Beruntungnya Aku Bersamamu
"Grizella Maheswari"
Aku akan bersamamu, aku akan melakukan yang terbaik, agar mipimu tidak berubah menjadi mimpi buruk lagi, aku berjanji akan selalu ada untukmu mengubah semuanya menjadi indah.
"Erkan Gibra Arsakha"
Kisah seorang gadis yang masih memiliki Trauma di masalalu dan seorang Pria yang akan mengubah semuanya, di sini lah dimana moment buruk itu di rubah menjadi moment yang indah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon savetia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Zack?
🍁They're written down in eternity
Mereka ditulis dalam keabadian
But you'll never see the price it costs – the scars collected all their lives
Tapi kau tidak akan pernah melihat harga yang harus dibayar - bekas luka mengumpulkan seluruh hidup mereka
When everything's lost, they pick up their hearts and avenge defeat
Ketika semuanya hilang, mereka mengambil hati mereka dan membalas kekalahan
Before it all starts, they suffer through harm just to touch a dream
Sebelum semuanya dimulai, mereka menderita melalui bahaya hanya untuk menyentuh mimpi
Oh, pick yourself up 'cause
Oh, angkat dirimu🍁
...( Legends Never Die )...
"Ti ho trovato!..." (aku menemukanmu)...
Erkan menodongkan pistolnya tepat pada plipis seseorang, sedari tadi dirinya sudah bersembunyi di balik tembok, dugaan Erkan benar adanya jika orang tersebut berada di tempat ini..
"Waw.." orang tersebut mengangkat kedua tangannya pura-pura terkejut, membalikan tubuhnya menghadap Erkan seraya melangkah mundur "Kamu menemukanku Keponakan" tanyanya tersenyum miring
Erkan melangkah mendekat dengan pistol yang masih mengarah pada kepala orang tersebut dan menatap dingin pada orang yang ada di hadapanya "kau bersembunyi kelubang semut sekalipun, aku akan tetap menemukanmu"
orang tersebut langsung tertawa terbahak seraya bertepuk tangan "Bravo!...aku rindu sekali dengan tatapan itu"
Erkan menyeringai "kau bisa mengecoh mereka, tapi tidak denganku Paman!... sepertinya ini akan menjadi akhir bagimu!"
"Begitukah?..." tanyanya seolah penasaran " Well... sepertinya ini yang akan menjadi akhir bagimu" sangahnya dengan seringai licik di bibirnya " divertiti nipote " (Nikmati itu keponakan) lanjutnya dengan sedikit berbisik namun masih bisa di dengar oleh Erkan
Dor!...
Dor!...
Dor!...
3kali Suara tembakanpun terdengar bersamaan dengan suara tubuh orang yang terjatuh ke lantai.. karna Erkan begitu dengan cepatnya membalikan tubuh untuk menembak 3orang tersebut yang akan menyerangnya secara diam-diam dari belakang
"Shit!..."
umpat Erkan ketika berbalik lagi Zack sudah tidak ada di tempatnya tadi, dengan cepat Erkan mengejar Zack, namun saat ia mengejarnya Erkan di hadang oleh 5orang bertubuh kekar anak buah Zack
"minggir.. brengsek!... jangan menghalangi jalanku!.." barang Erkan menatap tajam orang-orang yang ada di hadapanya.
"sepertinya anda yang menyingkir Tuan,, karna sebentar lagi Helikopter akan datang menjemput Tuan kami"
"Benar jika anda tidak ingin mati di tangan kami, sebaiknya anda pergi selagi Tuan kami berbaik hati untuk nyawa anda" timpal salah satu anak buah Zack
"Cih!... sepertinya aku yang tidak akan berbaik hati untuk kalian... Clek!.." bunyi senjata Erkanpun terdengar Erkan langsung mengarahkan senjatanya pada anak buah Zack
"So... mana yang akan kalian pilih menyingkir atau peluru ini yang akan bersarang di tubuh kalian, aku tidak punya waktu untuk meladeni Tikus " ujar Erkan dingin dengan wajah tanpa ekspresinya. "Ok sepertinya sedikit butuh pemanasan" Erkan kembali menaruh pistolnya ke saku jaketnya
salah satu dari anak buah Zack memberi kode pada yang lainya, langsung di angguki oleh mereka, dengan cepat orang-orang tersebut menyerang Erkan,
Erkan dengan gerakan yang cepat menendang salah satu dari orang tersebut, semua tehnik pukulan Erkan dapat menangkisnya waupun hanya seorang diri, satu demi satu anak buah Zack dapat Erkan kalahkan,
Dor!...
