NovelToon NovelToon
Pawang Sang Tuan Muda Impoten

Pawang Sang Tuan Muda Impoten

Status: tamat
Genre:Beda Usia / One Night Stand / CEO / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Disfungsi Ereksi / Tamat
Popularitas:210.2k
Nilai: 4.8
Nama Author: Senja

Enzio Alexander Pratama, pria 28 tahun dengan kekayaan dan status yang membuat iri banyak orang, ternyata menyimpan rahasia kelam—ia impoten.

Sebuah kecelakaan tragis di masa lalu merampas kehidupan normalnya, dan kini, tuntutan kedua orangtuanya untuk segera menikah membuat lelaki itu semakin tertekan.

Di tengah kebencian Enzio terhadap gadis-gadis miskin yang dianggapnya kampungan, muncul lah sosok Anna seorang anak pelayan yang berpenampilan dekil, ceroboh, dan jauh dari kata elegan.

Namun, kehadirannya yang tak terduga berhasil menggoyahkan tembok dingin yang dibangun Enzio apalagi setelah tahu kalau Anna adalah bagian dari masa lalunya dulu.

Bahkan, Anna adalah satu-satunya yang mampu membangkitkan gairah yang lama hilang dalam dirinya.

Apakah ini hanya kebetulan, atau takdir tengah memainkan perannya? Ketika ego, harga diri, dan cinta bertabrakan, mampukah Enzio menerima kenyataan bahwa cinta sejati sering kali datang dari tempat yang tak terduga?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. TigaPuluhDua

“Akhirnya sebentar lagi beres.”

Di dapur, Anna tengah sibuk memasak dengan penuh semangat. Ia ingin membuat makan malam spesial untuk merayakan kebebasan ayahnya setelah sekian lama.

Sementara itu, di ruang tamu, Enzio duduk bersama Pras dan Ibu Sumi. Namun, ada satu masalah, Enzio terlihat begitu tegang.

Ia duduk kaku dengan tangan di atas lutut, nyaris tidak bergerak. Wajahnya yang biasanya dingin kini berubah penuh kehati-hatian. Ia tahu bahwa Pras bukan tipe pria yang mudah didekati, dan sejauh ini, suasana sudah cukup membuatnya berkeringat.

Pras memperhatikannya dengan tajam, lalu tiba-tiba bertanya, “Jadi, kamu ini anak majikan Ibu Sumi?x

Enzio mengangguk pelan. “Ya.”

“Kamu tidak berbohong, bukan?” tanya Pras lagi.

“Tidak.”

Pras mengangkat alisnya. “Itu saja jawabannya?”

“Eh… ya, Ayah Mertua. Aku benar-benar tidak berbohong.”

Pras menghela nafas panjang, lalu menatapnya dengan lebih tajam. “Kamu ini laki-laki atau bukan?”

Enzio tersentak. “Apa maksud Ayah?”

“Kamu dari tadi hanya menjawab ya dan tidak. Dimana ketegasanmu?” Pras menggebrak meja dengan keras membuat Enzio hampir meloncat dari kursinya.

“Jangan sampai kamu plin-plan seperti perempuan?” Pras melanjutkan dengan nada tajam. “Aku tidak suka lelaki yang tidak tegas!”

Enzio semakin pucat. Astaga, ini calon mertua atau singa?! Pikirnya.

Ia menelan ludahnya dengan gugup. Tidak pernah seumur hidupnya ia merasa tertekan seperti ini.

“Aku izin ke kamar kecil dulu,” katanya cepat, lalu berdiri tanpa menunggu persetujuan.

Ibu Sumi yang sejak tadi menahan tawa akhirnya angkat bicara. “Kamar mandi ada di belakang rumah, Tuan Muda.”

Enzio mengangguk cepat, lalu melangkah menuju belakang rumah. Begitu ia membuka pintu belakang, ia langsung terdiam.

Di luar gelap. Tidak ada lampu, hanya pepohonan yang bergoyang terkena angin malam. Enzio menelan ludah. Ia bukan penakut, tapi tempat ini cukup menyeramkan baginya.

“Ah, sudahlah,” gumamnya, berusaha menyemangati dirinya sendiri.

Namun, saat ia hendak melangkah lebih jauh, terdengar suara gemerisik dari semak-semak. Matanya membelalak.

Hantu?

Seketika, Enzio berbalik arah dan kembali masuk ke dalam rumah. Ia langsung berjalan ke dapur, di mana Anna sedang memasak dengan fokus.

Tanpa ragu, ia langsung memeluk Anna dari belakang.

Anna yang tidak menyangka Enzio tiba-tiba muncul dan memeluknya sontak membelalak.

“Enzio?!”

“Temani aku ke kamar kecil,” bisik Enzio di telinganya.

