TAMAT
Rara bersembunyi sebisa mungkin agar tak terlihat oleh pria yang sudah dilihatnya sedang menghajar seorang wanita yang sudah terkapar berlumuran darah, membuatnya terpaksa harus bersembunyi agar tak menjadi korban berikutnya. Namun sayang persembunyian Rara pun diketahui oleh lelaki itu dan Rara pun menjerit ketakutan saat sebuah tangan mengcengkram bahunya dengan sangat kuat.
" Aaaa sakit, Aku minta maaf, aku tak sengaja melihatmu, aku hanya sedang lewat dan mendengar sebuah teriakan dari gadis itu. aku benar-benar tak bermaksud untuk ikut campur, aku hanya sedang lewat saja. Aku mohon ampuni aku, jangan sakiti aku, aku berjanji akan tutup mulut, aku tak akan menceritakan pada siapapun. Aku mohon lepaskan aku" Ucap Rara dengan tangis lirih. Rasa takut yang amat sangat, membuatnya pingsan dihadapan lelaki itu. Namun bukan meninggalkan Rara, lelaki tersebut malah menggendongnya ala bridal, membawanya menuju kediaman seorang Pria Psychopath.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Rubby, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tidak bisakah kau mencintai ku???
Setelah menangisi kekalahan nya, Samuel masih diam dalam pangkuan Rara. Rara menjadi sedikit kasihan kepadanya, sampai Ia berpikir. Mungkin jika ia dapat memberikan cinta nya pada Samuel, Samuel akan berubah menjadi baik, tidak menjadi manusia kejam, yang terus meneror orang-orang terdekat Rara.
Tapi Rara terlalu takut, karena dia belum mengenal betul Samuel. dia kadang baik, kadang kejam bahkan bisa berubah menjadi sangat menakutkan.
Karena terlalu lama berfikir, tak terasa kakinya merasa Keram, Rara pun sedikit menggerakkan tubuhnya. Namun hal itu justru malah membuat Samuel terbangun.
" Maaf, Apa kau kesakitan ". Ucap Samuel lalu membuka pengikat di pergelangan tangan Rara. Rara pun mengangguk dan memijit pergelangan tangannya yang sedikit nyeri.
" Aku minta maaf selalu menyakitimu, Aku Sungguh-sungguh mencintaimu Ra. Aku tidak suka melihatmu berdekatan dengan pria lain, aku tidak bisa melihat hal itu. Aku takut kau akan pergi meninggalkan ku ". Ucapnya
" Tidak bisakah kau mencintai ku, seperti kau mencintai Daffa ". Pinta Samuel memeluk Rara sangat erat, Rara merasakan dadanya terasa sesak, karena pelukan Samuel yang begitu Erat. Namun lambat laun pelukan itu berubah menjadi sebuah aksi yang sudah pernah dilakukan Samuel.
Samuel sangat berambisi ingin memiliki Rara, sulit mengajaknya untuk menikah, Ia akan melakukan apa saja agar benar-benar bisa memiliki Rara.
Tangan nya dengan cepat masuk kedalam Kaos Rara dan melepas pengait bra nya, Rara kembali berontak untuk dilepaskan dari pelukan. Jika Samuel terus-menerus melakukan hal ini, bisa-bisa Rara akan Hamil. Dulu Ia masih aman, karena saat samuel memperkosa nya, ia dalam keadaan tidak subur.
Namun Jika Samuel melakukannya lagi, Rara khawatir kali ini Ia tidak bisa menghindarinya.
" Iya kak, aku akan belajar mencintai mu ". teriak Rara dengan sigap Samuel menghentikan aksinya lalu tersenyum bahagia.
" Benarkah, Kamu mau belajar mencintai ku". tanyanya lagi. Rara pun mengangguk, ia terpaksa berbohong karena Ia sangat takut Samuel akan memperkosanya lagi.
" Cium aku ". Pinta Samuel, Rara pun mencium pipinya. tapi Samuel menggeleng, Ia mengangkat tangan dan mengacungkan telunjuk jarinya untuk menyentuh bibir, memberikan syarat bahwa Rara harus mencium bibir.
Rara diam sejenak lalu dengan terpaksa Ia pun mencium bibir samuel, dan disambut hangat oleh Samuel. Bibir mereka saling Bertautan, membalas satu sama lain. Saat ciuman Samuel semakin liar, Rara pun menghentikannya.
" Maaf, aku terlalu bahagia, sampai lupa batasan ". Ucap Samuel.
" Kak ". panggil Rara.
" Hmm " sahut samuel membelai rambutnya.
" Apa aku boleh bertemu Dita ". pinta Rara.
" Tentu sayang dia kan teman mu, temui dia. Dia pasti sudah menunggu mu lama ". ucap Samuel mempersilahkan Rara.
Rara pun berlari menuju tempat dimana Dita berada.
" Jangan berlari nanti kau jatuh ". teriak Samuel yang tak dihiraukan Rara.
Samuel pun tersenyum melihat tingkah Rara, bisa-bisa nya dia mencari alasan untuk lari darinya. sangat menggemaskan. Samuel pun membiarkan Rara dan Dita bersama, karena ada kejutan lagi untuk Rara yang tak akan bisa membuatnya lari dan berpaling darinya.
**************
Kini Daffa dan Ferdy sampai di sebuah Rumah, tapi kenapa banyak sekali orang didalamnya. Seperti rumah tapi terlihat seperti kantor, Ferdy pun langsung menghubungi seseorang yang tinggal di rumah tersebut.
" Gue udah di luar rumah lo nih, tapi ini kok rame banget ya, apa gue salah rumah ". ucap Ferdy pada seseorang diseberang sana.
