NovelToon NovelToon
Mantan Kekasih Dr.Banyu

Mantan Kekasih Dr.Banyu

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Cintapertama / Perjodohan
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Bondan wardoyo

Banyu dan Alia sudah lama menjalin kasih, sejak mereka masih dibangku SMU sampai mereka sudah sama - sama bekerja. Banyak mimpi dan harapan yang ingin mereka wujudkan tapi semua itu terhalang oleh restu orang tua.
Banyu biru Aji berasal dari keluarga biasa saja pemilik restoran kecil yang sudah turun temurun warisan dari kakek dan nenek banyu, sementara keluarga alia berasal dari keluarga terpandang dan kaya raya.
Diam diam orang tua aliya tidak menyetujui hubungan mereka bahkan mereka sudah menyiapkan jodoh dan rencana untuk memisahkan aliya dan juga banyu.
Akankan cinta mereka bisa berlanjut atau akan menyerah dan kalah????

" Hai.....aku come back setelah lama tidak menulis.... semoga karyaku ini bisa dibaca dan diterima banyak pembaca"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bondan wardoyo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 31 Sepeda untuk Bagas

Seperti biasa pagi ini Jenar sudah menyiapkan sarapan pagi di bantu bik sumi, sementara bik sumi membereskan semua bekas pelatan memasak, Jenar menata makanan di meja makan pagi ini menu nya roti isi dan juga salad sayur serta ada buah pepaya segar dan juga apel yang sudah di iris dan di tata rapi di piring.

Jenar lalu pergi ke kamar Bagaskara untuk membantunya bersiap ke sekolah.

Jenar membatunya merapikan seragam yang sudah Bagas pakai. Sejak kecil anak ini sudah dibiasakan mandiri untuk melakukan kegiatan sehari-hari.

"Mama lihat Bagas sudah bisa pake dasi sendiri."

"Wah iya, coba Mama lihat sudah rapi atau belum."

"Bagas pinter kan Ma."

"Iya, anak Mama pintar dan sudah besar ya, yuk bawa tasnya turun dan sarapan."

"Oke Mama."

Jenar dan Bagas turun ke ruang makan untuk sarapan bersama.

Sementara itu Banyu juga tengah bersiap setelah selesai dia juga segera bergabung di meja makan bersama istri dan putra mereka tercinta.

"Selamat pagi, jagoan Papa." Sambil mencium kepala Bagas.

"Pagi Papa, hari minggu jadikan Pa, kita beli sepeda yang besar."

"Jadi dong, tapi ada syaratnya."

"Apa syaratnya Pa?"

"Bagas harus makan yang banyak dan harus belajar yang rajin oke."

"Siap Pa...."

"To kan sayang, Mama bilang apa hari minggu kita beli sepedanya."

Mereka bertiga melanjutkan sarapan dengan penuh riang canda. Banyu pergi ke Rumah Sakit bersama sopir dan Jenar pergi mengantar Bagas sekolah, mereka berpisah di depan pintu dan masuk ke mobil masing-masing.

Banyu langsung menuju Rumah Sakit kali ini tidak di IGD lagi, kini dia sudah menjadi dokter specialis, pagi hari seperti biasa dia berada di poli untuk menemui pasien-pasienya yang sudah menunggu sejak pagu. Hari ini juga dr.Banyu ada jadwal operasi di Rumah Sakit ini dan satu lagi di klinik tempat yang juga menjadi prakteknya, di sore hari.

Sementara Jenar dan Bagas bergegas menuju sekolah. Sampai disekolah Jenar menurunkan Bagas dan mengantarnya sampai ke depan kelas lalu Jenar langsung ke toko kue. Saat ini Jenar sudah memiliki manager toko merangkap manager kafe sehingga pekerjaa Jenar menjadi lebih ringan bahkan Jenar malah lebih sering berada di dapur backing karena memang dia hobi. Kadang juga dia membuat kue untuk Bagas dan juga Banyu untuk dibawa pulang.

Begitulah hari-hari keluarga kecil mereka yang cukup bahagia selama beberapa tahu ini. Banyu dan Jenar sudah bisa saling menerima satu sama lain dengan semua kekurangan dan kelebihan masing-masing. Mereka juga saling mengisi satu sama lain. Banyu merasa beruntung memiliki istri seperti Jenar dan Bagas adalah hadiah yang begitu indah untuk mereka.

