NovelToon NovelToon
Suami Dinginku

Suami Dinginku

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Perjodohan / Cintamanis / Tamat
Popularitas:5.1k
Nilai: 5
Nama Author: Aiza-ra

Sebuah cerita tentang kehidupan dua manusia yang dijodohkan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aiza-ra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1 - Kesepakatan yang Tidak Dipilih

Pagi itu, cahaya matahari masuk perlahan melalui celah tirai putih di kamar Humaira Diara Aluna. Udara Jakarta yang masih tenang membuat suasana terasa lebih hening dari biasanya, seolah dunia sengaja memberi ruang sebelum sebuah keputusan besar mengubah alurnya.

Diara duduk di tepi ranjang, tangan kanannya memegang mushaf kecil yang biasa ia baca setelah shalat subuh. Jilbab syar’i berwarna krem yang ia kenakan masih rapi, meski pikirannya tidak benar-benar berada dalam ketenangan yang sama. Matanya menatap lama satu halaman yang sama, tetapi pikirannya berulang kali kembali pada percakapan kemarin malam.

“Ummi hanya ingin kamu mengenal keluarga itu, Diara.”

Suara lembut Kinnas, ibunya, masih terasa di telinganya. Lembut, tetapi membawa beban yang tidak ringan. Sebuah tawaran perjodohan yang tidak pernah ia minta, namun kini menjadi sesuatu yang harus ia hadapi.

Diara menarik napas pelan. Perusahaan kecilnya di bidang desain interior baru saja mulai stabil. Klien mulai bertambah, proyek kecil mulai berubah menjadi proyek yang lebih serius. Ia tidak pernah membayangkan hidupnya akan diseret pada urusan seperti ini—bukan karena ia menolak takdir, tetapi karena ia terbiasa memilih jalan hidupnya sendiri.

Pintu kamar terbuka perlahan.

“Diara…” suara Kinnas masuk dengan sangat hati-hati, seakan takut mengganggu.

Wanita itu masuk dengan langkah pelan. Wajahnya teduh, seperti seseorang yang terlalu lama belajar ikhlas dalam diam. Di belakangnya, Biantara berdiri. Tegak, tenang, dengan sorot mata yang tidak berlebihan, tetapi cukup untuk menunjukkan bahwa setiap kata yang akan keluar dari mulutnya sudah dipertimbangkan matang.

“Kita akan bicara sebentar,” ucap Biantara singkat.

Diara menutup mushafnya, meletakkannya di meja kecil di samping tempat tidur. Ia berdiri, lalu menundukkan kepala sebagai tanda hormat.

“Baik, Abi.”

Kinnas duduk di kursi dekat jendela, sementara Biantara tetap berdiri. Ada jeda singkat sebelum kalimat yang sebenarnya tidak ingin diucapkan itu keluar.

“Diara,” suara Biantara terdengar lebih berat, “ada sebuah tawaran perjodohan yang datang untukmu.”

Tidak ada kejutan di wajah Diara. Hanya keheningan yang berubah menjadi lebih dingin.

Biantara melanjutkan, “Keluarga Syahrezan.”

Nama itu jatuh seperti batu yang tenggelam pelan ke dasar air.

Syahrezan Group.

Perusahaan besar yang sering ia dengar dari berita bisnis, bukan dari kehidupan sehari-hari. Dan satu nama yang langsung terlintas di benaknya: Jifan Artha Syahrezan.

Kinnas menghela napas pelan. “Kami tidak memaksa, Nak. Tapi keluarga mereka datang dengan niat baik. Aishani sendiri yang menyampaikan.”

Diara menatap ibunya. “Ummi sudah bertemu mereka?”

Kinnas mengangguk. “Iya… Aishani orang yang sangat lembut. Idrissa juga menghormati Abi dengan baik. Mereka tidak datang dengan paksaan.”

Biantara menambahkan, nada suaranya tetap tegas namun terkontrol, “Tapi keputusan tetap di tanganmu. Aku tidak akan menyerahkan hidupmu pada sesuatu yang tidak kamu yakini.”

