NovelToon NovelToon
SANG NAGA PURBA

SANG NAGA PURBA

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Action / Fantasi
Popularitas:6.4k
Nilai: 5
Nama Author: Kausafiksi.id

Di Benua Canglan, kekuatan tidak diukur dari kerja keras—tapi dari kemurnian darah yang mengalir sejak lahir. Tian Xue, dibuang sejak bayi karena dianggap tak berdarah, dibesarkan di neraka tambang bawah tanah.
Namun altar itu tidak menolaknya. Ia hanya tak sanggup menampung keagungan Garis Darah Naga Purba yang telah lama dihapus dari sejarah.
Kini, dengan sekutu tak terduga di sisinya dan rahasia dunia yang jauh lebih luas dari yang pernah diketahui empat klan agung, Tian Xue melangkah menuju panggung yang akan mengguncang seluruh tatanan Benua Canglan—satu takhta sekaligus.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kausafiksi.id, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ras tak terduga di celah selatan

​Di atas medan perang, keheningan telah lama musnah. Suara jeritan histeris prajurit Kirin yang tewas bersahutan dengan raungan memekakkan telinga dari ribuan Void Insect. Gesekan cangkang hitam dan kepakan sayap serangga purba itu menciptakan dengung bising yang membakar gendang telinga.

​"Kita tidak bisa menunggu lebih lama lagi," ucap Tian Xue tegas, menatap lurus ke arah kabut hitam di kejauhan.

​Vael mengangguk mantap. "Ya, kau benar."

​Gadis Kirin itu berbalik menatap bawahannya. "Komandan Rojh, kau tetap di sini dan pantau jalannya pertempuran utama! Aku akan mengambil beberapa petarung kuat dari tiap titik untuk menembus celah tebing utara!"

​"Baiklah. Aku dan Lu Shi akan pergi ke sana terlebih dahulu," potong Tian Xue tanpa ragu.

​Lu Shi menyunggingkan senyum tipis seraya menyandarkan Pedang Sembilan Nyawa di bahunya. "Sebaiknya kau cepat, Vael."

​"Jangan khawatir, aku akan segera menyusul membawa beberapa orang ke sana!" balas Vael dengan nada membara.

​Lu Shi mendadak tertawa nyaring, suara tawanya yang renyah membelah kebisingan medan perang. "Hahaha! Aku bukan khawatir atau takut padamu. Hanya saja... kalau kau terlalu lama datang, aku dan lelaki bodoh ini yang akan menyelesaikan semuanya sendirian!"

​"Kau...!" Vael menggertakkan giginya, wajah cantiknya memerah menahan kesal akibat celetukan pedas gadis rubah itu.

​Tian Xue hanya menggelengkan kepala melihat tingkah keduanya. Tanpa membuang waktu lagi, ia berbalik dan melesat menerjunkan diri dari atas benteng. Lu Shi tertawa sinis, melangkah santai mengikuti jejak Tian Xue sambil melambaikan lengannya ke arah Vael tanpa menoleh sedikit pun.

​WUUUSSHH! WUUUSSHH!

​Dua bayangan melesat secepat kilat menembus vegetasi hitam, membelah udara lurus menuju celah tebing utara.

​Sementara itu, di atas dinding benteng, Vael bersiap bergerak mengumpulkan beberapa petarung elit dari tiap pos pertahanan.

​"Komandan, pastikan bala bantuan yang datang dari kota langsung terdistribusikan ke setiap titik!" perintah Vael tegas. "Dan ingat... rahasiakan strategi celah utara ini dari Tetua Ketiga!"

​Komandan Rojh mengepalkan tinju di dadanya. "Dimengerti, Nona Muda!"

​Di sisi lain, Tian Xue dan Lu Shi terus melaju kencang menembus rerimbunan pohon purba.

​"Hei, Tian Xue..." panggilan Lu Shi memecah deru angin di sekitar mereka. "Sebenarnya apa alasanmu membantu suku ini? Apa kau mendadak tergila-gila pada gadis Kirin itu, hmmm?"

​Tian Xue hanya menyunggingkan senyum tipis tanpa menoleh. "Aku tidak tertarik dengan omong kosongmu."

​"Hahaha!" Lu Shi tertawa nyaring. "Aku tahu kau tidak peduli pada hal-hal seperti itu, apalagi berniat menjadi pahlawan penyelamat suku Half-Kirin."

​Tian Xue mendadak menghentikan tawa tipisnya. Langkah fisiknya tetap melesat, namun pandangannya terkunci dalam menembus kegelapan celah tebing di depan.

​"Hanya saja..." Tian Xue menggantung kalimatnya sejenak. "Aku merasakan sesuatu. Ada panggilan kuat yang memaksaku untuk mencari tahu kebenaran di balik tempat ini."

​"Ciiiih... Kau selalu saja misterius," cibir Lu Shi. Namun, raut wajahnya mendadak berubah sedikit lebih serius. "Tapi... kau ada benarnya juga. Sejak pertama kali menapakkan kaki di garis depan ini, aku merasakan sesuatu yang aneh. Sesuatu yang tak bisa kujelaskan."