Anna terdiam beberapa detik sebelum akhirnya tertawa pelan. “Pergi saja sendiri! Tidak lihat aku sedang sibuk?”

“Anna, di belakang rumah gelap dan ada pepohonan aneh,” keluhnya dengan suara rendah.

Anna semakin terpingkal. Jadi, pria yang selama ini terkenal dingin dan penuh aura misterius ini takut gelap?!

Enzio mempererat pelukannya, lalu mengecup lembut leher Anna. “Aku serius, Sayang,” bisiknya lagi.

Anna langsung merona. “E-Enzio! Jangan tiba-tiba mencium leherku seperti itu!”

Enzio terkekeh pelan. “Aku butuh ke toilet dan keberanian sebelum kembali ke ruang tamu dan menghadapi ayahmu.”

Anna menahan tawa, tetapi diam-diam ia menikmati momen ini. “Baiklah, baiklah. Aku akan menemanimu,” kata Anna akhirnya.

Enzio tersenyum puas, lalu menariknya keluar dari dapur menuju belakang rumah.

Selesai dari kamar mandi, Enzio bukannya membawa Anna ke ruang tamu seperti yang dijanjikan, tetapi malah menariknya ke dalam kamar yang sepertinya milik gadis itu.

“Enzio, kamu mau apa?” bisik Anna, setengah panik. “Ayah dan Ibu Sumi ada di luar.”

Enzio tidak menjawab. Dalam satu gerakan cepat, ia memojokkan Anna ke dinding dan meraup bibir mungil gadis itu dengan penuh kerinduan.

Anna terkejut, tetapi ciuman Enzio terlalu dalam, terlalu intens untuk ditolak. Ia bisa merasakan betapa Enzio begitu mendambakan bibirnya, seolah ini adalah sesuatu yang sudah lama ia tunggu.

Tangan Enzio pun tidak tinggal diam. Jemarinya mulai menelusuri paha Anna, membuat gadis itu merasakan aliran listrik menjalar ke seluruh tubuhnya.

“Mmh…” desah Anna, mencoba menahan lenguhannya.

Namun, Enzio semakin berani. Bibirnya turun ke leher Anna, meninggalkan jejak panas di kulitnya. Nafasnya begitu hangat, membuat Anna merasa lututnya hampir lemas.

Tepat saat Enzio hendak turun lebih jauh—

“Anna, kamu di dala, Nak?” suara berat Pras menggema membuat keduanya membeku di tempat.

Astaga! Anna langsung mendorong Enzio dengan panik.

“Sial!” umpat Enzio pelan.

Tanpa pikir panjang, Anna meminta Enzio segera bersembunyi di bawah kolong tempat tidur.

Anna dengan cepat merapikan pakaiannya, nafasnya masih tersengal karena kejadian barusan. Ia menatap cermin sekilas dan langsung mengutuk dirinya sendiri saat melihat lehernya yang kini memerah akibat jejak ciuman Enzio.

“Bagaimana cara menjelaskan ini?!”

Pintu kamar terbuka, dan Pras melangkah masuk dengan tatapan curiga.

“Kamu di sini?” tanyanya, matanya menyelidik.

Anna menelan ludah, berusaha tetap tenang. “Eh… iya, Ayah. Aku baru saja merapikan kamar.”

Pras memperhatikan Anna dengan teliti. Matanya menyipit tajam saat melihat tanda merah di leher putrinya. “Kamu yakin tidak sedang menyembunyikan sesuatu dari Ayah kan?” tanyanya lagi.

Anna tertawa gugup. "Tentu saja tidak, Ayah. Aku hanya–”

Pras menoleh ke lantai. Ada suara aneh dari bawah tempat tidur. Tatapannya semakin tajam. Dengan langkah perlahan, ia berjalan ke arah tempat tidur.

Di bawahnya, Enzio menahan napas. Ia benar-benar tidak ingin mati malam ini. Namun, malapetaka datang lebih cepat dari yang ia kira.

Pras menginjak jemari kaki Enzio dengan kuat.

“Argg!” Enzio hampir berteriak, tetapi segera menutup mulutnya sendiri.

Pras mendongak dengan alis terangkat. “Hmm? Suara apa tadi?”

Anna melirik ke bawah dimana Enzio terlihat kesakitan. “Tidak ada suara apa-apa, Ayah!” sahutnya cepat.

Pras menatapnya lama, lalu mengangguk pelan. “Baiklah.”

Namun, sebelum keluar dari kamar, ia berhenti sejenak dan menoleh ke arah Anna.

“Aku tidak tahu di mana bocah tengik itu bersembunyi, tapi ingat ini, Anna,” katanya dengan nada dingin.

Anna menelan ludah. “Apa, Ayah?”

