Hukum tidak berpihak pada Anggita, jadi aku yang akan jadi hukumnya. Satu misi yang menjadi tujuanku hancurkan Arvin Teriaz. Aku Nabila Azzahra, topengku sekretaris, senjataku kode. Rencana sempurna begitu sempurna sampai Galen Teriaz, dokter yang membenci darahnya sendiri, mengulurkan tangan dalam misiku.
Apakah misi mereka berhasil dalam, menghancurkan seorang Arvin Teriaz ?
Baca selengkapnya !
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon indah Mayaddah f, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 23 RAPAT RAHASIA YANG GAGAL TOTAL
Sudah 2 minggu Nabila pulang dari rumah sakit, sekarang Nabila sudah bisa berjalan dan menjalani rutinitasnya. Malam ini rumah Nabila ramai, bukan karena pesta tapi karena 3 orang paling sial sedunia lagi mau nyusun rencana ngalahin Bram.
Di ruang tamu sempit, Galen duduk dengan lengan masih diperban. Di depannya laptop dan map berisi foto-foto bukti, di sebelahnya Anggita udah setel proyektor dari dinding sedangkan Nabila nyiapin teh.
"Oke fokus" Kata Anggita
"Data dari flashdisk ini 70% udah ke-copy, tinggal kit…" Tambah Anggita terpotong
BRUK !!! PINTU DIBUKA DENGAN TENDANGAN DRAMA
Masuk Bu RT Nabila yang di panggil Emak, dengan membawa dandang, 2 rantang, 1 termos, dan 1 kantong kresek yang bunyinya kretek-kretek. Karena Galen membeli rumah yang bersebelahan dengan rumah Nabila dan rumah Anggita, namun Anggita dan Nabila serta adik Nabila memilih tinggal di rumah Galen karena untuk keselamatan mereka kecuali orang tua mereka.
"ANAK EMAKK!!" Teriaknya
"Jangan begadang! Ini emak masak dari jam 4 sore. Lodeh nangka, ayam goreng, tempe orek, sambal teri. Buat makan seminggu!" Ucap Emak
Galen langsung nutup laptop karena refleks, sednagkan Nabila panik.
"Emakkk... kita lagi rapat penting..." Ucap Nabila
Emak nyengir lebar liat Galen.
"Rapat ? Sama pacar ? Ya ampun ganteng amat nak, tingginya semeter berapa ? Kerja di mana ? Udah punya rumah ?" Cerocos Emak
Galen senyum kaku
"Ibu... saya..." Ucap galen terpotong
"Panggil emak aja nak, sini makan dulu. Kamu begitu rurus amat, pacarana sama Nabila gak dikasih makan ya?" Ujar Emak
Sedangkan Anggita di pojokan menahan ketawa sampe sakit perut …
Belum 5 menit tenang, Dito nyelonong. Umur 9 tahun yang memakai kaos oblong dan tangan megang ponsel.
"Kak Nabila main dong! Oh ada tamu ? Wih laptopnya bagus, Lagi main apa ?" Tanya Dito
“Kamu itu ya, teriak-teriak terus, malu kan ada tamu” Ujar Dita melihat kerusuhan adiknya
“Biarin, kakak sirik aja” Jawab Dito
Anggita buru-buru ganti tampilan laptop ke slide
"Ini tentang perkembangan pasiennya kak Galen, katanya ingin operasi" Jawab Anggita berbohong
Dito ngangguk serius.
"C-12 ? Oh obat cacing ! aku tau, yang di minum 6 bulan sekali. Kak ada cheat GTA gak di situ ? Aku butuh kode senjata" Ujar Dito
Galen yang abis ketusuk pisau 3 hari lalu sekarang malah ketusuk pertanyaan bocil
"Enggak ada dek, ini khusus orang dewasa" Jawab Galen
"Berarti 18+ ya ? Boleh aku nonton ?" Tanya Dito
"DITO, DIRA MASUK KAMAR MASING-MASING !!" Titah Nabila
"Kakak pelit ! Masa lihat aja gak boleh !" Teriak Dito yang di tarik oleh kakkanya Dira
Drama belum selesai.
KETEPLEK …
KETEPLEK
suara sendal Udin masuk, Udin adalah bapaknya Nabila. Dia sedang melalukan ronda malam, dia membawa senter di tangan serta peluit di leher.
"Ada apa ini rame-rame ? Ada maling ? Lho ada tamu” Celetuk Udin
“Ngopi pak!" Tawar Emak
“Ayo, enak malam-malam gini ngopi” Jawab Udin
Tanpa permisi beliau duduk di sofa, nyeduh kopi 3 sendok gula, 1 sendok kopi. Galen udah gak bisa mikir, rencana nyusup ke server Bram sudah hancur.
Anggita bisik …
"Gimana ini? Data kita di flashdisk" Ucap Anggita
"Flashdisk ? Buat nyimpen dangdut ya ? Puter sini, aku suka Rhoma Irama" Celetuk Udin
“Bukan itu untuk melihat video cara masak pak, yang kaya di TV apa namanya cep” Jawab Astrid merasa benar
“Bukan cep ma, crep” Ujar Udin meski pun salah
“Chef pak, Chef” Ucap Astrid membenarkan ucapan suaminya
“Lah itu sama aja, kok bu” Jawab Udin
“Beda pak, bapak ini kalau di kasih tahu suka ngeyel” Ujar Astrid
Nabila udah mau nangis, karena ucapan kedua orang tuanya
"Maaf ya... keluarga aku emang gini..." Ucap Nabila
Galen malah ketawa kecil, pertama kalinya setelah 3 hari.
"Gak apa-apa, lucu" Jawab Galen
Satu jam kemudian, meja penuh piring dan rapat rahasia berubah jadi arisan. Emak cerita gosip tetangga bersama Udin dan Astrid cerita maling ayam. Dito main game sambil duduk di pangkuan Galen, Anggita nyerah. Dia sembunyiin flashdisk di balik bantal.
Pas para orang tua akan pulang, Astrid nepuk bahu Galen.
"Jagain anak-anak mama baik-baik ya nak karena mereka katanya ingin menginap di sini, Kalau berani nyakitin mereka, mama lapor RT" Ucap Astrid
"Siap bu" Jawab Galen membuat Nabila dan yang lainnya tertawa
Rumah akhirnya sepi lagi pukul 23.00, tapi dari seberang jalan di balik pohon Bram melihat semua itu sambil senyum.
"Ribut terus itu bagus, jika mereka sibuk ketawa berarti pertahanan mereka lagi lengah" Ucap Bram
Dia muterin kunci mobil.
"Besok kita serang lagi" Tambah Bram sambil tersenyum jahat