NovelToon NovelToon
Maaf.. Kukira Ini Taksi

Maaf.. Kukira Ini Taksi

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: arrasy

Di tengah guyuran hujan deras yang membasahi jalanan Jakarta, Rima masuk ke mobil mewah yang baru saja ia buka dengan tergesa-gesa. Wajahnya memancarkan kaget luar biasa. Mata terbelalak lebar, mulut terbuka melongo. Saat baru menyadari bahwa ia salah masuk kendaraan, bukan taksi yang sudah dipesannya. Pantulan di kaca spion memperlihatkan Andre yang duduk di kursi pengemudi dengan wajah dingin kaku, tatapan tajam tanpa senyum, seolah tak percaya ada kejadian seaneh ini. Butiran air menetes di kaca jendela dan bodi mobil hitam mengkilap, memperkuat suasana yang canggung sekaligus kocak di pertemuan pertama mereka. Kontras jelas antara ekspresi Rima yang panik lucu dan sikap Andre yang tenang kaku langsung menyiratkan kisah pertemuan tak terduga yang penuh kekacauan manis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon arrasy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2: Tas yang Ketinggalan

Hujan perlahan mereda, menyisakan genangan air di mana-mana dan udara yang sejuk menyentuh kulit. Di dalam mobil, suasana kembali hening. Andre menatap tas kain yang tergeletak berantakan di kursi belakang, lalu menggeleng pelan. Ia sama sekali tidak punya waktu untuk berurusan dengan barang bawaan anak magang yang ceroboh. Bagi Andre yang terbiasa dengan keteraturan mutlak, menyentuh barang orang lain saja sudah cukup membuatnya tidak nyaman, apalagi barang yang isinya berantakan seperti itu.

Ia menyalakan mesin dan melaju perlahan menuju gedung kantor. Sesampainya di area parkir bawah tanah, Dino sudah menunggu di dekat pintu keluar sambil memegang payung besar. Begitu melihat mobil Andre berhenti, Dino segera membuka pintu pengemudi.

"Selamat sore, Pak. Perjalanannya lancar?" tanyanya sopan, lalu matanya tertuju pada tas kain berwarna biru pudar yang tergeletak di kursi belakang dengan isi yang sedikit tumpah.

Andre keluar dari mobil, merapikan ujung jasnya yang sedikit berkerut, lalu menunjuk tas itu dengan dagu.

"Itu tas anak magang bagian desain. Namanya Rima. Dia salah masuk mobil tadi saat hujan, lalu lupa membawanya pergi," ucapnya singkat dengan nada datar, seolah menceritakan hal yang paling tidak penting di dunia. "Ambil, lalu serahkan ke bagian keamanan."

Dino menahan tawa, tapi tetap berusaha menjaga wajah serius saat mengangkat tas itu. "Baik Pak. Tapi... isinya agak berantakan ya Pak. Saya pastikan tidak ada yang hilang sebelum diserahkan ke satpam."

"Tidak perlu diperiksa. Cukup masukan semua ke dalam tas dan diserahkan saja," jawab Andre sambil melangkah menuju lift. "Saya tidak mau dia datang ke ruangan saya hanya untuk mengurus hal sepele seperti ini."

"Siap, Pak!" Dino mengangguk, lalu saat Andre sudah masuk ke dalam lift, ia akhirnya tertawa pelan sambil menatap tas itu. Wah, benar-benar kejadian langka. Belum pernah ada yang berani masuk mobil Pak Andre sembarangan, malah ninggalin tas begini.

Sementara itu, Rima baru sampai di depan kostnya dengan tubuh basah kuyup. Ia menyodorkan kantong gorengan yang sudah agak lembek ke Dinda, teman sekamarnya, lalu langsung jatuh terduduk di kursi teras.

"Kenapa hujan-hujanan Rim. Harusnya tunggu reda dulu." kata Dinda kaget sambil memeriksa suhu tubuh Rima.

Rima memegang kepalanya yang terasa pening, lalu bercerita dengan suara yang masih gemetar. "Din... sial banget nasibku hari ini. Aku kira mobil itu taksi, aku masuk aja, eh ternyata itu mobil pribadi CEO di kantorku! Wajahnya dingin banget kayak es batu, dia suruh aku keluar. Aku panik, lari buru-buru. Dan aku lupa bawa tasku!"

"Apa? Tasmu ketinggalan di mobil CEO kantormu?" Dinda melotot. "Di tas kamu kan ada nota utang di warung juga kan?"

