NovelToon NovelToon
Pengantin Pengganti

Pengantin Pengganti

Status: tamat
Genre:Romantis / Pengantin Pengganti / Pelakor / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Persahabatan / Tamat
Popularitas:398.4k
Nilai: 5
Nama Author: my name si phoo

Nayla mendapatkan kabar dari Tante Ida agar pulang ke Indonesia dimana ia harus menghadiri pernikahan Anita.
Tepat sebelum acara pernikahan berlangsung ia mendapatkan kabar kalau Anita meninggal dunia karena kecelakaan.
Setelah kepergian Anita, orang tua Anita meminta Nayla untuk menikah dengan calon suami Anita yang bernama Rangga.
Apakah pernikahan Rangga dan Nayla akan langgeng atau mereka memutuskan untuk berpisah?
Dan masih banyak lagi kejutan yang disembunyikan oleh Anita dan keluarganya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon my name si phoo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31

Di tengah malam yang sunyi, Rangga terbangun karena mendengar suara lirih dari sisi tempat tidur.

“Nggak… jangan tinggalin aku, Mas Jati… Mas Jati…”

Nayla mengigau, tubuhnya gelisah dan keningnya mulai berkeringat meski sudah dikompres.

Rangga menoleh, dadanya terasa sesak saat mendengar nama itu lagi dari bibir istrinya.

Ia tahu luka Nayla belum pulih, dan kini bayang-bayang Jati kembali hadir dalam tidurnya.

Perlahan Rangga menggenggam tangan Nayla yang dingin, menatap wajah istrinya yang masih tampak letih meski terlelap.

“Sayang, kamu nggak sendiri. Aku di sini,” bisiknya pelan, seolah mencoba menenangkan mimpi buruk yang menyelimuti pikiran Nayla.

Namun dalam hatinya, Rangga menyadari jika cinta Nayla untuk Jati begitu dalam. Dan ia harus lebih sabar, lebih kuat jika ingin menyembuhkan hati istrinya yang patah.

Malam itu, Rangga duduk di sisi tempat tidur, memandangi wajah Nayla yang masih terlihat pucat.

Ia tidak berniat memejamkan mata sedikit pun. Hatinya terlalu gelisah untuk beristirahat.

Tangannya menggenggam tangan Nayla erat, seolah mencoba mentransfer ketenangan dan kekuatan.

Lampu tidur yang temaram menyinari wajahnya yang mulai tampak lelah, tapi pandangannya tetap tak lepas dari istrinya.

Sesekali ia mengelus rambut Nayla dengan lembut, dan membenarkan selimut yang tersingkap karena tubuh Nayla gelisah dalam tidurnya.

Meski belum pulih sepenuhnya, Nayla adalah seluruh hidupnya sekarang.

"Maafkan aku... Aku nggak bermaksud melukai kamu," gumam Rangga lirih, suaranya nyaris tenggelam dalam suara detik jam dinding.

Ia menarik napas dalam-dalam, bertekad untuk menebus kesalahan dan membuktikan bahwa ia bisa menjadi tempat pulang Nayla bukan bayangan siapa pun, tapi nyata dan sepenuhnya untuknya.

Hingga fajar mulai menyingsing, Rangga masih setia di sisi Nayla. Menemani, menjaga, dan mencintai dalam diam.

Pagi itu, sinar matahari lembut menyusup melalui celah tirai jendela.

Nayla perlahan membuka matanya, pandangannya masih buram oleh sisa lelah dan pening di kepalanya.

Ia membuka matanya beberapa kali dan matanya tertuju pada sosok di sampingnya.

Rangga tertidur dengan kepala sedikit tertunduk, satu tangannya masih menggenggam erat tangan Nayla.

Wajahnya tampak lelah, tapi ada ketenangan yang aneh di sana seolah seluruh beban semalam masih menggantung, namun hatinya tetap memilih untuk bertahan di sisi Nayla.

Air mata menggenang di pelupuk mata Nayla dan hatinya remuk oleh rasa bersalah, bingung, dan sesak yang belum sepenuhnya pergi.

Ia tahu semalam ia kehilangan kendali, namun melihat suaminya tetap setia di sisinya... itu membuat dadanya semakin sesak.

