NovelToon NovelToon
Kali Ini, Aku Yang Menyerah

Kali Ini, Aku Yang Menyerah

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Pelakor jahat / Selingkuh
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Floravest

Perubahan signifikan dari sikap suami, membuat Azalea curiga dan mulai menaruh perhatian pada gerak-gerik Ramdan.

Biasanya yang pulang kerja menyambut dengan senyuman hangat, kini cuek dan mengabaikannya. Azalea mulai meneliti setiap kelakuan suaminya.

Ia yang di cap mandul oleh mertua, membuatnya memilih mengakhiri pernikahan 2 tahun ini. Dan pulang ke rumah. Namun di rumah pun ia ditolak, alhasil ia luntang-lantung di jalanan.

Bagaimana kisah Azalea kelanjutannya? Kita kuak balik ceritanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Floravest, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ternyata kau masih hidup

Sorenya, Dewa dan Aza sudah mulai cape berjalan-jalan. Setelah puas keliling kota. Mereka kini duduk di samping mamang penjual es cream sambil menatap gunung di atas ketinggian itu. Menjilati es cream masing-masing.

Hati Aza cukup berbunga-bunga. Begitu juga dengan Dewa. Mereka saling bergandengan tangan sambil bercanda dan tertawa duduk di depan body mobil.

"Dewa aku puas banget deh. Makasih yah udah ajak aku jalan-jalan." lirih Azalea tersenyum manis ke arahnya.

Dewa mengangguk kecil, "Apapun untukmu akan kulakukan, Lea."

Lea membalasnya dengan senyuman. Mereka kembali menikmati sunset sore itu dengan hati gembira dan puas. Sampai dimana Aza tak sengaja melirik ke trotoar tak jauh dari mereka. Terlihat Ramdan berjalan lesu sembari memegang stop map warna coklat di genggamannya.

Wajahnya tampak lelah sekali, jalannya nyaris oyong, dan tubuhnya lebih kurusan daripada beberapa Minggu lalu. Aza tertegun, matanya tak berkedip. Meski ia benci, ia tak pernah menaruh rasa dendam pada Ramdan.

"Aza, setelah ini kita mau kemana?"

Tak ada sahutan, Dewa pun menoleh. Kening pria itu mengerut kecil saat melihat Aza terlalu fokus menatap ke arah lain. Ia ikuti kemana sorot mata itu tertuju.

Rahang Dewa langsung mengetat, menatap tajam sosok pria yang berjalan ke arah mereka itu, yang tak lain adalah pria yang paling anti ia lihat keberadaannya.

"Lea kita pergi."

Dewa tarik tangan Aza untuk masuk ke mobil. Namun Aza menahannya, wanita itu terus terpaku pada Ramdan yang belum melihat keberadaan mereka.

"Lea kita balik sekarang!" seru Dewa dengan intonasi lebih tinggi, namun masih lembut.

Akan tetapi Aza lagi-lagi tak bergeming, satu kakinya maju dengan lemah, ingin mendekat, namun seolah ada benda berat menahannya.

melihat dirinya diabaikan, rasa sesak itu kembali muncul. Dewa mengepalkan tangannya dengan kuat di samping tubuh. Menatap nanar Aza yang ternyata masih menaruh perhatian pada bajingan itu.

"Dewa aku—" Aza berbalik, namun Dewa segeraembelakanginya.

"Kamu berbohong, Lea." desis pria itu, merunduk muram, merasakan kekalahan yang tidak berujung.

Lea terhenyak, ia tatap pias punggung Dewa yang memunggunginya. Hendak meraihnya, namun suara seseorang dari arah belakang menghentikan aksinya.

"Aza?!"

Aza spontan berbalik, sementara Dewa semakin menahan emosi. Jika bisa ia ingin menendang pria sialan itu jauh-jauh dari wanita yang susah payah ia rebut kembali.

Aza tatap kosong Ramdan yang juga menatap kosong dirinya. Sebelum akhirnya pria itu berlari, merentangkan kedua tangannya untuk memeluk Aza.

Ramdan yang tak terima itu langsung maju, menendang tepat di perut Ramdan hingga pria itu terdorong kuat ke belakang, punggungnya menubruk tiang hingga membuat pria itu menjerit kesakitan.

Aza yang melihat itu melotot syok. Segera berlari menghampiri Ramdan, laluembantunya berdiri. Sementara Dewa?

Ahh sial...apa aku juga akan kalah lagi kali ini? Setelah semua yang kulakukan, setelah semua pengakuan kami dan kebersamaan kami, dia seolah melupakannya, setelah melihat wajah itu kembali.

"Lea, lepaskan." desis Dewa menatap tajam tangan Aza yang menggenggam tangan Ramdan membantunya berdiri.

Namun wanita itu tak mengindahkan. Ia tatap khawatir Ramdan di sampingnya. Membuat Dewa naik pitam. Berjalan cepat lalu menarik tangan Aza untuk berdiri dengan kasar.

Ramdan tertegun, ia baru menyadari saat melihat wajah pria yang bersama Aza dari dekat. Ternyata itu adalah pria yang paling ia benci. Pria yang pernah bertambat di hati Aza cukup lama sebelum kedatangannya.

