NovelToon NovelToon
LEGENDA PENDEKAR DUA DUNIA

LEGENDA PENDEKAR DUA DUNIA

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Fantasi / Petualangan / Supernatural / Fantasi Timur
Popularitas:1.4M
Nilai: 4.4
Nama Author: Mr Poo

Mengapa novel ini saya beri judul PENDEKAR DUA DUNIA?
Sebab Kim Thian nantinya berkelana kedunia ROH dan dunia nyata.
Dunia Roh meliputi dunia orang mati, dunia siluman, dunia peri, dunia jin sampai dunia dewa, dunia malaikat,dll. Jika didunia ROH ,maka kita harus menaikkan level ROH kita.
SEDANGKAN DUNIA NYATA ADALAH bumi ini, bulan, planet planet

Maaf bila baru baru ini update nya lama untuk episode ini dan juga cerita lain karanganku, soalnya sibuk bekerja , maklum, kerja ikut orang tidak bisa santai, Trimakasih atas pengertiannya.

Sedangkan dunia nyata meliputi seluruh bumi bulan, bintang dan seluruh planet nantinya. Dan didunia nya yang akan kita tingkatkan adalah Qi kita dan kekuatan tubuh nyata kita.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mr Poo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

32.NAIK PERAHU

Kini tukang perahu itu menghentikan suara dengkurnya, sepasang matanya bergerak-gerak lalu kelopak

matanya terbuka. Dua orang dara itu kaget melihat sepasang mata yang bersinar tajam sekali, tetapi

tukang perahu itu mengejapkan matanya beberapa kali seperti belum sadar benar.

“Paman, bangunlah. Kami hendak menyewa perahumu itu!” kata Lin Lin sambil menuding ke arah perahu.

Suaranya lunak dan halus dan memang puteri ini memiliki watak yang jauh lebih halus dari pada adik nya Lan lan yang keras hati dan jujur.

Tukang perahu itu mengeluh dan bangkit duduk, menggosok-gosok matanya dan ketika dia menurunkan

kedua tangan memandang dua orang gadis itu, tiba-tiba dia melompat berdiri dengan mata terbelalak,

Hemm, kau galak sekali, nona. Aku bilang bahwa kalian menyeberang ke sana dan melanjutkan

perjalanan mengungsi, berarti kalian mencari mati. Di seberang sana hanya terdapat hutan-hutan yang liar

dan tak terbatas luasnya, gurun-gurun pasir yang tak bertepi, dan pegunungan yang sukar sekali dilalui

manusia selain penuh dengan binatang-binatang buas dan siluman-siluman jahat! Dan kalian hendak

menyeberang ke sana? Eh-ehh...!” Dia lalu memandang tajam kepada dua orang gadis itu, pandang mata

penuh selidik. “Benar-benarkah... eh... kalian ini manusia, bukan siluman-siluman?”

“Mulut busuk!” Lan lan membentak marah, tidak membiarkan Lin Lin mencegahnya lagi karena dia

sudah marah bukan main. “Kalau kami berdua siluman, maka engkau adalah siluman babi !”

Tukang perahu itu melongo, kemudian tertawa. “Ha-ha-ha, kau pandai juga membadut, nona! Masa yang

begini dikatakan siluman babi!”

“Paman, harap jangan main-main. Kami berdua sudah melakukan perjalanan jauh yang amat melelahkan,

bahkan semalam kami tidak tidur sebentar pun. Sekarang kami ingin melanjutkan perjalanan. Terus terang

saja, kami berniat pergi ke Kota Raja “

Wahhhh...? Mimpikah aku? Ataukah benar-benar kalian dua orang gadis dusun ini hendak pergi ke kota

raja? Tahukah kalian berapa jauhnya kota raja itu? Kalian harus melalui sedikitnya enam propinsi dan

ratusan kota! Mengapa kalian dua orang gadis dusun di perbatasan hendak pergi ke tempat sejauh itu?”

“Kami berdua hanya ingin menyeberang, dan engkau begini cerewet! Tukang perahu macam apa sih

engkau ini?” Lan lan sudah membentak lagi.

Namun Lin Lin segera berkata, tidak memberi kesempatan kepada si tukang perahu untuk menanggapi

kegalakan Lan kan , “Kami mempunyai seorang bibi di sana. Paman, kalau benar di seberang

merupakan daerah yang amat berbahaya dan sukar dilalui maka kami harap kau suka menolong kami dan

memberi tahu jalan mana yang harus kami tempuh agar kami dapat sampai ke kota raja dengan selamat.”

