NovelToon NovelToon
Gara-Gara Kamu

Gara-Gara Kamu

Status: tamat
Genre:Romantis / Patahhati / Selingkuh / Tamat
Popularitas:97.3k
Nilai: 5
Nama Author: Fhatt Trah

*** (Disarankan membaca cerita sebelumnya)
Sekuel CINTA UNTUK ARUNA

Gloria, wanita 24 tahun, yang harus menerima kepahitan hidup sejak orang tuanya meninggal dunia. Sering dijadikan suaminya sendiri sebagai wanita penghibur hanya demi uang.

Pertemuannya dengan seorang Richardo, pria 26 tahun, membuat hidupnya berubah. Tak hanya memperlakukannya dengan baik, memberinya perhatian, Richardo bahkan berani menantang badai hanya demi mendapatkan cintanya.

Bagaimanakah kisah Richardo dan Gloria selanjutnya? Akankah Richardo mampu menaklukkan wanita yang sudah menyandang status istri orang tersebut?

Ikuti kisah selengkapnya di sini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fhatt Trah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31. Gosip-Gosip Meresahkan

Bab 31. Gosip-Gosip Meresahkan

Apakah jawaban Gloria benar?

Semua menunggu, penasaran dengan tebakan konyol atasan mereka itu. Lalu tak disangka, entah kejutan, atau Ardo sengaja membenarkan jawaban Gloria.

"Selamat Gloria. Besok kamu akan menemaniku melakukan peninjauan pemasaran di luar kota. Persiapkan dirimu."

"Tapi Pak ..." Ia terkejut. Ia merasa Ardo mencuranginya. Ardo tidak memberitahu sebelumnya bila yang berhasil menjawab tebakannya itu akan menemaninya berangkat ke luar kota.

"Keputusanku mutlak. Tidak bisa diganggu gugat. Buat yang lain, kalian tetap akan mendapatkan kenaikan gaji. Jadi, jangan ada yang merasa iri. Rapat hari ini selesai. Selamat siang." Ardo bergegas keluar dari ruang rapat. Tak ia pedulikan reaksi berlebih Gloria soal keputusannya.

Bagaimana mungkin ia melewatkan kesempatan besar ini?

Sementara Gloria justru dibuat resah dan gelisah. Tak ada keinginannya sedikitpun untuk menemani Si Tukang Paksa itu ke luar kota. Lalu ia harus bagaimana?

Menolak?

Tidak mungkin!

Memberontak?

Lebih tidak mungkin lagi.

Akhirnya, ia hanya bisa pasrah. Melangkah lesu keluar dari ruangan rapat itu. Indera pendengarannya samar-samar mulai mendengar rekan-rekannya bergosip tentangnya.

Meski Ardo berlaku adil dengan menaikkan gaji semua anggota tim. Namun kepergian Gloria keluar kota bersama Ardo seolah membuat mereka merasa iri. Bermacam asumsi serta kecurigaan pun mulai timbul ke permukaan.

Memang mereka tidak menampakkan kedekatan mereka berdua secara berlebihan. Tetapi gelagat Ardo seolah memperlihatkan dengan jelas kedekatan mereka. Terlebih lagi saat Ardo sengaja makan di kantin karyawan.

"Eh, eh, apa kalian tidak merasa ada yang aneh antara Pak Ardo dan Glori?" bisik Dona pada Joni, Hilda dan Melisa yang berjalan bersamanya.

"Apa memangnya? Kamu itu ya, iri saja kerjaannya," celetuk Joni yang tahu betul Dona merasa iri terhadap Gloria. Apalagi sepertinya Dona punya hati terhadap Ardo.

"Coba kalian pikir, kok Glori melulu yang diajak setiap kali turun lapangan? Aneh kan?"

"Apanya yang aneh? Kan Glori yang berhasil menjawab tebakan dari Pak Ardo?" ucap Melisa seakan membela.

"Ya aneh lah. Apa kalian juga tidak memperhatikan cara Pak Ardo memandang Glori?"

"Gimana coba."

"Kalian itu digaji untuk bekerja, bukan untuk bergosip seperti ini. Apalagi Pak Ardo akan menaikkan gaji kita. Bukannya kerja yang rajin, eh malah ngegosip yang makin rajin," celetuk Joni.

"Kamu suka ya sama Glori? Dari tadi ngebelain Glori melulu," balas Hilda kesal.

"Sembarangan kalian."

"Saingan kamu berat Jon. Pak Ardo."

"Jangan suka ngomong sembarangan ya Hil? Glori itu rekan satu tim kita. Tidak seharusnya kita menjatuhkan Glori seperti itu. Dasar kalian emang biangnya gosip." Merasa kesal, Joni pun mempercepat langkahnya meninggalkan rekan-rekannya yang masih saja menggosipkan kedekatan Gloria dan Ardo.