"Nah itu dia!" Rima hampir menangis, matanya berkaca-kaca. "Kalau nota itu dibaca orang, aku malu setengah mati! Belum lagi buku sketsaku yang ada gambar jelek-jeleknya... Aduh Din, aku harus ambil sekarang sebelum dilihat orang banyak!"

Tanpa menunggu keringnya pakaian, Rima langsung berlari kembali ke halte. Ia sampai di gedung kantor sekitar pukul lima sore, saat sebagian karyawan sudah mulai pulang. Ia berlari menuju ruang keamanan di lobi depan dengan napas terengah-engah.

"Pak Satpam! Pak Satpam!" serunya panik begitu melihat petugas keamanan sedang merapikan meja. "Apa bapak dititipkan tas saya ya?"

Petugas keamanan tersenyum ramah. "Ada, Mbak. Tadi Pak Dino yang bawa ke sini. Katanya punya Mbak Rima ya?"

"Iya iya betul! Terima kasih Pak!" Rima langsung mengambil tas itu dan memeluknya erat, lalu buru-buru membuka resletingnya untuk memeriksa isi. "Semoga aman... semoga nggak ada yang hilang... semoga nota utangnya nggak dilihat orang..."

Saat sedang memeriksa satu per satu barang, terdengar suara langkah kaki mendekat. Dino baru saja turun dari lantai atas untuk mengambil barang pribadinya, lalu berhenti di dekat meja keamanan begitu melihat Rima.

"Lagi cari apa, Mbak Rima?" tanyanya sambil tersenyum geli.

Rima mendongak kaget, lalu langsung berdiri tegak dengan wajah memerah. "Ah Pak Dino! Saya mau ambil tas saya yang ketinggalan tadi. Maaf ya Pak, merepotkan Bapak..."

"Enggak kok. Tadi tas mbak Rima dititipkan pak Andre ke saya.''

"Tadi beliau yang ketemu tas ini di kursi belakang mobilnya," Dino menahan senyum melihat ekspresi Rima yang makin panik. "Beliau sendiri yang menyuruh saya bawa ke sini."

Wajah Rima seketika berubah pucat lalu memerah lagi. Ia meremas ujung tasnya dengan kuat. "Ya ampun. Maaf ya pak jadi merepotkan."

"Semoga tidak ada yang hilang ya. Karena isinya tumpah di kursi. Pak Andre pasti melihatnya." jawab Dino berusaha menenangkan. "Tenang saja, beliau bukan tipe orang yang suka mengurusi hal pribadi orang lain kok."

"Tapi kan Pak! Itu memalukan banget!" Rima mulai berbicara panjang lebar tanpa henti, tangannya bergerak-gerak menekankan ucapan. "Baru hari ketiga magang, eh udah bikin masalah! Salah masuk mobil, ninggalin tas berantakan, ada bukti utang pula... Pasti Pak Andre mikir aku ini anak magang yang ceroboh banget, nggak bisa diandelin! Nanti kalau aku dikasih tugas, pasti beliau nggak percaya sama aku! Padahal aku udah berusaha belajar dari awal, cuma kadang mulutku lari lebih cepet dari otakku, dan kakinya juga suka lari ke mana aja tanpa dipikir dulu..."

Rima menghela napas panjang, lalu menunduk dalam-dalam seolah sedang meminta maaf pada lantai. "Saya bener-bener minta maaf ya Pak Dino, udah bikin Bapak dan Pak Andre repot. Saya janji deh, mulai sekarang saya bakal berhati-hati banget! Nggak bakal asal masuk mobil lagi, nggak bakal lupa barang, nggak bakal bawa gorengan berminyak ke mana-mana... pokoknya saya bakal lebih rapi, lebih tenang, lebih sopan, pokoknya saya ubah semuanya!"

Dino mendengarkan omelannya dengan sabar, lalu akhirnya tertawa kecil melihat gadis itu yang sibuk menyusun janji sambil menunjuk-nunjuk ke arah langit.

"Santai saja Mbak Rima. Pak Andre memang kelihatan dingin dan tegas, tapi beliau nggak marah buat hal sepele begini kok," ucap Dino menghibur. "Asal mulai sekarang lebih teliti saja ya. Ingat, di sini batasan antara pimpinan dan karyawan harus dijaga baik-baik."

