NovelToon NovelToon
Senja Yang Ku Perjuangkan

Senja Yang Ku Perjuangkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Orang Disabilitas / Penyesalan Suami / Romantis
Popularitas:51.1k
Nilai: 5
Nama Author: Ayumarhumah

Tiga tahun menjalani pernikahan tanpa cinta, Alya bertahan hanya karena menghormati wanita yang telah menyatukan mereka.

Namun, tepat setelah sang nenek meninggal dunia, suaminya menjatuhkan talak dan mengakhiri hubungan yang selama ini hanya dianggap sebagai kewajiban.

Dengan satu kaki palsu dan hati yang hancur, Alya meninggalkan rumah yang tak pernah benar-benar menerimanya. Ia tak menyadari bahwa di dalam rahimnya sedang tumbuh kehidupan baru.

Saat dunia seolah menutup semua pintu untuknya, Alya memilih bertahan demi seorang anak yang bahkan belum lahir. Anak itu ia beri nama Senja.

Ini adalah kisah tentang seorang ibu yang berjuang melawan keterbatasan, kesepian, dan kerasnya kehidupan. Sebab bagi Alya, Senja bukan sekadar anak. Senja adalah alasan mengapa ia terus hidup.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayumarhumah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Janin Yang Ku Pertahankan

Keesokan harinya.

Pagi ini langit mendung sinar matahari tidak menampakkan sinarnya, suasana pagi sangat dingin sekali dan itu membuat Alya malas untuk beranjak dari kasur tipisnya.

  "Dingin sekali," gumamnya lirih.

Setelah pemeriksaan tadi malam, hati Alya belum merasa tenang sebelum ia melakukan pemeriksaan berikutnya. Alya menggigit bibir bawahnya.

Rasanya ia begitu dilema. Andai saja praduga bidan tadi malam benar? Apa dirinya sanggup menghadapi kehamilannya itu sendiri. Sementara janin yang ia kandung mempunyai orang tua lengkap.

  Namun saat dirinya mengingat ucapan mertuanya. "Akhirnya sekarang kamu bebas.

Niat itu ia urungkan seketika. Biar saja ia membawa kehamilannya itu sendiri. Karena sangat sadar jika mantan suami dan keluarganya menolak kehadirannya sejak awal.

  "Tuhan... andai kata Engkau mempercayakan sebuah keturunan pada hamba, maka akan ku perjuangkan makhluk tak bersalah itu apapun kondisiku saat ini," janji Alya.

  Ia pun mulai berdiri dan membuka jendela kamar, di situ terlihat gang kecil dan rumah-rumah warga yang berjajar. Ia melihat beberapa anak sedang bermain bola ada juga sebagian anak perempuan yang sedang melihat permainan itu.

  Seketika senyum terukir di bibirnya mungkin jika anaknya nanti besar akan seperti mereka. Belum lama Alya memandang anak-anak itu dari jendela tiba-tiba saja pintu kostnya diketuk.

  "Mbak Alya sudah bangun," ucap suara dari luar sana.

Alya yang sedari tadi sedang menatap anak-anak itu langsung terkejut. Ia pun langsung menjawab cepat.

  "Aku sudah bangun sejak tadi Mbak," sahut Alya sambil membuka pintunya.

 "Mbak jangan panggil aku Mbak deh,kesannya aku lebih tua," dengus gadis itu.

 Alya tersenyum kecil. "Gak gitu kok, aku manggil kamu Mbak karena menghormati kamu saja sebagai pemilik Kostan," sahut Alya.

  "Jangan dong Mbak, lebih baik panggil aku adik saja sesuai umur," pinta Emilia.

"Baiklah kalau memang begitu aku akan memanggilmu Adik," sahut Alya.

"Nah itu lebih cocok," ucap Emil sambil ngacungin jari jempolnya.

Setelah percakapan singkat itu. Emil pun teringat tujuan dia datang kemari, gadis itu begitu peduli entah kenapa hatinya merasa tersentuh saat mendengar dugaan bidan tadi malam.

"Mbak sekarang kita jadi periksa kan?" tanyanya.

Alya terdiam sejenak, ada perasaan takut jika memang praduga itu benar, lalu bagaimana dengan lingkungan sekitarnya. Pastinya mereka akan mengiranya yang tidak-tidak.

  "Dek," panggilnya pelan.

"Iya Mbak jadi apa enggak?" tanya Emilia memastikan.

 "Kalau memang aku positif hamil," ucapnya terputus. "Apa kamu masih mau terima aku?"

Emil langsung memutar matanya, entah kenapa ia merasa perempuan dihadapannya itu terlalu polos.

"Mbak sekarang sudah tidak jamannya mengucilkan orang hamil," sahut Emil cepat. "Bukannya aku menormalisasikan orang hamil di luar nikah, tapi sebagai manusia aku juga punya empati terhadap mereka yang sudah terlanjur melakukan kesalahan," jelasnya.

Seketika Alya menunduk, ia begitu beruntung mempunyai Ibu kost muda yang begitu pengertian.

"Makasih ya Dek sudah mau ngerti posisi aku," ucap Alya.

"Bukannya sesama manusia harus saling tolong menolong. Ya sudah kalau gitu kita periksa lagi ya," bujuk Emilia.

Suasana hening sejenak hingga pada akhirnya wanita itu mengangguk perlahan.

"Baiklah kalau gitu, ayo kita periksa lagi," ujar Alya.

Seketika wajah Emilia tersenyum sumringah. "Nah gitu dong itu baru benar," ucapnya sambil mengacungkan jari jempolnya.

Beberapa menit kemudian kedua perempuan bega generasi itu sudah sampai di ruang tunggu rumah sakit. Alya menggenggam erat tali tasnya. Ada rasa gugup dan takut dengan hasil USG nanti.

