NovelToon NovelToon
Sejak Kapan Aku Jadi Sekuat Ini?

Sejak Kapan Aku Jadi Sekuat Ini?

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Sistem / Slice of Life
Popularitas:17.5k
Nilai: 5
Nama Author: D'Silent Novel

Xu Ming adalah pemuda biasa dari Bumi yang sangat menggemari novel dan komik kultivasi. Suatu hari, keinginannya untuk menjadi tokoh utama benar-benar terkabul. Ia tiba-tiba terbangun di Dunia Tianxuan dan memperoleh Sistem Pembimbing Kultivasi. Namun, alih-alih menjalani petualangan besar, ia justru dipaksa berlatih pedang, berkebun, memasak, melukis, memainkan qin, menulis kaligrafi, hingga melakukan berbagai pekerjaan sederhana selama sepuluh tahun.

Saat Xu Ming mengira perjalanan sebagai seorang kultivator baru akan dimulai, sistem justru menghilang setelah menyatakan bahwa tutorial telah selesai.

Menganggap dirinya masih seorang mortal yang lemah, Xu Ming memilih tinggal di Desa Qinghe dan menjalani hidup tenang. Tanpa ia sadari, seluruh latihan itu telah membuatnya melampaui semua tingkatan kultivasi. Sementara Xu Ming terus meragukan kekuatannya, seluruh dunia justru memanggilnya Senior, menganggapnya sebagai pertapa agung yang menyembunyikan identitas.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon D'Silent Novel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4 — Berdagang Demi Menyambung Hidup

Pagi itu, Desa Qinghe diselimuti kabut tipis.

Xu Ming duduk di depan rumah kayunya sambil menopang dagu.

Sudah tiga hari berlalu sejak sistem menghilang.

Tidak ada lagi suara "Ding!" yang setiap hari menyuruhnya berlatih.

Awalnya ia merasa senang.

Akhirnya bisa bangun tanpa dikejutkan misi aneh.

Namun kini...

Ia justru merasa ada yang kurang.

"Hidup ini sepi juga."

Xu Ming menghela napas panjang.

Tatapannya beralih ke kebun di samping rumah.

Tomat, sawi, kubis, mentimun, dan berbagai sayuran tumbuh begitu subur.

Di belakang rumah, beberapa pohon buah dipenuhi buah yang ranum.

Belasan ayam berkeliaran di halaman.

Seekor anjing hitam berbaring santai di bawah pohon sambil menguap malas.

Semuanya tampak biasa.

"Tapi..."

Xu Ming mengusap dagunya.

"Kalau dipikir-pikir..."

"Sistem sudah pergi."

"Berarti aku harus mencari uang sendiri."

Selama sepuluh tahun terakhir, semua kebutuhan hidupnya selalu tersedia.

Ia tidak pernah mempertanyakannya.

Sekarang, ia baru menyadari bahwa tidak mungkin terus hidup tanpa pemasukan.

"Untung aku masih punya kebun."

Xu Ming tersenyum tipis.

"Kalau dijual ke kota, setidaknya cukup untuk makan."

Ia lalu mengambil keranjang bambu terbesar di rumah.

Dengan cekatan ia memanen sayuran yang paling segar.

Kubis.

Sawi.

Lobak.

Tomat.

Mentimun.

Semuanya dimasukkan ke dalam keranjang.

Kemudian ia memetik beberapa buah persik dan pir dari pohon di belakang rumah.

"Hm..."

"Cukup banyak."

Setelah itu, ia mengambil beberapa ikat daun teh yang ia jemur sendiri.

"Kalau ada yang mau beli, lumayan."

Saat hendak berangkat, ia melihat sebuah gulungan lukisan di sudut rumah.

"Itu juga bisa dijadikan hiasan lapak."

Xu Ming mengambil lukisan pemandangan yang pernah ia buat beberapa tahun lalu.

Menurutnya...

Lukisan itu biasa saja.

Paling tidak, membuat lapaknya tidak terlihat kosong.

Di bawah lukisan, ada beberapa lembar kaligrafi.

Ia memilih satu secara acak.

Tulisan itu berbunyi...

Hidup Tenang Adalah Kebahagiaan.

Xu Ming tersenyum.

"Cocok."

"Semoga daganganku juga tenang."

Ia sama sekali tidak tahu...

Lukisan dan kaligrafi itu telah menyatu dengan Dao.

"Woof."

Anjing hitam itu tiba-tiba berdiri.

