Dikhianati oleh adik angkatnya, di penghujung kematiannya sang ratu iblis menggunakan kekuatan terakhir untuk melakukan perpindahan jiwa.
Jiwa ratu iblis berkelana untuk mencari raga baru dan masuk ke dalam tubuh anak bungsu kaisar yang disebut aib karena lahir dari hubungan gelap kaisar bersama wanita penghibur.
Mengisi raga baru, ia bertekad untuk merebut kembali posisinya sebagai ratu iblis sekaligus membersihkan namanya sebagai aib keluarga kekaisaran. Tapi, apa yang harus dilakukannya ketika sebuah masalah muncul, dimana tubuh baru itu diberkahi oleh dewi penyembuhan yang kemudian dirinya digadang-gadang akan menjadi saintess menjanjikan bagi kekaisaran? Padahal kenyataannya ia adalah ratu iblis, sosok yang jauh dari kekuatan suci apalagi penyelamatan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon FantaRiyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
32| Sedikit demi sedikit
...SELAMAT MEMBACA...
Burung-burung berterbangan keluar dari pulau Milvi. Daratannya bergemuruh bersama raungan makhluk-makhluk besar yang perlahan tumbang ke tanah, menimpa beberapa pepohonan.
Lima cyclops terakhir di pulau itu mati di pagi hari di tangan pemuda bertubuh tinggi dan berotot, Geas. Padahal lima Cyclops itu yang terkuat dari cyclops yang ada di pulau tapi tidak butuh waktu lama mereka berakhir mengenaskan hanya dari pukulan lelaki itu.
"Seana!"
Seorang gadis melompat turun dari salah satu pohon, tangannya yang sudah sedikit lebih besar terarah pada kelima jasad cyclops lalu pusaran hitam di telapak tangannya muncul, menyedot jasad Cyclops bagai mesin vacum. Itu adalah kekuatan yang baru-baru ini dikembangkan olehnya dan diberi nama Gluttony.
"Wah, mau dilihat berapa kali pun itu kekuatan yang mengerikan." Geas berkomentar.
Sudah satu setengah tahun berlalu sejak mereka ditugaskan di pulau Milvi dan dalam kurun waktu itu bocah yang kini berusia 14 tahun tersebut menjadi gurunya.
"Sekarang penyembuhan." Setelah menelan jasad cyclops dengan gluttony, Seana menyatukan kedua tangan dan saat itu pula partikel cahaya bermunculan pada alam yang mengalami kerusakan.
"Latihan pagi ini selesai lebih cepat, ya, Kak. Sekarang kita tinggal lihat hasil latihan Kak Asha dan Kak Isha."
Ah, Geas ingat. Bukan hanya dirinya yang jadi murid, tapi si kembar belajar banyak dari Seana untuk meningkatkan kekuatan mereka dalam banyak variasi jadi si kembar itu memiliki ciri khas yang berbeda, tidak selalu sama kembar cara bertarungnya seperti dulu.
Geas segera menaruh Seana duduk di atas pundak lalu melesat. Monyet-monyet ekor panjang yang melihat kecepatan lari Geas mulai bereaksi membalap. Seana menyunggingkan senyum angkuh, yah selain melatih otot dan tenaga anak itu, ia pun melatih keras Geas dalam hal kecepatan dan kegesitan.
Wush!
Angin laut menerpa Seana dan Geas yang telah berdiri di bibir pantai. Topi mantel yang Seana kenakan merosot, memperlihatkan rambut peraknya yang bondol, hanya sebatas daung telinga, dia memotongnya karena malas keramas dan diikat. Walau begitu justru terlihat makin menggemaskan karena bukannya kurus sejak dapat misi di Milvi, gadis itu justru makin berisi.
"Malam ini kita akan makan paus monster!"
Asha yang mengudara mengarahkan kedua tangan ke atas langit, ada gelombang angin tercipta disana bersama satu ikan monster menyerupai paus berputar-putar disana sementara Isha tengah sibuk menumpahkan kembali air laut yang sempat dibentuk tornado.
Sebelumnya Isha belum bisa membuat tornado air, percobaan pertama air itu hanya terangkat dan menciptakan gumpalan besar tidak ada yang luar biasa, setelah mengikuti instruksi Seana akhirnya di percobaan kesekian puluhan kalinya dia bisa tapi tidak bisa mengontrolnya sehingga pulau Milvi dilanda tsunami akibat ulah Isha. Sedangkan, Asha ... Seana rasa anak itu patut diacungkan jempol karena tidak separah Isha.
Seana duduk cukup lama sambil melihat bagaimana cekatannya Geas mengambil potongan demi potongan daging monster paus itu. Mengangkat bebas sebesar itu bukan lagi kesulitan Geas, Seana yakin bahwa pemuda itu bisa membahayakan beberapa anak kaisar lain dan tidak akan mati gampangan.
Sudah satu tahun setengah berlalu, entah sudah berapa monster yang dikalahkan. Seana dan tiga saudaranya memutuskan untuk menjarah Milvi secara perlahan, bisa dibilang baru separuh pulau yang berhasil mereka.jamah, menggilas beberapa koloni monster seperti goblin, orc, cyclops, hewan buas, dan yang paling sulit terakhir kali ada minotaur. Siapa sangka monster berkepala banteng dan tubuh menyerupai manusia itu berkeliaran di Milvi.