​"Yang jelas, kita tidak akan pernah tahu sebelum semuanya terungkap," sahut Tian Xue dingin. "Ayo, lebih cepat!"

​"Ya!"

​Keduanya mendongkrak kelajuan fisik mereka hingga ke batas maksimal. Semakin dekat mereka dengan celah tebing utara, gulungan kabut hitam yang merembes keluar terasa kian pekat dan pekat, memotong jarak pandang hingga ke titik terendah. Suara derit dan gesekan cangkang Void Insect menggema liar dari balik kegelapan.

​"Kita sudah dekat. Bersiaplah!" peringat Tian Xue.

​"Biar aku yang coba!" seru Lu Shi.

​BRUUUSSHH!

​Sembilan ekor energi berwarna merah keperakan mengembang megah di belakang punggung Lu Shi. Tanpa sepatah kata pun lagi, gadis itu mengibaskan ekornya, melontarkan rangkaian bola energi pekat lurus ke dalam kabut tebing!

​BOOM! BOOM! BOOM!

​Ledakan beruntun menghantam batuan granit. Gelombang kejutan dari ledakan Lu Shi sukses menyapu dan menyibak kabut hitam pekat yang mengurung celah tersebut.

​Namun, ketika pemandangan di balik tebing tersingkap sepenuhnya...

​Tian Xue dan Lu Shi seketika terperangah kaku!

​"Ini..."

​Sosok-sosok monster yang berdiri di dalam celah tebing itu sama sekali berbeda dari ribuan serangga biasa di bawah benteng!

​Bentuk tubuh mereka menyerupai manusia (humanoid), terbungkus cangkang hitam mengilap dengan sepasang mata merah menyala yang memancarkan kecerdasan bertarung. Tekanan aura yang keluar dari tubuh mereka tidak sedikit pun lemah—melainkan sangat padat, setara dengan praktisi Peringkat 3 hingga Peringkat 4!

​SREEEEEEKKKKK!

​Tanpa peringatan, salah satu Humanoid Void Insect mengibaskan tangannya. Seberkas kilatan energi gelap meluncur deras secepat panah, mengincar lurus ke arah dada Tian Xue!

​Refleks tempur Tian Xue bekerja secara instan.

​Srrr-CRACK!

​Sisik-sisik naga hitam pekat merayap cepat menyelimuti lengan kanannya. Cakar Naga Purba terangkat kokoh menahan tebasan energi gelap tersebut!

​BOOOOOOOOOOMMMMM!

​Dentuman keras menggetarkan tanah di bawah telapak kaki Tian Xue.

​Dan di detik yang sama, belasan Humanoid Void Insect dengan mata menyala merah melompat serentak dari celah tebing, menerjang maju untuk membantai Tian Xue dan Lu Shi!

Tanpa ragu sedikit pun, Tian Xue langsung memicu daya tempur penuhnya. Kedua lengannya terdistorsi secara ekstrem, merayapkan sisik-sisik naga hitam pekat yang mengeras menjadi sepasang Cakar Naga Purba.

​Begitu pun dengan Lu Shi. Gadis itu menarik Pedang Sembilan Nyawa dari Cincin Ruangnya seraya memancarkan pendar sembilan ekor energi di belakang punggungnya. Meski belum mempelajari Kitab Pedang tersebut secara mendalam, pengalaman bertarungnya membuat jemari Lu Shi begitu luwes menyatu dengan poros pedang.

​Berbeda dengan Tian Xue. Pemuda itu sengaja menyimpan Tombak Naga Pemecah Langit di dalam cincin penyimpanannya. Bagi seorang petarung yang ditempa di dasar tambang neraka, cakar fisik mentah dan kepalan tinju adalah senjata paling membunuh yang paling ia kuasai.

​Seketika itu juga, bentrokan jarak dekat yang amat brutal meletus hebat!

​BRAAAAAKKKK!

​Hantaman ganda Cakar Naga milik Tian Xue meluncur secepat kilat, mencengkeram dan memukul mundur tiga Humanoid Void Insect sekaligus. Percikan bunga api dan pecahan cangkang hitam beterbangan di udara tatkala daya rusak Naga Purba meretakkan pertahanan rapat musuh.

​Di sisi lain, satu Humanoid Void Insect melompat dari titik buta, mengayunkan sabit cangkang mewarnai udara tepat ke arah leher Lu Shi.

​SWRRRR!

​Dengan refleks kelincahan rubah, Lu Shi melenting menukik rendah, lolos dari sabetan maut itu hanya dengan selisih beberapa sentimeter. Tanpa buang waktu untuk berpikir, Lu Shi memutar badannya dan melancarkan tembakan energi beruntun dari balik ekornya!

​BOOM! BOOM! BOOM!

​Rentetan ledakan energi merah keperakan menghantam dada dan rahang serangga-serangga humanoid tersebut dari jarak dekat, memaksa mereka terpelanting deras menghantam dinding tebing batu.

