NovelToon NovelToon
Sepasang Antagonis

Sepasang Antagonis

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Transmigrasi
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: Najmu Laila

Velica seorang artis terkenal yang iseng membaca novel bertema " Gadis seindah musim semi " yang sedang booming dengan banyak sanjungan banyak orang. Bukannya menyanjung, Velica justru mengkritik tokoh utama novel tersebut yang menurutnya terlalu menganiaya sang antagonis.

‎"Kasihan sekali Clarissa ini, Padahal Robert itu tunangannya, Tetapi mengapa ia harus di benci karna marah ketika tunangannya berselingkuh." Ujarnya kesal.

‎"Padahal Clarissa punya segalanya, Ia juga melakukan semuanya untuk Robert, Robert itu lah yang tidak tahu diri. Sudah di bantu dia malah menyukai anak dari seorang pelayan, Sih Nadia itu!"

‎"Jika aku menjadi Clarissa, Sudah ku buat kedua orang itu kehilangan wajahnya di muka umum, Beraninya dia yang seorang pemuda miskin memperlakukan Clarissa begini!" Velica melempar novel itu dengan kesal.

‎Tak lama, Novel itu terbuka sendiri...membuat Velica masuk ke dalam nya. Jika penasaran cuss langsung baca.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Najmu Laila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 17 - Masuk jebakan sendiri

...Chapter 17...

...----------------...

Beberapa hari sudah berlalu, Rutinitas kembali seperti biasanya. Hujan terus turun tanpa tau kapan harus berhenti. Clarissa mengusap lengannya yang terbalut jaket bulu tebal. Bulan ini akan segera memasuki musim hujan.

Clarissa mengingat dengan jelas, Setiap musim hujan, Clarissa akan selalu mengajak Robert untuk ikut bermain hujan bersamanya. Meskipun pemuda itu selalu saja menolak.

"Nona Clarissa,Apa anda ingin minum coklat hangat?" Tanya Sera menatap Clarissa yang sedang menatap hujan di balik tembok kaca.

"Tidak, Aku ingin susu saja." Ucap Clarissa, Ia mendudukkan dirinya di sebuah kursi empuk berlapis kulit yang hangat.

"Baik, Akan saya buatkan." Ucap Sera tersenyum, Pelayan itu keluar.

Clarissa kembali menatap pemandangan sekitar rumahnya, Seseorang datang membawa dua kelinci peliharaannya.

"Luna, Romero... Kalian kedinginan?" Clarissa mengusap lembut bulu keduanya, Sepasang kelinci itu ia rawat dengan hati-hati.

"Kandang mereka sudah saya masukan ke dalam, Juga burung merpati anda. Mereka juga sudah mendapatkan pemeriksaan rutin tentang kesehatan dari dokter Oliver." Ucap nandita tersenyum.

"Terima kasih nandita." Ucap Clarissa, Nandita pun tersenyum dan kembali keluar.

Clarissa ingat sesuatu, Di dalam cerita. Hari ini pasti Robert mengundang Nadia untuk belajar bersama. Gadis itu akan datang dengan penampilan cantik seperti gadis keluarga terpandang. Dulu Clarissa sangat marah dan memakinya, Sehingga beberapa pelayan di rumahnya yang kebetulan tak menyukainya mulai menyebarkan desas desus kekejaman Clarissa, Yang membuat beberapa orang di ibu kota mengkritiknya.

Benar saja, Sebuah mobil berhenti tepat di depan gerbang keluarga bellen, Tak lama Robert keluar dan mendatangi pengguna mobil itu sambil memakai jas hujan. Nadia turun dengan dress cantik, Ia juga membawa payung.

Robert membawa Nadia masuk menuju pintu belakang, tempat tinggal Robert. Clarissa tersenyum tipis, Ia bangkit dari duduknya dan berjalan perlahan menuju lantai 1.

"Nona, Anda mau kemana?" Tanya Sera yang terlihat bingung melihat Clarissa keluar dari ruangan favorite nya.

"Aku mau ke mess belakang, Menemui bi Amanda." Ucap Clarissa tersenyum.

Sera menatap Clarissa dengan khawatir, Pasalnya ia tahu bahwa Robert anak dari rekan kerjanya itu sedang belajar bersama dengan seorang gadis. Dan Clarissa mungkin akan marah.

"Nona, Biar saya payungi!" Ucapnya mengejar Clarissa setelah meletakkan susu hangat itu dengan asal.

...--------------------------------...

Nadia menggulung payungnya, Ia tersenyum manis pada wanita parubaya yang kini berada di hadapannya. Amanda, Ibu dari Robert.

"Tante, Aku Nadia.Aku dan Robert ada janji belajar bersama. Karna sebentar lagi akan ada ujian." Ucap Nadia tersenyum.

Nadia memeriksa sekitar, Walaupun terlihat cuek, Nadia tau bahwa kini ia sedang di perhatikan. Bagaimana tidak? Baju ini adalah baju yang cukup terkenal di ibu kota, Nola yang memberikan baju bekasnya padanya.