Jenar membutuhkan perjuangan untuk mendapatkan Bagas, lewat program IVF setelah tiga tahun menikah akhirnya Bagas lahir. Dan menambah kebahagian mereka berdua. Karena Bagas saat ini sudah lima tahun Banyu dan Jenar ingin memberikan Bagas adik makanya saat ini mereka siap-siap ingin melakukan program lagi supaya mereka segera dikarunia anak ke dua. Pasti jika Bagas punya adik dia akan sangat senang.

Hari minggu telah tiba saatnya waktu Banyu bersama keluarga, hari ini dia berjanji akan membelikan Bagas sepeda. Pagi ini Banyu dan Jenar masih berada di tempat tidur. Banyu masih memeluk erat istrinya. Mereka masih tidur dengan nyenyaknya. Sampai suara alarm itu berbunyi membuat Jenar terbangun. Ia meraih ponselnya melihat jam, baru saja Jenar mau bangun tapi Banyu kembali menariknya ke dalam pelukanya.

"Mas katanya hari ini mau ajak Bagas beli sepeda."

"Toko sepeda mana yang buka pagi-pagi buta begini."

"Sebentar lagi Bagas pasti bangun."

"Biar begini saja beberapa menit lagi gak setiap hari." Banyu terus bermanja-manja bersama Jenar.

"Hari ini sekalian bawa Bagas kerumah Eyang ya Mas, kemarin Eyang telfon katanya kangen."

"OKE......"

Dan benar saja, jam sudah menunjukan pukul sembilan pagi, dan mereka berdua masih terlelap. Bagas yang sudah bangun dari tadi mengetuk-ngetuk pintu kamar orang tuanya sambil memanggil Papa Mama. Jenar dan Banyu lalu terbangun keduanya lalu beranjak dari tempat tidurnya. Dan bingung mencari baju dimana. Ternyata tadi mereka menyempatkan diri berolah raga dipagi hari. Sementara mereka sibuk mencari-cari pakaian, Bagas masih terus memanggil dari luar kamar.

Banyu sempat-sempatnya masih menggoda jenar sembari dia berjalan menuju kamar mandi. Dia memberi kode untuk segera menyusul ke kamar mandi. Jenar cuma tersipu malu lalu membuka pintu untuk Bagas.

"Mama......kita jadi beli sepedakan ini udah siang kenapa Mama dan Papa malah belum bangun."

"Iya sayang jadi, semalam Papa pulang malam karena ada operasi jadi capek, Bagas sarapan dulu ya ma bibik sebentar Mama dan Papa siap-siap."

"OKE Mama."

" Jenar......saya lupa bawa handuk tolong bawakan ya."

"Iya...Mas sebentar."

Jenar segera menyusul suaminya ke kamar mandi, yang sudah berendam di bathtup yang sudah dipenuhi dengan gelembung sabun, Bagas meminta Jenar untuk segera bergabung bersamanya. Sekarang mereka sudah memiliki kamar mandi pribadi di dalam kamar jadi mereka bisa bebas melakukan apa saja. Berbeda dengan dirumah kontrakan yang dulu.

Beberapa saat kemudian mereka bertiga bergi untuk membeli sepeda untuk Bagaskara. Mobil mereka menuju ke sebuah mol. Sekalian mencari sepeda untuk Bagas sekalian mereka bisa makan siang dan juga belanja untuk keperluan rumah. Khusus hari minggu Jenar tidak pergi ke toko kecuali memang ada kepentingan yang mendesak. Hari minggu adalah hari bersama untuk keluarga kecilnya.

Di balik kaca mata hitam dan kerudung ada seseorang yang memperhatikan mereka bertiga yang tengah asik makan siang di sebuah restoran di mol. Dia ingin sekali mendekat tapi dia takut dan memilih untuk tetap melihat mereka dari kejauhan.

Bersambung dulu ya, mohon maaf sekali kemaren tidak bisa up dikarenakan si penulis amatir ini sedang sibuk mengurus bayi kecil umur lima bulan. Kasih aku semnagat terus ya tinggalkan like dan komen. Terima kasih.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!