Seorang Putri Raja Yang Sedang Mencari Kekuatan Agar Tidak Dipandang Rendah Oleh Dunia
Tanpa Putri Itu Ketahui, Ia Memasuki Wilayah Yang Di Mana Tidak Bisa Di Masuki Oleh Mahluk Hidup Karena Tempat Itu Milik Hewan Suci Yang Kekuatan Mereka Setara Dengan Dewa
Welcome To Putri Dione S2
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R. TiyaD, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KEMARAHAN GEVARNEST
Sampainya Di Depan Kuil Suci
"Yah..." Dione Melihat Thalius "Sangat Ramai" Senyum
"Ha?" Thalius Berbalik Melihat Kuil Yang Tampak Sunyi
"Sampai Jumpa Paus" Ujar Dione Lalu Menghilang
"Ah, Iya" Merasakan Aura Tidak Baik, Thalius Berbalik
Setelah Kepergian Dione, Thalius Melihat Bayangan Besar Yang Berputar-putar Di Sekitar Kuil Suci "Apa Itu?" Melihat Jelas "Itu...Naga!!!?"
"Paus Agung" Panggil Salah Satu Biarawati
Thalius Berbalik "Ya, Ya?"
"Apa Yang Anda Lakukan Di Sini?" Melihat Tangan Thalius Yang Memegang Keranjang Bunga "Apa Anda Dari Makam Seseorang?"
"Ha? Ma, Makam?" Mengangkat Tangannya Yang Memegang Keranjang Bunga "Sejak Kapan Aku Memegang Ini?" (Batin) Melihat Surat Kecil "Sekarang Giliranmu"
"Haa..Maafkan Aku Dewi Harus Berbohong" Batin Thalius Berdoa
Thalius Melihat Mimi Dengan Eskpresi Sedih "Haa, Saya Dari Makam In Dan Deri" Berdoa "Semoga Dewi Memberikan Tempat Yang Baik Untu.."
"Paus" Potong Mimi
"Ya?" Thalius Terkejut Melihat Mimi Yang Tampak Marah
"Saya Permisi" Mimi Menunduk Lalu Pergi
"Ah, Ya, Sil..." Melihat Mimi Yang Berjalan Cepat "Lahkan?" Bingung
Beberapa hari kemudian
Ruang Kerja Dione
Brakk... Pintu Terbuka
Semua Terkejut Termasuk Dione
"PUTRI DIONE ARLOY BAHRAM" Panggil Gevarnest Dengan Suara Yang Memenuhi Ruang Kerja Dione
Dione Berdiri Begitu Pun Dengan Ketiga Sekertarisnya
"Ay, Ayah!!!" Berdiri Menatap Gevarnest (Dione Sudah Mengetahui Kedatangan Gevarnest)
Ketiga Sekertaris Dione Menunduk "Selamat Datang Yang Mulia Raja"
Brakk..
Gevarnest Memukul Meja Kerja Dione Dengan Kuat Samapi Meja Dione Terbelah Menjadi Dua, Dione Melihat Meja Dengan Ekspresi Dingin Berubah Menjadi Sedih
"Itu, Siapa?" Tanya Scott
"Itu Raja Kerajaan Ini Juga Ayah Dari Grand Duchess" Jawab Andrew
"Ayah" William Dan Willy Memegang Tangan Gevarnest Sedangkan Daniel Berdiri Di Depan Gevarnes Sambil Memegang Tangan Dione
"Ayah, Tenanglah" Ujar Daniel Takut
"KAU, DASAR KAU PUTRI..." Ujar Gevarnts Tak Karuan Karena Marah Juga Menahan Agar Tidak Mengatakan Kata Kasar
Dione Memegang Pakaian Daniel (Takut Yang Di Buat) "Ma, Maaf Ayah"
"KAU" Menunjuk Dione
"Ayah" Tahan William
"APA BEGITU SUSAHNYA KAU MENYAPA KAMI DI ISTANA?" Marah
Dione Melirik Gevernast Dari Balik Bahu Daniel "Aku Memang Berencana Akan..."
"BERENCANA KATAMU!!!" Potong Gevarnest Tambah Marah
"Bukan, Maksud Dione, Dione Akan Ke Sana Istana" Gugup
"KAU MENEMUI KELUARGAMU PUN PERLU RENCANA?!!"