“Kalau sampai Enzio macam-macam padamu…” Pras melirik sekeliling kamar dengan tatapan penuh arti. “Aku akan memotong burungnya,” ucapnya datar, lalu pergi.

Begitu pintu tertutup, Enzio langsung keluar dari bawah tempat tidur dengan wajah pucat pasi.

“Aku hampir mati,” gumamnya, mengusap wajahnya sendiri.

Anna tertawa kecil, meskipun wajahnya masih memerah akibat kejadian tadi. “Makanya, jangan macam-macam!”

Enzio meliriknya dengan tatapan penuh godaan. “Hanya satu macam.”

Anna langsung melempar bantal ke arahnya. “Keluar zana sebelum ketahuan ayah.” usir Anna.

Enzio melirik sesuatu dibalik celananya yang mulai bereaksi lagi. Kemudian dia mengacak-acak rambutnya, frustasi.

“Kamu kenapa?” tanya Anna khawatir.

“Bisa tidak kita menikah sekarang? Aku tidak peduli jika ayah mertua akan menghajarku habis-habisan setelah ini. Aku sudah tidak bisa menahannya lagi!” Enzio keluar kamar, berniat menemui Pras.

“S–sekarang?”

1
🌹🪴eiv🪴🌹
udah habis aja 🙀
terimakasih untuk tulisan indah mu thor
🌹🪴eiv🪴🌹
kirain anak tiri
Aisyah Aisyah
bisa jadi gk sih mereka tuh kembar vania sma anna
Rizka Susanto
ya elaahh... knp harus sama Theo siihh..., 😌
Rizka Susanto
ya ampun zio..... mukamu mau ditaro dimana banggg??? 🤣
love sick
ff
aleena
hah aku Baru ingat ,
umur Anna lebih Tua
saat itu enzio seharusnya manggil kak Anna

dia marah karna banyak yg bully Anna disekolah, sebb cacat di kakinya
Pacar_piliks
mantapp
Qaisaa Nazarudin
Ada gaknya novel yg Alurnya nya peran utama ceweknya BAR-BAR, TANGGUH,TEGAS,CUEK,CANTIK,DAN PANDAI ILMU BELADIRI..Susah nyari novel alurnya gitu,..
Qaisaa Nazarudin
Sumpah pocong..
Qaisaa Nazarudin
TTG DONOR DARAH ITU KAN..ASAL KAMU TAU YG MENDONORKAN DARAH KE KAMU SAAT ITU BUKAN VIONA..
Qaisaa Nazarudin
Makanya jadi orang jangan PLIN PLAN,DAN GAK TEGAS ,KAMU SADAR DIRI KAMU SIAPA,SADAR DERAJAT KAMU DENGAN MEREKA GIMANA,PERNAH DIHINA DAN DI PANDANG JIJIK JUGA OLEH ZIO,EH MASIH AJA BERHARAP DAN BAPER..HARUSNYA JUAL MAHAL DIKIT LAH,ini malah plin plan, setelah itu nangis ckk 🤦🤦🤦
Qaisaa Nazarudin
Alhamdulillah akhirnya selamat dari perlakuan Zio..Ana kenapa sih gampangan banget..haiihh..
Qaisaa Nazarudin
Kemaren aja katanya Ana cuman PELAYAN dan MENJIJIKKAN,kenapa sekarang NYOSOR terus..Ana juga kayak cewek MURAHAN,di belai dan di cium dikit aja udah meleleh ckk🤦🤦
Qaisaa Nazarudin
Tunggu dulu,Ala kata ya tadi? tdk pernah ngirim uang?? Bukan kan kemaren Ana minta uang muka gajinya ke Kayla utk di kirimkan ke Sumi? 🤔🤔🤔😇😇
Qaisaa Nazarudin
Sewell..Ana gak PERNAH gangguin dia, kenapa dia yg selalu KEPANSAN?? heran deh..
Qaisaa Nazarudin
Ckk merepotkan katanya,Siapa juga yg nyuruh kamu membawanya ke kamar kamu?? Kan Theo tadi kekeuh menolong Ana,Kenapa kayak kamu yg terlalu berlebihan??
Qaisaa Nazarudin
KEMANA PERGI KATA2 ARROGANT KAMU,YANG KATA JIJIK SAAT BERDEKATAN DAN JIJIK MENYENTUH ANA,LHA SEKARANG SIAPA YG NYOSOR TERUS..CKK ANA JUGA KENAPA DIAM AJA GAK DI BALIKIN AJA KATA2 ZIO SAAT MENGHINA MU..🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Kenapa gak jujur aja ttg perasaan kamu? Sok soan jual mahal,Gengsi aja di piara..ckkk..
Qaisaa Nazarudin
TERUS KEMANA PERGINYA MAK LAMPIR TADI??
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!