NovelToon NovelToon
Resep Cinta Dokter Narendra

Resep Cinta Dokter Narendra

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Sci-Fi / Dokter
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Naila fitri

Judul lama : Diagnosis: Falling For You

dr. Narendra Adiwijaya, Sp.B adalah putra tunggal dari keluarga konglomerat, Narendra dipersiapkan sejak kecil untuk menjadi penerus Adiwijaya Healthcare Group. Tuntutan tinggi tersebut membentuk Narendra menjadi pria kaku, dominan, dingin.

dr. Nayla Kartikasari, Sp.A adalah anak pertama dari pasangan Arga Dewantara dan Citra Kirana, memiliki seorang adik bernama Bintang. Nayla memiliki sifat yang hangat, ekspresif, namun bermental baja menjadikannya dokter yang disukai oleh anak anak

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naila fitri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Operasi penangkapan

Hujan deras mengguyur sejak pukul delapan malam, menyamarkan deru mesin tiga unit mobil SUV hitam yang meluncur tanpa sirine menuju kompleks pergudangan PT Wijaya Pharma di kawasan industri Pulo Gadung.

Di dalam SUV paling depan, Narendra duduk tegap di samping Komisaris Polisi Heru, Kepala Unit Tindak Pidana Tertentu. Pria itu telah melepaskan jas dokternya, kini mengenakan jaket kulit hitam yang membalut tubuh tegapnya. Wajahnya mengeras seperti batu karang, dan sepasang mata elangnya menatap lurus menembus sapuan wiper di kaca depan.

Di layar tablet yang dipegangnya, live tracking dari tim keamanan internal Adiwijaya Group menampilkan posisi dr. Devan yang saat ini terdeteksi berada di dalam ruang laboratorium riset utama gedung pengolahan bahan baku PT Wijaya Pharma. Devan sedang bersiap memusnahkan sisa sampel obat dan dokumen alur distribusi iodin sintetis sebelum tim penyidik datang.

"Dokter Narendra," panggil Kompol Heru seraya memeriksa pistol organik di pinggangnya. "Sesuai prosedur, tim kepolisian yang akan melakukan penyergapan ke dalam. Anda dan tim hukum Adiwijaya diminta menunggu di area parameter aman."

Narendra menoleh pelan. Suara baritonnya terdengar sangat dingin dan datar, namun memancarkan otoritas mutlak yang tak bisa dibantah. "Pria di dalam sana bukan cuma menghancurkan reputasi rumah sakit saya dan membahayakan nyawa pasien anak, Pak Komisaris. Dia sengaja memanfaatkan calon istri saya sebagai tumbal konspirasinya. Saya ikut masuk." Pak Heru menelan ludah, melihat kilatan ketegasan yang mematikan di mata Narendra, lalu akhirnya mengangguk paham.

Sementara itu, di dalam ruang observasi khusus RS Medika Adiwijaya, Nayla duduk ditemani Rania dan Gibran. Nayla terus menggenggam ponselnya erat-erat, matanya tidak lepas dari layar yang menampilkan pembaruan lokasi dari tim Narendra. Jantungnya berdegup luar biasa kencang—bukan karena takut pada Devan, melainkan karena khawatir akan keselamatan Narendra yang nekat turun langsung ke lapangan.

"Tenang, Nay," bujuk Gibran, menyodorkan secangkir teh hangat. "Naren itu kalau sudah menyangkut keselamatan lo dan nama baik keluarga, dia gak akan ngebiarin ada satu pun celah kesalahan. Bajingan kayak Devan dan Dharma Wijaya gak akan punya kesempatan buat meloloskan diri."

**

BLAM!

Pintu kaca tebal laboratorium riset PT Wijaya Pharma didobrak paksa oleh tim Bareskrim Polri.

Devan, yang sedang memasukkan lusinan berkas rekam analisis ke dalam mesin penghancur kertas (shredder), tersentak kaget. Wajahnya seketika pucat pasi seperti mayat saat melihat belasan personel polisi bersenjata lengkap mengepung ruangan tersebut.

"Polisi! Jangan bergerak! Angkat tangan!" seru Kompol Heru tegas.

Devan mengangkat kedua tangannya dengan gemetar hebat, tabung reaksi berisi larutan iodin cair di tangannya terjatuh ke lantai dan pecah berkeping-keping. Namun, pandangan Devan mendadak terkunci pada sosok pria tinggi tegap yang melangkah masuk paling akhir di belakang barisan polisi.

Narendra melangkah menghampiri Devan dengan ritme yang lambat namun menekan. Aura mengintimidasi dari pria Adiwijaya itu seolah memenuhi seluruh ruangan, memotong habis pasokan udara Devan.

"Dokter... Dokter Narendra..." gagap Devan, suaranya bergetar hebat. "Ini... ini tidak seperti yang Anda bayangkan. Saya cuma menjalankan perintah Pak Dharma—"

BUK!