Pelan, ia menggerakkan jari-jarinya, menggenggam balik tangan Rangga.

Rangga terbangun perlahan, matanya langsung menatap Nayla yang kini sudah sadar.

“Kamu bangun…” ucap Rangga dengan suara serak.

Nayla menatapnya lama, sebelum akhirnya berkata lirih,

“Mas tetap di sini semalaman?”

Rangga hanya mengangguk dan menggenggam tangan Nayla lebih erat.

“Aku nggak akan ke mana-mana. Aku di sini untuk kamu.”

Pagi itu, untuk pertama kalinya setelah sekian waktu, Nayla merasa sedikit hangat di hatinya.

Masih ada luka dan bmasih ada bayang-bayang masa lalu tapi tangan yang menggenggamnya saat ini... nyata.

Nayla menarik napas dalam-dalam, matanya berkaca-kaca menatap wajah Rangga yang penuh penyesalan.

Suasana di kamar itu terasa begitu hening, hanya terdengar suara napas mereka yang saling beradu dalam keheningan.

“Mas, kita pisah saja ya,” suara Nayla bergetar, penuh kepedihan.

“Aku lelah, Mas. Selama ini aku merasa Mas tidak pernah benar-benar mencintai aku. Semua yang aku harapkan, semuanya hanya bayangan yang tak pernah nyata.”

Rangga terdiam, dada terasa sesak mendengar kata-kata itu.

Ia tahu selama ini banyak kesalahpahaman dan luka yang belum sembuh. Namun ia tak mau menyerah begitu saja.

“Nay,” suaranya lirih tapi penuh harap. M

“Maafkan aku. Aku semalam tidak sengaja dan tidak pernah bermaksud menyakiti kamu. Semua yang aku lakukan, semua yang aku pikirkan, hanya demi kamu. Aku sayang kamu, Nay. Aku ingin kita jalani ini bersama.”

Nayla menundukkan wajahnya dan air mata mulai menetes perlahan di pipinya.

“Kalau memang begitu, buktikan, Mas. Jangan hanya kata-kata. Aku sudah terlalu lama hidup di dalam bayang-bayang, di antara keraguan dan kesedihan. Aku ingin kita benar-benar mulai dari awal, tanpa ada lagi masa lalu yang membebani.”

Rangga menggenggam tangan Nayla erat, mencoba menguatkan hatinya yang juga terluka.

“Aku berjanji, Nay. Aku akan berjuang untuk kita. Aku ingin melihat kamu bahagia, bukan hanya sekadar bayangan. Kita akan lalui semuanya bersama, satu langkah demi satu langkah.”

Nayla menatap mata Rangga dalam-dalam, merasakan ketulusan yang tak bisa dipungkiri.

Meski hatinya masih penuh luka, ada secercah harapan yang mulai tumbuh.

“Baiklah, Mas. Aku ingin mencoba lagi. Tapi tolong, jangan pernah buat aku merasa sendirian lagi,” bisiknya pelan.

Rangga mengangguk, sebuah senyum kecil terukir di wajahnya.

“Aku tidak akan pernah meninggalkan kamu, Nay. Kita mulai hidup baru bersama.”

Mereka saling menggenggam, menghapus rasa sakit masa lalu dan membuka lembaran baru yang penuh harapan dan cinta yang nyata.

Rangga menutup pintu kamar dengan lembut, memastikan suasana hanya milik mereka berdua.

Matanya menatap Nayla penuh tekad, suara di dalam dadanya menggelegak, ingin membuktikan cinta yang selama ini tersembunyi di balik keraguan.

“Akan aku buktikan sekarang, Nay,” ucapnya lirih tapi penuh makna.

Dengan hati-hati, Rangga melepaskan pakaiannya satu per satu, tanpa tergesa, seolah ingin menunjukkan bahwa dirinya sudah benar-benar terbuka dan siap memberikan yang terbaik untuk istrinya.

Tatapannya tak pernah lepas dari Nayla, penuh cinta dan harapan.

Nayla, yang masih terasa lelah namun sedikit terkejut, membiarkan Rangga mendekat.