Xu Ming menoleh.

"Kau mau ikut?"

Anjing itu mengibas ekornya.

Xu Ming tertawa kecil.

"Baiklah."

"Tapi jangan ganggu orang nanti."

Anjing itu menggonggong pelan seolah mengerti.

Xu Ming pun memikul keranjang dagangannya.

Perjalanan menuju kota memakan waktu hampir setengah hari.

Sepanjang jalan, ia melihat banyak orang berlalu-lalang.

Ada pedagang.

Pemburu.

Petani.

Sesekali terlihat seseorang mengenakan jubah panjang dengan pedang di pinggang.

Xu Ming langsung berbisik.

"Kultivator..."

Matanya berbinar.

Sejak datang ke Dunia Tianxuan...

Ini pertama kalinya ia melihat orang yang benar-benar mirip kultivator dalam novel.

"Aura mereka keren sekali."

Xu Ming tanpa sadar menegakkan punggung.

"Aku sebaiknya jangan cari masalah."

Ia menundukkan kepala dan berjalan di pinggir jalan.

Sementara itu...

Beberapa kultivator yang berpapasan justru berhenti.

Mereka menatap Xu Ming dengan wajah pucat.

Bukan karena Xu Ming.

Melainkan...

Anjing hitam di sampingnya.

"Senior..."

"Sial..."

"Itu..."

"S-serigala iblis?"

"Tidak..."

"Tekanan seperti itu..."

"Sulit dipercaya..."

Mereka segera memberi jalan.

Tidak seorang pun berani menghalangi langkah Xu Ming.

Xu Ming hanya menggaruk kepala.

"Orang-orang kota memang sopan."

Ia mengangguk ramah.

"Permisi."

Para kultivator langsung membungkuk.

"Salam kepada Senior."

Xu Ming tersenyum canggung.

"Eh..."

"Pagi juga."

Ia terus berjalan.

Setelah sosoknya menghilang di kejauhan...

Seorang kultivator muda baru berani bernapas.

"Kakak Senior..."

"Siapa beliau?"

Tetua di sampingnya menelan ludah.

"Aku tidak tahu."

"Tapi..."

"Jangan pernah menyinggung orang seperti itu."

"Mengapa?"

Tetua itu menatap bekas jejak kaki Xu Ming di tanah.

Jejak itu tampak biasa.

Namun di matanya...

Jejak tersebut memancarkan irama Dao yang begitu dalam hingga membuat pikirannya bergetar.

"Beliau..."

"Sudah melampaui pemahamanku."

Sementara itu...

Xu Ming akhirnya tiba di sebuah kota kecil.

Di atas gerbang tertulis dua huruf besar.

Kota Qingyun.

Xu Ming tersenyum lega.

"Akhirnya sampai."

Ia melihat banyak pedagang membuka lapak.

Tanpa berpikir panjang, ia memilih sudut yang kosong.

Ia menggelar kain.

Menyusun sayuran.

Menata buah.

Menggantung lukisan.

Lalu menempelkan kaligrafinya.

Setelah semuanya selesai...

Xu Ming duduk sambil tersenyum puas.

"Semoga hari ini ada yang beli."

Ia sama sekali tidak menyadari...

Sejak lukisan itu digantung...

Seluruh energi spiritual di sekitar pasar mulai berkumpul ke arah lapaknya.

Dan puluhan pasang mata perlahan mulai memandang ke arahnya.

Bersambung...

1
Ilham Yono
/Determined//Hammer//Hammer//Hammer//Determined/
Ilham Yono
/Facepalm//Slight//Slight//Slight/
Ilham Yono
🤣🤭
Ilham Yono
keren abis
Ilham Yono
hihihi🤭
Ilham Yono
salah faham yang positif
Ilham Yono
gambatheeeee
Ilham Yono
tepuk jidat gw
Ilham Yono
🤣🤣🤣🤣🤣
Ilham Yono
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Ilham Yono
/Tongue//Tongue//Tongue//Tongue/
Ilham Yono
/Joyful//Joyful//Joyful//Joyful/
Ilham Yono
hihihi🤭
Ilham Yono
terbaik/Determined/
Ilham Yono
terbaik
Ilham Yono
/Curse//Curse//Curse//Curse//Joyful/
Ilham Yono
beuh/Facepalm/
Ilham Yono
hihihi ..gak nyadar juga
Ilham Yono
sederhana penuh makna
Ilham Yono
beuh..master kita
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!