ella tersenyum, "Ya bisa aja Im."

"Oh iya, ibuku mau vidcall sama kamu La," ucap Ima yang teringat pesan ibunya. 

"Tapi apa ndak sudah tidur ibumu Im?"

"Kita coba saja, nanti aku lupa lagi, dimarahin lagi deh," jawab Ima tertawa. 

"Husst, udah malam, jangan keras-keras, nanti tetangga pada ngamuk," canda Ella. 

Malah disambut tawa Ima yang semakin keras.

Tut.. Tut.. 

"Assalamualaikum Bu," ucap Ima begitu sudah terlihat wajah ibunya Ima. 

"Waalaikumsalam anak-anak Ibu yang cantik," jawab ibunda Ima senang. 

"Apa kabar Bu, sehat semua ya?" sapa Ella santun. 

"Alhamdulillah, sehat semua Nak. Kalian juga harus baik-baik disana ya."

"Iya Bu, kata Ima, Ibu mau bicara dengan Ella."

"Iya Nak, Ibu tuh bersyukur sekali Ima berteman sama Ella. Sekarang Ima bilang dia rajin sholat, katanya kalau nggak sholat dimarahi Ella," ucap Ibunda Ima tertawa kecil. 

"Ah..Nggak bu, Ella cuma mengingatkan saja kok."

"La, besok saar liburan pulang ya kemari, Ibu tadi bilang sama Ima, tapi katanya disuruh bicara sama Ella sendiri."

"Oh.. Makasih Bu, tapi apa nggak merepotkan kalau Ella ke sana?" 

"Hehe, Ibu malah senang.. Pengen ketemu langsung sama kamu La. Ima sejak kenal kamu banyak berubah. Terima kasih ya La, sudah mau bantu Ima," ucap ibunda Ima berkaca-kaca. 

"Jangan terima kasih bu, sudah kewajiban Ella saling bantu sama Ima. Ella yang harus terima kasih sama Ima, karena mau berteman sama Ella."

"Ya sudah, Ibu benaran berharap liburan besok kalian pulang ke kampung ya."

"Iya Bu, semoga nggak ada halangan ya."

"Amin."

"Ya sudah kalian istirahat sekarang, Assalamualaikum."

"Waalaikumsalam" 

Ima segera menutup teleponnya.

"La, liburan nanti kita pulang ya ke rumahku," rayu Ima. 

"Tapi apa aku nggak merepotkan Im?" tanya Ella ragu. 

"Nggak, kita pulang sama-sama," peluk Ima senang. 

"Ya sudah. Nanti mampir rumahku ya, sekalian aku ziarah ke makam Emak," putus Ella mantap. 

"Hore! Deal kita pulang, nanti aku pesan tiketnya ya," ujar Ima senang. 

"Tidur yuk, La."

Setelah membersihkan tubuh, mereka segera masuk ke kamar dan berbaring. 

"Im, tadi Kak Ferry bilang mau buka usaha sendiri, mau buka toko kue dan cake gitu, terus tetap ada tempat untuk minum dan makan kue, tapi nggak ada makanan lain selain kue atau cake di toko gitu," cerita Ella sambil berbaring. 

"Wah, bagus dong La, terus?" tanya Ima yang langsung membalik badan menghadap Ella. 

"Kita diajak ikut gabung, kamu kan pintar lukis cake sekarang, juga sudah bisa mengolah minuman seperti juice, kopi, yang ringan-ringan gitu, mau nggak?" tanya Ella. 

"Mau dong La, artinya gajiku lebih besar nanti," ucap Ima tertawa senang. 

"Soal gaji aku nggak tahu, nanti tanya Kak Ferry aja ya."

"Iya nanti kita bahas bertiga ya."

"Sudah ayo, tidur. "

###

"Ella.." teriak Farah berlari menjajari langkahnya masuk kedalam kelas. 

"Tumben Far, biasanya sudah di kelas," tanya Ella begitu sudah menyimpan tasnya di dalam laci meja. 

"Hehe.. Kesiangan La. La, Hari Minggu mamaku pesen snack ya, tapi sekalian diisi minuman gelas, 200 dus. Jam 11 siang diambil," jawab Farah yang sudah duduk di kursi kebesarannya disisi Ella. 

"Makasih ya Far, mamamu sering sekali order snack," ucap Ella tersenyum manis. 

"Lah, mamaku aktif di organisasi La, jadi sering ada kegiatan-kegiatan," jawab Farah tertawa. 

"Ssst.. Pak Haryadi masuk," bisik Ella. 

Pak Haryadi memasuki kelas dan di sisinya tampak seorang murid pria dengan wajah seperti model film,hidungnya mancung, bibir tipis, tinggi yang proporsional. Semua mata murid wanita terpikat pada si pria,sedang Ella hanya diam saja. 

"Pagi anak-anak, hari ini kalian akan mendapat teman baru, dia pindahan dari Surabaya," ucap Pak Haryadi. 

"Pagi Pak… " jawab murid kelas 11 serempak. 

"Kevin, silakan kamu memperkenalkan diri ke teman-temanmu," ucap Pak Haryadi

"Hallo, saya Kevin dari Surabaya," ujar Kevin tanpa ekspresi, datar sekali.

"Cuma itu Vin? Nggak ada yang lain?" tanya Pak Haryadi. 

"Cukup Pak," jawab Kevin singkat. 

"Ya sudah, kami duduk di sana ya," tunjuk pak Haryadi ke kursi kosong di sebelah Teddy. 

Kevin berjalan menuju kursi yang ditunjuk Pak Haryadi. Semua murid perempuan menatapnya seakan tak ingin melepas pemandangan yang indah itu, sehingga Pak Haryadi harus mengetuk papan tulis dengan mistar panjang, agar semua kembali fokus ke pelajaran. 

