Eliza Ve Zeera Andreas adalah perempuan jahat yang selalu berbuat jahat pada Sheira Harley, ia tidak menyukainya karena selalu dekat dengan tunangannya, berbagai cara ia lakukan untuk membuat Sheira dan tunangannya tidak saling mencintai.
setelah berkali kali membuat Sheira terluka, Eliza tidak menyangka jika keluarganya akan dieksekusi karena tuduhan pengkhianatan, ya tuduhan kudeta Tuan Duke Andreas terhadap Keluarga kerajaan.
Eliza tidak tahu jika keluarganya mengalami masalah seperti itu, ia terlalu sibuk dengan upaya untuk membuat tunangannya jatuh cinta padanya.
Eliza dan keluarganya dieksekusi, dan Sad ending adalah takdirnya.
"hah? yah, walaupun tidak sampai membuat Sheira terluka parah, tapi Eliza juga berhak mendapat perhatian dari tunangannya sendiri! tapi kenapa keluarganya dieksekusi? ini sangat tidak masuk akal! kapan persiapannya? kapan juga perangnya? kan ini aneh" Erika yang membaca cerita itu pusing dengan alur yang berlubang dimana mana di novel yang dibacanya
tapi Erika tidak menyangka jika ia mati lalu terbangun di dunia Novel yang dibacanya dan menjadi Eliza Ve Zeera Andreas!
#membaca dimulai dari episode 2 karena episode 1 sudah aku remake karena aku kehilangan inspirasi dan juga sudah lama sudah tidak mengingat.
mohon episode 1 diloncati saja. 🙏
#karya merupakan karya asli tidak ada unsur plagiat.
#karya ini merupakan 100% karangan saya sendiri.
#jika ada kesamaan nama, latar belakang, konflik atau semacamnya itu tidak disengaja kan.
#Novel ini tidak mengandung unsur sindiran dan lain lain.
#Foto/media, bukan hak cipta saya sendir, gambar dari Google dan aplikasi lain nya
#judul sebelumnya: The Changed life of the antagonist
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Meli kusuma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
30. kelinci putih
Dan semua orang masih menatap ke atas dan terkejut saat melihat Eliza ada disana!
Putra mahkota terlihat gemetar menahan amarah
"Sial!! Eliza! Kau akan ku temukan secepatnya!" Teriak dengan keras putra mahkota Daniel.
Eliza asli terkejut melihat ini semua. Apakah nantinya saat dia di eksekusi dia akan di selamatkan atau akan di bunuh oleh awan itu?.
Eliza kembali lagi ditarik ke arah lubang yang berputar.
Eliza menutup matanya dengan rapat dan juga menutup telinga nya dengan kedua tangan nya berharap bisa meminimalisir akan rasa pusing itu.
Setelah beberapa saat dia merasakan tidak ada gelombang putar lagi, dia membuka matanya dan membuka telinga dari tangannya.
Dia menoleh pada dua dewa yang ada di depannya.
"A.. apa maksud itu semua?" Tanya Eliza dengan nada gemetar.
"Itu hanya gambaran masa depan mu Miaow~" jawab Dewa kucing itu sambil menjilati kakinya.
"Benar Cuit~ itu hanya gambaran masa depan mu Cuit~ tapi kau bisa merubah masa depanmu dengan melakukan perbuatan baik Cuit~"
Eliza sangatlah bingung sekarang.
"Apakah gambaran terakhir itu aku akan selamat atau malah terbunuh?" Tanya Eliza
"Itu tergantung tindakanmu Miaow~"
"Tap~" ucapan Eliza terpotong karena dirinya di lempar lagi oleh dua dewa itu.
"Sial! Nantinya aku akan bertanya lebih cepat saja" gerutu Eliza.
Setelah beberapa saat Eliza sampai entah dimana.
"Eeh? Tempat apa lagi ini? Aku pikir aku akan kembali ke Gua itu"
"Selamat datang Ratu! Akhirnya aku sudah lama menunggu. Akhirnya Ratu datang juga"
Suara imut itu menyapa pendengaran Eliza
Eliza menoleh dan melihat ke bawah.
Seekor kelinci putih bersih menyapanya, mata Eliza berbinar dan langsung saja menangkan hewan lembut itu.
"Waah kau sangat menggemaskan dan lagi bulu mu sangat halus" Ungkap Eliza seraya mengelus bulu lembut kelinci itu.
Mata kelinci itu berbinar.
"Waah. Ratu sangat suka padaku ya? Aku bisa menjadi peliharaanmu" ucap kelinci itu
Eliza terkejut dan membuang Kelinci itu
"Aw! Ratu! Aku sangat sakit~. Ratu! Apa ratu tidak menyukai ku?" Kesal kelinci itu
Eliza kembali memungut kelinci itu
"Apa kau bisa bicara?" Tanya Eliza
"Tentu saja! Aku binatang Legendaris dan hanya di miliki oleh Ratu Alam!" Jawab kelinci
Eliza heran
"Ratu Alam? Lalu kenapa kau disini dan tidak dengan Ratu Alam?" Tanya Eliza
"Karena kau adalah Ratunya" jawab kelinci, dia tidak heran dengan Eliza yang tidak tahu jika dirinya adalah generasi Ratu Alam yang sekarang.
Eliza terkejut
"Mungkin kau salah orang"
Kelinci itu menggeleng
"Tidak! Aku ini bahkan lebih tua dari mu! Aku tidak sembarang berkata bahwa dia ratu alam. Generasi Ratu Alam yang sekarang adalah kau Eliza"
Eliza ragu dengan perkataan kelinci itu karena dia bukan berasal dari dunia ini dan lagi dia menjadi tokoh antagonis yang hanya memiliki kekuatan rata rata.
