Adinda Ayu Gadis cantik, cerewet dan ceria, banyak teman dan wanuta paling slow dan cuek sedunia
Hidupnya yang penuh warna mendadak menjadi suram dan abu abu tanpa warna, semenjak di Jodohkan dengan sosok laki laki yang tidak memiliki perasaan padanya,
Tapi Dinda bukan wanita yang terlihat sama dengan wanita yang lain, dia berbeda, Dia gak menyerah begitu aja, Dinda tetap Dinda gak mau berubah
Mungkin hatinya jadi abu abu, tapi lahirnya dia seperti Dinda yang semua orang kenal, ceria ramah dan sopan,
sikap bodoh amat selalu dia terapkan pada hal hal yang gak penting seperti Suaminya, Dimas !
Dan Hidup berumah tangga Tanpa Rasa Cinta cukup membuatnya merasa tertantang menjadi wanita kuat..
Bagai mana kisahnya? Selamat membaca 🙏🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ulfatun khasanah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cek cok
" Ya udah kalau mau tidur di bawah" jawab Dimas tanpa rasa kadian sama sekali
Dinda memajmkan matanya dan menelan slavinanya yang sangat pahit rasanya, karena barengan dengan rasa dongkol
" Memang manusia gak punya otak" kesal Dinda dalam hati
Dinda perlahan turun dari ranjangnya dan dengan sempoyongan pindah ke lantai bawah
Gitu Dimas melihat sama sekali gak perduli dengan kebaradaan Dinda yang masih sakit dan demam
" Ngapain semua penghargaan itu di pajang, mau pamer loe, bangga sama diri loe sendiri?" kesal Dimas marah marah
" Cuiih...." Tambah Dimas meludah
Dinda menutup telinganya dan memejamkan matanya sambil menahan rasa sakit di badan dan juga hatinya
" Gak usah sok pintar dan berprestasi, " tambah Dimas lagi
" Hidup kok tukang merepotkan" tambah Dimas sampai kemana mana
Dimas sama sekali gak peduli, dan gak menyaut sama sekali, entah dia juga gak tau harus apa dan bagai mana, di sini dia masih mencoba untuk bertahan
Tapi lantai yang dingin, dengan keadaannya yang sangat demam, dan sakit Dinda berbaring juga gak tahan
Sampai akhirnya dia bangkit dari tidurnya dan menyueki Dimas , lalu berjalan sempoypngan menuju ke arah pintu
" Mau kemana?" tanya Dimas menarik tangan Dinda kuat
" Bang... Plis.. Kali ini aja, gue gak kuat tidur di bawah, gue mau ke sofa aja, ya... Biar gue cepet sehat dan gak merepotkan kalian lagi" ucap Dinda dengan sisa tenaga yang dia punya
" Mati aja sekalian" Ucap Dimas tajam
" Doakan ya bang, biar gue masuk surga juga" jawab Dinda gak mau ambil pusing dan sakit hati lagi
Hatinya sudah sangat sakit , gak peduli apa ucapan Dimas padanya yang menggores hatinya
Dinda segera keluar dan menepis pelan tangan Dimas
" Gue gak sanggup tidur di bawah, gue ke sofa aja" jawab Dinda pelan dan membuka pintu kamar Dimas
Dimas masih was was kalau sampai nanti ketahuan sama kedua orang tuanya bisa bahaya
Tapi ternyata semuanya sudah pada tidur, dan Dimas membiarkan Dinda untuk tidur di shofa
Dinda keluar kamar bukan hanya membawa selimut, tapi Dinda juga membawa mukenanya untuk menutupi tubuhnya yang saat ini sangat panas, tapi dalamnya Dinda merasa sangat dingin
Dinda duduk di sofa ruang tengah, sambil memandangi berjejernya panghargaan dsri para mentri tadi pagi
" Huh.... Semua akan indah pada waktunya " Ucap Dinda sambil tersenyum dan memandangi beberapa figura yang terpasang di hadapannya
Dinda pwrlahan mulai membaringkan tubuhnya yang sangat panas dingin itu, Dan sesekali mengusap air matanya yang terus keluar karena meratapi nasibnya
" Gue salah mengambil jalan, tapi gue hanya berharap kalau gue gak salah masuk lobang" Ucap Dinda lagi dengan nada lirih
Semalaman, Dinda sama sekalu tidaj bisa tidur, badannya yang panas dingin, dan hatinya yang merasa cemas dengan dentukan jantung yang semakin kencang membuat dirinya makin gak bisa tidur dan gemeteran