Hening.

Diara menunduk. Dalam pikirannya, ia tidak melihat cinta. Tidak melihat masa depan. Yang ia lihat hanya dua dunia yang dipaksa bertabrakan: dunia bisnis yang ia bangun sendiri, dan dunia yang kini mencoba menempatkan seseorang asing di dalam hidupnya.

“Siapa dia?” akhirnya Diara bertanya pelan.

Biantara menjawab tanpa ragu, “Jifan Artha Syahrezan. CEO Syahrezan Group.”

Kinnas menambahkan lembut, “Dia dikenal dingin… tapi keluarganya mengatakan dia orang yang baik. Hanya saja sulit didekati.”

Diara menghela napas pelan, lalu menatap ke arah jendela. Langit mulai berubah terang, tetapi tidak cukup untuk menghapus awan di kepalanya.

“Dan dia setuju?” tanyanya.

Biantara mengangguk. “Dia tidak menolak.”

Jawaban itu justru membuat Diara diam lebih lama.

Seseorang yang bahkan tidak ia kenal, sudah lebih dulu menerima kemungkinan untuk menjadi bagian dari hidupnya.

🪻🪻🪻🪻

Di sisi lain kota, di sebuah gedung tinggi kaca yang mendominasi skyline Jakarta, Jifan Artha Syahrezan berdiri di depan jendela lantai atas ruangannya. Tangannya berada di saku celana hitamnya, jasnya rapi seperti biasa, wajahnya tenang tanpa ekspresi yang bisa dibaca.

“Jifan, kamu yakin?” suara berat Idrissa terdengar dari belakang.

Pria itu tidak langsung menjawab.

Aishani duduk di sofa ruangan itu, tangannya memegang cangkir teh hangat. “Nak, Ummi tidak ingin memaksamu. Tapi keluarga itu baik. Gadisnya pun disebut punya akhlak yang bagus.”

Jifan akhirnya berbalik sedikit. Sorot matanya tajam, dingin, seperti seseorang yang terbiasa mengendalikan segalanya tanpa kompromi.

“Aku tidak tertarik pada hal seperti cinta,” ucapnya datar.

Idrissa menatapnya lama. “Ini bukan soal cinta. Ini soal arah hidup.”

Keheningan jatuh di antara mereka.

Namun Aishani, dengan kelembutan yang tidak memaksa, berkata pelan, “Kadang Allah mempertemukan orang bukan karena mereka siap, tapi karena mereka perlu berubah.”

Kata-kata itu tidak dijawab.

Jifan kembali menatap kota. Di bawah sana, manusia bergerak tanpa tahu bahwa di lantai atas gedung itu, sebuah keputusan sedang mengikat dua hidup yang belum pernah bertemu.

“Baik,” akhirnya Jifan berkata singkat.

Satu kata.

Tanpa emosi.

Tanpa penolakan.

Tapi di balik itu, sesuatu yang belum ia akui mulai bergerak pelan—sebuah awal yang tidak ia rencanakan.

Hari itu, tanpa mereka sadari, dua dunia yang sangat berbeda telah disatukan oleh satu kesepakatan.

Bukan cinta.

Bukan pilihan.

Hanya sebuah awal yang dipaksakan oleh keadaan.

Dan dari titik itulah, sesuatu yang disebut “benci” perlahan akan menemukan jalannya menuju sesuatu yang jauh lebih rumit.

🪻🪻🪻🪻🪻

Hallo Assalamualaikum, selamat datang di cerita pertamaku readers

Selamat membaca 😉😉😉😉

1
Kaira Caem
sebentar manggil mas,. sebentar manggil Jifan.. ngantuk ya thoor🤣
Kaira Caem
tapi Diara pake hijab.. kok bilang rambut nya diikat rapi.. kadang² ngelindur ini author nya
Aiza-ra: Sorry kak, baru pertama kali nulis jadi suka ada yang typo 🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!