Erkan menundukan kepalanya ketika salah satu tembakan hampir mengenainya, anak buah Zack yang lainya datang untuk menyerang nya.
sedangkan salah satu dari mereka yang melihat Erkan lengah kembali menyerangnya, namun dengan cepat Erkan menangkisnya lalau membawa tubuh orang tersebut menjadi temeng dari tembakan yang mengarah padanya saat ini, Erkan mengambil pistolnya kembali langsung membalas tembakan tersebut sehingga terjadi baku tembak antara dirinya dan anak buah Zack
"Shit!... Sial!... pelurunya habis" gumam Erkan dirinya saat ini bersembunyi di balik tembok karna pistolnya kehabisan peluru
"Dor!..."
"Dor!.. Dor!...Dor!....
Rentetan tembakanpun terdengar terus menembaki di balik tembok persembunyian Erkan yang saat ini menundukan tubuhnya dirinya benar-benar terpojok sekarang, namun tidak lama kemudian tembakan yang menyerangnya berhenti, tetapi Erkan masih mendengar suara tembakan tapi bukan bukan berasala dari anak buah Zack melainkan dari arah lain
"Tuan!.."
Erkan kembali menegakan tubuhnya ketika mendengar suara yang sangat dia kenal memanggilnya "kau kemana saja?.. lamban sekali" decak Erkan menatap tajam Robbi
"maaf Tuan saya.. " Belum sempat Robbi melanjutkan ucapanya, Erkan langsung pergi begitu saja meninggalkan Robbi tanpa mendengarkan penjelasanya.
dengan cepat Erkan berjalan ke arah tangga dengan di ikuti Robbi dari belakang untuk menemui Zack yang sudah berada di atas menunggu Helikopter, karna sekarang ini Erkan sedang berada di gedung yang sudah tidak di pakai, yang sekarang sudah menjadi markas Zack,
"Winchester!... Robbi!... tunggu!" triak seseorang membuat Erkan dan Robbi berbalik menghentikan langkahnya " Winchester maaf kami terlambat, aku tidak tahu jika dia mengecoh kita " ujarnya menghampiri mereka dengan beberapa orang bersenjata "kenalkan ini adalah Hendra ketua time, dia dari kepolisian indonesia" Erkan menganguk pada orang yang bernama Hendra
"kita harus cepat!... Zack sudah berada di atas" tegasnya melangkah kembali meninggalkan Bianca dan beberapa orang disana
Bianca memberi kode pada Hendra lalu pria tersebut memberi printah pada anak buahnya untuk separuhnya mengikuti mereka, dan sebagaiannya lagi tetap di bawah untuk mencari anak buah Zack yang tersisa
Sedangkan Zack kini sudah berada di atas menunggu Helikopter untuk menjemputnya "Brengsek! kenapa lama sekali bodoh! dimana Helikopterku!" Triak Zack marah pada anak buahnya
"Sebntar lagi Tuan.. 6menit lagi mereka datang!.."
"Apa kamu bilang 6menit.. Sial!... kenapa keponakanku itu bisa tahu kita berada disini! barang Zack ia bener-benar terlihat kesal,
Zack tadinya memang akan melakukan transaksi narkoba malam ini, padahal selama ini dia tidak pernah turun tangan, hanya anak buahnya melakukan itu, tapi orang yang ingin bertransaksi denganya memaksa untuk dirinya yang menyerahkan barang itu, disanalah Zack mulai curiga dan dia tetap mengutus anak buahnya yang turun tangan, sedangkan dirinya menyiapkan untuk kabur, dan dugannya ternyata bener, yang ingin bertransaksi denganya adalah Polisi dan anggota Inteligen Itali yang menyamar.
setelah tahu anak buahnya itu berhasil di tangkap, dan saat itulah Zack bersiap untuk melarikan diri namun Keponakan bodohnya itu malah berhasil menemukan tempat persembunyiannya,
"cretino!..." umpat Zack dalam bahasa itali
"Kau sudah terpojok Zack"
Zack langsung menoleh melihat Erkan kini sudah berada di atas gedung, lagi-lagi keponakanya itu berhasil menemukanya, tidak lama di belakang Erkan muncul beberapa orang bersenjata langsung melingkar mengelilingi Zack dan anak buahnya dengan senjata mengarakan kepadanya begitupun dengan anak buah Zack yang mengarahkan senjatanya juga untuk melindungi Tuannya, secara bersamaan Helikopter yang di tunggunyapun muncul namun tidak bisa mendarat hanya bisa berputar di atas mereka.
"Zack Winchester menyerahlah, kali ini kau tidak bisa melarikan diri " triak Bianca dengan mengarahkan senjata pada Zack
suara tawa dengan keraspun terdengar Zack tertawa terbahak begitu saja "Diam kau perempuan, kalian tidak akan bisa menangkapku?" sebuah tanggapun langsung meluncur dari atas dengan cepat Zack meraih tangga tersebut lalu menaikinya
"Sekarang!..." triak Hendra memberi intruksi melalui earphon
"Dor!..."
