NovelToon NovelToon
Unseen Friend

Unseen Friend

Status: sedang berlangsung
Genre:Thriller / Horor / Misteri
Popularitas:53
Nilai: 5
Nama Author: CRZ CREW

Sejak kecil, Josh memiliki teman yang tak bisa dilihat siapa pun. Tiga belas tahun kemudian, teman itu kembali. Bersama Veron, Brandon, dan Gibran, ia mengungkap misteri yang telah terkubur selama puluhan tahun. Namun semakin dekat pada kebenaran, semakin dekat pula mereka pada kematian. Karena... tidak semua teman yang tak terlihat datang dengan niat baik.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CRZ CREW, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20 — Ruang Laboratorium Lama

Cahaya matahari pagi terasa asing menyusup ke kamarnya, seolah tubuhnya masih terjebak dalam kegelapan malam sebelumnya meski matanya kini melihat terang.

Josh terbangun dengan napas tersengal, menyadari ia baru saja tertidur tanpa sadar setelah kejadian mengerikan semalam, dan pagi telah menjelang tanpa ia benar-benar beristirahat. Bayangan wajahnya sendiri yang tersenyum dengan cara asing itu terus menghantui pikirannya sepanjang perjalanan menuju sekolah.

Ia menceritakan kejadian itu kepada Veron, Brandon, dan Gibran begitu bertemu di gerbang sekolah, membuat wajah mereka semakin tegang mendengar detail baru tersebut.

"Dia bisa niru wajah kita," gumam Brandon, tubuhnya gemetar.

"Itu artinya, kita harus lebih hati-hati. Gimana kalau nanti dia nyamar jadi salah satu dari kita buat misahin yang lain?"

"Makanya kita butuh kode rahasia," usul Gibran tiba-tiba.

"Sesuatu yang cuma kita berempat yang tahu, biar kita bisa mastiin itu beneran kita, bukan dia yang nyamar."

Mereka sepakat menggunakan sebuah kalimat sederhana yang hanya mereka berempat ketahui maknanya sebuah lelucon dari masa lalu yang pernah mereka bagikan bersama, sesuatu yang mustahil diketahui oleh entitas asing sekalipun ia bisa membaca pikiran mereka sedikit.

Sepulang sekolah, Pak Ian akhirnya bersedia menunjukkan lokasi ruang laboratorium lama tempat eksperimen tersebut dilakukan, yang kini telah ditutup dan dijadikan gudang penyimpanan di bagian belakang sekolah yang jarang dilalui siswa.

"Ruangan ini sudah lama tidak digunakan sejak kebakaran itu," kata Pak Ian sambil membuka gembok tua yang mengunci pintu gudang tersebut, tangannya gemetar hebat.

"Saya sendiri jarang ke sini, terlalu banyak kenangan yang tidak ingin saya ingat."

Di dalam, debu tebal menyelimuti berbagai peralatan laboratorium usang yang telah lama tidak tersentuh. Di sudut ruangan, sebuah meja kerja masih tertata dengan beberapa catatan penelitian yang telah menguning dimakan waktu.

Josh mendekati meja itu, matanya menangkap sebuah buku catatan tebal dengan tulisan tangan yang sama dengan buku harian yang mereka temukan sebelumnya tulisan tangan Raka. Ia membuka halaman-halaman terakhir dengan hati-hati, membaca catatan yang menjelaskan detail eksperimen yang dilakukan Raka bersama kedua sahabatnya dahulu, tentang anomali energi yang mereka sebut sebagai "celah waktu" sebuah fenomena yang memungkinkan energi tertentu menembus batasan waktu normal, menciptakan semacam pengulangan siklus setiap kali kondisi tertentu terpenuhi.

"Kami menemukan bahwa energi ini bereaksi terhadap emosi kuat, terutama rasa takut," tulis Raka dalam catatannya.

"Semakin kuat rasa takut seseorang, semakin besar pula energi yang dilepaskan, namun juga semakin sulit dikendalikan. Aku mulai khawatir, energi ini bisa menjadi berbahaya jika jatuh ke tangan atau tubuh yang salah atau lebih buruk lagi, jika sesuatu di sisi lain celah ini mulai menyadari keberadaan kami."

Josh membalik halaman berikutnya, menemukan sebuah diagram rumit yang menggambarkan semacam siklus energi yang terus berulang setiap periode waktu tertentu, seolah mencari "wadah" baru setiap kali wadah sebelumnya tidak mampu menampungnya dengan sempurna.

"Jadi ini bukan cuma soal kita bertiga doang," gumam Veron, mengamati diagram itu dengan saksama, suaranya bergetar.

"Energinya emang secara alami mencari tiga orang baru setiap kali siklus sebelumnya nggak berhasil diselesaikan." Pak Ian mengangguk pelan, wajahnya dipenuhi kesedihan.

"Setelah Raka meninggal, saya kira celah itu akan tertutup dengan sendirinya. Tapi ternyata saya salah. Dan sekarang, dengan kalian bertiga di sini, di ruangan yang sama... saya khawatir kehadiran kalian justru mempercepat celah itu terbuka kembali."

Tepat saat kalimat itu diucapkan, seluruh ruangan tiba-tiba bergetar hebat, debu berjatuhan dari langit-langit, dan lampu senter mereka berkedip liar sebelum padam total, meninggalkan mereka dalam kegelapan pekat yang hanya diselingi oleh suara tawa pelan yang tidak dikenali siapa pun di antara mereka tawa yang terdengar berasal dari segala arah sekaligus, seolah ruangan itu sendiri sedang menertawakan kedatangan mereka.

Josh merasakan tangan Brandon mencengkeram lengannya erat dalam kegelapan, sementara suara Veron yang bergumam pelan mengulang-ulang kode rahasia mereka terdengar di sampingnya, seolah berusaha meyakinkan diri sendiri bahwa mereka semua masih di sana, masih utuh, belum tersentuh oleh apa pun yang baru saja tertawa di kegelapan itu.

Josh sendiri berusaha keras mengendalikan napasnya, mencoba mengingat setiap detail yang baru saja mereka baca dari catatan Raka, berharap ada petunjuk yang bisa membantu mereka bertahan dalam situasi mengerikan ini. Ia bisa merasakan energi hangat yang mulai muncul di dadanya, siap meledak kapan saja jika keadaan semakin memburuk, namun ia menahannya sekuat tenaga, tidak ingin gegabah sebelum benar-benar yakin apa yang sedang mereka hadapi.

Perlahan, cahaya senter mereka kembali stabil, menerangi ruangan yang kini tampak kosong seperti semula namun di lantai berdebu tepat di hadapan mereka, tercetak jelas empat jejak kaki kecil yang baru saja muncul, jejak yang jelas bukan milik siapa pun di antara mereka, dan yang lebih mengerikan, jejak itu mengarah keluar dari ruangan, menuju pintu yang sama yang baru saja mereka lewati untuk masuk.

...****************...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!