Aku menjalani kehidupan yang baru setelah mengalami kecelakaan yang hampir merenggut nyawaku.
Beruntung ada seseorang yang menolongku dan memberikan kehidupan dengan identitas yang baru.
Akankah kehidupan ku kali ini akan lebih baik?
🌸🌸🌸🌸
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leticia Arawinda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 32
"Alexa kenapa kamu mau mengandung anaknya?" tanya Leon yang terlihat kesal
"Apa maksudmu, jangan sakiti anakku" ucapku yang takut sambil menyentuh perutku
"Bukan itu maksudku Alexa, aku hanya nggak mau kamu menanggung beban dan sakit karena orang itu, seharusnya akulah yang menikah denganmu" ucapnya dengan ekspresi sedih
"Aku mohon, biarkan anak ini lahir! kalau memang benar kamu mencintaiku tolong biarkan mereka hidup" ucapku sambil menangis
Dia menatapku dengan tatapan yang sedih bercampur kesal tetapi dia memiliki tatapan yang dalam saat menatapku.
"Sayang, meskipun aku nggak sudi kamu mengandung anaknya tapi aku nggak mungkin menyakitimu. Kamu nggak perlu takut aku akan menerimanya seperti anakku asal kamu tetap disini bersamaku" ucapnya sambil menyentuh tanganku
"Maaf tapi aku benar-benar nggak mengenalmu sama sekali jadi tolong jangan menyentuhku. Saat ini yang kutahu aku adalah istri Rafael dan tidak pantas untukku jika di sentuh oleh pria lain" ucapku dengan tegas
"Baiklah, maafkan aku Alexa! aku hanya merasa sangat senang kamu bisa kembali bersamaku. Kuharap kamu mulai melihat ketulusanku tanpa memikirkan pria itu"
Dia terlihat sangat mencintai Alexa mungkin tak butuh waktu lama dia akan tahu bahwa aku bukan Alexa yang sebenarnya.
Setiap yang dia ucapkan tidak terlihat adanya kebohongan sehingga aku tidak tahu apa dia memang kekasih Alexa atau siapa.
Rafael yang berbohong atau dia yang mengarang semua cerita ini.
Dia bilang bahwa Rafael itu Mafia kejam tapi dia sendiri sepertinya memiliki anak buah yang terlihat sama dengan Rafael bahkan tatapannya saat menghadapi Rafael terlihat menakutkan.
"Apa aku nggak bisa kembali ke Rafael? aku nggak punya perasaan apapun denganmu apalagi kamu terlihat sosok yang tulus, apa kamu nggak bisa bersama orang lain yang bisa mencintaimu? saat ini aku merasa bahagia bersama Rafael, hanya dia yang kuinginkan"
"Alexa, aku nggak bisa melepaskanmu untuk kembali ke pria itu. Dia jahat dan nggak pantas untukmu, aku bisa memberikan apapun melebihi yang dia berikan dan aku tulus mencintaimu. Suatu saat kamu pasti akan mengingat siapa aku"
Dia sangat gigih dan sepertinya dia sangat terobsesi kepada Alexa.
Dua orang pria yang tergila-gila dengan sosok Alexa saling memperebutkannya dan sangat ingin memilikinya.
"Leon, aku bukan Alexa dan sampai kapan pun aku nggak akan bisa mengingat kamu siapa? meskipun memang benar Alexa adalah kekasihmu tapi aku adalah Fiona dan aku mencintai Rafael" ingin rasanya aku mengatakan hal itu
Saat ini melihat situasi yang ada aku tidak mungkin ceroboh dan mengatakan identitasku yang sebenarnya.
Karena bisa saja keselamatan ku terancam jika dia tahu aku berpura-pura sebagai Alexa.
Sementara itu Rafael saat ini sedang kalang kabut mencariku tanpa henti tanpa memikirkan kondisinya yang terluka.
"Bos, jangan seperti ini, kami pasti bisa menemukan Nyonya" ucap Max menahan Rafael
"Diam!! apa aku harus diam aja saat istriku di bawa si brengs*k itu!! teriak Rafael sangat frustasi
Rafael melakukan segala macam cara, menggerakkan organisasinya kesemua tempat untuk bisa menemukanku.
Niken yang juga terluka tak kalah mengerikannya karena rasa bersalahnya tidak bisa menjagaku dan melindungiku dengan benar.
"Nyonya, dimana anda saat ini?"