"Yang Mulia Raja, Tolong Tenanglah" Ujar Daniel Tegas
Gevarnest Terdiam
"Willy, Bawa Raja Ke Ruangan Lain" Lanjut Daniel
"Baik Kak"
Willy Dan William Membawa Gevarnest Ke Ruang Lain Tepatnya Di Sebelah Ruangan Kerja Dione
Dione Melangkah Kedepan Lalu Melihat Semua Pekerjaannya Berantakan Dengan Dingin "Haa" Kesal Lalu Melihat Ke Arah Pintu Dengan Dingin
"Kak, Kakak" Panggil Daniel Takut Melihat Aura Dione Yang Begitu Hitam
"Aku Sangat Kesal Daniel" Menatap Daniel "Bagai Mana Ini?" Seringai
Glek..
"Kak, Ini Aku Akan Membersihkannya" Menunjuk Berkas Yang Berhamburan
Dione Tersenyum Kecil "Bukan Masalah Membersihkannya Daniel" Menatap Daniel Dengan Dingin
Glek... Tangan Daniel Bergetar
"Orang-orang Sudah Bekerja Keras Untuk Ini Dan Aku Sudah Memisahkan Yang Harus Aku Kerjakan Dan Tidak Tapi Sekarang..." Dione Menatap Langit-langit Ruangan "Semuanya Berantakan Dan...Haa..."
Mata Dione Berubah Menjadi Hijau Kehitaman
Aelfric Maju "Yang Mulia, Anda Tenang Saja, Ka, Kami Akan Membersihkannya" Gugup
Edmud Dan Geony Juga Ikut Menenangkan Dione
Dione Menatap Aelfric (Wata Belum Berubah) "Kalian Memang Harus Membereskan Ini Semua, Tapi Aku Sudah Mengerjakan Beberapa Bagian Yang...Sial" Berjalan Pergi
"Kak, Kakak" Daniel Mengejar Dione Yang Berjalan Begitu Cepat
Brak...Dione Membuka Pintu Lebih Kuat Dari Gevernast
Gevarnest Dan Kedua Adik Kembar Dione Terkejut Juga Beberapa Penjaga Yang Menjaga Keluarga Kerajaan
Dione Menatap Gevarnest Dengan Dingin "Anda Sudah Sangat Keterlaluan Yang Mulia"
Gevarnest Terkejut, Willy Dan William Berdiri
Meja Dan Sofa Yang Berada Di Depan Gevarnest Melayang Menghantam Tembok Dan Hancur
Dione Berdiri Di Depan Gevarnes "Anda Menghancurkan Meja Kerja Saya Membuat Semua Pekerjaan Saya Berantakan Yang Mulia" Senyum Kecil "SE-MU-A" Tambah Dione Membuat Suasana Di Dalam Ruangan Tegang
Para Hewan Masuk Ke Dalam Ruangan, Gevarnest Melihat Ekspresi Kekhawatiran Orang-orang Dione
"Ka, Kak" Daniel Berdiri Di Sebelah Dione
"Apa Ini!! Dione? Apa Dione? Kenapa Auranya Sangat Jahat?" Batin Gevarnest Kekutan Juga Sedih Dan Khawatir
Tiba-tiba Gerakan Yang Begitu Cepat Masuk
"Dione" Ethan Memegang Tangan Dione "Tenanglah" Mengeluarkan Aura Dingin Untuk Menenangkan Dione
Dione Menatap Gevarnest "Jika Anda Merindukan Putri Anda, Seharusnya Anda Datang Dengan Baik Dan Langsung Memeluknya Bukan Menghancurkan Pekerjaannya" Dingin
Prang.... Semua Benda Yang Ada Id Dalma Ruangan Pecah
Jantung Semua Orang Berdegup Kencang
"Putri!!" Tangis Lucy Dan Yang Lain
"Dione" Panggil Declan Sabil Memegang Pundak Dione
"Saya Tau Anda Sangat Marah Yang Mulia, Saya Ada Di Pesta Malam Itu Tapi Karena Saya Memikirkan Sesuatu Yang Harus Saya Selesaikan Jadi..." Dione Berbalik Sambil Tertawa Kecil
Aura Dione Menyebar Membuat Beberapa Orang Susah Untuk Bernafas
"Ma, Maafkan Aku" Ujar Gevarnest
Dione Melirik Gevarnest "Ya, Anda Memang Harus Minta Maaf Yang Mulia. Saya Merasa Anda Tidak Menghargai Kerja Keras Saya" Senyum Kecil
Deg
"Dione" Panggil Gevarnest
Dione Berbalik Dan Langsung Membungkuk "Maaf Atas Ketidak Kesopanan Saya Yang Mulia, Saya Mohon Undur Diri" Berjalan Pergi
"Kak, Kakak" Panggil Ketiga Adik Dione
"Di, Dione" Panggil Gevarnesd
Dione Menghilang
u the best thoorrrr
semangat Thor
semangat berkarya 💪
semangat Thor 💪💪