Bukannya Gloria tidak ingin membela dirinya sendiri, hanya saja ia tak ingin membuat keributan. Ia yang berjalan di belakang rekannya yang tengah bergosip itu mendengarnya dengan jelas. Pikirannya saat ini sedang kalut. Ia tak ingin menambah beban pikirannya dengan gosip-gosip murahan rekan-rekannya.

Ia memilih mempercepat langkahnya menuju ruangan divisinya. Ia lewati begitu saja rekannya yang bergosip, yang pun memandangnya remeh.

"Sudah punya suami masih saja kegenitan," cibir Dona iri.

"Eh, apa jangan-jangan Pak Ardo ya yang sering menaruh bunga di meja kerjanya?" tanya Hilda.

"Jangan suka memfitnah orang Hilda. Dosa loh," celetuk Melisa.

Hilda malah mencebik kesal. Kesal mengingat Glori yang tampak dekat dengan Ardo. Tak bisa ia pungkiri, ia pun sejujurnya merasa iri terhadap Gloria yang selalu bisa berada dekat dengan Ardo. Bahkan beberapa kali ia melihat tatapan Ardo terhadap Gloria itu sangat berbeda. Terlebih saat di kantin karyawan tempo hari. Seakan Ardo memang sengaja mendekati Gloria. Entah apa sebabnya.

.

.

Tak ingin menjadikan beban pikiran gosip-gosip rekannya, Gloria memilih bersembunyi dibalik meja kubikelnya. Dipandanginya sejenak setangkai bunga mawar merah di depannya. Sedetik kemudian, diraihnya bunga itu. Lalu ia simpan di dalam laci mejanya.

Sekarang, yang harus ia pikirkan adalah bagaimana caranya meminta ijin dari Bary. Akankah semudah yang ia bayangkan?

Ia membuang napasnya berat berkali-kali. Mencoba meluruhkan segala beban yang kian membebaninya. Terlebih lagi tentang Si Tukang Paksa yang serasa sulit sekali ia hindari. Semakin ia menjauh, orang itu malah semakin mendekat.

Haruskah ia diam saja di tempat, sampai orang itu merasa lelah dan bosan sendiri?

Mungkin dengan jurus diam seribu bahasa bisa sedikit menghindari Ardo. Ia tak akan menangga8pi apapun perkataan Ardo. Ia akan menjawab seperlunya saja jika orang itu bertanya. Semoga saja pilihan yang ia ambil berhasil ia terapkan.

.

Ardo tengah melangkah panjang menuju ruangannya saat tiba-tiba Leona datang menggamit lengannya manja.

"Kak Ardo," sapa Leona manja.

Tanpa menghentikan ayunan langkahnya, ditanggapinya sapaan Leona.

"Pasti ada maunya lagi nih," cibirnya bersenda gurau.

"Kak Ardo tahu aja. Aku cuma mau memamerkan mobil baruku ke Kak Ardo."

"Akhirnya Opa menuruti permintaanmu. Pakai jurus apa?"

"Bujuk rayu lah Kak." Leona terkekeh geli belum melepaskan rangkulannya dari lengan Ardo.

"Eh Kak, ulang tahun Kak Ardo kalau tidak salah seminggu lagi ya Kak?" Leona mengalihkan pembicaraan.

Ardo tersenyum sinis. Ia tahu apa maksud Leona berkata seperti itu. Leona tengah menyindirnya yang gagal meluluhkan Gloria. Dalam menaklukkan Gloria butuh kesabaran dan jurus yang jitu. Wanita itu memiliki sifat jinak-jinak merpati. Dan untuk menjinakkan merpati seperti itu butuh trik khusus.

"Aku tahu apa maksudmu Leona. Jadi, tidak perlu menyindirku."

"He he he ..." Leona terkekeh. "Tapi Kak Ardo sebenarnya gagal kan?"

Giliran Ardo yang terkekeh mendengarnya. Adik sepupunya ini ternyata meremehkan kemampuannya dalam meluluhkan wanita.

"Bukan gagal Leona. Tapi, belum berhasil." Ardo ahlinya mencari alasan.

"Itu artinya sama saja Kak Ardo. Sama-sama gagal. Ayolah ... Akui saja kalau Kak Ardo itu gagal meluluhkan Glori. Siap-siap saja Kak, kostum Mickey Mouse nya sudah aku pesan. Ulang tahunnya seminggu lagi. Aunty sudah mengijinkan aku mengundang teman-temanku. Kak Ardo siap-siap saja jadi bahan olokan."

