Gelya akhir-akhir ini sering bermimpi bercinta dengan seorang lelaki misterius. Wajahnya tak jelas hanya tubuhnya yang terasa lebih dingin dari manusia biasa.
Sampai akhirnya, ia dipertemukan dengan lelaki tampan yang selalu hadir saat malam hari. Lelaki yang mampu mengguncang hati Gelya dan membuatnya jatuh cinta setengah mati. Lelaki yang ternyata selalu hadir dalam mimpi Gelya. Bagaimana percintaan antara manusia dan vampire ini terjalin? Ada misteri apa dibalik kedatangan vampire yang berusia hampir 2000 tahun itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Henny, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hampir Saja.
"Sayang, aku nggak bisa ikut. Entah mengapa aku merasa sangat lemah. Mungkin karena beberapa hari ini, aku hanya tidur 2 jam saja saat siang. Sementara malam hari, aku justru tak bisa tidur dengan nyaman. Apalagi siang ini sangat terik. Dan anehnya, aku nggak bisa membuat cuaca menjadi mendung." kata Zoran. Gelya melihat wajah Zoran memang nampak lebih pucat dari biasanya.
"Aku nggak pergi aja ya? Lagi pula sore ini aku ada janji dengan pihak wo untuk acara resepsi pernikahan kita."
Zoran memeluk istrinya dari belakang. "Pergilah. 15 menit aja ada di sana dan katakan kalau kamu harus segera pergi karena ada janji penting dengan dosen. Aku mau tidur di ruang bawa tanah saja. Oh, ya. Jangan lepaskan kalung mu ya?"
"Baiklah, sayang."
Zoran melepaskan pelukannya. Ia mengecup bibir istrinya sebelum pergi menuju ke ruang bawa tanah. Zoran masuk ke dalam peti yang biasa ia tidur, lalu menutupnya. Ia lebih nyaman tidur Seperti ini.
Sedangkan Gelya segera merapikan dandannya dan pergi menuju ke rumah ketua RT yang hanya berjarak 5 rumah dari rumah mereka.
Suasana di sana cukup ramai. Dewi sangat senang dengan kedatangan Gelya.
"Mana tuan Zoran?"
"Suamiku tak bisa datang karena ada acara penting dengan kliennya."
Dewi pun langsung memperkenalkan Gelya pada semua tamu yang datang.
Semua kelihatan baik dan menyambut kehadiran Gelya juga dengan senang hati. Mereka bahkan langsung mengajak Gelya gabung ke arisan mereka yang ternyata hati ini mulai baru. Terpaksa Gelya ikutan. Ia kaget saat tahu kalau setiap peserta harus mengisi arisan sebesar 10 juta/bulan. Arisannya dapat berupa uang dan juga barang. Barang juga bisa berarti perabotan dan juga berondong.
"Pak RT di mana Bu Dewi?" hanya Gelya.
"Mana mau dia gabung dengan ibu-ibu?"
Gelya bersyukur karena Zoran tak hadir. Bisa-bisa ia menjadi sasaran empek emak-emak rempong yang nampak kesepian ini. Sedikit-sedikit pembicaraan mereka tentang urusan ranjang.
"Bu Dewi, aku permisi pulang dulu ya?" pamit Gelya setelah mentransfer uang arisannya.
"Kok pulang sih? Belum juga makan." Dewi mengambil piring dan memberikannya pada Gelya.
"Masalahnya aku masih kenyang, Bu."
"Sedikit aja. Aku yang memasak semua ini, lho."
"Baiklah." Gelya tak enak untuk menolak. Ia pun mengambil makanan walaupun hanya sedikit lalu duduk di meja bulat bersama beberapa ibu-ibu yang nampak heboh dengan cerita seputar ranjang.
"Ini jus mangga. Di minum ya?"
"Kok Gelya saja yang kamu kasih jus mangga. Kami hanya jus jeruk." salah satu ibu-ibu protes.
"Gelya kan pengantin baru. Jus mangga akan membuat ia lebih bergairah dan cepat punya momongan." Dewi menyatakan alasannya. Ibu-ibu yang lain menatap Gelya sambil tersenyum menggoda.
"Seminggu berapa kali bercinta nih?" tanya salah satu ibu yang pakaiannya yang mini.
"Setiap hari. Pagi, siang, dan malam."
"Waw kayak minum obat dong."
"Jadi setiap main satu ronde?"
"Paling kurang dua ronde." jawab Gelya dengan santainya.
"Apa?" mereka nampak terkagum-kagum.
"Suami Gelya kan seorang bule. Nih fotonya." Dewi nampak antusias menunjukan foto Zoran.
"Tampan"
"Seksi"
"Hot dan menggoda."
"Jantan banget."
Demikian komentar para ibu-ibu saat melihat foto Zoran. Gelya juga kaget bagaimana Dewi bisa memiliki foto-foto Zoran.
Namun, sebelum gadis itu kembali pamit, ia merasakan kepalanya agak pening dan tiba-tiba saja ia bergairah.
Dewi yang melihat Gelya perlahan tersenyum. Ia yakin kalau Gelya pasti akan pingsan.