​Pertarungan berlangsung kian ganas di tengah kesempitan celah utara.

​Tian Xue melangkah maju bagaikan tembok baja yang tak tergoyahkan. Setiap kali sabit tajam musuh menggores sisik di lengannya, pemuda itu justru memanfaatkan tumpuan luka tersebut untuk memotong jarak gerak lawan.

​Cakar kanan Tian Xue menghantam lurus, menembus dada salah satu Humanoid Void Insect hingga organ dalamnya hancur berkeping-keping!

​"Mati!" raung Tian Xue dingin seraya melempar bangkai serangga itu untuk memblokir serbuan dua musuh di belakangnya.

​Di sebelahnya, Lu Shi bertarung dengan gaya anggun namun sangat mematikan. Pedang Sembilan Nyawa di tangannya menari-nari membelah udara, memancarkan tebasan gelombang angin tajam yang memotong persendian kaki dan tangan monster-monster berpati tersebut.

​SRAK! SRAK! CRAK!

​Bau amis cairan tubuh serangga dan kepulan asap racun hitam kian pekat memenuhi celah tebing. Namun, tidak peduli berapa banyak serangga humanoid Peringkat 3 dan 4 yang mereka tumbangkan, celah gelap di dasar tebing itu seakan tidak pernah berhenti memuntahkan pasukan baru!

​"Sialan! Pembatalan jumlah mereka benar-benar tidak masuk akal!" gerutu Lu Shi seraya memblokir tebasan musuh menggunakan bilah pedangnya.

​Tian Xue menyipitkan mata keemasannya, memindai kegelapan mendalam di balik celah tebing tempat pasukan humanoid itu keluar tanpa henti.

​Tiba-tiba...

​GHRRRRRRRR... KREK!

1
Septiana Athorid
Licik gue suka MC kayak gini
Septiana Athorid
kok bisa thor lushi membunuh mereka dengan mudah, harus nya tingkat 4 blodeline sama puncak qi tranformation sama bukan. apa karna pedang 9 nyawa 😁, pencerahan nya thor
Kausafiksi: ya benar, artefak pedang 9 nyawa lu shi bukan artefak biasa karna milik binatang suci rubah ekor 9.
total 1 replies
Septiana Athorid
hahaha kelakuan lushi konsisten, perut mulu😁
Kausafiksi: iya kan 😁
total 1 replies
Septiana Athorid
saran thor kasih sedikit romansa 😁🙏
Septiana Athorid
sudah jelas ada pihak ke 3, kalau tidak serangan mana mungkin teroganisir iya kan thor 😆
Kausafiksi: iya emang
total 1 replies
Day Chuk
lanjut🫢
Kausafiksi: 🫢
dabar
total 1 replies
Day Chuk
semakin luas worldbuilding nya thor
Septiana Athorid: malah makin penasaran 🫢🤣
total 2 replies
Day Chuk
bukan nya paksa sajah thor si tuan xue jarah sekalian 🤣
Kausafiksi: tian xue gak barbar buang 🫢
total 1 replies
Rosdianah 🌷
semangat kak author 💪🏻
Rosdianah 🌷
hallo kak ijin mampir
Rosdianah 🌷: siap kak
total 2 replies
Arni Arlinawati pratiwi
kabayang abrag na si lu shi!/Facepalm/
Arni Arlinawati pratiwi: apal ning.. 🤣🤣🤣
total 2 replies
Kausafiksi
🤣🤣🤣 sok atuh,
lumayan bandar siap nampung ceu
Arni Arlinawati pratiwi
yah peran utama na KO.. /Facepalm/
Arni Arlinawati pratiwi: silaing nu nyieun na teu eucreug! /Facepalm/
total 2 replies
Arni Arlinawati pratiwi
belewe silaing mah tian xue! /Facepalm/
Arni Arlinawati pratiwi: ajig jauh jauh teuing kahim tina bujur hayam kana cuhcur.. /Facepalm/
total 2 replies
Arni Arlinawati pratiwi
kade ah kalah jadi teu ka tempo! 🤣🤣🤣
Arni Arlinawati pratiwi
puas.. hayu karungan wang jual lah, butuh dudung yeuh... kr kismin, lumayan tengkorak harimau 🤣🤣🤣
Arni Arlinawati pratiwi
nya heueuh atuh.. lamun mundur, maneh nu ku emak di karungan kahim! /Curse/
Arni Arlinawati pratiwi
cekek cekek.. talian karungan, bikeun ka gc nu kr rame, yakin ngaburial.. 🤣🤣🤣
Arni Arlinawati pratiwi
heueuh atuh geus cicing we silaing mah, indung heula nanaon ge.. piomongeun wae silaing mah! /NosePick/
Arni Arlinawati pratiwi
di danau beku mah di mana mana wae ge milu beku sateh.. komo anclum mah, beku kabeh jng siki siki na sateh, kahim.. /Curse//Curse//Curse/
Kausafiksi: 🤣🤣🤣🤣🤣 jiga beton nangka nya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!