"Arghhhh!...."
Zack pun langsung terjatuh dari tangga karna ada seseorang yang menembak tangan dan kakinya dari kejauhan, seorang sniper lah yang berhasil melumpuhkanya, begitupun dengan para anak buah Zack berhasil di lumpuhkan Helikopter yang tadi di atas kini kembali menjauh tidak berani untuk mendekat
"mau pergi kemana Brengsek!... " triak Zack pada Helikopter yang kini sudah menjauh karna mereka juga mendapat serangan tembakan
Erkan pun mendekati Zack di ikuti oleh Robbi, Bianca dan Hendra, kini tangan Zack sudah di borgol " bagimana sakit bukan ?" tanya Erkan
"Sial kau Erkan!..." barang Zack ingin menerjang Erkan namun dapat di tahan oleh anggota Hendra dengan pakian yang serba hitam namun ada lambang bendera merah putih, berada di sisi kanan lengan seragamnya.
(sebagi contoh)
"kau sungguh merepotkan sekali pak Tua, saatnya kau untuk kembali kenegaramu" ujar Bianca menatap Kesal pada Zack.. karna pada akhirnya ia bisa menangkap Buronan kelas Kakap ini.
"Bawa dia" printah Hendra pada anggotanya
"Brengsek kalian, Lepaskan!" triak Zack meronta minta di lepaskan padahal saat ini diriya tengah terluka, Zeck melirik kearah Erkan dengan tatapan permusuhan dan mengatakan sesuatu pada Erkan sebelum dirinya di bawa pergi " questa non è la fine " ( ini bukan akhir)" dengan serigai kecil di sudut bibirnya
Erkan hanya menatap datar pada Zeck, enggan membalas dari ucapan Zack tadi..
"Terimakasih pak Erkan anda sudah membatu kami untuk menangkap Zack?" Hendra merentangkan lenganya, Erkan hanya menggaguk dan menjabat tangan Hendra
"Good Job... Winchester " Bianca menepuk pundak Erkan langang mendapatkan tatapan tajam "Ups.. sorry!" Bianca mengangkat kedua tangannya "Bagimana kau bisa tahu Zack berada di sini?"
"itu bukan urusanmu, yang jelas sekarang Zack berhasil di tangkap, dan ingat cari buku itu sampai dapat" titahnya
"Buku?" tanya Hendra
"Iya!.. di buku itu terdapat bukti kejahatanya selama ini " jawab Robbi " sebaiknya kalian harus secepatnya menemukan buku itu, dengan adanya itu bisa memperberat hukuman Zack, ya walupun pada akhirnya dia akan di hukum mati"
"Baiklah saya akan memerintahkan para anggota saya untuk mencari buku itu" terang Hendra "Apa anda tahu ciri-ciri buku tersebut" tanyanya
"Semacam buku jurnal, bersampul coklat" jawab Erkan karna itulah yang dia tahu dari Alex,
Hendrapun hanya mengangguk dan berlalu pergi meninggalkan mereka, kini di atas gedung hanya tersisa 3 orang Erkan, Robbi dan Bianca.. yang masih Enggan untuk turun
"Kamu nyakin di buku itu juga ada bukti kejahatanya yang terkait dengan kecelakan pesawat itu?" tanya Bianca
Erkan hanya mengangkat bahunya "kapan dia akan di bawa ke Itali ?"
" 1 minggu, setalah menjalani beberapa pemeriksaan disini "
"Aku minta jangan libatkan Alex dalam masalah ini, jika dia menyebutkan nama Alex nanti, tempat ini dan buku itu aku mendapatkan Informasi darinya, jadi anggap saja itu sebagi membebaskannya dari hukuman karna dulu menyembunyikan Zack!"
🍁🍁🍁
Di sore hari Erkan sudah berdiri sambil mendekap lengannya dengan punggung bersandar pada sisi mobil dan juga kacamata hitam yang kini bertengger manis di hidung mancungnya sehingga
membuat aura ketampanannya semakin bertambah..
terlihat begitu banyak wanita yang yang keluar dari Hotel melirik dan menatap kagum kepadanya dan ada juga yang meliriknya secara terang-terangan seperti menggoda
sedangkan Erkan bersikap acuh, tidak memperdulikanya, karna saat ini dia sedang menunggu seseorang yang juga akan keluar dari pintu lobi Hotel tersebut.
di sisi lain Zella berjalan sambil menarik kopernya di temani oleh Alex dan juga Dokter Fadli senior Zella dan Alex mereka berjalan bersamaan untuk check out dari Hotel tersebut karna ini hari terakhir mereka berada disana.
