VENUS ANGEL Seorang artis terkenal rela menjadi NERD hanya untuk menjalankan misi pembalasan dendam pada pelaku pembantaian keluarganya yang terjadi beberapa tahun silam.
Mencari pelaku ibarat mencari jarum di tumpukan jerami. Penuh MISTERI, TEKA TEKI bahkan adanya sebuah RAHASIA.
Dalam misi pembalasan dendamnya, ia malah sering mendapatkan ancaman yang tentunya membayakan nyawanya sendiri. Siapa sangka, ternyata pengancam itu adalah orang yang paling ia sayangi.
Dapatkah dia menemukan pelakunya? Apakah ia bisa membalaskan dendamnya? Dan bagaimana dengan kisah cintanya?
Untuk tahu lebih lanjut, Ikuti terus kisahnya yaaa....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amha Amalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kesibukan
Skip pulang sekolah...
Ada sebuah mobil sport yang yang memasuki gerbang mansion yang sangat besar dan begitu megah. Setalah mobil terparkir dengan benar, ada seseorang yang keluar dari mobil tersebut dengan memakai seragam sekolah. Orang tersebut adalah Langit.
Langit memasuki mansion tanpa memencet bel terlebih dahulu. Saat ia hendak menaiki tangga, tiba tiba ada seseorang yang manghampirinya dari arah ruang tamu.
"Sayang, kamu baru pulang?" Tanya orang itu dengan lembut
"Apa peduli mamah." Ucap Langit dengan ketus membelakangi orang itu yang tak lain adalah mamahnya sendiri yang namanya Lussy
"Kalau kamu minta sesuatu pasti akan mamah turutin, tapi tolong jangan bersikap seperti ini terus sama mamah." Ujar Lussy dengan sendu, seketika Langit membalikkan badannya untuk menghadap lawan bicaranya
"Langit cuma minta satu dan mamah juga pasti tahu apa yang Langit minta." Ucap Langit
Mendengar ucapan anaknya membuat Lussy diam seribu bahasa karena dia tidak tahu apa yang harus dia katakan saat ini.
"Kenapa diam? He eh.. Langit tahu, pasti mamah gak bisa lakuin itu kan? Karna bagi mamah yang penting hanyalah uang, uang dan uang." Ucap Langit tersenyum sinis
"Mamah kerja juga buat masa depan kamu." Ujar Lussy
"Semuanya hanya omong kosong, karna mamah juga gak peduli mau Langit hidup atau mati." Tukas Langit
Plakk..
Tiba tiba ada yang menampar pipi Langit dengan keras, tapi bukan Lussy pelakunya melainkan seseorang yang baru saja tiba disana. Dia adalah Wilson Pamungkas, Papahnya Langit
"Jaga bicara kamu Langit." Hardik Wilson
"Udah mas udah." Ucap Lussy berusaha menenangkan suaminya agar tidak kelewat batas
"He eh.. Kenapa? Bukannya semua itu benar, Kalian emang sama sekali gak peduli sama Langit." Ucap Langit sinis
"Papah sama mamah kerja itu buat nafkahin kamu, biar kamu tidak merasa kekurangan dalam hal materi." Ujar Wilson yang mencoba menetralkan emosinya
Papah dan mamahnya Langit emang sangat sibuk dengan kerjaannya. Tuan Wilson yang merupakan pengusaha ternama tentu sangat disibukkan dengan perusahaannya sedangkan Lussy yang merupakan wanita karir saat ini di sibukkan dengan bisnis yang ia jalankan yaitu sebagai desainer ternama, ia bahkan memiliki butik yang besar dan itu membuat dia sulit untuk membagi waktu dengan anaknya.
"Memang benar, Langit sama sekali tidak kekurangan dalam hal materi tapi sangat kekurangan dalam kasih sayang. Karena apa? Karena kalian berdua selalu sibuk dengan pekerjaan sampe kalian gak ada waktu buat anak kalian." Tukas Langit yang mulai tersulut emosi
Tak terasa bulir bening mengalir di pipi mulus Lussy karena mendengar penuturan dari anak semata wayangnya.
