Ansel dan Angela terpaksa menikah karena dijebak. Karir mereka sebagai artis papan atas dipertaruhkan karena skandal satu malam mereka.
Kedua artis itu bekerja sama untuk memperbaiki karir mereka yang sudah berada di ambang kehancuran dan mencari pelaku yang menjebak mereka hingga tersangkut skandal memalukan itu.
Apakah Ansel dan Angela berhasil menemukan orang yang menjebak mereka?
Apakah akan terbangun rasa cinta di antara mereka seiring berjalannya waktu?
Happy Reading 😏🥰🥰😁👍
Ig : @linnight28
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linanda anggen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
S1. Musuh baru?
Seminggu setelah Angela tanda tangan kontrak untuk pindah agensi ke Ruby Entertainment, akhirnya dari pihak agensi mengadakan jumpa pers perihal itu. Banyak awak media yang datang hendak meliput jumpa pers yang akan dilakukan oleh Angela beserta Mr.M yang menemaninya.
Saat acara jumpa pers itu, Ansel masih dirawat di rumah sakit karena cederanya yang belum pulih. Ansel hanya bisa melihat istrinya itu lewat layar kaca ruang rawat inapnya dengan ditemani oleh Roni, manajernya.
"Mudah-mudahan Angela gak gugup," ucap Ansel sedikit khawatir.
"Angela pasti bisa, Sel!" teriak Roni meyakinkan Ansel sambil mengepal erat tangan kanannya.
"Gua khawatir, Ron ... soalnya waktu jumpa pers perihal masalah pernikahan, dia aja gemetaran terus keringat dingin," ujar Ansel.
"Angela pasti udah siap, Sel ... lo harusnya percaya sama istri lo." Roni meyakinkan Ansel yang terlihat masih khawatir.
Akhirnya Ansel pun mendengarkan apa yang dikatakan oleh Roni.
Benar saja, Angela sangat fasih dan tidak terlihat gugup sama sekali saat menjelaskan mengapa dia memutuskan untuk pindah agensi. Alasan yang digunakan Angela adalah bahwa dari pihak agensi lamanya memang merekomendasikan Angela untuk pindah agensi ke Ruby Entertainment. Banyak awak media yang bertanya apakah Ansel akan ikut pindah agensi atau tidak. Angela menjawab dengan tegas bahwa Ansel akan tetap berada di bawah naungan agensi lamanya.
.
.
.
***
Di ruang kerja Mr.M atau Pak Michael.
Pak Michael terlihat sangat senang dengan pernyataan Angela di jumpa pers tadi. Wajahnya kelihatan sangat bahagia dan dari tadi dia tertawa tanpa henti.
"Ha-ha-ha! jadi memang Joseph benar-benar memintamu untuk pindah agensi?" tanya Pak Michael sambil tertawa.
"Iya benar, setelah saya menceritakan tawaran bapak kepada Pak Joseph," jawab Angela.
"Beliau merasa kalau dia tidak sanggup untuk membayar kontrak untuk saya karena mengalami banyak kerugian pasca skandal itu," sambung Angela melanjutkan ucapannya.
"Angela ternyata kamu memang pintar! bravo!" Pak Michael tertawa sambil tepuk tangan.
"Kamu mengambil keputusan yang tepat untuk pindah agensi," sambung Pak Michael.
Angela hanya mengeryitkan dahinya saat melihat Pak Michael yang terlihat bahagia. Angela adalah seorang aktris jadi dia dapat berakting dan berpura-pura ikut tertawa bersama Pak Michael.
"Ah iya, seberapa banyak yang kamu tahu tentang kami?" tanya Pak Michael tiba-tiba.
Angela tersentak dan kaget saat mendengar pertanyaan Pak Michael.
Tahu tentang apa? apa ini sebuah pertanyaan jebakan? apa ada hubungannya dengan USB palsu yang aku berikan kepada Fildan? jadi itu benar? padahal aku hanya asal menebak untuk menggertak Fildan, batin Angela penuh pertanyaan.
Angela harus benar-benar memikirkan kalimat apa yang harus ia lontarkan untuk menjawab pertanyaan dari Pak Michael. Setelah lima menit berpikir, akhirnya dia menjawab pertanyaan dari Pak Michael.
"Ah ... sudah jelas seperti yang persis saya sampaikan kepada Fildan pada malam itu," jawab Angela dengan mengembangkan senyuman sedikit arogan.
"Entah darimana kamu bisa tahu tentang rahasia kami, namun karena kamu sudah bergabung dengan agensi saya, tentu saya tidak perlu khawatir," tukas Pak Michael sambil tersenyum licik.
"Oh iya ... apa kamu benar mencintai suami kontrakmu itu?" tanya Pak Michael lagi.