Semalaman Dinda derodok kedinginan, tapi di sini dia sendiri, dia merasakan rindunya di rawat di sayangi dan di peluk ibunya pada saat seperti ini
Tapi itu hanya bayangan dan gak mungkin juga, dia gak mau melihat orang tuanya menangisi keadaannya kalau sampai tau keadaannya sepeeti apa saat ini
_______
Di pagi hari, Dinda baru bisa tertidur saat menjelang subuh, jadi sampai jam setengah 7 di tambah musim ujan yang teris mengguyur wilayah setempat dari malam tadi
Semua penghuni tertidur nyenyak tanpa tahu apa yang terjadi pada Dinda semalaman
Dan mungkin hanya ibu Dinda saja yang tau yang merasakan karena semalaman dia jiga gak bisa tidur, karena masih kepikiran Dinda yang baru bertemu dia sebentar, pas pulang juga belum sempet peluk lama karena Dinda sudah di sekolah
Dan pagi ini Ibu Ana masih tertidur di kamarnya karena masih sangat ngantuk a
Berbeda dengan Dinda yang hanya bisa tidur di shofa saja
" Lho Nak... Kok kamu tidur di sini?" kaget Bu Tri baru keliar dari kamarnya
" Iya buk semalam Dinda pindah, pengen nonton katanya " jawab Dimas yang hampir saja ketahuan
Dan Untungnya Dinda masih tertidur pulas
" Nonton apa?" tanya Ibu Tri mendekat pada Dinda
" Biasa Mak, Drama" jawab Dimas dan mendekat pada mereka
Kini Bu Tri duduk di sebelah Dinda yang masih tidur dan perhalan mengelus kepala Dinda dan..
" Astagfirullah... Dim... Panas banget badan Dinda" Ucap Bu Tri yang memegang kening Dinda
" Ayo bawa ke dokter aja, dia kenapa biar tau" ucap Bu Tri makin panik
Dimas kali ini gak bisa ngelak lagi, karena melihat wajah mamaknya yang sangat panik di tambah wajah Dinda yang sangat putih tapi pucat
" Ya udah Dimas ganti baju dulu" jawab Dimas karena masih pake sarung
" Gak usah cepetan, udah panas banget ini" Ucap Ibu Tri khawatir
" Ya udah biar Dimas yang bawa mi" Ucap Dimas langsung menggendong Dinda langsung
Langsung di masuk bawa ke mobilnya dan membenahi posisi Dinda yang masih tertidur
Dimas secara buru buru langsung membawa Dinda ke salah satu rumah sakit terdekat, cuman di sana ternyata penuh semua, bahKAN UGD nya aja ikut penuh semua
Jadi tetpaksa Dimas memutar balik dan mencari rumah sakit lainnya yang jaraknya cukup jauh dari komplek rumahnya
Di jalan Dinda mulai terbangun dari tidurnya dan kaget saat mendapati dirinya ada di mobil dan cuman berdua dengan Dimas
" Gue di mana ini?" tanya Dinda masih bingung dengan suara yang sangat pelan
" Loe tuh ya, demen banget akting pingsan di deoan orang tuaku" Kes Dimas pada Dinda denga katus
" akting drama gimana sih bang, gue gak tau lama lama sama jalan pikiranmu, gue tidur bukan pingsan" jawab Dinda kembali gak peduli dengan Dimas yang matanya mau lepas
" Gue tidur bang.. bukan pingsan, semalaman gie gak bisa tidur" jawab Dinda denga suara seraknya habis bangun tidur
" Kalau loe gak mau di repotkan ngapain bawa bawa mobil segala dan, bawa gue juga emang mau ngapain? Kan Elo gak perduli dengan hidup gue , hidup gue gak ada artinya juga kan untuk Elo" jawab Dinda mencoba tetap tenang dan menahan Emosi
Hingga akhirnya mereka saling berantem dan debat besar besaran di dalam mobil tetsebut
Dinda sudah tipis kesabarannya, dengan kondisinya yang sedang sakit tak Enak badan tentu mengurangi semangatnya dan justru makin membantah kuat dengan semua yang Dimas ucapkan
" Bang udah cukup, kalau gak bisa lanjut turunkan gue di sini aja," Ucap Dinda nekat untuk meminta turun dari mobil karena sudah budek telinganya dengan bentakan Dimas yang gak mau kalah
Padahal di bekalang mereka ada mobil keluarga Dimana mereka juga pengen mengetti kondisi Finda sakit apa
Apakah akan ketahuan?? lanjut di episode berikutnya ....
padahal cerita nya Bagus lhoo👍👍✌️
jijik gue sama Eka.. amit² dech