Ramdan segera menarik tangan Aza kuat, "Lepaskan tanganmu! Dia istriku!"

Namun Dewa tak mengindahkan, ia balik menarik Aza ke sampingnya. Menatap tajam Ramdan yang dengan pede menyebut Aza masih berstatus istri setelah apa yang terjadi.

"Manusia bodoh sepertimu, tidak pantas mendapatkan istri sebaik Lea!" tegas Ramdan dingin. Mendelik tajam.

Ramdan berdecih sinis, tersenyum miring ke arah Dewa lalu beralih melirik Aza yang merunduk di tengah mereka. Menatap keduanya nanar.

"Aza, sekarang pilih. Kamu mau ikut dia, apa ikut aku?" tegas Ramdan to the point.

Dewa mendelik, ia spontan merunduk, menatap pias raut wajah Aza yang tampak kebingungan itu. Rasanya air matanya hampir ingin keluar, namun sekuat tenaga ia tahan hingga bola matanya memerah.

Dewa sudah tau jawabannya. Tanpa dipilih pun Dewa tau siapa pria yang akan dipilihnya. Bajingan tengik itu sudah mengambil keseluruhan hati Aza darinya. Hingga rasanya, berjuang pun sekarang tampak sia-sia.

"Aku...." Aza tatap keduanya dengan tatapan pias dan bingung. Sebelum akhirnya ia melepaskan sendiri tangan Dewa dari lengannya.

"Maaf Dewa. Aku ingin bicara sebentar dengan Mas Ramdan."

Tubuh Dewa langsung lemah disaat itu juga. Senyum getirnya begitu menyayat, tubuhnya langsung oyong menubruk body mobil di belakang, menertawai nasibnya yang begitu menyebalkan.

Sementara Aza tatap pias wajah Dewa yang tampak kecewa padanya. Namun ia benar-benar ada hal yang harus dibicarakan dengan Ramdan, dan itu penting.

"Maaf Dewa."

Wanita itu lantas menarik tangan Ramdan jauh dari sana. Meninggalkan Dewa yang terduduk di body mobil itu sendirian. Dewa tatap pias tangan yang semula menggenggamnya itu, bersih ke genggaman lain.

Ia raup wajahnya frustasi.

"ARGHHHH! BANGSAT!" Sambil menendang ban mobil depan miliknya, lalu meninju body depan dengan kuat hingga menimbulkan penyok.

"Apa yang kamu harapkan Dew apa?! Lea akan tetap memilih pria itu! Seharusnya kau menyerah sedari awal!"

Entah mengapa, rasanya sangat sesak sekali. Dadanya hampir ingin meledak jika Ramdan tak cepat-cepat hilang dari pandangannya.

Namun yang jauh lebih menyesakkan adalah, Lea lebih memilih pria itu. Pria yang sudah menyakitinya. Dan dengan bodoh nya ia masih ingin kembali.

"Kau berbohong, Lea. Nyatanya kau masih menginginkannya! Lalu kenapa kau menerimaku?! Kau tersenyum padaku seolah aku ini yang terakhir untukmu?! Setelah semua yang kita lalui! Setelah usaha dan rasa sabarku selama ini, apa seperti ini mudahnya kau berpaling, Lea?! Kenapa kau selalu menyepelekan ku, kenapa?!"

Sementara Aza lepaskan tangan Ramdan dibalik pohon Cemara hias yang menutupi mereka dari pandangan luar. Ramdan tatap nanar wanita di depannya. Lalu memeluknya erat sambil menangis histeris, dan memanjatkan rasa syukur yang luar biasa.

"Akhirnya kamu kembali, sayang! Aku kira kau beneran mati!" seru Ramdan histeris, "Aku merindukanmu, Aza. Aku mohon maafkan aku. Aku benar-benar tidak bisa hidup tanpamu Aza, aku gabisa!"

Aza tak bergeming, ia tatap kosong ke depan tanpa ekspresi, sebelum akhirnya menurunkan tangan Ramdan cepat. Menatap Ramdan datar tanpa ada sedikitpun gurat kerinduan di garis wajahnya.

"Ada yang ingin aku tanyakan, Ramdan."

Ramdan mengangguk cepat, "Aku tau, aku tau kau ingin marah kan? Marahlah, tapi janji setelah ini kita pulang yah. Kau masih istriku...."

Aza menghela nafas panjang, ia buru-buru sekarang hendak kembali sebelum Dewa lebih jauh salah faham.

"Maaf mungkin ada yang harus aku luruskan." balasnya.

Ramdan terhenyak, ia tatap lekat manik mata indah itu, "Iya, tanyakan apapun Aza. Aku pasti akan menyanggupinya."

"Tanda tangani surat cerai sekarang."

1
anggita
ikut ng👍like, kasih iklan☝aja. moga novelnya lancar.
Floravest🔥: aamiin makasih kakak🤗
total 1 replies
anggita
di novel, tiap pintu dibuka pasti... ceklek😅, ora tau grobyak, bruuak dll
Floravest🔥: nanti jadi aneh😂
total 1 replies
Dynhz
bagus bgt🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!