Angela bingung harus menjawab apa pertanyaan jebakan yang kedua itu. Angela pun berusaha memutar otaknya agar tidak terjadi kesalahan dan menimbulkan Pak Michael curiga, karena tujuan utamanya pindah agensi adalah untuk mencari kebenaran, apakah memang Pak Michael dalang dari skandal yang dialaminya, mengingat dendam Pak Michael yang begitu membara kepada adik tirinya itu.
"Ha-ha-ha! tentu tidak, Pak! pada kenyataannya dia lah yang mencintai saya," jawab Angela sambil tertawa.
"Baiklah kalau begitu." Pak Michael menanggapi jawaban Angela dengan tersenyum.
.
.
.
***
Akhirnya pertemuan Angela dengan Pak Michael pun berakhir, Angela bisa bernafas dengan lega setelah keluar dari ruangan itu. Di dalam ruangan tadi terasa sangat pengap dan membuat Angela harus memakai topeng agar lawannya tidak menaruh rasa curiga kepadanya. Angela pun bergegas menuju rumah sakit untuk menemui Ansel karena dia sangat merindukan suaminya itu.
Rumah Sakit tempat Ansel di rawat.
Angela masuk kedalam ruang rawat inap Ansel dengan wajah yang penuh kerinduan. Angela langsung menghambur kearah Ansel dan memeluknya.
"Kamu kenapa dateng-dateng kok langsung meluk aku?" tanya Ansel heran.
"Aku kangen sama kamu, emang gak boleh?" Angela langsung melepaskan pelukannya dan memasang wajah cemberut.
"He-he! boleh kok yang, tapi tumben aja gitu," jawab Ansel sambil nyengir.
Wajah cemberut Angela makin bertambah jelek karena mendengar jawaban dari Ansel. Ansel yang melihat wajah Angela pun langsung tertawa.
"Aku juga kangen banget sama kamu." Ansel membentangkan kedua tangannya dengan tujuan agar Angela memeluknya.
Wajah Angela yang cemberut langsung berubah menjadi sumringah dan langsung memeluk Ansel.
Roni yang masih berada dalam ruangan itu pun merasa seperti obat nyamuk.
"Iya terus mesra-mesraan, gak inget apa ada orang yang jauh dari istri lagi ada di ruangan ini," sindir Roni kepada Ansel dan Angela.
Ansel dan Angela hanya tertawa mendengar sindiran Roni.
"Makanya, Ron! Istri sama anak lo suruh pindah ke Jakarta, biar gak LDR-an lagi, ha-ha," ujar Ansel sambil tertawa.
Roni tidak menanggapi perkataan Ansel dan langsung keluar ruangan dengan wajah cemberut.
"Roni marah tuh, Yang," ucap Angela sambil tersenyum.
"Ah! biarin aja paling ngambek dikit, nanti juga normal lagi." Ansel tersenyum manis kepada Angela.
Mereka berdua pun larut dalam kemesraan yang membuat siapapun iri jika melihatnya.
.
.
.
***
Di ruang kerja Pak Michael.
Pak Michael baru saja mengangkat telepon dari seseorang.
In call.
"Apa gadis itu bisa diajak kerjasama?" tanya pria misterius dari balik telepon.
"Aku rasa dia bisa diajak kerjasama," jawab Pak Michael.
"Ah! Baguslah kalau begitu, semua rencana akan aku serahkan kepadamu," ucap pria misterius itu.
"Baiklah!" Pak Michael mengiyakan.
"Lalu pastikan anak itu hancur, aku tidak mau tahu bagaimana pun caranya kamu harus membuat anak itu hancur berantakan dan bahkan tidak bisa melihat secercah harapan lagi!" perintah pria misterius itu.
"Hey ... santai saja kawan, kita punya tujuan yang saling berhubungan jadi tidak perlu terbawa emosi begitu," jawab Pak Michael.
"Kamu tahu, kan? Semenjak hari itu aku menginginkan anak itu hancur," tukas pria misterius itu.
"Iya ... aku tahu, tenang saja." Pak Michael menutup teleponnya.
Tut!
End call.
Setelah menerima telepon, Pak Michael langsung duduk di kursi kebesarannya. Dia menghela nafasnya panjang dan menatap kearah jendela kaca besar yang menyajikan pemandangan malam kota Jakarta.
Malam itu, sikapnya tidak tempramen seperti biasa. Dia terlihat lebih tenang, mungkin karena dia merasa bahwa kemenangannya akan segera tercapai.
.
.
.
***
^Siapa lagi pria misterius jahat itu ya? hmm🤔🤔 dan siapa anak yang ingin dihancurkannya?^
Next Episode 😁👍>>