Namun sebelum Gelya kehilangan kontrol atas dirinya, Zoran tiba-tiba saja sudah ada di dalam rumah itu.
"Wah, suaminya datang."
"Selamat ya, Bu Dewi. Tapi aku harus membawa istriku karena dosennya sudah menunggu." Zoran langsung menarik tangan Gelya dan membawanya keluar.
Sesampai di rumah.....
"Untunglah kamu datang, Zo. Aku merasa hampir pusing di sana."
"Aku sudah tidur namun aku merasakan kalau kamu dalam bahaya."
Gelya langsung memeluk suaminya. Namun Zoran tiba-tiba mendorong tubuh Gelya perlahan sambil meringis. Lelaki itu membuka kemejanya dan melihat seluruh tubuhnya melepuh.
"Astaga sayang....kamu hampir saja."
"Aku merasa sangat kepanasan, Gel. Mulutku terasa kering."
Gelya langsung berlari ke dapur dan mengambilkan segelas air. Ia kemudian memberikannya pada Zoran. "Ayo di minum."
"Sayang, aku sudah lebih dari 1500 tahun tidak minum air."
"Coba dululah."
Zoran tahu minum air putih akan membuat ia muntah katanya rasanya pahit. Namun demi Gelya, ia pun meneguk air itu. Zoran terkejut. Ia bisa merasakan segarnya air yang melewati tenggorokannya. "Airnya enak."
"Mau lagi?"
Zoran mengangguk. Gelya pun bergegas ke dapur dan mengambil air lalu memberikannya pada Zoran. Saat Zoran meminum air itu kembali, ia merasakan kalau tubuhnya perlahan mulai dingin.
"Airnya bekerja di tubuhku."
Gelya nampak senang. Ia juga melihat tubuh Zoran yang tadinya nampak melepuh, perlahan mulai sembuh dan kulitnya kembali menjadi mulus.
"Sayang, sekarang kamu istirahat saja. Aku nggak mau lagi bertamu ke rumah pak RT. Rasanya ada yang aneh dengan Bu Dewi."
"Iya. Makanya aku langsung tahu kalau kamu dalam bahaya."
Gelya mengantarkan Zoran ke ruang bawa tanah lalu menutup pintu peti itu ketika Zoran sudah berbaring di dalamnya. Gelya menuju ke kamar karena ia juga merasa mengantuk.
************
"Kamu tidak bohong?" tanya Tirgel.
"Nggak sayang. Suaminya Gelya memang datang menjemputnya sebelum obat tidur itu bekerja." kata Dewi yang malam ini dikunjungi Tirgel di sebuah hotel.
"Tentu saja Zoran bisa merasakan kalau istrinya itu sedang dalam bahaya. Sial..!Sial...! Aku sangat merindukan melihat siang hari dan Zoran sudah mendapatkannya? Ah...., aku harus cari cara mendapatkan Gelya dan juga batu meteor itu." Tirgel turun dari ranjang. Tak peduli dengan keadaan dirinya yang tanpa busana. Entah apa yang dilakukannya laki-laki itu.
20 menit kemudian, Tirgel membuka matanya kembali. Perlahan ia mengambil gelas yang berisi darah dan meminumnya. "Agar aku bisa menguasai Gelya, maka aku harus membunuh Zoran."
*************
Pihak wo sudah pulang, Gelya memilih konsep minimalis Gelya ingin memakai kebaya di hari resepsi itu.
Zoran sudah bangun dan sementara mandi. Gelya pun sudah menyiapkan pakaian bagi Zoran.
"Bagaimana hasilnya ?" tanya Zoran
"Pihak wo setuju dengan konsep kita."
"Aku sudah minta seorang perancang terkenal menjahit gaun pengantin mu."
"Aku akan memakai kebaya dengan atasan putih. Aku tak sabar menantinya."
Zoran meminta Gelya duduk di pangkuannya. Keduanya kini saling bertatapan.
"Undanglah teman-teman mu, sayang."
"Tentu saja." Gelya menyandarkan kepalanya di dada Zoran. "Aku berharap agar ada perubahan dalam tubuhmu. Entah mengapa aku ingin kamu menjadi manusia seutuhnya. Agar kita bisa memiliki anak. Aku pernah bermimpi ingin punya anak 3 orang. Dua laki-laki dan satu perempuan. Aku akan menjaga dan mengurus mereka dengan baik. Mungkin waktu ku akan habis untuk mereka. Tapi kamu jangan marah ya? Karena aku tetap mencintaimu. Hanya perhatianku saja yang sedikit berkurang. Kita akan menua bersama dan melihat cucu-cucu kita. Ah, mimpi yang sangat indah."
Zoran hanya membelai punggung Gelya. Sesungguhnya apa yang Gelya katakan sangat menyakitkan untuknya karena semua itu tak mungkin bisa ia wujudkan."
Kedua sejoli itu terus berpelukan dan akhirnya berakhir di ranjang panas mereka. Sedangkan berita tentang Zoran yang bisa keluar di siang hari sudah heboh sampai ke pihak otoritas tertinggi vampire. Raja vampire begitu penasaran dan segera kembali ke Indonesia.
**************
Akankah raja vampire menemui Zoran kembali ?
good thor👍👍