Novel Friendzone adalah novel yang bercerita tentang persahabatan antar lawan jenis yang salah satunya jatuh cinta kepada sahabatnya. Kaela jatuh hati kepada sahabat laki-lakinya, bernama Jeno Janurio. Tetapi, Jeno terlebih dahulu jatuh hati kepada seorang gadis bernama Karina. Sebagai figuran, Kaela hanya dapat menahan rasa cemburu dan sakit hatinya melihat kemesraan Jeno dan Karina. Hingga pada suatu hari, ia sudah tidak sanggup lagi dan mengakui perasaannya kepada Jeno, tetapi Jeno sama sekali tidak menanggapi perasaan Kaela.
Rhea yang membaca novel itu pun tidak menyukai isi cerita novel Friendzone itu, merasa tidak adil kepada figuran.Seandainya dia menjadi seorang Kaela, maka ia buat Kaela memiliki surganya sendiri tanpa ada rasa cinta kepada Jeno, sahabatnya itu.
Hingga suatu kejadian tanpa ia sadari, Rhea yang koma dan jatuh tidak sadarkan diri akibat perkelahiannya dengan temannya, Chika, membuatnya terbangun dan menyadari bahwa dia bukan di dalam duniannya lagi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cloud_Fluffy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
32
“Jeno sudah makan, Nak?” Terdengar suara lembut wanita paruh baya itu memasuki kamar tidur biru laut, terlihat juga tengah membawa nampan yang berisi makanan dan minuman juga.
Lima bulan sudah kondisi Kaela terbaring dengan bantuan alat penunjang kehidupannya itu di dalam kamar biru laut ini. Jeno dengan setia menemani gadis itu, kadang ia menceritakan mengenai kehidupan sekolahnya, berakhirnya hubungannya dengan Karina, dan Jaemin yang entah kenapa asal menjenguk Kaela selalu menangis lalu kembali pulang. Banyak hal yang Jeno ceritakan kepada Kaela yang tengah koma, tertidur nyenyak di tempat tidur itu.
“Kalau Jeno belum makan, mama sudah siapkan untuk Jeno. Makan ya, Nak. Kaela juga pasti gak suka kalau sahabatnya sakit nantinya,” lanjut wanita paruh baya itu sembari meletakkan nampan berisi makanan itu di meja kecil di tengah kamar tidur gadis itu.
Jeno yang tengah berada di posisi samping ranjang Kaela yang menghadap laut pun hanya menganggukkan kepalanya, ia mengusap punggung tangan Kaela dengan lembutnya dan tatapannya tidak teralihkan ke manapun.
“Makasih, Ma. Nanti Jeno makan, “ balas Jeno dengan pelan. Mama Kaela hanya menghela napasnya dengan pelan, setelah mendengar kabar Kaela kembali koma, membuat Jeno tidak pernah absen untuk berada di sisi gadis itu bahkan sempat tertangkap suara tangisan dari lelaki itu saat tanpa sengaja ia hendak memasuki kamar Kaela.
Wanita paruh baya itu pun hanya pergi meninggalkan Jeno dan anak gadisnya yang sudah tidur tanpa sedikit pun membuka kedua matanya. Jeno menyunggingkan senyumannya saat melihat wajah Kaela yang tampak tidur dengan tenangnya.
“Gimana mimpi di sana, Kae? Seru, ya?” tanya Jeno dengan suara beratnya yang terdengar serak. Ia mengusap pipi gadis itu yang dulunya gembil, kini sudah mulai menirus. Warna merah yang seringkali ia lihat, sekarang hanya pucat dan dingin.
“Anggota voli kamu, teman-teman basket aku sering tanyain kamu. Mereka butuh kamu, mereka pengin main-main sama kamu lagi,” ucap Jeno dengan tatapan sendunya kepada Kaela. Suara deburan ombak di luar sana menghantar Jeno kepada penyesalan yang luar biasa, ia merindukan Kaela, ia merindukan kedua mata bulat itu menatapnya.
Perasaan yang ia akui, ternyata adalah hal terakhir yang dapat ia akui kepada Kaela. Ia mencintai gadis itu melebih dari seorang sahabat. “Aku akan selalu tunggu kamu, Rhea.”