"Hai Kevin, kenalan dong," terdengar suara centil Dinda dengan CSnya yang langsung mengerumuni meja Kevin begitu Pak Haryadi melangkah meninggalkan kelas. 

"La, kamu nggak ikutan?" bisik Farah menggoda Ella. 

"Ikut apa Far?" tanya Ella bingung. 

"Itu cowok kece badai, yang baru masuk," jawab Farah menunjuk ke kerumunan di meja Kevin

"Lah ngapain.. Kurang kerjaan aja," jawab Ella, kembali fokus pada buku bacaannya. 

"Yah.. Kamu mah La. Kapan mau dapat pacar kalau begini," gerutu Farah.

"Sabar, belum kepikiran" jawab Ella tampak menoleh. 

"Kak Kevin…" terdengar suara merdu nyaring, bergema di ruang kelas, sehingga semua mata menatap mencari arah suara. 

Tampak seorang gadis cantik dengan paras putih dan mata bulat bersinar. Gadis itu berjalan dengan senyum terukir di wajahnya, yang menambah kecantikannya. 

Dia Melisa putri, siswi kelas 10 yang sekarang jadi primadona SMAN 02.

Tanpa canggung, Melisa mendekati kursi Kevin dan menarik tangannya. Kevin sendiri segera menipiskan tangan Melisa.

"Kak.. Kok gitu sih," rajuk Melisa dengan wajah dibuat cemberut. 

"Nggak usah pegang-pegang," jawab Kevin sinis dengan nada dingin. 

"Ya sudah, kita ke kantin yuk. Mel kangen sama Kakak. Mel semalamdikasih tahu Papa, katanya Kakak masuk kemari," ucap Melisa manja. 

Semua siswi wanita yang tadinya mengerubuti Kevin, satu persatu mundur teratur. Kalau saingannya Melisa, sudah pasti mereka kalah.

Dinda CS juga sudah melangkah kembali ke kursi mereka dengan wajah bersungut melihat kedatangan Melisa. 

"Kak.. Ayo, Mel sudah lapar nih," bujuk Melisa tak menyerah. 

"Far, aku ke perpus ya, di sini brisik," bisik Ella segera meninggalkan kursinya. 

Farah akhirnya juga keluar menuju kantin. 

Kevin sendiri berlalu keluar kelas tanpa melihat ke arah Melisa sedikit pun. Melisa segera mengikutinya sambil tersenyum senang. 

"Kak, ini bukan arah ke kantin," ujar Melisa mengikuti Kevin.

Kevin sama sekali tak menjawab apalagi menoleh, dia terus melangkah sampai ke depan perpustakaan.

Melisa yang melihat Kevin masuk ke sana, langsung menghentakkan kakinya dan berlalu dengan kesal. Kevin berjalan mengamati buku-buku yang tertata di dalam rak. Setelah menemukan buku yang ia suka, Kevin beranjak ke meja besar di tengah perpustakaan untuk membaca. Kevin duduk di seberang Ella tanpa saling mengenal.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

...HAI!! Terima kasih buat para pembaca yang sudah mendukung saya agar tetap semangat melanjutkan cerita ini setiap harinya!!...

...Agar saya tetap semangat update, dukung saya terus dengan memberikan LIKE, dan VOTE sebanyak-banyaknya ya!!...

...Jangan lupa tinggalkan bintang lima...

...(⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️)...

...dan klik FAVORIT agar tak ketinggalan episode selanjutnya ya!!...

...Terima kasih.❤...

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
anggy tabitha
ceritanya selalu nikah muda
Janatun Arismiyati
setuju sama kevin
Enink Puri
tubuh lemah tpi hati keras kya batu...keanak sendiri kya gitu...apalagi klo org lain yg melakukan kesalahan...
Enink Puri
La kapan jalannya.?? perasaan lari trussss
Enih Rustini
nangis ... /Sob//Sob//Sob/
zizah
halo kk. aku ada karya baru nih, mampir ya..
reii.ptra
hyy ella,aku balik nih...kali ini aku dh siapin tisu la,aku siap meneteskan air mata sebanyak-banyak nya hehe,ini tahun 2024,dan terkahir aku baca kamu di tahun 2022..
TitinN: haha sama kak, klo kangen aku jga suka baca ulang apalagi karya author yg 'Fania itu aku' tpi semua nya aku sukaaa🤣
total 1 replies
Nivia Olive
Hehehe ini berarti banyak yang baca lompat2. Padahal dari awal Author dah nulis kalo Ella beda agama dengan Mak Mila. Inilah penting membaca dengan jelas dan perhatian tanpa lompat2 biar ga salah pengertian ✌️😊
Mul Iani
Lumayan
RATNA MULJATI
semakin seru aja. jadi deg2an
Wins Winarno
dada saya sampai sesek😭😭😭
Wins Winarno
sprt aq dulu, anak kandung serasa anak tiri. tp Alhamdulillah skrng mending habis dah pny klrg semua
Aghitsna Agis
udah lama dibaca mahkota bunga jusyru nunggu kelanjutannya belum up saja
Reni Setia
makasih utk karya novelmu thor
Perdes Amsil
tokoh cowonya banyakkk .. ayoh ella kmu pilih yang manaa!?
Herna Erna
othornya juragan bawang nih.... soalnya disebar hampir disemua chapter😢😢
Sri Purwati Widodo
ngs bgt
Defrin
Kasian kali Gisel....
Udah teman teman mengejek Eh kakaknya juga ikutan ...
Tapi YG membuat Tambah sedih mama nya kok cuek Amat...
zonk
banyak pelajaran yang bisa di ambil dari kisah ini.
Hasmi Ahhasbi
izin share tor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!