Tukang perahu itu menggaruk-garuk belakang telinganya. “Terus terang saja, aku sendiri belum pernah

pergi ke kota raja. Akan tetapi menurut keterangan yang kuperoleh, jalan satu-satunya ke kota raja hanya

menggunakan jalan air, menurutkan aliran Sungai Besar sampai ke kota besar,

kemudian melalui jalan darat ke utara sampai Sungai lgi dan mengambil jalan air lagi menurutkan

aliran Sungai ke timur sampai ke kota besar lgi, baru menggunakan jalan darat ke utara

menuju ke kota raja. Akan tetapi letaknya amat jauh dan kiranya akan menggunakan waktu berbulan bulan!”

Lan lan sudah mengerutkan alisnya. Turun semangatnya mendengar keterangan yang

membentangkan kesukaran perjalan itu, akan tetapi Lin Lin berkata, “Terima kasih, paman. Engkau baik

sekali dan kami akan menggunakan petunjuk itu untuk melanjutkan perjalanan. Lalu bagaimana kita dapat

mencapai Sungai besar?”

“Dari tempat ini dapat berperahu mengikuti aliran sungai sampai ke dusun , dari sana terdapat

jalan menuju ke Sungai kecil, menyeberangi Sungai kecil dan melalui jalan darat ke

timur baru lah akan mencapai Sungai BESAR .”

“Ah, terima kasih. Kuharap paman sudi membawa kami ke dusun itu.”

“Hemmm...”

“Kami akan membayar sewanya, berapa saja yang kau minta, paman.”

“Sikapmu halus dan baik sekali, nona. Siapakah namamu?”

“Namaku Lin lin, paman,” jawab Lin Lin sambil menunduk supaya tidak tampak perubahan air

mukanya.

“Baiklah, Lin Lin Aku suka mengantarkan engkau ke kota terdekat yang jaraknya cukup jauh dari sini, makan

waktu hampir sehari semalam. Akan tetapi dia itu siapa namanya?” Dia menuding kepada Lan lan .

Tentu saja Lan lan sudah marah memandang dengan mata mendelik, akan tetapi dia didahului oleh

Lin Lin .

“Dia adalah adikku, namanya Lan lan .”

“Aku hanya mau menyeberangkanmu ke kota terdekat , nona Lin Lin , bahkan tanpa dibayar apa pun. Tetapi

dia itu, hemm...Lan lan terlalu galak dan sikapnya tak menyenangkan, maka...”

“Cerewet! Kalau engkau tidak mau aku pun tidak membutuhkan bantuanmu, manusia sombong! Kalau aku

melemparmu ke dalam sungai dan membawa perahumu, kau mau bisa apa?”

“Adik Lan , jangan begitu...!” Lin Lin membujuk adik nya, lalu berkata kepada si tukang perahu.

“Paman, kau maafkan adikku yang masih kekanak-kanakan. Kalau aku pergi, dia pun harus ada di

sampingku. Harap kau suka memaafkan dan membawa kami berdua ke kota terdekat.”

Tukang perahu itu bersungut-sungut. “Baiklah, akan tetapi hanya dengan satu janji.”

“Janji apa?” Lin Lin bertanya dan Lan lan sudah siap, kalau si tukang perahu minta janji yang kurang

ajar, tentu akan dihantamnya dan dilemparkannya ke sungai!

Tukang perahu itu tertawa. “Nah, silakan naik ke perahu. Perahu ini kecil dan tentu saja kurang enak,

jangan nanti kalian menyalahkan aku.” Sambil berkata demikian, tukang perahu mengambil buntalannya

dan menaruhnya di kepala perahu agar ruangan tengah yang terlindung anyaman bambu itu dapat dipakai

oleh kedua orang gadis itu.

Mereka memasuki perahu dan meluncurlah perahu itu ke tengah sungai didayung oleh si tukang perahu

yang mulai dengan gayanya yang terang-terangan hendak menghukum Lan lan yang dianggapnya

galak itu. “Ehhh, nona Lan , kau masaklah air, itu cereknya, itu batu api, teh di sana... dan beras ada di

ujung sana, masak nasi untuk kita bertiga. Aku akan memancing ikan untuk lauknya.”

Lan lan mendelik, akan tetapi jawilan jari tangan Lin Lin membuat dia tidak membantah dan

dengan bersungut-sungut dia mengerjakan perintah tukang perahu itu. Awas saja kau, pikirnya geram.

Nanti kalau kami tidak membutuhkan lagi perahumu, akan kutampar mukamu dan kucabuti kumis dan

jenggotmu. Biarlah sekarang dia mengalah. Melakukan pekerjaan yang diperintahkan seorang tukang

perahu miskin yang kurang ajar. Sialan!