"Wah, Tante senang mendengarnya. Ayo silahkan masuk."Ucap amanda tersenyum, Mess yang mereka tempati seperti sebuah kontrakan,Ada ruang tamu, Kamar,Toilet dan sedikit halaman.Itu sebabnya anggota keluarga pun bisa ikut tinggal.

Sebelum masuk, Robert memperhatikan sekitar, Senyumnya terbit setelah melihat Clarissa turun menuju mess tempatnya tinggal. Ia tahu bahwa Clarissa tidak mungkin langsung melupakannya. Selama ini pasti Clarissa menahan diri karna merasa kesal dengan kedekatannya dan Nadia.

"Ayo kita masuk." Ucap Robert merangkul Nadia dengan mesra, Sesekali melirik ke arah belakang. Nadia yang melihat kepedulian Robert padanya membuatnya semakin jatuh hati. Ia tersenyum senang tanpa tau maksud dari pemuda itu.

"Haduh...nona Clarissa. Ini sedang hujan, Anda bisa sakit. Nanti saja bila hujan sudah berhenti, Anda baru menemui Bu Amanda." Ucap Sera khawatir sambil memayungi Clarissa.

Clarissa berpikir sejenak, Bagaimana caranya mempermalukan Nadia di sini sekarang. Ia tahu beberapa pelayan yang tidak menyukainya sedang bersiap menonton penampilan terbaiknya.

"Robert baru saja membawa seorang gadis."

"Ini pasti seru."

"Nona Clarissa pasti akan menghina gadis itu,."

"Walaupun dia anggota keluarga bellen, Memangnya boleh seenaknya."

Walaupun tersamarkan lewat hujan, Clarissa bisa mendengar bisikan itu dengan jelas. Para pelayan berumur kisaran 20an itu membicarakannya di belakang.

"Nona...mereka."

"Tidak apa-apa, Mereka akan mendapatkan tontonan menarik." Ucap Clarissa tersenyum, Ia melangkahkan kaki jenjangnya menuju sebuah pintu kayu yang terlihat sederhana. Lalu mengetuknya dengan pelan...

"Nona Clarissa?!" Kaget Amanda yang baru saja membuka pintu, Ternyata itu adalah nona Clarissa, Apa nona nya itu akan marah bila tahu putranya bersama gadis lain.

"Selamat sore bibi, Aku dengar Robert membawa seorang teman?" Tanya Clarissa tersenyum.

"Iya...tapi itu hanya teman biasa nona. Robert sama sekali tidak ada apa-apa dengannya." Ucap Amanda, Clarissa tersenyum dan menyentuh pelan pundak Amanda.

"Bibi kenapa? Aku tidak akan membuat kekacauan. Aku hanya penasaran sepertinya aku mengenal tamu Robert ini." Ucap Clarissa tersenyum.

"Mengenal? Anda mengenal Nadia?" Tanya Amanda sedikit ragu.

"Yaa...Dia itu teman sekelas tunanganku kan?" Clarissa tersenyum meyakinkan Amanda, Amanda pun bernafas lega. Ternyata Clarissa tidak datang untuk mengamuk tetapi untuk bertemu teman barunya.

"Kalau begitu, Bibi akan panggilkan Robert dan Nadia." Ucap Amanda masuk ke dalam rumah.

Beberapa menit menunggu, Nadia dan Robert keluar dengan wajah biasa saja. Hanya merasa heran dengan sifat Clarissa yang menjadi lebih tenang.

"Halo nona Nadia, Kita bertemu lagi."Ucap Clarissa menyapa dengan ramah.

"Iya nona Clarissa, Saya senang bisa bertemu anda. Oh yaa...Aku ke sini karna di undang oleh Robert. Karna hubungan kami cukup dekat." Ucap Nadia mengaitkan tangannya di lengan Robert.

Clarissa tersenyum menatap hal itu, Di dalam novel Nadia sengaja memanasi Clarissa, Berharap gadis itu akan mengamuk dan menjauhi Robert. Saat itu juga Robert hanya diam dan merasa senang di perebutkan.

"Kalau begitu, Kalian lanjut belajar saja. Aku ingin segera kembali ke mansion" Ucap Clarissa beranjak.

"Tunggu." Clarissa tersenyum, Ia tahu bahwa gadis itu tak akan melepaskannya dengan mudah.

"Ada apa nona Nadia?" Tanya Clarissa bingung, Nadia memegang kedua tangan Clarissa dengan lembut.

"Belajar bisa nanti, Bagaimana jika kita mengobrol sebentar, Anda kan tau bahwa saya pengagum anda." Ucap Nadia tersenyum, Clarissa menatap Sera yang juga menatapnya dengan khawatir.

"Baiklah." Clarissa dan Nadia duduk di bangku depan yang berada di teras, Sofa sederhana yang tidak terlalu lembut.

