Di dalam sebuah kamar sewaan yang sempit dan berbau lembap, seorang pemuda tiba-tiba tersentak bangun. Napasnya memburu, matanya yang tajam memancarkan kilatan cahaya keemasan sebelum akhirnya meredup dan berubah menjadi hitam pekat.
"Ini... di mana?"
Fang Yuan melihat kedua telapak tangannya. Halus, kurus, dan tidak ada bekas luka. Ini bukan tubuh kedagingan seorang Sovereign yang bisa menghancurkan galaksi dengan satu pukulan.
Dia menoleh ke meja belajar. Sebuah ponsel jadul menunjukkan tanggal: 20 Juni 2016.
Fang Yuan tertegun, lalu tawa pelan keluar dari tenggorokannya. Tawa itu semakin lama semakin keras, menggema di dalam kamar sempit tersebut.
"Hahaha! Kesengsaraan Surgawi sembilan warna ternyata tidak menghancurkanku! Aku, Fang Yuan, Sang Penguasa Surgawi Cangqiong, justru kembali ke masa usiaku delapan belas tahun?!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EAGLE EZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 17.Target baru
Beberapa jam setelah abu Master Han lenyap ditiup angin, suasana di dalam Paviliun VVIP Sembilan Naga berangsur tenang. Puing-puing pintu dan dinding yang hancur telah dibersihkan dan diperbaiki dalam waktu singkat oleh efisiensi kerja anak buah Keluarga Su.
Di atas ranjang, kelopak mata Tang Xiu bergerak perlahan. Setelah bertahun-tahun disiksa oleh dinginnya *Kutukan Sembilan Yin*, untuk pertama kalinya dia merasakan kehangatan yang luar biasa mengalir di setiap sudut pembuluh darahnya.
Ketika dia membuka mata, sosok pertama yang dia lihat adalah seorang pemuda tampan dengan rambut biru keputih-putihan yang sedang duduk santai di kursi samping ranjangnya.
"Yuan'er...?" suara Tang Xiu terdengar serak, namun jauh lebih bertenaga dari biasanya. Dia menatap penampilan baru anaknya dengan pandangan tidak percaya. "Rambutmu... dan aura ini..."
Fang Yuan langsung berdiri, mendekati ibunya dengan senyum yang kali ini benar-benar tulus dan hangat—bukan senyuman dingin yang biasa dia berikan pada para semut fana. Dia menggenggam tangan ibunya perlahan.
"Ibu, kutukan di tubuhmu sudah kuhancurkan sepenuhnya," ucap Fang Yuan lembut. "Mulai hari ini, tidak akan ada lagi rasa sakit, dan tidak akan ada lagi orang yang bisa menindas kita."
Tang Xiu tertegun. Mengapa anaknya yang biasanya pendiam dan sering menunduk ketakutan kini memancarkan wibawa yang begitu megah? Namun, sebagai seorang ibu, dia bisa merasakan ikatan darah yang murni. Air mata kebahagiaan perlahan mengalir di pipinya. "Yuan'er... kamu benar-benar telah tumbuh dewasa."
Tepat pada saat itu, Su Ruyi masuk ke dalam kamar dengan langkah kaki yang tergesa-gesa namun tetap anggun. Dia membawa sebuah tablet digital di tangannya. Ketika melihat Tang Xiu sudah sadar, dia langsung membungkuk hormat dengan sangat sopan.
"Selamat atas kesembuhan Anda, Nyonya Besar Tang," ucap Su Ruyi dengan takzim, memposisikan dirinya layaknya seorang pelayan setia di hadapan ibu sang Penguasa Surgawi.
"Yuan'er, siapa gadis cantik ini?" tanya Tang Xiu terkejut melihat seorang nona muda dari keluarga terpandang bersikap begitu hormat padanya.
"Dia Su Ruyi, asisten pribadiku," jawab Fang Yuan datar, lalu menoleh ke arah Su Ruyi. "Bagaimana urusan dengan Keluarga Wei?"
Su Ruyi langsung menegakkan tubuhnya, matanya berbinar penuh semangat. "Melapor pada Tuan Muda Fang! Wei Jingshan telah menandatangani seluruh dokumen pengalihan aset tanpa syarat. Mulai jam dua siang ini, setengah dari total kekayaan Keluarga Wei—termasuk jaringan hotel, real estate, dan saham industri mereka senilai total 50 triliun rupiah—telah resmi dialihkan ke bawah nama Nyonya Tang Xiu!"
Tang Xiu yang mendengar angka fantastis itu langsung terbelalak. "L-Lima puluh triliun?! Yuan'er, apa yang sebenarnya terjadi selama Ibu tidak sadarkan diri?"
Fang Yuan menepuk pundak ibunya dengan lembut, menenangkannya. "Ibu, ini baru permulaan. Ini hanyalah kompensasi kecil dari para tikus yang sempat mencari masalah dengan kita. Istirahatlah, biarkan Su Ruyi menemanimu menjelaskan semuanya."
Fang Yuan kemudian berjalan menuju balkon luar kamar rawat, membiarkan angin siang menerbangkan poni rambut biru keputih-putihannya. Kedua tangannya dimasukkan ke dalam saku celana.
Mata kirinya yang keemasan menatap tajam ke arah utara—arah di mana Ibukota kuno berada.
"Keluarga Tang di Ibukota..." desis Fang Yuan dingin. "Kalian berani menanam kutukan mematikan pada ibuku dan membuang kami ke kota kecil ini seperti sampah. Sekarang, aku telah menguasai seluruh Provinsi Jiangnan hanya dalam hitungan hari."
Senyum nakal yang sangat berbahaya terukir di wajah tampannya yang sempurna. Aura *Qi* Tahap Pengumpulan Tingkat Tiga di dalam tubuhnya bergejolak hebat, memancarkan tekanan tak kasat mata ke langit biru.
"Nikmatilah sisa hari-hari tenang kalian di atas takhta rapuh itu. Karena sebentar lagi... Penguasa Surgawi ini akan datang ke Ibukota untuk menuntut balas!"