"Iya Pak! Saya ingat banget!" Rima mengangguk kencang sampai rambutnya berantakan. "Saya nggak akan berani mendekat sembarangan ke Pak Andre lagi. Saya kerja saja dengan tenang, selesai tugas pulang. Pokoknya aman!"

"Bagus kalau begitu," Dino menepuk bahunya pelan. "Sudah dapat tasnya kan? Pulanglah sekarang, hari sudah sore."

"Terima kasih banyak ya Pak Dino! Maaf sekali lagi ya!" Rima membungkuk berkali-kali sebelum berjalan keluar lobi dengan langkah tergesa-gesa.

Setelah Rima pergi, Dino kembali menuju lift sambil tersenyum sendiri. Sesampainya di lantai ruangan CEO, ia mengetuk pintu ruang kerja Andre.

"Masuk."

Dino melangkah masuk. "Pak, Mbak Rima sudah mengambil tasnya tadi di ruang keamanan."

Andre sedang menandatangani berkas tanpa menoleh. "Dia banyak bertanya?"

"Banyak sekali Pak," jawab Dino sambil menahan tawa. "Dia panik sekali takut isinya dilihat orang lain, apalagi nota utang di warung. Dia minta maaf berkali-kali dan berjanji bakal lebih berhati-hati mulai sekarang."

Andre berhenti sejenak, ujung pulpennya berhenti di atas kertas. Ia teringat isi tas yang berantakan itu, lalu bayangan wajah Rima yang memerah panik muncul sekilas di benaknya.

"Hm. Biarkan saja," ucapnya singkat lalu kembali menulis. "Pastikan dia mengerti aturan di sini. Jangan sampai kesalahan sepele menghambat pekerjaannya."

"Siap Pak," Dino tersenyum kecil sebelum menutup pintu.

''Anak magang itu benar-benar aneh.''

Sementara di jalan pulang, Rima memeluk tasnya erat-erat sambil bergumam sendiri.

"Janji Rima, mulai hari ini jadi anak magang paling rapi, paling sopan, paling teliti! Nggak ada lagi salah masuk mobil, nggak ada lagi lupa barang... semoga saja janji ini bisa tepati ya Tuhan..."

1
Edi Lupiyan
harus nunggu lagi cuma 2bab
partini
jaraknya kaya Cilacap Jogyakarta naik bus efisiensi atau purwokerto Jogya
❥␠⃝ ͭ🍁Hes'💋𝗔𝗿𝗿𝗮𝘀𝘆🍁: iya kak. terimakasih ya
total 1 replies
❥␠⃝ ͭ🍁Hes'💋𝗔𝗿𝗿𝗮𝘀𝘆🍁
betul ka. mau hujan deres kek.. bomat😄
🌺⃟ SasMaya
Oohh... ternyata emng Rima-nya yang mau anter hujan-hujanan... 🙄
🌺⃟ SasMaya
jangan sebel-sebel sama Rima pak Andre nanti ketulah jadi bucin 😆
🌺⃟ SasMaya
Andre ini tipe-tipe yang ga mau ribet dan bomat sama urusan orang lain 🫠
Mingyu gf😘
aduhh si bapak galak banget
❥␠⃝ ͭ🍁Hes'💋𝗔𝗿𝗿𝗮𝘀𝘆🍁: galak dan kesel dikira supir taksi😄
total 1 replies
Mingyu gf😘
sibuk banget ngurusin perut orang lain di saat kamu aja sedang terjebak masalah
Tulisan__mawar
Heh nota utang🥲
ini namanya waktu kecil lihat orang tua kita suka bon di warung sekarang kita sudah dewasa bisa bon warung sendiri🤣🙏
Alia Chans
Dan ke salah pahaman di mulai dari sini😌
kenzi moretti
bisa-bisanya rim salah masuk mobil/Facepalm/
kenzi moretti
wuihh/Blush//Sly/
THE GIRL COOL😑
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
RahmaYesi
Rima Rima, kamu itu menggemaskan bingittt zih dg segala gedebag gedebug hidup mu
arsyila putri
lucu banget ceritanya, bikin penasaran part selanjutnya. 😍😍
mama Al
aduh salah alamat
arsyila putri
makin malu🤣🤣
arsyila putri
wih malu pasti, mana aku pernah lagi🤣🤣
Nyai Aksara 👩‍🦯
Dasar ceroboh, udah lihat Andre juga masih aja ngomong santai
RahmaYesi
Syukurlah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!