"Masih ada waktu seminggu. Lihat saja, akan aku buktikan kalau aku bisa meluluhkan wanita es itu." Ardo tak terima bila ia kalah taruhan dengan Leona.

"Sudahlah. Kak Ardo sudah gagal. Kak Ardo mau aku kenalkan dengan temanku yang lain? Orangnya sangat cantik Kak. Model lagi. Ibunya juga seorang mantan model. Kakak tahu Tante Sheila?"

"Siapa itu?"

"Istrinya Dokter Randa Kak. Temannya Uncle. Anaknya juga terjun ke dunia model. Sama seperti ibunya."

"Tidak perlu. Aku tidak tertarik." Ardo mempercepat ayunan langkahnya. Membuat rangkulan Leona pada lengannya terlepas.

"Eh, Kak Ardo tunggu. Kok malah ditinggal sih?" sungut Leona berlari kecil menyusul langkah Ardo.

"Makanya jangan suka aneh-aneh. Kemarin memberiku tantangan yang aneh, sekarang malah mau mengenalkan aku dengan perempuan lain. Asal kamu tahu ya, aku tidak tertarik."

"Kak Ardo belum mengenal Ellena saja, makanya Kak Ardo tidak tertarik. Orangnya sangat cantik loh Kak."

"Terserah dia mau secantik apa pun, aku tetap tidak tertarik. Jadi, stop. Berhenti menyodorkan perempuan lain pada kakakmu ini. Karena kakakmu ini hanya tertarik pada satu wanita."

"Sudahlah Kak. Lupakan saja soal taruhan itu. Lagian Glori itu sudah menikah. Sudah jelas Kak Ardo tidak akan berhasil. Glori pasti lebih memilih suaminya dibanding Kak Ardo."

"Aku sudah maju setengah langkah Leona. Dan aku ..." Ardo mengehentikan langkahnya tepat di depan pintu ruangannya. Dipandanginya Gloria yang sedang duduk tenang dibalik kubikelnya.

"Tidak akan mundur," sambungnya.

"Jangan ditanggapi serius tantangan yang aku berikan Kak. Lupakan saja. Bagaimana kalau tantangannya kita ganti saja dengan Ellena? Gimana? Hm?" Leona malah menawarkan perempuan lain untuk ditaklukkan Ardo. Karena menurutnya, Ardo tidak akan berhasil meluluhkan Gloria.

"Tiga hari!" ucap Ardo.

"Apanya yang tiga hari?" Leona meninggikan kedua alisnya.

"Dalam tiga hari ini, wanita es itu akan bertekuk lutut di hadapanku."

Leona terkekeh. Ia masih sangat yakin, bila Ardo tidak akan pernah berhasil.

"Tiga hari. Lihat saja. Akan aku buktikan padamu," ucap Ardo antusias.

"Oke. Kalau begitu aku tunggu kabar dari Kak Ardo tiga hari lagi."

Ardo tersenyum sinis menatap Leona.

"Tunggu saja."

Bersambung

1
Cinta Rodriques
langsung PD intix thour jngn mutar2 nanti yg baca bosan...
Cinta Rodriques
ya g taulh kmkn tukang CELUP mnjijikn
redmi Notetujuh
😂😂😂😂😂
Aisyah farhana
yaaahhh sudah end aja kak adakah boncap nya ???
lovely
yangyang pacarrr gue😍
Aisyah farhana
gaa sabar nunggu baby launching
Syahrul
jangan lupa mampir ya
💖 NAMA Q CINTA 💖
DASAR... CABUL" HHH
Aisyah farhana
hhhhmmmmm dasar pengantin baruuuuu
Aisyah farhana
hayoooo udah sah yahh Ardo loly
💖 NAMA Q CINTA 💖
TABUR TUAI KAN HHHH...GABISAH DI ELAK PASTI TERJADI
Syahrul
mampir dong ke novelku
Aisyah farhana
kirain kemana kak lama ga up up sehat selalu kak semangaaaaaatttttt
mama Al
Semesta merestui kami hadir
Syahrul
like
Syahrul
hai thor aku mampir nih
jangn lupa berkunjung ya
Elisabeth Ratna Susanti
keren 😍
Rani mdvpriangan
yah gagal deh mau mesra"an nya. mmah mlh nongol 😁
Aisyah farhana
aahhhh mamah ganggu ajah
💖 NAMA Q CINTA 💖
DASAR OTAK BOCA...BISAH2 NYA MIKIRIN MAKAN LGI URJEN HHHHH
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah): 😁😁emang dasar bocah ya, pikirannya gak jauh² dr mknan
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!