NovelToon NovelToon
Kisah Julian & Yisla : Ketika Anima Dan Animus Menulis Takdir Di Negeri Utara

Kisah Julian & Yisla : Ketika Anima Dan Animus Menulis Takdir Di Negeri Utara

Status: sedang berlangsung
Genre:Epik Petualangan / Fantasi Isekai / Sistem
Popularitas:40
Nilai: 5
Nama Author: AzhuraAstra

"Aku terjebak dalam draf novel yang bahkan belum aku pikirkan alur ceritanya, dan sialnya, aku adalah karakter utamanya."

Tidak ada sistem yang akan membuatku kaya raya. Tidak ada kekuatan luar biasa yang diberikan untuk melawan para penjahat di dunia ini. Hanya aku, seorang penulis yang terjebak di tubuh seorang budak bernama Julian, ditemani oleh Anima dan Animus yang cerewet, serta Yisla gadis miskin yang menyelamatkanku dari perbudakan bersama kakak laki-lakinya bernama Vito.

Kami harus lari dari kejaran para penguasa, menukar daging beku demi koin perak, dan mencoba bertahan hidup di dunia yang genrenya terus berubah di luar kendali.

Bersama Yisla, gadis yang menjadi satu-satunya saksi perjuanganku, aku sebagai Julian harus melintasi perbatasan Utara yang dingin menuju ke Selatan. Mencoba peruntungan hidup baru demi merubah hidupku dan Yisla.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AzhuraAstra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27

...── ⋆⋅𖤓⋅⋆ ──...

Julian terbangun keesokan harinya dengan seluruh badannya yang terasa kaku. Begitu duduk dan menoleh ke samping, kasur Yisla sudah kosong. Selimutnya pun terlipat rapi, namun bantalnya masih menyisakan noda lembap bekas air mata semalam.

Di dekat pintu, Yisla sudah bersiap dengan mantel barunya. Rambutnya kini diikat kuda, menyembunyikan wajahnya yang terlihat pucat.

"Y-Yisla... sudah bangun?" sapa Julian, suaranya parau penuh kecanggungan.

Yisla mengangguk tanpa mendongak. "Iya. Ayo cepat bersiap, Julian. Kita harus segera kembali sebelum salju makin tebal."

Suaranya begitu datar. Dinding tak kasat mata yang tercipta karena kejadian semalam kini terasa semakin tebal di antara mereka.

Proses check-out pun berlangsung tanpa banyak kata. Sepanjang jalan keluar dari kota menuju perbukitan salju Desa Nidra, tidak ada satu pun dari mereka yang membuka suara. Mereka berjalan beriringan, namun sengaja memberi jarak selebar satu meter.

Wush...

Animus mendadak muncul di atas batu es pinggir jalan dengan bersedekap dada. "Babak baru dimulai dengan hilangnya dinamika karakter. Narasi ini sukses berjalan pincang, Author."

Aku tahu aku salah! Tapi gimana cara memperbaikinya sekarang?! jerit Astra frustrasi dalam hati, mengabaikan sisi logisnya itu hingga Animus perlahan menghilang.

Jalanan di depan mereka mulai menanjak dan semakin licin. Langkah Yisla beberapa kali sempat goyah karena kondisi fisiknya yang lemas. Julian yang menyadari hal itu refleks mengulurkan tangannya.

"Yisla, awas licin—"

Sret.

Sebelum jemari Julian menyentuh lengannya, Yisla refleks menghindar. Ia membetulkan syalnya tanpa mau menatap mata Julian.

"Aku bisa sendiri, Julian. Jangan... jangan dekat-dekat dulu."

Julian terpaku, ia menarik kembali tangannya yang menggantung canggung di udara. Kata-kata lirih itu sukses menusuk jantungnya.

Namun, baru dua langkah Yisla memaksakan dirinya untuk maju, sepatunya mendadak kehilangan pijakan di atas lapisan es yang tertutup salju baru.

"Ah—!" Yisla terpekik saat tubuhnya limbung dan jatuh ke belakang.

Grep!

Refleks Julian bergerak lebih cepat dari otaknya. Dengan satu sentakan kuat, ia maju dan menangkap pinggang Yisla, lalu menarik gadis itu masuk ke dalam dekapan dadanya sebelum sempat menyentuh tanah.

Napas Yisla terengah panik, kedua tangannya refleks mencengkeram pundak Julian. Posisi mereka kembali rapat dan mengikis jarak yang sengaja dibuat sejak pagi tadi.

Julian menatap wajah Yisla yang berada di dekapannya, suaranya melunak tanpa bisa ditahan.

"Katanya bisa sendiri? Sudah kubilang jalannya licin, Yisla. Tolong... jangan keras kepala dulu untuk keadaan yang satu ini."

Yisla tertegun, gadis itu hanya menatap mata Julian yang dipenuhi rasa bersalah sekaligus kekhawatiran yang teramat tulus. Cengkeramannya di pundak pemuda itu perlahan mengendur, namun ia tidak lagi menolak kedekatan mereka.

