NovelToon NovelToon
Repeatedly Hurt

Repeatedly Hurt

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Tamat
Popularitas:13.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Nidati

Andara Agustin, gadis malang yang tidak diinginkan keberadaannya. Kehadirannya dianggap sebagai kesialan. Kalau bukan karena wasiat sang Nenek, Dara pasti sudah pergi dari keluarga yang memperlakukan dirinya tak lebih dari sampah.

Namun, takdir Tuhan membawa Dara pada seorang Raffaza Alfarezo. Presdir Perusahaan Gerdion, pria dingin dan arogan. Kesalahan satu malam yang mereka perbuat menghasilkan sosok makhluk kecil yang tak bersalah. Akan tetapi, Raffa sudah memiliki kekasih bernama Khanza Abir yang sangat dicintainya.

Siapa sangka justru sang kekasihlah yang meminta Raffa menikahi Dara, lantas bagaimana sikap Dara setelah mengetahui pria yang telah menghamilinya memiliki kekasih yang baik hati. Apa Dara tega menyakiti hati wanita lain demi anaknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nidati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pikiran Andin

Di sebuah ruangan minimalis, tersusun berbagai gambar rancangan sebuah baju. Di sana terdapat sepasang anak manusia berlawanan jenis duduk berhadapan dalam suasana yang canggung. Sebenarnya Arya sudah menemukan keberadaan Khanza, tapi Arya diminta untuk tidak memberitahu Raffa. Arya mengangguk mengerti, tidak baik ia ikut campur. Bila saja tadi Khanza tidak memohon, Arya sudah akan memberitahu Raffa.

"Apa yang Raffa katakan," ucap Khanza penasaran, karena setelah menutup telepon dari Raffa, Arya menjadi diam termenung dalam pikirannya sendiri. Khanza takut Raffa masih berusaha menemukan dirinya.

"Apa dia mengancammu?" Arya menggeleng.

"Tuan meminta saya mencari informasi tentang Nona Dara dan berhenti mencari Anda," ucap Arya.

Khanza memandang sendu, kemudian tersenyum. Ini pilihan terbaik, melupakan Raffa dan memulai kehidupan baru. Meski sebagian hatinya menjerit tak terima. Keputusan tetap keputusan, lebih baik Raffa memang tidak mengharapkan kehadirannya lagi. Jalan mereka sudah berbeda.

"Itu lebih bagus. Raffa sudah tertarik dengan Dara. Mereka cocok dan aku tidak menyesal mengambil keputusan untuk meninggalkan Raffa." Tidak dipungkiri sudut matanya berair.

"Arya bisa aku minta bantuan darimu," pinta Khanza.

"Apa yang bisa saya bantu nona." Khanza mengeluarkan undangan dari dalam laci.

"Aku mengundangmu ke pernikahanku. Sisanya tolong berikan pada Oma, Tante Rani, Raffa dan Dara." Arya memandang undangan pernikahan Khanza dengan heran. Nyata atau mimpi. Ini tidak terduga, Khanza akan menikah dalam waktu dekat.

"Apa Anda yakin nona," tanya Arya memastikan.

"Ya, Aku akan menikah dan semoga dengan ini Raffa bisa melupakan aku seutuhnya dan belajar menerima Dara."

"Anda melakukan ini demi tuan?"

"Tidak sepenuhnya. Orang tuaku meminta agar aku cepat menikah dan mereka menjodohkan diriku."

"Tolong pastikan untuk mereka datang aku menyiapkan kejutan besar untuk mereka," ucap Khanza.

" Baik nona akan saya usahakan." Arya menjabat tangan Khanza, kemudian pergi. Setelah pintu tertutup Khanza terduduk lesu mengeluarkan selembar foto Raffa. Foto saat pertama kali mereka bertemu.

Dari lubuk hati terdalam masih ada cinta untuk Raffa, tapi semua harus dilenyapkan, tak ada lagi ruang untuk Raffa, pria yang sudah beristri. Khanza tidak ingin merusak kebahagiaan orang lain. Ia berharap Dara bisa memikat hati Raffa karena memang dia sudah hak milik Dara bukan Khanza lagi. Ia mengambil korek, lalu membakar foto Raffa. Membakar semua kenangan mereka bersama menjadi abu yang terbang terbawa angin.

"Mari kita membuat lembaran baru," ucap Khanza meniup abu foto Raffa.

"Kita tidak lagi satu tujuan, satu harapan, dan satu impian. Kini jalan hidup kita sudah berbeda. Aku harap kamu bisa membahagiakan Dara seperti kamu membahagiakan diriku, tapi bukan untuk sesaat untuk selamanya." Khanza mengusap pipinya yang banjir air mata. Dadanya sesak ia lelah terus menerus menangisi Raffa. Ia ingin tertawa bahagia seperti semula tanpa mengingat Raffa.

