NovelToon NovelToon
Air Mata Di Ujung Senja

Air Mata Di Ujung Senja

Status: tamat
Genre:Pelakor / Nikahmuda / Penyesalan Suami / Selingkuh / Hamil di luar nikah / Cintapertama / Tamat
Popularitas:7.2k
Nilai: 5
Nama Author: Sarifah31

Di desa terpencil, Zifa hidup bersama Mama Auna dan Uti Yaya, dihantui kerinduan akan ayahnya yang hilang, hingga kebenaran pahit terungkap bahwa ayahnya telah menikah lagi, berbeda dengan cerita Mama Auna tentang ayahnya yang bekerja di luar negeri. Malam-malam misterius dengan hilangnya hewan ternak warga desa menambah teka-teki, sementara takdir mempertemukan Auna dengan cinta pertamanya, Zhafran, yang kini kaya raya. Rahasia masa lalu yang terkubur dalam-dalam muncul ke permukaan: Zifa ternyata bukan anak Fauzan, melainkan darah daging Zhafran! Kini, Auna harus memilih antara mengungkap kebenaran yang mengubah hidup Zifa atau terus memendamnya demi melindungi putrinya dari intrik dunia gemerlap. Mampukah Auna mempertahankan Zifa, ataukah takdir akan memisahkan mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sarifah31, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bayang-Bayang di Balik Dinding Rumah Baru

Malam pertama di rumah baru seharusnya menjadi malam yang penuh kehangatan, tapi bagi Zifa, dinding-dinding yang masih berbau cat segar itu terasa seperti jeruji yang dingin. Meskipun kamarnya sangat indah, lengkap dengan boneka-boneka dan lampu tidur berbentuk bintang, Zifa merasa ada sesuatu yang hancur di dalam dirinya yang tidak bisa diperbaiki hanya dengan dekorasi kamar.

Di luar kamar, sayup-sayup terdengar suara denting piring. Mama, Uti Yaya, dan Om Zhafran sedang makan malam. Zifa menolak keluar dengan alasan kenyang, padahal perutnya terasa kaku karena sesak yang memenuhi dadanya.

Zifa meringkuk di atas tempat tidur, memeluk lututnya. Pikirannya melayang pada kenyataan pahit yang baru saja ia ketahui.

Kata "anak haram" terus berdengung di telinganya seperti lebah yang menyengat.

"Kenapa harus Zifa yang ngalamin ini?" bisiknya dalam hati, air matanya mulai membasahi bumbu bantal.

Ia membayangkan mamanya bertahun-tahun yang lalu. Seorang diri, mengandung Zifa dengan perut yang semakin membesar, menahan malu, dan ketakutan tanpa ada laki-laki di sampingnya.

Zifa menangis membayangkan betapa sepinya malam-malam Mama saat itu. Dan pelakunya adalah laki-laki yang sekarang ada di ruang makan itu, Om Zhafran.

"Kenapa Om Zhafran jahat banget dulu?" isak Zifa pelan. "Kenapa dia ninggalin Mama kalau emang dia bapaknya Zifa?"

Pikiran Zifa kemudian beralih ke Ayah Fauzan. Hatinya perih seperti disayat sembilu. Fauzan, laki-laki yang tidak punya hubungan darah dengannya, justru menikahi mamanya dan menjadi orang pertama yang mengulurkan tangan. Fauzan yang menyuapinya saat kecil, yang menggendongnya saat ia menangis karena jatuh, dan yang memberinya nama belakang. Ayah Fauzan melakukan segalanya tanpa peduli bahwa Zifa bukan darah dagingnya.

Sedangkan Zhafran? Laki-laki itu baru muncul sekarang, saat Zifa sudah besar, saat segalanya sudah kacau, dan tiba-tiba menuntut posisi sebagai seorang ayah.

Tok, tok, tok.

Pintu kamar diketuk pelan. "Zifa? Sayang, ini Mama. Boleh Mama masuk?" suara Auna terdengar lembut dari balik pintu.

Zifa cepat-cepat menghapus air matanya dan membenamkan wajahnya di bantal. "Zifa mau tidur, Ma."

Pintu terbuka sedikit. Auna masuk dan duduk di pinggir tempat tidur. Ia mengusap punggung Zifa yang bergetar. Auna tahu, putrinya tidak sedang tidur.

"Zifa... Mama tahu apa yang ada di pikiran kamu," ujar Auna lirih. "Maafin Mama karena sudah nutupin ini semua terlalu lama. Mama cuma nggak mau Zifa ngerasa kurang. Mama mau Zifa tumbuh seperti anak-anak lain."

Zifa berbalik, matanya sembap dan merah. "Ma... apa Zifa beneran anak yang nggak diinginkan sama Om Zhafran dulu?"