Yisla perlahan menegakkan tubuhnya, melepaskan cengkeraman dari pundak Julian meski pipinya merona.

"Maaf. Dan... terima kasih," bisik Yisla melirik ke arah lain.

Julian mengembus napas lega. "Sama-sama. Makanya, kalau jalan di bukit bersalju itu matanya ditaruh depan, jangan di dalam syal."

"Heh! Pijakannya saja yang licin!" sembur Yisla, akhirnya membalas ucapan Julian dengan nada ketus yang selama ini dirindukan cowok itu.

Mendengar omelan Yisla, Julian terkekeh pelan. Mereka kembali melangkah bersama. Kali ini jarak yang sengaja dibuat sejak pagi tadi perlahan terkikis secara alami. Mereka mulai berbincang ringan—membahas tentang Bonci hambar kemarin, hingga mengira-ngira seberapa mengamuknya Kak Vito kalau tahu botol air kulit kesayangannya digondol Julian untuk minta air gratisan.

BUK!

"Aduh!"

Dari arah depan, sesosok tubuh ramping yang berlari kencang tanpa melihat jalan menghantam dada Julian dengan telak. Julian terhuyung, sementara gadis berambut pirang yang menabraknya jatuh terduduk di atas salju dengan wajah ketakutan.

"M-maaf! Saya benar-benar tidak sengaja!" seru gadis itu panik, buru-buru bangkit untuk lanjut berlari.

Sret!

Refleks insting protagonis, Julian menahan pergelangan tangannya. "Tunggu. Kamu siapa? Kenapa ketakutan seperti dikejar bos monster begini?"

"S-saya harus kabur! Tolong lepaskan, mereka sudah dekat!"

Drap! Drap! Drap!

Terdengar derap kaki kuda dan dentang zirah dari kejauhan. Tanpa babibu, gadis itu gantian menarik tangan Julian, memaksa Yisla ikut berlari merapat di balik gundukan salju besar.

Sepasukan prajurit berkuda dengan zirah mewah dengan lambang burung pegasus melintas dengan cepat. Buset! Ksatria Elit Kerajaan?! Kok bisa ada di perimeter desa sekunder begini?! batin Astra syok.

Begitu keadaan aman, gadis pirang itu menurunkan tudungnya dan tersenyum anggun. "Maaf atas kelancangan saya. Nama saya Justy Jenny. Saya... putri dari Kerajaan Northern."

"Hah?! Putri?!" Julian menepuk jidatnya. Astra tolol! Kenapa plotnya malah nge-drop karakter penting di rute sampingan begini?!

"Saya kabur karena Raja ingin menjodohkan saya dengan pangeran arogan," cerita Jenny muram. Tiba-tiba, ia melangkah maju dan langsung menggandeng erat lengan kanan Julian.

"Tolong saya, Tuan... Bolehkah saya ikut ke rumah Anda untuk bersembunyi sementara waktu?"

Di sisi lain, Yisla berdiri kaku di belakang Julian, gadis itu menatap tangan Jenny yang menggandeng mesra lengan Julian. Alisnya menukik tajam, wajahnya kini fiks memancarkan aura cemburu yang luar biasa.

"Julian," panggil Yisla, suaranya mendadak sedingin es. "Siapa dia? Dan kenapa dia harus ikut ke rumah kita?"

Julian langsung berkeringat dingin, ia menatap lengannya yang sedang digelayuti si putri. Waduh, ini gimana jelasinnya, nyak?!

Wush...

Di dekat pohon tepat di depan mereka, Duo Hemisphere bersaudara mendadak berdiri bersama. Animus sedang memegang Kertas Takdir dan pena bulu ayam, sementara Anima tersenyum lebar menopang dagunya.

"Wah, wah, lihat siapa yang datang," goda Anima, matanya berbinar nakal. "Ini adalah percabangan narasi baru, Author-ku sayang. Selamat datang di rute Harem!"

"Konsekuensinya berat jika kau nekat mengambil rute ini," timpal Animus datar. "Kalau kau membawa putri itu pulang, genre survival-romance yang baru saja kau bangun akan hancur dan berubah total menjadi drama perebutan takhta penuh selir. Kau yakin mau mengambil rute ini?"

Julian terdiam sesaat. Otak author-nya langsung berputar cepat. Harem? Berarti ada putri kerajaan, Yisla, belum lagi karakter cewek lain nanti? Rating pembaca pasti bakal meroket tajam kalau ada taktik begini!

Julian langsung menegakkan tubuhnya, mengabaikan tatapan membunuh dari Yisla, dan mengangguk mantap ke arah Duo Hemisphere.

"Oke, aku setuju. Bawa dia pulang!" ucap Julian lantang.

Yisla dan Jenny serentak melongo, menatap Julian bingung karena cowok itu mendadak bicara sendiri pada angin dengan wajah penuh tekad yang absurd.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!