☘☘☘

Di ruang keluarga rumah Ayah. Andin dan Ibu duduk bersandingan menikmati cemilan ditemani siaran televisi. Andin masih terbayang dengan apa yang Dara ucapkan. Bahkan Dara sudah berani menatap Andin dengan nyalang tanpa takut sedikitpun. Ia cukup penasaran dengan suami sang kakak. Seperti apa dia, hingga Dara seperti memiliki dukungan.

"Bu," ucap Andin menghentikan ibu yang sedang mengambil makanan.

"Apa."

"Suami Kak Dara siapa?"

"Kenapa tiba-tiba kamu menanyakan hal yang tidak berguna seperti itu."

"Katakan saja siapa kakak ipar."

"Kakak ipar? Ibu tidak salah dengar. Kamu bahkan tidak pernah menganggap anak sial itu sebagai kakakmu, sekedar kata panggilan," ucap Ibu.

"Ya ampun, Bu. Apa susahnyakasih tahu. Gitu aja adu mulut," kesal Andin mengerucutkan bibir.

Andin kesal sangat kesal, karena Ibu seakan merahasiakan identitas suami Dara. Memang ada apa kalau ia mengetahui suami kakaknya, tidak akan merubah apapun kan, lantas kenapa ibu enggan untuk memberitahu Andin. Lagi pula Andin tidak akan merebut suami sang kakak. Ya kalau lumayan, sedikit bermain tidak apa, bukan.

Andin menuntut ingin tahu siapa suami Dara. Ia penasaran karena sikap Dara yang tiba-tiba berani terhadapnya. Apa itu semua pengaruh dari suaminya atau memang Dara merasa muak dengan kehadiran Andin yang membuka aibnya.

"Bu, beri tahu Andin apa susahnya sih hanya sebut nama," sungut Andin.

"Bua tapa kamu tahu. Tumben banget nanyain anak sial itu."

"Ibu kasih tahu atau Andin telpon kakak saja." Mengambil ponsel mencari nomor sang kakak. Belum sempat Andin mengetikkan nama sang kakak di kolom pencarian Ibu sudah terlebih dahulu merampas ponselnya. Menyembunyikan diantara punggung dan sofa. Andin semakin mendengus kesal.

"Tidak usah mengusik pernikahan anak sial itu. Kita sudah aman karena dia tidak ada sini."

"Ayolah, Bu. Kasih tahu kalau ibu gak mau kasih tahu ya sudah Andin tanya sama Ayah nanti."

Ibu memicingkan mata melihat ke samping di mana Andin terlihat sangat kesal.

"Suruh siapa kamu kabur saat pernikahan anak sial itu, sekarang penasaran ingin tahu," sindir Ibu melirik sebentar pada anaknya yang hanya meringis menampilkan deretan gigi putihnya.

"Makanya Ibu kasih tahu kalau enggak Andin tanya ayah beneran nih."

"Gak usah tanya sama Ayah. Ibu kasih tahu tapi janji jangan kaget," ucap Ibu membuat Andin mengerutkan dahi heran. Jangan kaget. Kenapa? Apa suami Dara sangat jelek hingga Andin kaget, tapi Dara bilang suaminya tampan. Entahlah ia akan tahu setelah ibu memberitahu dirinya. Andin sangat exaited, rasa penasarannya sangat tinggi.

"Namanya Raffa." Singkat, padat, dan jelas. Ibu niat atau tidak sebenarnya memberitahu, kenapa hanya sepenggal nama. Nama Raffa, 'kan pasaran pasti banyak yang punya nama Raffa.

"Nama lengkapnya siapa?"

"Kamu ini penasaran banget sama suami anak sial itu atau kau punya rencana jahat," tuduh Ibu.

"Ya ampun, Bu. Gak usah nuduh juga. Andin bisa tanya ayah."

"Gak usah bawa-bawa ayah kamu!"

"Ya udah kasih tahu! Gitu aja ribet."

"Raffaza Alfarezo, Presdir Perusahaan Gerdion, puas kamu," seru Ibu tersulut amarah.

Perlu beberapa detik perkataan Ibu dicerna oleh otak Andin. Ia mengerjapkan mata berkali-kali. Menepuk-nepuk telinganya memeriksa bahwa ia tak salah dengar atas perkataan ibu barusan. Andin mengguncang lengan Ibu karena syok setelah tahu siapa itu Raffa. Matanya melebar sempurna dengan mulut terbuka.

"Ibu tahu siapa yang tadi ibu sebutkan." Ibu mengangguk tetap fokus pada televisi.

"Ibu tidak salah sebut, 'kan." Ibu kembali mengangguk. Melepaskan tangan Andin pada lengannya karena cukup mengganggu fokus dirinya.