  "Mbak, jangan gugup ya."

Tangan Emilia tiba-tiba mengelus lengannya dengan pelan. Gadis itu seolah tahu dengan apa yang dirasa Alya saat ini.

"Aku sedikit canggung saja," ujarnya.

 "Kalau gitu kita hadapi sama-sama ya," ucap Emilia.

Dan tanpa terasa nomor antrian Alya dipanggil. Kedua perempuan itu mulai beranjak dari tempat duduknya.

Di dalam ruang pemeriksaan. Alya tidur diatas ranjang rumah sakit. Nafasnya terdengar memburu saat tangan dokter mengolesinya dengan gel.

  "Bu jangan tegang ya," tegur dokter itu.

Alya mengangguk lalu mulai mengatur napasnya. Beberapa detik kemudian, wajahnya terlihat sedikit lebih tenang.

Layar monitor di samping ranjang sudah menyala. Dokter perlahan menggerakkan alat USG di atas perut Alya sambil memperhatikan hasil yang muncul di layar.

"Di sini, Bu," ucap dokter sambil menunjuk ke arah monitor.

Alya mengikuti arah telunjuk dokter dengan jantung berdebar tidak karuan. Awalnya ia tidak mengerti apa yang sedang dilihatnya. Namun saat dokter kembali menggerakkan alat itu, tampak sebuah titik kecil di layar.

Dan tak lama kemudian...

Duk... duk... duk... duk...

Suara detak jantung itu terdengar memenuhi ruangan. Seketika tubuh Alya membeku. Matanya membulat menatap layar tanpa berkedip.

"Itu...?" suaranya bergetar.

Dokter tersenyum hangat. "Itu detak jantung bayi Ibu."

Deg!

Air mata yang sejak tadi ia tahan kini jatuh perlahan, Alya menutup mulutnya sendiri seolah tidak percaya. Apa benar di dalam rahimnya tumbuh kehidupan lain. Apa benar Tuhan benar-benar mempercayakan anugerah terindah ini untuk dirinya?

"Dok coba cubit aku?" suruh Alya.

Dokter itu hanya tersenyum. "Tidak usah menyuruhku untuk mencubit. Gigit saja lidahmu sendiri," sahut dokter itu.

Seketika Alya menggigit ujung lidahnya. Dan ya ternyata sakit dan ini benar-benar nyata. "Dok, aku mau jadi seorang Ibu?" tanyanya dengan mata berbinar.

"Iya kamu mau jadi seorang Ibu," jelas dokter itu.

Tapi detik berikutnya senyum di wajah dokter itu pudar perlahan. "Tapi ada sesuatu yang ingin saya sampaikan."

Alya sedikit panik. "Ada apa?"

"Kandungan Ibu cukup lemah. Dan Ibu harus benar-benar istirahat dan rutin meminum obat penguat kandungan," ucap dokter itu.

"Obat penguat kandungan," ulang Alya. "Apa itu mahal?" tanyanya sedikit ragu.

Dokter itu sedikit memberi senyum. "Ya obat itu sedikit mahal," sahut dokter itu sambil menunjukkan harga obat tersebut.

Seketika tubuh Alya melemah mendengar nominal yang disebut. Namun ketika ia mendengar kembali detak jantung janinnya. Entah kenapa ia seperti mempunyai keberanian baru dari dasar hatinya.

"Baik dok, berapapun biayanya akan saya usahakan asal anakku selamat sampai dia nanti lahir ke dunia," ucapnya penuh tekat meskipun untuk saat ini ia masih belum mempunyai penghasilan apapun.

Bersambung

1
Nar Sih
arlann ..gk segaja kmu ketemu putri mu yg blm kamu kenal
Lisa
ya nih gmn y reaksinya Arlan ketika bertemu dgn Alya
Nar Sih
padahal sdh penasaran lihat reaksi arlan saat ketemu alya,tpi...sabarr lgi blm waktu nya kata kak ayu😂
Lisa
Selamat malam Kak Ayu..terimakasih y utk updatenya..wah berarti waktu acara gala dinner itu Alya pasti bertemu dengan Arlan.
Yati Susilawati
tak sabar nunggu al dan ar.. bertemu
Nar Sih
sore kak ayuu,dan aku slalu suka dgn senja🥰🥰
Lisa
Semangat y Alya & team..kalian pasti bisa 🙏💪
Nar Sih
semagat alya ,kmu pasti bisa dan semoga kmu berhasil💪
falea sezi
kenapa belom hamil lagi 😒
Ayumarhumah: sabar kak ...
total 1 replies
Nar Sih
sore kak ayu ,makasih ya udah updet 2kali sehari senja nya🙏🥰
Lisa
👍 Sukses y Alya
Nar Sih
waah...alya kmu bnr,,👍🥰🥰
Lisa
Jadi deg²an nih..pertanyaan terakhirnya apa nih 🤔
Suanti
semoga, aja viral dan masuk acara tv biar menyesal sekeluarga mantan alya membuang berlian demi kerikir 🤭🤣
Nar Sih
mlm kak ayu,selamat alya ahir nya presentasi berjln lsncar👍🥰
Adinda
semoga alya Dan dewa punya anak kembar
Nar Sih
pagi kak ayu,semagatt alya dan senja florist siap melangkah menuju sukses dan bahagia
Nar Sih
kasihan kmu arlan ,karma mu yg telah menyia,,kan alya kmu gk bisa punya keturunan dri amara
Lee Mba Young
Syukurin arlan gk akn punya anak lagi 🤣. karma tak semanis kurma.
Asphia fia
mampir
Kayla Rane: KA bila berkenan mampir di novel on going ku terimakasih banyak
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!