"Dokter Zella, kamu pulang bareng saya atau Alex " tanya Dokter Fadli
"Ahh... itu.. saya... "
"baiklah saya, mengerti kamu pasti akan di jemput oleh pacarmu yang kemarin itu bukan ?"
Zella tersenyum malu sambil mengaruk lehernya yang tidak gatal, ternyata Dokter Fadli mengetahuinya " iya.. Dokter.. " jawabnya dengan canggung
"Ok tidak apa-apa saya mengerti, karan saya juga pernah muda, nikmatilah, lagi pula pihak rumah sakit juga memberi kita libur selama 2 hari, kalo begitu saya duluan "
"Iya Dokter terimakasih, hati-hati di jalan" ujar Zella dan Alex bersamaan
"Erkan sudah datang?..." tanya Alex
"hmm dia udah ada di depan lobi" jawabnya dan di angguki oleh Alex, lalu mengikuti Zella berjalan di belakangnya
setelah berada di depan lobi Zella melihat Erkan yang berdiri bersadar pada mobil entah kenapa hari ini pria itu terlihat begitu sangat tampan, tapi hal itu juga membuat Zella sedikit kesal karna beberapa orang dari peserta seminar yang baru saja keluar memandang Erkan penuh minat
"Kenapa?" tanya Alex yang melihat Zella hanya berdiri di depan lobi "gak nyamperin tuh si kanebo" tujuk Alex pada Erkan
"gue heran kenapa makin hari, tuh orang makin ganteng sih!" gumam Zella medekap lenganya melihat ke arah Erkan
"Ekhh.. apa?..." tanya Alex karna tidak jelas mendengar Zella
"Gak kenapa-napa" Jawab Zella dengan cengiran,
"aku duluan yah Zell, see you!" pamit Alex ketika melihat mobilnya sudah terpakir di depan lobi, yang sudah di bawakan tadi oleh pihak hotel
"Ok! Lex take care "
setelah kepergian Alex Zella menatap sebal pada Erkan, sedangkan pria itu hanya tersenyum menujuk ke arahnya lalu mengerakan jari telunjuknya memberi kode agar Zella menghampirinya
" Kenapa hmm?" tanya Erkan mengusap lembut pipi Zella, wajah kekasihnya itu terlihat murung
Zella menggelengkan kepalanya seraya memegang tanga Erkan yang mengusap lembut wajahnya "kamu bisa gak sih, gak usah tebar pesona!..."
Erkan mengerutkan halisnya "Siapa yang tebar pesona?"
"kamu!.. gak liat tuh cewe-cewe liatin kamu terus!.. kenapa gak tunggu di mobil ajah sih!?..."
suara tawapun terdengar Erkan begitu gemas melihat Zella yang sekarang selalu cemburu kepadanya Erkan suka melihat itu "Cemburu ehh?..."
"gak!.. ayo pulang " ajaknya lebih dulu masuk ke dalam mobil, meningalkan kopernya begitu saja,
Erkan yang masih tertawa menggelengkan kepalaya, kekasihnya itu sedang merajuk ternyata lalu iapun memasukan koper Zella ke belakang jok mobil Range Rover putih miliknya, lalu menyusul Zella masuk kedalam mobil.
"kamu gak cape?.. pulang pergi?... Robbi sama Hardi kemana? tanya Zella pada Erkan yang sedang memasang seatbelt
"siapa bilang kita akan pulang kejakarta, kita akan ke vila" jawab Erkan seraya mejalankan mobilnya
"ngapain ?.."
"Honeymoon!... aduh... sakit sayang!?.." keluh Erkan pura-pura kesakitan mengusap lengannya yang tadi di cubit oleh Zella
"Rasain.. lagian klo ngomong sebarangan, nikah ajah belum masa udah Honeymoon duluan!" jawabnya dengan kesal
"bercanda Hon,, lagian kita juga bakal nikahkan ?.."
mendengar itu pipi Zella langsung bersemu merah, pria ini bener-bener tidak tahu dari efek yang di katannya tadi pada Zella membuat kinerja jantungnya berdetak dengan cepat, hal itupun tidak luput dari perhatian Erkan yang tersenyum melihatnya.
...🍁🍁🍁...
Muka Bete Zella yang liat Erkan terbar pesona 😍
Tawa lepas Erkan kalo lagi sama Zella 😍
kreen ditunggu episod berikutnyaaaa...😍
g sabaaar nunggu kelanjutanyaaaaaa😀😀
bikin penasaran seru menegangkan...😀😀
4 like buatmu.
Semangat ya
7 like buatmu.
Mari kita saling dukung.
Semangat up terus ya..
8 like buatmu.
Mari kita saling dukung.
Semangat up terus ya..
yuk mampir di "Mr. Mafia or Mr. Psychopath?" juga ya
Semangat