Nama itu, Jeno kembali menyebutnya. Walau Jeno masih belum mengetahui Rhea itu siapa, tetapi disaat terakhir Kaela sebelum koma, Kaela meminta untuk menyebutnya Rhea.
**
Chika menggelengkan kepalanya saat melihat sahabatnya, Rhea telah kembali beraktivitas dengan baik selepas ia koma kala itu. Kini Rhea terlihat semakin aktif, segala bentuk ekstrakurikuler ia ikutin.
“Lo mending istirahat, Rhea. Dimulai dari hari Senin sampai kembali Senin, lo nggak ada istirahatnya. Kenapa setelah koma, lo malah makin aktif gini?” tanya Chika dengan heran. Ia melihat Rhea tampak berkeringat memasuki kelas mereka, pakaian putih abu-abunya tampak juga basah akibat Rhea berkeringat. Sekarang, apa lagi yang disibukkan oleh Rhea?
“Chika, selagi kita masih muda, harus aktif dong. Bersyukur gue bisa balik hidup, jadi harus disyukuri dengan aktif.” Balas Rhea yang memulai minum sampai habis. Seperti tidak pernah minum selama tiga hari saja.
Chika menghela napasnya sembari menggelengkan kembali kepalanya. “Jangan lupa minum obat lo. Oh iya, gue titip dulu tas gue. Mau ke kamar mandi sebentar,” ucap Chika yang mulai berdiri dari duduknya.
Rhea menganggukkan kepalanya sembari meletakkan botol minumannya kembali setelah airnya tandas. Sekarang adalah jam istirahat, dan Rhea mencoba untuk mengambil segala kesibukan yang ia buat asal tidak diam. Setelah lima bulan bangunnya ia dari koma, Rhea merasakan kekosongan yang amat dalam. Ia pikir, selepas ia kembali ke dunianya maka semua akan kembali seperti sedia kala, tetapi ini jauh sekali dari perkiraannya.
Rhea mengambil posisi duduknya, ia paling benci dengan suasana seperti ini. “Jaemin lagi apa, ya? Biasanya kalau jam istirahat gini, gue sama dia lagi makan di kantin.” Gumam Rhea sembari merapikan buku-buku yang ada di atas mejanya. Ada rasa terbesit sedikit rindu yang ia rasakan kepada dunia Kaela, dan ada rasa penasaran mengenai Jeno dan Karina.
Apa yang sekarang mereka lakukan? Apa mereka melakukan hal yang membahagiakan diri mereka? Atau sekarang mereka semakin mesra? Rhea menggelengkan kepalanya saat terbersit pertanyaan-pertanyaan yang mulai mengalihkan fokusnya.
“Gue yakini, mereka pasti sudah memulai hidup yang baru di sana.”
**
CATATAN AUTHOR :
Selamat pagi, siang, sore, dan malam semuanya. Ini aku, Cloudy. Sudah 3 tahun karya ini belum dilanjutkan, terima kasih sebelumnya atas apresiasinya terhadap cerita pertamaku di Noveltoon, aku juga berharap bisa melanjutkan karya ini secepatnya. Semoga masih ada yang ingat dengan cerita ini dan menunggu kelanjutannya. Alasan belum dilanjut adalah stuck dengan alurnya wkwkwkwkwkwkw. Aku memang rencana mau lanjutkan dari tahun kemarin, tetapi masih bingung untuk alurnya dan endingnya.
Salam kenal yang terlalu basi, tapi gak apa-apa. Ada atau enggaknya orang membaca note ini, setidaknya aku puas sudah meninggalkan jejak.
ya, aku juga punya karya cerita dalam bentuk Alternate Universe di X, jika berkenan silakan kunjungi donfindwhoim. Terima kasih sekali lagi atas kesempatan dan
Salam hangat
Cloudy
Cuma ya tergantung trigger sih
Duh, Jen. Siap-siap patah hati deh lo. Eh, udah, ya?
Ayo, tamatkan karya ini. Kajjaaaaaa~!
Rhea?
Biru?
Kaela?
Nana?
Jeno?
Ketika Kaela berubah, Jeno paniklah. Ini balasan yang paling aku suka.
Yok, Rhea! Bikin Kaela bisa nikmatin kebahagiaannya sendiri tanpa si Jeno.
Btw, aku tahu siapa Jeno, Karina, dan Na Jaemin. Apakah akan ada geng 00L lainnya?