Menepati janji pada pria kaya raya. Harus menebus semuanya dengan menukar salah satu putrinya untuk menikah dengan CEO Terkenal seluruh dunia no 1.
Pria yang akan menjeratnya dengan pernikahan diatas kertas, melahirkan sang pewaris, selain itu ada rencana tersirat di balik pernikahan itu. Dan pastinya yang tidak diketahui oleh si wanita, ia dijadikan istri kedua.
Maaf jika ada sedikit Typo dan cerita nya kurang berkesan atau menarik.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon utayi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 32
Brughh!
Amelia menghempaskan tubuh putrinya ke atas ranjang lalu mengunci pintu kamarnya .
"Dinda kau benar - benar... Arghhh!" Amelia tidak meneruskan ucapannya, ia mengerang keras meratapi kebodohan putri nya .
Dinda hanya bisa menangis tersedu - sedu, melihat aura kemarahan momnya .
"Kau sudah merusak nama baik keluarga ku saja !" Bentak Amelia .
Ia sudah di buat gila oleh putri nya, saking emosinya mendapat kenyataan bahwa Dinda berselingkuh di belakang suaminya sendiri dan sang suami juga tahu apa yang telah ia lakukan selama ini .
"Momy tolong maafkan aku, ini semua gara - gara Alister juga dia tidak mau menyentuhku sama sekali.." Ujar nya dengan bibir bergetar .
"Sampai kau melakukan nya dengan pria lain begitu !!" Ujar Amelia semakin emosi .
Dinda hanya terdiam dengan sesegukan .
"Momy tidak mau tahu lagi, jika seperti ini aku akan membujuk Alister agar mau memaafkan mu ."
"Momy akan membantuku untuk kembali pada Alister begitu ?" tanya Dinda menampakkan wajah bahagia nya kembali .
Amelia menatap wajah putrinya dengan tajam, "Hanya membantu memaafkan mu, mungkin untuk kembali aku tidak bisa ." Ujar Amelia membuat wajah Dinda yang awalnya bahagia kini kembali sedih .
"Kau tetap di sini, jangan pernah keluar sebelum aku kembali lagi ." Ujar Amelia, lalu keluar dari kamar nya dan mengunci pintu kamar agar Dinda tidak bisa keluar sama sekali .
Dinda yang di tinggalkan sendirian dari dalam kamar, segera mencari cara agar bisa kabur dari kamar itu . Ia lalu mengambil ponselnya berinisiatif menelpon Wana kekasih gelapnya mungkin ia bisa membantunya tuh keluar dari rumah itu .
Sementara Alister sudah berada di kantornya, hari ini adalah hari meeting nya bersama dengan perusahaan Nirwana. group seperti biasanya . Mereka janjian untuk meeting di luar kantor alias di sebuah kafe dekat kantor Nirwana. group .
"Selamat siang tuan Alister ." Wana menyapa kedatangan Alister dengan sopan, mereka saling berjabat tangan .
"Silahkan duduk ." Wana mempersilahkan tuan Alister duduk .
Alister dengan tatapan datar dan dinginnya menatap ke arah Wana .
Mereka pun saling berbincangkan tentang bagaimana perkembangan antara perusahaan mereka yang baru terjalin selama beberapa Minggu ini.
Sedangkan di sisi lain, Nadin melambaikan tangannya ke arah gadis yang menggunakan drees maroon sebatas atas lutut nya . Penampilannya begitu terlihat sedikit seksi.
Nadin menatap penampilan gadis itu .
"Perfect ." gumamnya .
"Ada apa melihat ku seperti itu ? oh aku tahu, kelihatan aneh ya ."
"Tidak kak, Kakak itu sungguh perfect . aku sampai tidak mengenali kakak awalnya ." Ujar Nadin, membuat pipi Nabilla memerah merona dengan pujian Nadin.
"Duduklah kak, kakak mau pesen makanan atau minuman pesan saja yang kakak mau. Aku sekarang dapat bonus dari bosku sebagai pelayan toko bunga, aku akan mentraktir kakak ."
"Widih jadi orkay dong kamu sekarang ." Ejek Nabilla .
"Begitu deh ." dengan centilnya, Nadin mengibaskan rambut pendeknya yang terlihatt cute .
"Ya udah aku mau pilih pilih dulu, " Nabilla mengambil buku menu yang ada di atas meja, di saat akan membuka menu itu suara seseorang yang begitu sangat dikenalnya begitu terdengar sangat jelas .
Ia menatap kearah seseorang itu dengan mulut terbuka lebar dan itu menjadi perhatian Nadin .
"Kakak ada apa ?" Tanya Nadin .
"Tidak kok. Kakak cuma kebelet aja ."
"Kalau gitu kakak ke toilet sebentar, kamu pesen aja dulu ." Ujar Nabilla berjalan terburu-buru menuju kamar mandi .
Nadin yang merasa heran dengan tingkah Nabilla yang tidak seperti biasanya hanya menatap kepergian sang kakak .
Berbeda dengan Alister yang sudah tahu bahwa Nabilla ada di kafe yang sama dengan nya .
*
Jangan lupa setelah membaca tekan tombol like (ʘᴗʘ✿)
kok amelia nampar dinda?
mulai wkwkw
gemes aku