Ada kehangatan yang perlahan merayapi ruangan itu, menggantikan keraguan dengan rasa percaya yang mulai tumbuh kembali.

Rangga mendekap Nayla dengan lembut, memastikan setiap sentuhan dan gerakannya adalah janji yang tak hanya terucap, tapi nyata.

Ia memberikan kewajibannya sebagai seorang suami bukan hanya secara fisik, tapi juga hati dan jiwanya.

Dalam pelukan itu mereka mulai membangun kembali kepercayaan dan cinta yang pernah hampir hilang melewati pagi dengan penuh harapan dan komitmen untuk saling menjaga, saling mencintai, dan memulai lembaran baru bersama.

Rangga menatap dalam mata Nayla, suaranya bergetar penuh perasaan saat ia mengucapkan kata-kata yang selama ini tersembunyi di hatinya.

“Aku mencintaimu, Nayla Pramesti.”

Kata-kata itu seperti mantra yang menghangatkan ruang hati mereka, menembus semua keraguan dan luka.

Nayla menatap balik, matanya mulai berkaca-kaca, merasakan ketulusan dan kekuatan cinta yang hadir di depan matanya.

Di pagi itu, di balik segala kesulitan dan cobaan, cinta mereka menemukan jalan untuk hidup kembali.

1
Jetva
🙄🙄 LAH..NAYLA ALERGI MANGGA KAN , THOOOR...🤔🤔🤔
Jetva
MENGOLESKAN SALEB BUKAN MENYAYATKAN SALEB
my name is pho: terima kasih kak🥰
total 1 replies
Jetva
lah..km aza masih ngigo Jati...tp nuntut Rangga...🙄🙄
Melita Magelang
Buruk
Melita Magelang
Kecewa
Jamayah Tambi
Tq Thor,ceritanya bagus,Cerita penuh limpahan air mata dan emosi.Ceritanya samai ke anak cucu dan cicit/Drool/
my name is pho: terima kasih kak 🥰🥰
total 1 replies
Jamayah Tambi
semoga diberi kesembuhan
Jamayah Tambi
Daripada menangis tak henti 2,baik ambil wuduk solatvtaubatvdan solat hajat.Minta pada Allah agar diberi kesembuhan dan segala urusan dipermudahkan.Hanya Allahbygbpunya kuasa memberi keajaiban kepada hamba-hambaNya.
Jamayah Tambi
Mungkinnibunya Nayara mati akibat sakit jantung ketika melahirkan Nayara.Yg pelik kenapa Aslan tak tau.Nayara kan puterinya
Jamayah Tambi
Degil si Nayara ni.Kau hanya pikir Jati, tp tak mikir anakmu
Jamayah Tambi
Tak kan Dr Aslan ayahnya sendiri tak tau Nayara sakit jantung.Besar sungguh ujian mu Nayara.
Jamayah Tambi
Jarang jumpa wanita muda yg hebat,kuat mcm Nayara.Klu remaja lain masih sibuk kuliah dan hiburan yg entah apa-apa.Dia bergelut menjaga suaminya yg sakit kronik.Dalam keadaan hamil llagi.Masa mudanya habis di hospital./Sob//Sob//Sob//Sob/
Jamayah Tambi
Cam boring jer.
Jamayah Tambi
kenapa tak panggil ambulans jer
Jamayah Tambi
Kamu ini,kenapa anak hanya sorang jer
Jamayah Tambi
Jari sakit tulang
Jamayah Tambi
Rangga tak belajar2 lagi buat silap.Nasib baik Neyla seorang pemaaf
Jamayah Tambi
Rangga tsk guna.Buka sampul surat je pun.zItu pun nak marah.Jati dah mati.
Jetva: bukan masalah Jati mati ( karna Jati blom mati)...masalahnya adalah disetiap tidurnya Natla selalu menyebut nama Jati...bukan Rangga suamix yg katanya dia sudah cinta....
total 2 replies
Jamayah Tambi
Bukan Neyla allegik mangga je
Jamayah Tambi
Jata rumah ada guard yg jaga.Kenapa mudah sangar Nando maduk.Guard tidur ni.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!