Dia juga menjadi gila mencariku tanpa memikirkan lengannya yang terluka meskipun dia juga mendapatkan tamparan dari Rafael yang sangat marah saat itu.
Keadaan dirumah itu sangat kacau Rafael mengamuk setiap saat bahkan dia memukul seorang saat emosinya meluap.
"Bos, demi Nyonya! tolong serahkan semuanya pada kami dan bos istirahatlah agar lukanya tidak terbuka lagi" ucap Max yang khawatir
"Apa dengan aku beristirahat, Alexa baik-baik aja disana? haa!!!" bentaknya ke Max
Rafael sama sekali tidak mendengarkan Max ataupun orang lain dan hanya meluapkan emosinya yang tidak bisa menemukanku.
Segala usaha dan upaya terus Rafael lakukan demi menemukanku hingga semua itu sudah hampir 1 bulan berlalu.
Rafael tidak kunjung menemukanku, dia berubah menjadi kejam dan terus memberi tekanan kepada anak buahnya untuk bisa menemukanku.
Sementara itu aku di tempat yang tertutup dan tidak tahu sama sekali dimana mulai terbiasa dengan situasi yang ada meskipun aku sangat merindukan Rafael dan mengkhawatirkannya.
"Alexa, makan yang banyak ya!" kata Leon dengan senyumnya
"Ya, makasih"
Tidak mungkin bagiku untuk tidak makan sama sekali setelah sebelumnya aku mogok makan agar bisa keluar dari tempat ini karena saat ini ada yang harus ku jaga.
Anak ini yang bahkan belum melihat indahnya dunia harus merasakan hidup terisolasi lebih dari sebelumnya.
"Aku harus makan demi anakku"
"Sabar ya nak, ibu pasti akan melahirkan kalian meskipun ayah kalian nggak ada disini" ucap dalam hatiku sambil mengelus perutku
Leon memperlakukanku dengan baik tanpa menyentuhku.
Dan disini aku tidak bertemu dengan siapapun selain dirinya dan Zed anak buahnya.
"Hemm.. Leon bisakah aku mendapatkan beberapa bunga?"
"Alexa, apa sekarang kamu suka bunga? baiklah, aku akan bawakan banyak bunga untukmu"
"Zed, perintahkan pelayan untuk membawa bunga kesini" perintahnya ke Zed dengan tegas
"Siap bos"
Zed pria bertubuh besar dan kekar itu keluar dari ruangan ini dan langsung menuruti perintaj dari Leon.
"Leon, sebenarnya kita ada dimana?" ucapku sangat penasaran
"Kita ada di pulau yang indah" jawabnya tersenyum padaku
"Kalau memang begitu, apa aku boleh keluar melihat seperti apa keadaan diluar? aku sangat ingin menghirup udara segar"
Selama ini aku terus memohon kepada Leon untuk membiarkanku sebentar saja untuk keluar dari ruangan yang tertutup ini.
"Tapi, apa kamu bisa berjanji untuk nggak pergi dari sini?" Leon sangat cemas
"Iya, kalau memang benar kita di pulau, apa yang bisa ku lakukan untuk kabur dari sini?"
Mendengar ucapanku yang masuk akal akhirnya Leon membiarkan aku keluar melihat ke sekitar pulau yang sepi ini.
"Wah.. indah dan menyejukkan" ucapku yang takjub dengan pemandangan di sekitar pulau.
"Apa kamu senang Alexa?" tanya Leon yang tidak membiarkanku sendirian
"Iya, aku suka udaranya sejuk" tersenyum melihat ke arah laut
Meskipun perasaanku jauh lebih baik tapi jauh dalam lubuk hatiku saat ini memikirkan bagaimana keadaan Rafael tanpaku.
Apa dia akan baik-baik saja atau justru dia sudah menggantiku dengan orang lain karena bukan hal yang sulit untuk Rafael jika memang dia ingin.
"Hiks.. hiks.."
Tanpa sadar aku menangis hanya dengan merindukan dan memikirkan dirinya.
"Sayang, kamu kenapa?"
Andai saja yang bertanya itu Rafael mungkin hatiku akan sangat senang dan langsung memeluknya.
Tapi saat ini bukan dia tapi Leon, orang yang sangat asing bagiku meskipun perlakuannya sangat baik.
trus si istri hidup kembali mencoba untuk mencintai suami mafianya ituh.
ada yg tau gak judulnya apa.????
plis penasaran sama endingnya
sgt rapi, ga ada typo