Akan tetapi tukang perahu itu ternyata pandai sekali mengail. Sebentar saja dia telah mendapatkan dua

ekor ikan yang sebesar betis. Dia melontarkan ikan-ikan itu kepada Lan lan sambil berkata, “Bersihkan

ikan-ikan itu, beri bumbu. Garam dan lain-lain bumbu ada di poci sebelah kiri itu, dekat kakimu, lalu

panggang di atas arang membara. Awas, jangan sampai api menyala, nanti hangus dan tidak enak!”

Lagakmu, Lan lan memaki di dalam hatinya. Kau kira aku tidak tahu caranya masak dan memanggang

ikan? Akan tetapi karena dia dan kakaknya membutuhkan perahu itu, bukan hanya perahu itu akan tetapi

tukang perahunya karena mereka berdua tidak tahu bagaimana caranya mengemudikan perahu, dia

menahan kemarahannya dan mulai melakukan pekerjaan tanpa banyak mengeluarkan suara.

Lan lan adalah seorang dara yang sejak kecil digembleng ilmu silat oleh kakek nya. Wataknya keras,

pemberani dan di samping ini, juga harus diakui bahwa dia terlalu dimanja oleh kakek nya. Selama

tinggal bersama kakek nya yang merupakan seorang pendekar yang lumayan terkenal, dia diperlakukan dengan hormat

oleh semua orang. Terutama sekali dia adik Nya Lin Lin ,

dia makin dihormati. Tidak pernah ada orang yang berani memandang rendah kepadanya, karena

kedudukannya dan juga karena orang maklum akan ke pandaian nya. Akan tetapi sekarang, dia bukan saja

dipandang rendah, bahkan diperintah oleh si tukang perahu seperti seorang pelayan saja layaknya!

Dapat dibayangkan betapa mendongkol dan mengkal rasa hatinya sehingga ketika mereka bertiga makan,

hanya si tukang perahu dan Lin Lin yang dapat menikmatinya sedangkan Lan lan tidak dapat

menikmati makanan itu karena hatinya mendongkol sekali. Sikap tukang perahu itu benar-benar

menggemaskan hatinya. Setiap gerak-geriknya seolah mengejeknya, setiap kata-katanya seakan

menyindirnya! Mulut yang cengar-cengir itu, dengan kumis yang bergerak-gerak, seperti selalu

mentertawakan padanya! Bedebah benar!

Akan tetapi, melihat sikap Lin Lin yang selalu bersabar ,Lin Lin dapat menahan kemarahannya dan

ditambah oleh kelelahan tubuhnya karena malam tadi sama sekali tidak tidur, malam hari itu dia dapat tidur

nyenyak bersama Lan lan. Pada keesokan harinya, pagi-pagi sekali suara tukang perahu itu sudah

berteriak-teriak membangunkan mereka.

“Nona Lan , bangun! Sudah siang!” teriaknya. Suaranya nyaring dan bukan hanya Lan lan yang

bangun, juga Lin Lin .

Ah, ternyata mereka dikepung oleh beberapa perahu.

Si tukang perahu mengambil kantung yang dibawa Lan lan , membuka untuk melihat isinya yang hanya uang tembaga, juga dia

memegang toya dan melihat-lihat benda itu seperti lagi menimbang-nimbang. Kemudian dia berkata, “Wah,

penawarannya masih jauh berkurang, sobat! Bagaimana kalau ditambah nyawamu?” Dia lalu melontarkan

kembali kantung uang dan toya.

Lan lan terkejut. Betapa beraninya si tukang perahu! Dan dia melihat betapa semua orang di beberapa

perahu itu merubung dan melihat toya dan kantung uang, seolah-olah ada sesuatu yang aneh pada kedua

benda itu. Terdengar teriakan lirih dari rombongan itu,

Si tukang perahu hanya tersenyum, lalu menggunakan dayungnya untuk meluncurkan perahunya lewat di

antara beberapa perahu yang telah minggir itu, melempar senyum mengejek ke arah mereka, dan kemudian

berkata ke dalam perahu, “Nona Lin Lin , keluarlah, tidak ada bahaya lagi sekarang.”

Lan lan langsung membanting panci terisi bubur panas. Dia meloncat bangun dan menudingkan

telunjuknya kepada si tukang perahu. “Keparat, mulutmu busuk sekali! Berani kau melemparkan kantungku? Phuahh, tidak tahu diri, tukang perahu jembel busuk!”