"Robert tolong bawakan teh hangat untuk nona Clarissa dan aku yaa." Ucap Nadia tersenyum.

"Baiklah." Ucapnya berjalan masuk. Kini tinggallah clarissa dan Nadia duduk bersama. Clarissa menyuruh Amanda dan Sera untuk sedikit menjauh dari mereka.

"Nona Clarissa, Ku dengar kau bertunangan dengan kak Axion?" Nadia merubah sedikit nada bicaranya menjadi lebih sombong. Ia bahkan menatap Clarissa dengan wajah meremehkan.

"Betul, Anda mengenal tunanganku?"Tanya Clarissa tersenyum.

"Bukan hanya mengenal, Kami bahkan tumbuh bersama. Tidak ada hari yang kak Axion lalui tanpa diriku."Ucap Nadia tersenyum, Clarissa tertawa elegan.

Nadia menatap Clarissa tak suka, Matanya melirik ke beberapa sisi halaman rumah itu, Beberapa pelayan berusaha mengetahui apa saja yang dilakukan nona nya.

"Apa kau tidak berpura-pura lemah lagi sekarang?" Tanya Clarissa dengan wajah santainya. Nadia menatap kesal Clarissa.

"Nona Clarissa, Citra anda itu sangat buruk tidak pantas berada di sekitar tuan muda Axion atau pun Robert."Ucap Nadia bagai bisikan. Bukannya marah dan mengamuk, Clarissa justru kini tertawa kecil.

"Nadia, Kau itu anak seorang pelayan beraninya kau berbicara seenaknya padaku. Apa kau tertarik bila aku menyebarkan identitasmu pada semua orang di sekolahmu?" Tanya Clarissa balik, Ia mengikuti cara bicara Nadia.

Nadia mematung, Bukannya termakan oleh ucapannya, Clarissa justru mengancamnya balik, Tanpa sadar gadis itu mencengkram tangannya sendiri.

"Oh yaa...Apa ibumu baik-baik saja?" Tanya Clarissa mendekatkan wajahnya pada Nadia, Ekspresi syok Nadia sangat memuaskan baginya.

"Aku melumuri perhiasan palsu itu dengan racun mematikan yang aku beli dari luar negeri khusus untuk ibumu, Apa kau tau?" Clarissa berbisik, Nadia sudah tak bisa menahan amarahnya lagi setelah mengetahui siapa dalang dari racun itu, Clarissa ternyata adalah wanita licik yang jahat.

"AKU AKAN MEMBUNUHMU!" teriaknya mendorong Clarissa dengan kasar, Ia juga menarik rambut Clarissa dengan kencang saking marahnya sambil kepala Clarissa berdarah akibat terbentur bangku.

"NONA!" teriak Sera mendekat, Sera langsung menampar Nadia. Para pelayan yang menyaksikan hal itu mendekat.

"Nadia apa yang kau lakukan?!" Robert menarik lengan Nadia dengan kasar, Nadia yang ia kenal baik hati dan lembut ternyata sangat kasar.

"Nona, Anda tak apa?" Tanya Sera membantu Clarissa bangun, Beberapa pelayan yang menggosip tadi, Kini berdiri menatap Clarissa dengan khawatir.

"Dia wanita jahat, Dia benar-benar jahat!" Teriak Nadia dengan nafas tak beraturan.

"Nona Nadia, Kau yang menyuruhku menjauhi tunanganku sendiri, Kau bilang kau adalah teman dekatnya, Dan aku tidak pantas berada di sekitarnya. Dan juga kau menyuruhku menjauhi Robert, Karna katamu aku terlalu memaksa Robert. Aku mungkin akan melepaskan Robert untuk-mu, Tetapi tidak dengan tunanganku." Ucap Clarissa dengan wajah melemah, Siapapun yang melihat pasti akan merasa kasihan.

"Kau wanita jahat, Padahal nona kami sudah baik ingin berbicara denganmu!" Ucap salah satu pelayan yang bergosip tadi, Livia.

"Kau pikir kau siapa, Ini kediaman keluarga bellen berani sekali kau menindas nona kami!" Bentak Silvi, Teman Livia yang juga pelayan.

"Aku akan menyebarkan sifat jelek mu ini ke seluruh ibu kota, Kau itu hanya gadis biasa. Tidak akan bisa sebanding dengan nona kami!" Bentak Vania, Ketiga pelayan yang terlihat tidak menyukai Clarissa itu kini malah membelanya.

"Kau akan hancur Nadia."Batin Clarissa terkekeh.

TBC

Like dan komen.

1
Laura Xaviera 💕
yuhuuuu/Determined/
Iruma-chan
semangat nulisnya, aku suka cerita transmigrasi.
Anissa Rahma
ceritanya menarik kak
Putri Amalia
halo kak, aku dah liat novelnya menarik bgt. rajin up yah jg smpe Hiatus 👀
Author hidup: Wah terima kasih, Aku akan berusaha up tepat waktu. Bantu like dan komen ya🙏😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!