NovelToon NovelToon
Luka Tak Terlihat

Luka Tak Terlihat

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta setelah menikah / KDRT (Kekerasan dalam rumah tangga)
Popularitas:887
Nilai: 5
Nama Author: Illana Clr

Cerita ini hanya fiksi semata, hanya halu author.

Cerita ini, terispirasi dari curhatan-curhatan seorang ibu yang merasa lukanya terabaikan, lelahnya tak terlihat, dan sakitnya yang dianggap sepele, diselingkuhin pula.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Illana Clr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Partner Kondangan

Enam bulan berlalu begitu cepat.

Tulisan Alana kini dibeli beberapa produser film dengan harga cukup tinggi. Namanya mulai dikenal.

Bahkan ia baru saja dikontrak oleh salah satu PH film terkenal.

Sementara itu, kehidupan Johan dan Safa juga membaik.

Mereka membuka coffee shop kecil. Dan minggu depan... mereka akan menikah.

Hari-hari Alana berjalan mulus. Sesuai harapan.

Sampai akhirnya, sebuah amplop datang ke apartemennya.

Undangan pernikahan.

*Johan & Safa.*

Hatinya remuk. Tapi ia tidak boleh lemah di depan mereka.

Alana memutuskan untuk datang.

---

Jam 2 malam.

Cia terlelap di sampingnya. Tapi Alana tidak bisa tidur. Gelisah. Perih.

Ia menatap wajah anaknya, lalu berbisik pelan.

“Maafin papa ya, Nak. Papa belum bisa jengukin kamu. Papa lagi sibuk nyiapin pernikahannya.”

Air matanya jatuh.

Alana mengusap kepala Cia, mencium keningnya, merapikan selimutnya.

Ia berjalan ke balkon. Menghirup angin malam, berharap bisa membawa pergi sisa sedihnya.

Tanpa ia sadar, dari balkon gedung sebelah...

seorang pria memperhatikannya.

“Cantik...” lirih Rafa.

Alana berdiri di sana, dengan senyum getir sambil menatap langit malam.

“Dia seperti... Kinara...”

Rafa teringat istrinya. Almarhumah. Yang pergi bersama bayinya.

Tak terasa air matanya jatuh. Tepat saat Alana juga menangis tanpa suara, bahunya sedikit bergetar.

Setelah cukup tenang, Alana masuk. Mengunci pintu balkon. Menutup gorden. Lalu memeluk Cia dan terlelap.

Di gedung sebelah, Rafa baru beranjak masuk setelah lampu kamar Alana padam.

---

Pagi.

Cia membangunkan dengan tepukan kecil di pipi Alana.

“Mam... mam...”

“Iya sayang. Mama bangun. Cia mau makan?”

Cia mengangguk, giginya yang baru tumbuh kelihatan.

“Mandi dulu ya, Nak. Kita sarapan di bawah.”

Di kafe bawah apartemen, Alana memesan roti panggang, smoothies, es caramel macchiato, dan air putih untuk Cia.

Saat ia sedang menyuapi Cia, seseorang menghampiri mejanya.

“Hey Cia.”

Alana dan Cia menoleh bersamaan.

“Pah!” Cia langsung bertepuk tangan.

Alana kaget. “Mas Rafa? Sarapan di sini juga?”

Rafa tersenyum. “Iya. Boleh gabung?”

“Ah iya, silakan mas. Maaf mejanya berantakan.”

Rafa duduk. “Cia makan smoothies? Emang nggak apa-apa?”

“Nggak apa-apa. Tanpa gula kok.”

Mereka mengobrol. Mengasuh Cia bareng. Hangat. Nyaman.

Tiba-tiba Alana menarik napas.

“Mas... aku mau minta tolong. Cuma aku nggak enak bilangnya.”

Rafa mengangkat alis, bercanda. “Mau minjem uang?”

“Bukan mas. Bukan...” Alana menggigit bibir. “Ini... mantan suamiku.”

“Em? Mantan suami? Kenapa?”

“Dia mau nikah minggu depan. Aku berencana hadir... tapi aku bingung.”

Rafa menatapnya. “Kamu... ngajak aku ke nikahan mantan kamu?”

Alana mengangguk pelan. “Iya mas. Kamu mau?”

Hening sebentar.

Lalu Rafa tersenyum. Senyumnya mengembang.

Ia mengangguk. “Mau.”

---

Setelah sarapan, Alana sibuk mencari baju untuk menghadiri pernikahan Johan dan Safa.

Ia ingin terlihat tegar.

Ingin terlihat bahagia.

Ingin membuktikan bahwa hidupnya baik-baik saja setelah bercerai.

Rafa menemaninya. Mendorong stroller. Di dalamnya Cia sedang menyusu dengan tenang.

Di depan deretan gaun, Alana bingung.

Rafa menoleh, lalu tersenyum.

“Kalo kamu bingung, coba dulu satu-satu. Pilih yang bikin kamu nyaman pakenya.”

Alana mengangguk pelan. “Oke...”

Rafa lalu bersandar di tiang butik, tangannya masih di pegangan stroller.

“Jangan kasih liat aku ya. Biar aku liatnya pas hari H kondangan aja.”

Alana tersipu. Ia menutup tirai fitting room.

Di luar, Rafa menggoyang-goyang stroller pelan sambil bercanda sama Cia.

Untuk pertama kalinya setelah sekian lama...

Alana merasa tidak sendirian menghadapi hari terberatnya.

---

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!