Si tukang perahu mengangkat hidungnya. “Hemm, gadis dusun yang galak! Lalu apa maumu, daripada kita dikepung dan dibunuh, kan lebih baik mengorbankan jantungmu yang hanya berisi beberapa keping uang tembaga.

, maka engkaulah yang untung dan aku yang rugi besar!”

“Jahanam...!” Lan lan tidak dapat menahan kemarahannya lagi. Dia telah menerjang untuk menampar

pipi orang itu. Biar kurontokkan giginya, pikirnya dengan marah.

“Wuuuttttt...!”

Tamparan yang dilakukan dengan cepat sekali dan disertai tenaga sakti yang kuat itu hanya mengenai

angin. Terkejutlah Lan lan karena tidak disangkanya sama sekali bahwa tukang perahu itu memiliki

gerakan sedemikian cepatnya, dapat mengelak dari tamparannya. Padahal tamparan itu dilakukan secara

tidak terduga dan cepat sekali sehingga jaranglah ada yang dapat mengelakkan begitu mudah! Dia menjadi

penasaran sekali dan menerjang lagi, kini tidak lagi menampar, melainkan memukul secara bertubi-tubi

dengan kedua tangannya!

“Wuuut-wuuut-wuuut-wuuutt...!”

Semua pukulannya adalah jurus-jurus pilihan dan disertai tenaga sakti yang amat kuat, namun

semuanya dapat dielakkan secara mudah oleh si tukang perahu, bahkan situkang perahu tidak pernah bergeser dari tempatnya ,hanya menggoyang kan badan nya ke kiri dan ke kanan, maka semua pukulan Lan lan luput terus.

“Adik Lan , jangan...!” Lin Lin berseru.

“Biar!” ,jawab Lan lan membantah dengan marah. “Dia kurang ajar, harus kupukul manusia jahanam ini!”

“Eh-eh-ehhh, beginikah engkau membalas budi orang?” Tukang perahu itu tersenyum sambil mengejek.

“Ditolong balasnya memukul? Ini namanya diberi air susu dibalas dengan air tuba! Benar-benar gadis galak

yang tidak mengenal budi!”

“Setan sungai kau!” Sekarang Lan lan menubruk maju, kakinya menendang dan tangannya menyusul

dengan tusukan jari tangannya ke arah perut tukang perahu.

1
Frengky Sultani
Kim Thian jadi penonton yg manis.
Umi Fatonah
bahasa dlm novel ini kyk bhasa ank jakarta bukan anak cina 😃
spooky836
plagiat
Umi Fatonah
manggil kakek kongkong giliran manggil mc nya mas 🤣
Umi Fatonah
🤣🤣🤣🤣maaassss
Umi Fatonah
hahahaha lucu harus nya gak perlu mindahin rumah ke dunia jiwa ribet amat
Umi Fatonah
kebanyakan keteranganya
daripada cerita nya
Umi Fatonah
kenapa gk pke dunia jiwa aja sih thor baca nya jdi enak gitu
Hadi Wahyono
Luar biasa
Raditya Vicky
ngaurrrr
Raditya Vicky
Luar biasa
ayik yafi
datar banget
Zuchri Jalil
Luar biasa
noName
responnya trllu kurang emosi...
hrusnya kan gini...
siap yang melakukan itu....siapa...???
katakan pada paman ..
ayooo panggil semua org kluarga kita dan kita cari para pembunuh itu.....
hrusnya kan gitu ..
biar ada respon enak saat baca Thor ini kog ga ada empati yg kuat ya🙈🤣😄
noName
thor ga ndapet gregetnya...harusnya kan kalau orang yg ketemu dgn org yg lama g ketemu apa lagi suda dinyatakan meninggal hrusnya kan lebih heboh ...lebih ada harunya gitu..
masa gitu aja thor tnya kabar biasa kayak ga pernah terjadi apa2..
pada hal ini alurnya Uda bgus cerita nya tapi emosinya kurangggggh🙏🙏🙏🙏🎀🎁🎁🎀🎁
noName
ribet jadinya kayak baca data stastik tllu bnyk didata dan ktrgn kayknya thor lama kerja admin ya😊🙏💐💐💐
guntur moch
si Mc hanya Fokus sama Cewek yg penting si Cewek gk Terluka biar si Kakek Mati,terus maksudnya dia ngikutin rombongan untuk Apa
Zerry Hendra: tuuullll,,,, berarti judul ceritanya pendekar mata keranjang saja 😅😅
total 1 replies
Yosep Fery. A
Luar biasa
Dian Mardiana
membosan kan
Karya Sujana
yes
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!