Satu cengkeraman tangan kekar Narendra mendarat telak di kerah kemeja Devan, menyentak tubuh dokter muda itu hingga terangkat beberapa sentimeter dari lantai dan terdesak kuat ke dinding kaca laboratorium. Cengkeraman itu begitu kuat hingga urat-urat di punggung tangan Narendra terpampang jelas.

"Anda sudah melanggar sumpah dokter, Devan," bisik Narendra tepat di depan wajah Devan. Suara baritonnya begitu rendah, sarat akan kemarahan mendalam yang ditahan dengan kontrol baja. "Anda meracuni pasien anak berusia tiga tahun... dan Anda memfitnah dr. Nayla demi melampiaskan ego busuk Anda dan bos Anda itu."

"N-Nayla... Nayla itu terpaksa memilih Anda hanya karena harta dan jabatan Adiwijaya Group!" pekik Devan dengan sisa keberaniannya yang manipulatif, matanya mendelik panik. "Dia tidak pernah sungguh-sungguh mencintai Anda! Saya hanya ingin menyelamatkan dia—"

"Tutup mulut sampah Anda!" desis Narendra, mempererat cengkeramannya di kerah Devan hingga pria itu kesulitan bernapas. Sepasang mata elang Narendra berkilat dengan dominasi mutlak. "Nayla adalah wanita saya. Dan integritasnya sebagai dokter jauh lebih mulia daripada busuknya otak Anda. Mulai malam ini, saya pastikan Anda tidak akan pernah melihat cahaya matahari di luar penjara, dan lisensi medis Anda akan dicabut seumur hidup."

Narendra menghempaskan Devan dengan kasar ke arah dua petugas kepolisian yang langsung memiting kedua tangan Devan di belakang punggung dan memasangkan borgol besi yang dingin.

Di saat yang bersamaan, tim kepolisian lain di lantai atas pergudangan berhasil menyergap Dharma Wijaya yang sedang berusaha melarikan diri melalui pintu darurat belakang bersama tas dokumen rahasianya.

Pukul sebelas malam, Hujan mulai mereda saat mobil SUV Narendra kembali mendarat di area parkir privat RS Medika Adiwijaya.

Nayla yang mendapat kabar bahwa operasi penyergapan selesai langsung berlari keluar dari gedung menuju lobby utama. Begitu pintu mobil terbuka dan sosok Narendra keluar dari dalam, Nayla tidak mempedulikan lagi etika formal rumah sakit atau pandangan para staf yang melintas.

Nayla berlari dan langsung menghambur ke dalam pelukan Narendra, melingkarkan kedua tangannya di pinggang tegap pria itu.

Narendra tertegun sejenak, sebelum akhirnya membalas pelukan itu dengan sangat erat. Pria itu menyembunyikan wajahnya di perpotongan leher hangat Nayla, menghirup aroma wangi tunangannya yang selalu berhasil menenangkan gejolak amarah di dadanya.

"Kamu gak apa-apa, Naren? Ada yang luka?" bisik Nayla panik, mengurai pelukannya sedikit untuk memeriksa wajah dan tubuh Narendra.

Narendra tersenyum sangat tipis—sebuah senyuman lega yang amat tampan. Tangan besarnya menangkup kedua sisi wajah Nayla, ibu jarinya mengusap lembut pipi hangat perempuan itu.

"Aku gak apa-apa, Sayang," jawab Narendra lembut, suaranya melembut sepenuhnya. "Devan dan Dharma Wijaya sudah ditahan di Polda Metro Jaya. Seluruh barang bukti sabotase obat dan rekaman CCTV sudah diamankan. Besok pagi, nama baik kamu dan reputasi rumah sakit akan dipulihkan sepenuhnya lewat konferensi pers resmi dari kepolisian."

Air mata haru dan lega akhirnya lolos membasahi pipi Nayla. Beban berat yang menghimpit dadanya selama beberapa hari terakhir runtuh seketika. Nayla mendongak, menatap mata elang Narendra yang memancarkan ketulusan dan perlindungan tanpa batas.

Narendra menundukkan kepalanya, mendaratkan sebuah kecupan yang sangat dalam, hangat, dan sarat akan rasa cinta di kening Nayla, membiarkan bibirnya bertahan lama di sana di bawah lampu lobby rumah sakit.

"Badainya sudah selesai, Nayla," bisik Narendra lirih di kening tunangannya. "Sekarang... gak akan ada lagi yang bisa menghalangi kita untuk menuju hari pernikahan kita."

1
tata
thor up nya jangan lama²+ banyakin ya 🤭
Macyooo: Wkwkwk, terima kasih sudah mampir friends😚
total 1 replies
Macyooo
Jangan lupa tinggalkan jejak friends
Macyooo
jangan lupa tinggalkan jejak yaaa
Macyooo
Jangan lupa tinggalkan jejak yaaa
Macyooo
Jangan lupa tinggalkan jejak ya friends
Macyooo
Haloooo Friendsss!! welcome di cerita pertama akuu, semoga suka yaaa, happy reading 😍😍
Macyooo
Halooo friendsss!!! welcome di cerita pertama akuu, semoga suka yaaa, yang punya kritik dan saran boleh nihh disampaikan🤩🤩
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!