Akhh

Teriak Andin girang. Ibu yang duduk di sampingnya terlonjak kaget, kemudian memukul lengan Andin tidak terlalu kares. Sayang, kulit mulus Andin bisa memerah jika Ibu memukulnya keras. Andin tidak bisa mengontrol rasa yang membuncah di dadanya mengetahui siapa suami sang kakak. Trik dari mana sehingga Dara bisa menikah dengan seorang presdir. Presdir loh ini lebih tinggi dari CEO.

"Kakak mengandung anaknya Raffa dong," beo Andin.

"Kamu Ibu kuliah kan biar pintar bukan tambah bodoh. Sudah jelas anak sial itu menikah sama raffa ya jelas anaknya dia lah." Menjitak kepala Andin, tapi gadis itu tidak merasakan sakit sedikitpun.

"Ko bisa?"

"Ya bisalah kenapa engga bisa," sergah Ibu.

"Kakak hidup mewah dong. Suaminya aja tajir melintir." pikir Andin meletakkan jari di pelipisnya. Bibirnya menyeringai dengan mata menjeling.

"Kenapa tidak ada satu berita pun yang memberitahu jika Raffa sudah menikah," ucap Andin heran. Karena setelah pernikahannya ia tidak mendengar berita yang sangat menggemparkan. Ibu mengedikkan bahu tidak tahu karena memang tidak penting baginya.

"Bu, kakak ke sini kapan?" tanya Andin.

"Mungkin beberapa minggu lagi sesuai perkataan ayah," ucap Ibu tanpa minat.

"Kakak datang bersama suaminya tidak."

"Mana Ibu tahu. Sudah sana pergi kalau mau merecoki waktu santai Ibu," usirnya.

Andin menurut, meninggalkan Ibu sendiri. Senyum selalu terbit di bibirnya. Berbagai rencana sudah tersusun rapi. Tidak akan Andin lepaskan mangsa sebesar raffa. Lupakan status jika Raffa kakak iparnya. Istilah turun ranjang sudah umum di telinga masyarakat.

"Kau terlalu beruntung untuk mendapatkan seorang Raffa yang sempurna, kak. Biarkan adikmu ini yang menggantikan posisimu karena aku lebih cocok," batin Andin menyeringai.

Akan sangat puas melihat penderitaan Dara. Ia tidak suka jika Dara berbahagia karena alasan apapun. Baginya penderitaan Dara adalah sumber kebahagiannya. Suara rintihan Dara saat menahan sakit begitu merdu di telinganya.

***

Happy reading.

Sadis, Andin jahat banget. Suami kakaknya diembat ya ampun. Anak siapa sih dia.

Salam sayang dari aku.

1
sekar
aku tebak fera
sekar
heh berbelit Belit gitu aja Mulu marah banting pintu pergi,harga diri diinjak Suami dan mertua
sekar
berjuang hnya buat org yg mau diperjuangkan dan kata2nya tidak menghina dan merendahkan,itu sama saja dengan menykiti secara mental walau bukan fisik,sungguh aku ga suka dgn suami dara ini
Ran Aulia
Terimakasih kak, ceritanya bagus 😍😍😍👍👍👍
Nur Halima
Luar biasa
Sella Xhu
pasang koplak 🤣
Sella Xhu
thor... ada cerita buat reza sma fera gaaa
heheh
Sella Xhu
Luar biasa
EndRu
Thor
beneran ayah dihukum 20 tahun ..
heran ..
emang melakukan pembunuhan berencana?😀
EndRu
ooh bar tahu aku Thor..
kalau sakit Karena alergi itu pengobatannya juga pakai dibius
EndRu
Oma bisa diajak curhat ini .
EndRu
a trauma kah?
EndRu
di sini agak heran aku nih. masa ada keributan gitu. Bu Lastri sampai ga denger. ga nolongin. apa bi Lastri lagi g ada di rumah
YK
salah paham terus raffa ini. buruk banget karakternya...
YK
seharusnya sikap ini yg dara lakukan ke keluarganya bukan ke suaminya. gak fair.
YK
memang terlalu bodoh. kan bisa lari dulu sama pembokatnya. trus balik pas pembacaan wasiat dari pengacara. Tokoh utamanya LUAR BIASA BEGONYA.
YK
ya Allah, kenapa ada tokoh yang GOBLOKNYA MINTA AMPUN kayak gini ya???
YK
raffa ini sangat buruk tabiatnya. apa harus disandingkan sama dara? terlalu maksa kayaknya..
YK
maaf ya, umur 25 tahun TERLALU TUA utk bersikap seperti Dara.
Christine Youngran: yupsss tua bangetttt..kecuali dia emang ada bego² ya bawaan lahir..
total 1 replies
YK
umur 25 tahun sudah terlalu dewasa utk diperlakukan kyk gini. seharusnya lebih muda lagi, Thor. 21 atau 22 masih pantas lah.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!