NovelToon NovelToon
Pelabuhan Terakhir Sang Playboy

Pelabuhan Terakhir Sang Playboy

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:209.2k
Nilai: 5
Nama Author: Norma28

Aku berjanji akan meninggalkan semua sifat aku yang dulu, sikap playboy aku, yang penting kamu mau bersamaku, menerima semua kekuranganmu, karena aku sudah jatuh cinta kepadamu.

Ema masih diam, dia tidak percaya begitu saja pada Cello, karena udah beberapa kali Ema jalan bersama dengan Cello ada saja yang datang mengaku sebagai kekasih Cello.

Today I love you more than yesterday and I will give my love more to you until the end of this life

Ucap Cello meyakinkan Ema

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Norma28, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32

Sesampainya di rumah, seperti biasa mereka berdua langsung di jemput oleh mama dita di depan pintu.

“Selamat sore mamacan,” ucap Cello langsung memeluk mamanya.

“Sore juga sayang, ayo masuk dan langsung mandi,” ucap mama Dita.

Seperti biasa, Adit selalu mengecup kening istrinya saat pulang kerja, membuat orang-orang yang melihat semakin iri atas kemesraan mereka berdua, Dita dan Adit langsung masuk ke dalam rumah bersama karena Adit sudah sangat lelah.

“Ayo mandi, agar segar kembali badannya,” ucap Dita kepada suaminya.

“Ia nyonya, ini udah mau mandi juga,” jawab Adit, dan langsung menuju kamar mandi, sedangkan Dita langsung menyiapkan baju untuk suaminya, setelah siap ia segera keluar dan langsung membuat kopi untuk Adit dan juga Cello.

“Mama tahu saja kalau aku ingin kopi panas,” ucap Cello saat melihat mamanya membuat dua cangkir kopi.

“Ia dong, ayo ke depan nanti mama yang bawa,” ucap Dita.

Cello langsung ke ruang keluarga, tidak lama papa Adit juga sudah keluar dari kamar, mama Dita juga sudah muncul dari dapur membawa nampan berisi dua cangkir kopi dan juga cake yang sempat ia buat tadi sore.

“Enak banget, tau aja kalau aku lagi kepingin makan kue,” ucap Cello dan langsung mengambil sepotong cake yang ada di piring dan langsung menikmatinya.

“Enaklah kan buatan mama,” ucap mama Dita dan langsung duduk di samping suaminya.

Mereka bertiga asik mengobrol, sambil papa Adit dan Cello menikmati kopi dan cake yang di siapkan oleh mama Dita.

“Kak Chaim belum pulang kerja ma?”tanya Cello kepada mama Dita.

“Katanya dia agak telat pulang, karena ada temannya izin telat masuk,” jawab mama Dita.

karena sudah malam, akhirnya mereka memutuskan untuk makan malam, bibi sudah menyiapkan semua hasil masakan mama Dita, biarpun ada bibi, tetapi mama Dita selalu turun tangan untuk memasak makanan bagi suami dan anak-anaknya.

Mereka langsung menuju meja makan, tidak lama Chaim akhirnya datang juga, dan langsung menghampiri mereka yang ada di meja makan.

“Eh udah pulang nak, kamu mandi dulu dan kita makan malam bersama,” ucap mama Dita kepada Chaim.

Chaim hanya mengangguk karena dirinya sangat lelah, Chaim langsung naik ke lantai dua, tepat ke kamarnya untuk membersihkan diri, sedang mereka masih menunggu Chaim agar makan malam bersama.

Tidak lama akhirnya chaim ikut bergabung dengan mereka, mama Dita langsung mengambilkan makanan untuk Chaim, mereka makan malam tanpa suara dari mereka, hanya sendok dan garpu saling beradu di bawa piring.

Setelah selesai makan, Cello langsung pamit untuk ke kamar, sedangkan Chaim masih mengobrol dengan papa Adit di ruang keluarga, sedangkan mama Dita membantu bibi merapikan meja makan yang kotor.

Setibanya di kamar, Cello langsung menghubungi Ema, tidak menunggu lama, akhirnya Ema menjawab panggilan telepon dari Cello.

“Halo..., lagi ngapain? udah makan belum?” tanya Cello kepada Ema.

“Ia udah dong” jawab Ema kepada Cello.

Mereka berdua asik mengobrol, banyak hal yang mereka bahas, kadang mereka tertawa bersama, betul-betul seperti orang yang lagi jatuh cinta, namun hubungan mereka masih sekedar teman.

Cello sebenarnya sudah ingin mengutarakan isi hatinya ke pada Ema, namun dirinya masi ragu, takut ditolak oleh Ema, namun Cello sudah sangat nyaman saat bersama Ema, mengobrol juga sangat nyambung.

“Apa besok kamu tidak masuk kantor, kok jam segini masih belum istirahat,” ucap Ema kepada Cello.

“Soalnya kalau aku ngobrol dengan kamu, rasa lelah, capek dan ngantuk semuanya hilang,” goda Cello ke Ema.

Ema hanya tertawa mendengar godaan Cello, karena dirinya sudah sering kali mendapatkan gombalan dari Cello, tetapi entah kenapa Ema paling senang mendengar gombalan Cello.

“Udah dulu ya, soalnya aku sudah sangat mengantuk,” ucap Ema kepada Cello.

“Ok sayang, bawa aku ke dalam mimpimu ya,” jawab Cello, membuat Ema tersipu malu.

Ema langsung memutuskan sambungan video_call mereka berdua, karena dirinya sudah sangat ngantuk, begitu juga dengan Cello, dia langsung menyimpan handphonenya di atas nakas, dan langsung membaringkan rubuhnya Yang sudah sangat lelah.

🌷🌷🌷🌷

Jangan lupa di like dan komentar ya kak, terimakasih🙏🙏

🌷🌷🌷Bersambung 🌷🌷🌷

1
Leni Pendi
😭😭😭
Sekar Anggraini Indrawati
bagus ceritax, silahkan lanjut
Nur Hayati
duuuh panjang banget ceritanya, kesannya bertele- tele,,
Tut Eny
lanjut
Rini Haryati
keren thor
Yesi Triyanto
Ema. gak. punya sahabat kah thor???? kok nelangsa bngt hdup nya
Yesi Triyanto
nama nya laki, gak apa2 mumpung masih blm nikah gak ada slh nya pilih2 asal jgn ky teh celup aja nyelup sana nyelup sini. klu cm ganti2 msih ok lah
orang baik
mksh thor
Nona_Ariesta
ya... sudah tamat aja 🥲🥲
Lia Nurlaila
terima kasih...dilanjut baca kisah yg baru 👍😊
Pria Tin
lanjut
Lia Nurlaila
komen pertama...alhamdulillah up jg..d tungguin nih 👍😊
Nona_Ariesta
upnya jangan lama-lama dong kak
Lia Nurlaila
sah ?
kley🐻
semangat Thor
Lia Nurlaila
makasih..
Pria Tin
lanjut
Nissa
up lgi kk 😊
Lia Nurlaila
aduh2 Erni...
Pria Tin
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!