"Kami sayang sama kamu, itu sebabnya kami bekerja keras agar kamu tidak kekurangan karna itu akan membuat kamu menderita." Ujar Lussy dalam tangis diamnya
"Apa selama ini harta yang kalian kumpulin itu masih kurang? Apa kalian begitu tamak dengan harta itu hingga kalian tega menelantarkan anak kalian sendiri? Dan Apa kalian masih pantas di sebut sebagai orang tua?" Seru Langit
"Jaga ucapanmu, kami ini orang tua kamu." Hardik Wilson
"Kalian hanya orang tua yang menafkahi anaknya tapi bukan orang tua yang memberikan kasih sayang, perhatian serta menyayangi anaknya." Ujar Langit
Setelah mengatakan itu Langit melanjutkan langkahnya menaiki tangga, namun saat baru beberapa langkah tiba tiba...
"Mamah akan berhenti." Seru Lussy membuat Langit berhenti melangkah
"Mamah akan menyerahkan semua urusan butik pada karyawan mamah agar mamah bisa meluangkan waktu buat kamu." Tambah Lussy
"Apa kamu serius sayang?" Tanya Wilson pada istrinya
"Aku serius mas. Langit benar, aku sebagai ibu harusnya meluangkan waktu buat anaknya serta memberikan kasih sayang." Ujar Lussy
"Aku setuju dengan keputusanmu. Sekarang biar aku saja yang menafkahi kalian." Ucap Wilson
Mendengar percakapan orang tuanya, tak terasa Langit mentikkan air matanya tapi demgan segera ia menghapusnya dengan kasar.
"Mamah udah turutin kemauan kamu, jadi tolong rubah sikap kamu, jangan dingin lagi sama kami." Ucap Lussy yang hanya menatap punggung Langit yang berada di atas tangga
"Buktikan. Buktikan semuanya jangan hanya omongan belaka." Tukas Langit tanpa membalikkan badannya
Kemudian Langit langsung melanjutkan langkahnya yang sempat tertunda, meninggalkan Wilson dan Lussy disana.
"Mas, aku sedih melihat anak kita begitu dinginnya sama kita." Ucap Lussy pelan
"Kita harus sabar menghadapi Langit, karna kita juga yang membuat Langit jadi seperti ini." Ujar Wilson sembari mengelus pundak Lussy dengan lembut
"Semoga keputusanku ini akan membuat Langit menjadi hangat sama kita." Ucap Lussy penuh harap dan hanya di balas anggukan dan senyuman dari Wilson
Di sisi lain, Langit berjalan memasuki kamarnya kemudian menutup pintu kamar kembali dengan rapat. Setelah itu dia langsung membaringkan tubuhnya kasar di atas kasur yang empuk.
"Hmm... Sepertinya gue terlalu kasar sama mamah dan papah." Gumam Langit dalam posisi terbaring sembari melihat langit atap kamarnya
"Maaf, karna tadi Langit gak bisa menahan emosi Langit." Tambahnya lagi
*****
Dalam sebuah konser yang begitu meriah dengan ribuan penonton terlihat Venus sedang menyanyi dengan gaya lincahnya diringi tepukan para penonton.
Cukup Sudah ~ Geisha
Ingatkah dulu kamu yang pertama
Mencium keningku tanpa bertanya
Mukaku terlihat merah memudar
Senyap tak berkata
Seperti bunga yang kamu tanamkan
Memekar di hati yang ku rasakan
Memang hal pertama yang ku rasakan
Ku malu rasanya
Cukup tak lagi, cukup tak lagi cinta
Ku rasa cukup untuk sekarang
Ku takut terlalu cepat
Ingatkah dulu kamu yang pertama
Mencium bibirku dan trus bertanya
Mengapa mataku mulai terpejam
Terbuai karenanya
Ku tak percaya kau yang pertama
Semua seperti mimpi
Cukup tak lagi, cukup tak lagi cinta
Ku rasa cukup untuk sekarang
Ku takut terlalu cepat
Venus bernyanyi dengan manja sembari tersenyum manis hingga membuat lesung di kedua pipinya.
Setelah menyanyikan itu, tiba tiba seseorang dari datang menghampirinya dari arah belakang, hal itu membuat para penonton teriak histeris. Venus yang melihat orang itu cukup terkejut tapi dia mencoba menetralkan keterkejutannya, alhasil dia hanya diam mematung.
Tiba tiba saja orang tersebut terduduk di hadapan Venus dengan bertumpu satu kaki sembari menyodorkan bunga yang ia bawa kepada Venus.
**Bersambung...
...----------------...
Hallo Readers, Jangan lupa kasih komentar dan Likenya yaa....
Salam manis dari author**...