"Jika masuk lebih dalam, apa yang akan kami temukan di dalam, ya?" Seana berpikir keras.
Sejujurnya dia penasaran tentang monster jenis apa yang jadi penguasa pulau Milvi dan tidak mustahil menyelesaikan misi hanya dalam kurung waktu satu setengah atau dua tahun. Hanya saja, Nell yang dia tugaskan untuk menjadi pembawa informasi tentang kondisi di luar memberi tahu bahwa ras iblis menebar kekacauan disana sini. Hanya berbekal ilmu penyembuhan, Seana tidak yakin bisa melindungi diri sendiri. Dia tidak mau gegabah dan mati sebelum kembali ke Diabolus.
Sekarang, setidaknya dia telah menguasai beberapa teknik sihir yang biasa digunakan bangsa iblis. Itu semacam sihir hitam yang memancarkan aura hitam. Tiga anak di depannya sudah tahu fakta bahwa dia memiliki dua kekuatan bertentangan dalam tubuh, jadi Seana tidak terlalu peduli jika menggunakan kekuatan itu di depan mereka.
Kemudian informasi lain yang mengejutkannya adalah, sesuatu telah mengisi raganya. Entah masalah apalagi yang Algrus lakukan sampai-sampai memanggil sesuatu yang seharusnya tidak lagi ada di kehidupan.
"Nell bisa dalam bahaya jika ketahuan jadi mata-mata disana." Seana tampak gelisah.
...***...
Casara mengusap wajah frustasi. Raut wajahnya berubah berang ketika satu-satunya ras yang dia anggap lemah justru masih bertahan dengan serangkaian serangan. Manusia.
Manusia yang diberkati kekuatan dewa dan kontrak roh tingkat tinggi adalah penghalang terbesar. Para ras yang tersisa berbondong-bondong mendatangi manusia untuk bekerja sama, melindungi satu sama lain sehingga setahun belakangan ini kekacauan tidak berjalan baik.
"Kenapa mereka begitu percaya diri!" Casara memukul lengan singgasana.
"Itu karena seorang penyelamat telah dipilih," ucap Algrus.
"Penyelamat? Maksudmu anak manusia yang diberkati Panacea? Tsk! Aku tidak percaya keberadaannya, anak itu pasti masih terkurung di kerajaan suci dan meringkuk ketakutan di bawah perlindungan keluarga Zalmitic. Tidak ada tanda-tanda dia melakukan penyelamatan di tengah kekacauan, apa kamu pikir anak itu sebuah penghalang? Tidak. Dia hanya bocah manusia yang penuh ketakutan dan akan berani menggunakan kekuatan ketika semua nyawa di ujung tanduk."
Casara meninggalkan singgasana, keluar dari ruang takhta untuk menemui para Pilar Pelindung Diabolus. Ketika sampai, matanya langsung terpusat pada Nell.
Iblis yang baru kembali satu setengah tahun lalu itu berbeda sikapnya dari pada yang lain. Padahal kata Algrus Nell sangat suka menempel pada masternya. Jadi kenapa bisa hubungan itu meregang.
Casara memandang Lucane dan lainnya lalu berkata, "Untuk satu tahun ke depan kurasa kalian tidak perlu menebar kekacauan. Aku ingin kalian melatih pasukan kita demi persiapan perang."
Para Pilar angguk kepala sedangkan Casara mengulas senyum. Setidaknya dengan begitu dia bisa bergerak bebas di luar untuk mencari dimana jiwa asli pemilik tubuh ini.
"Kalau begitu nikmatilah waktu kalian." Setelah Casara berkelebat.
Sementara itu Nell melirik Qearis dan menarik wanita iblis tersebut agak menjauh dari lainnya.
"Kamu pasti sudah menyadarinya, kan?" Nell bertanya.
Qearis menelengkan kepala. "Tentang apa?"
"Master."
Ah, Qearis mendesah pelan. Sebelumnya Qearis diperintahkan untuk mencari Nell tapi entah dimana rekannya itu bersembunyi tapi tiba-tiba dia muncul dan terus mempertanyakan hal yang sama.
"Ini sudah yang kelima puluhnya pertanyaan itu meluncur dari mulut sialanmu." Qearis mendelik horor.
"Apa kamu yakin dia sungguh master kita?" tanya Nell.
Qearis agak menimbang jawabannya. Sebenarnya dia ragu bahwa master sekarang adalah orang yang sama tapi berpikir lebih rasional lagi mungkin karena ingatan sang master bermasalah maka dari itu segala tindak tanduk master mereka sungguh berbanding terbalik dengan sebelumnya.
"Mungkin."
"Bagaimana jika dia bukan Master kita?"
Ekspresi Qearis berubah dingin, sorot matanya berubah tajam. "Aku akan mencari master asli kita lalu membunuh yang palsu, beres."
Nell angguk-angguk kepala. Untuk saat ini dia tidak boleh bertanya selain pada Qearis. Sampai masa latihan Seana selesai di pulau Milvi, Nell berencana membawa rekannya itu menemui Seana.
"Sebentar lagi," gumam Nell.
...BERSAMBUNG.......
Udah 2 Minggu lebih ga up, lagi sibuk kah?