Pertanyaan itu seperti hantaman keras bagi Auna. Ia menarik napas panjang, mencoba mencari kata-kata yang tidak akan semakin melukai hati anaknya. "Zhafran yang dulu adalah orang yang tersesat, Sayang. Dia salah, sangat salah. Tapi dia yang sekarang... dia sedang berusaha mati-matian menebus semua kesalahan itu."

"Tapi Ayah Fauzan lebih hebat dari dia, Ma!" potong Zifa dengan suara serak. "Ayah Fauzan nggak butuh bukti DNA buat sayang sama Zifa. Kenapa sekarang Ayah Fauzan yang harus sakit? Kenapa nggak adil?"

Auna tidak bisa menjawab. Ia hanya bisa memeluk Zifa erat-erat. Zifa menangis sejadi-jadinya di pelukan mamanya. Di tengah isakannya, Zifa bergumam, sebuah pertanyaan yang paling sulit ia jawab sendiri.

"Zifa pengen punya keluarga utuh kayak temen-temen sekolah, Ma. Ada Mama, ada Ayah... tapi apa Zifa sanggup manggil Om Zhafran dengan sebutan 'Ayah'? Apa itu nggak bakal ngelukain Ayah Fauzan?"

Di balik pintu kamar yang sedikit terbuka, Zhafran berdiri mematung. Tangannya yang hendak mengetuk pintu tertahan di udara. Ia mendengar setiap isakan dan setiap kata yang keluar dari mulut Zifa. Dadanya terasa sesak seolah dihimpit batu besar. Ia menyadari bahwa rumah mewah ini tidak akan pernah terasa seperti rumah bagi Zifa, selama ia belum bisa memaafkan masa lalunya.

Zhafran bersandar di tembok koridor, menatap lantai dengan tatapan kosong. Ia tahu, perjalanan untuk mendapatkan panggilan "Ayah" dari mulut Zifa akan jauh lebih panjang dan berliku daripada yang ia bayangkan. Ia telah membeli rumah baru, tapi ia belum bisa membeli kembali hati putri yang pernah ia abaikan.

Malam itu, di rumah baru yang asri, keheningan terasa lebih berat dari biasanya. Ada rindu yang salah alamat, dan ada maaf yang masih tertahan di tenggorokan. Mereka tinggal di bawah atap yang sama, namun hati mereka masih berada di semesta yang berbeda.

1
Lumpia The best
Lanjutkan dong, kok cuma sedikit babnya, gantung sekali ceritanya
Sarifah_Aini97: Udh capek kak, ceritanya berantakan
total 1 replies
Aquarius97 🕊️
Zhafran... otakmu luruskan ya
Aquarius97 🕊️
wooooohhhh Daniiiii kau ikut2an yaa😤😤😤
mamayot
kenapa harus selingjuh dengan teman ibunya zifa. sakit banget pastinya
Xlyzy
semakin bnyk waktu yang terbuang maka semakin bnyk juga kesempatan buat menancapkan fitnah tersebut
Xlyzy
orang orang pada keder nyariin Lo jaf pulang gih
Xlyzy
fitnah itu emang jahat bener padahal bilang nya tak setajam pisau tapi klk udah berhasil tertanam efek nya bakalan menyebar
Nuri_cha
Rafka bener nih... lebih baik kalian fokus sama yg bikin ulah dulu
Nuri_cha
hmmm... bagus juga sih pny tempat buat menenangkan diri. tapi orang2 khawatir zhaf
sjulerjn29
kenapa gk nina🤭
sjulerjn29
auna km masih punya perasaan gk sih sama dia? kalo iya gak usah tertekan yang penting kan zifa bisa merasakan peran ayahnya dan nanti hidupmu gk susah lagi..
Oksy_K
ayo lakukan tes dna. Zifa butuh sosok ayah yg bener2 menyanyanginya
Oksy_K
lah, si dokter ini gimna. anak kecil loh itu, di tempat asing. klo ilang gimna🤧
Alyanceyoumee
kecewa sih saiya... segitu doang usaha anda sebagai seorang suami yang bela2an nyuruh auna cere dari suami nya buat nikah sama anda. ah ck 🤕😡
Alyanceyoumee
lu dari pada diem sambil bertanya-tanya, sekidikin napa sih? kamu orang kaya cerdas kuliah di luar negeri kan? 🙄
Oma yeni*🦋
kamu Rafka,, kamu cowok lemah amat, mudah sekali masuk jebakan 🥴🤭
Oma yeni*🦋
kamu cari si Rina itu, lalu raih tengkuknya,, hajar sampai dia ngaku, seret ke kantor polisi 🥴🤦🤭
Oma yeni*🦋
jangan lama lama pikirnya Zhafran 🥴
𝓙𝑬𝓜𝑨📴
terimakasih rafka sudah mau membantu auna
𝓙𝑬𝓜𝑨📴
nyusahin zhafrah lu mah ngilang teh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!