"Kau memang salah. Aku bukan Generasi Ratu Alam yang sekarang"
"Nona Erika dari dunia bumi, tertabrak truk saat menolong seorang Nenek, bertemu dua dewa yaitu dewa Reinkarnasi dan kematian, terjebak dalam tubuh seorang antagonis dari Novel yang di bacamu yaitu Eliza dan faktanya sahabat Erika juga berada di dunia Novel itu. Juga mati matian untuk membuat sekutu dengan mu" ungkap kelinci dengan enteng nya.
Eliza terkejut dan menatap dalam Kelinci yang tengah melihat dengan malas di sekitar nya.
Kelinci itu menengadahkan kepalanya untuk melihat Eliza.
"Tak diragukan lagi, kau adalah Ratu Alam"
Eliza tersentak kemudian tertawa
"Hahaha. Kau jangan memiliki deh! Itu tidak berguna tahu!"
Kelinci itu menatap Eliza datar
Sudah berkali kali dirinya mengungkap identitas Eliza, tapi kenapa Eliza tidak percaya?
Kelinci itu memegang erat pakaian Eliza lalu menurunkan sedikit pakaian Eliza
"Eh eh? Kau kelinci nakal! Jangan berbuat mesum padaku! Apa apan itu?!" Teriak Eliza
Kelinci itu menatap malas Eliza
"Aku menunjukan ini padamu" tunjuk kelinci dengan menunjukan liontin berbentuk kelinci
Eliza terdiam dia sangat malu sekarang
"Maksudnya?" Tanya Eliza tidak mengerti.
"Ini liontin dimensi, kau bisa masuk ke dalamnya jika kau meneteskan darah mu pada liontin kelinci ini" jelas si kelinci
Eliza menaikan alis
"Masa sih?"
"Kalau kau tidak percaya, coba saja"
Eliza berpikir, tidak salah juga dia meneteskan satu tetes darah nya. Dia juga ingin memiliki Ruang dimensi.
"Baiklah, akan kucoba"
Eliza lalu menaruh kelinci itu di tanah dan dirinya terduduk
Eliza menggigit kecil ujung jarinya dan keluarlah darah segar di ujung jari itu, kemudian Eliza meneteskan darahnya pada liontin kelinci.
Liontin itu tiba tiba berubah menjadi cahaya biru kehijauan yang sangat indah.
Mata Eliza berbinar binar menatap liontin itu.
"Ratu bisa masuk ke dalamnya jika ratu memfokuskan pikiran atau membayangkan bisa masuk ke dalamnya."
"Waah iyakah? Segampang itu?" Tanya Eliza berbinar binar.
Kelinci itu mengangguk
"Iya ratu!"
Eliza lalu memejamkan matanya dan membayangkan jika dirinya masuk kedalam liontin.
Eliza membuka mata
"Waah dimana ini?" Tanya Eliza
"Kau berada di liontin dimensi ratu!" Jawab kelinci
"Eeh? Bukankah kau berada di.."
"Aku penjaga liontin nya, tentu saja aku bisa keluar masuk liontin itu" jawab Si kelinci dengan cepat
"Apakah dimensi ini waktunya berbeda dengan duniaku?" Tanya Eliza
Kelinci mengangguk
"Iya! Setengah hari di dimensi ini sama dengan dua hari di dunia"
Eliza terperangah dia senang sekali
"Hahahaha.aku bisa menyimpan banyak makanan tanpa khawatir makanan akan cepat basi"
Kelinci itu hanya bisa menuruti Ratu nya yang sekarang yang sangat suka makan.
"Eh, ngomong ngomong aku tidak tahu siapa namamu"
"Aku belum mempunyai nama di generasi Ratu yang saat ini"
"Oh, apa benar jika aku adalah Ratu Alam?" Tanya Eliza
"Iya Ratu! Jika ratu tidak percaya, buktinya ratu memiliki elemen Alam"
Eliza berpikir
"Tapi sahabatku juga punya"
"Kau belum tahu jika Ratu sebelumnya adalah ibu dari sahabatmu itu."
Eliza terkejut dan menatap dalam si kelinci
"Lalu kenapa tidak sahabatku saja yang menjadi Ratu?" Tanya Eliza heran
"Gelar Ratu Alam itu diberikan secara acak bukan dari keturunan" gerutu Kelinci.
Eliza ber oh ria
"Lalu kenapa gelar itu jatuh padaku?" Tanya Eliza
"Kau lebih dari mempunyai kriteria tersebut yaitu memiliki kolam mana lebar, Mana yang sangat tinggi, dan lagi kau juga memiliki semua Elemen yang ada di bumi yaitu elemen api, air, angin, dan tanah."
"Oh, lalu apa gunanya elemen gelap dan cahaya?" Cibir Eliza
Kelinci itu terkejut
"Ratu! Elemen cahaya dan gelap itu berada dibawah peringkat Elemen Alam!"
Eliza berfikir
"Mm.. baiklah namamu Hazel, cocok untukmu yang memiliki warna mata kehijauan" ucap Eliza enteng
Kelinci itu menggeleng kuat
"Tidak! Warna mataku biru kehijauan"
"Sudahlah, yang terpenting juga ada warna hijau dimatamu dan nama Hazel juga tidak buruk"
kok sm" mati dan rainkarnasi?
dan selanjutnya adalah emang kisahnya oalah