" Oke, gue tunggu ". sahutnya.
Tak lama datang seorang Pria menyambut mereka.
" Ferdy? ". Sapa Pria tersebut.
" Yaa, siapa ya? ". tanyanya heran.
" Gue cuma disuruh sama temen gue, untuk mempersilahkan kalian masuk. Ayo ". balasnya. Ferdy dan Daffa pun mengikuti pria itu, dan membuka sebuah pintu kamar, dilihat di dalamnya sangat rapi.
" gue tinggal ya ". Pamit sang pria.
" Oke, thanks ya ". balas Ferdy mengangkat jempolnya.
Ferdy pun duduk dan membuka ponselnya, sedangkan Daffa melihat-lihat sekeliling yang terdapat beberapa buku tertata rapi.
" Hai Kak ". Sapa seseorang yang ingin ditemui oleh Ferdy.
" What's up bro ". sapa balik Ferdy, mencoba mencairkan suasana karena melihat wajah Daffa sedikit bingung.
" Kak Daffa ". Fadil pun menghampirinya bersalaman dan memeluknya.
" Bagaimana kabar mu ". Tanya Daffa ramah.
" Aku baik kak, seperti yang kakak lihat saja ". jawab Fadil.
" Kenapa lo bawa ke tempat Fadil, Sebenernya ada apaan si ". Tanya Daffa penasaran kepada Ferdy.
" Gak ada apa-apa, Gue cuma mau ngajak lo liburan aja. biar gak suntuk di kota jakarta terus. Iya kan Fad ?". sahut Ferdy santai, Fadil pun mengangguk pasrah karena kebohongan Ferdy.
" Kakak udah makan, aku baru pulang. Aku keluar sebentar ya beli makan dulu buat kalian ". Pamit Fadil namun sebelum pergi Ferdy menahannya.
" Gue ikut Fad, barang kali aja gue ketemu jodoh disini". Ferdy pun mengikuti Fadil yang sudah kelaur lebih dulu. dan Daffa mengambil sebuah buku untuk dibacanya sambil menunggu adik dan sahabat nya tiba.
Saat sedang menunggu pesanan tiba, Ferdy pun memulai percakapan nya.
" Lo yakin Ketemu Rara disini ". Tanya Ferdy, dan Fadil menjawab dengan anggukan.
" Gimana ceritanya, kok dia bisa sampai disini". tanya Ferdy lagi.
" Dia kuliah di kampus XXX, dan kebetulan Rara berteman dekat dengan teman ku juga ". Ucap Fadil.
" Jika teman ku tak menceritakan tentang Rara padaku, mungkin aku juga tidak akan tau, kalau Rara berada di kota ini ". lanjut Fadil.
" Teman ku bercerita, bahwa teman barunya sedikit berubah, tidak seperti awal mereka bertemu, begitu riang dan ceria, mudah bergaul dengan siapa pun, tapi teman barunya kini terlihat murung terus menerus dan menjauh dari teman-teman yang sudah menganggap nya wanita periang". Ucapnya.
" Kasihan Rara, Samuel pasti sudah melakukan sesuatu, sampai membuatnya harus bersikap tidak seperti biasanya. Apa menurut mu Samuel mengancamnya ". sahut Ferdy lalu bertanya pada Fadil.
" Sepertinya begitu kak, Mungkin Kak Samuel Sudah benar-benar jatuh cinta pada Rara. Makanya Rara yang tadinya welcome sama siapapun di kampus, kini jadi menghindari Teman-temannya ". ucap Fadil.
" Kak Samuel dulu pun begitu kepada Nisa. Saat Nisa mencoba memberi pengertian pada kak Samuel, bahwa Ia hanya mencintainya. Ternyata malah terang-terangan mengakui mencintai Kak Daffa ".
" Kak Samuel merasa sangat bodoh saat itu, karena dengan mudahnya mempercayai ucapan Nisa. Apalagi saat Nisa Hamil anak ku, Ia malah memintaku untuk menutupi bahwa ia hamil karena ku dan meminta kak Daffa yang bertanggung jawab atas kehamilan nya ".
" Jika saja dulu aku tak mengira bahwa hadiah yang kaka Daffa berikan adalah Nisa dan aku juga tak akan terbujuk rayuan Nisa. Mungkin kejadian itu tak akan pernah terjadi. Dan Kak Daffa pasti sudah hidup bahagia bersama Rara ". Ucap Fadil menyesal.
" Sudah lah fad, itu semua hanya masa lalu. kita juga gak akan tau gimana kedepannya nanti. Apakah Rara akan kembali bersama Daffa, atau akan mati ditangan Samuel ". Ucap Ferdy yang ikut merasa bersalah.
" Lalu sekarang kita harus bagaimana ". Tanya Ferdy.
" Aku juga tidak tau kak, Dita tak bisa dihubungi dari kemarin. Tadi aku sudah ke kampus dan ke tempat kostnya. Tapi kata teman nya, Dita pergi bersama seorang pria, dan belum kembali sejak kemarin ". Jawab Fadil mengacak-acak rambut nya.
" Aku takut sekali, Dita diculik Kak Samuel. Karena kemarin kami sempat bertemu di kampus dan aku tau orang suruhan Kak Samuel pasti sudah memberitahu bahwa aku datang menemui Rara". Tukasnya.
Ferdy dan Fadil semakin bingung harus bagaimana, karena mereka sudah terlanjur membawa Daffa untuk dapat bertemu dengan Rara. tapi malah berakhir seperti ini. Semoga saja Dita segera mengabari Fadil, dan memberitahukan keberadaannya.